Kategori: PENDIDIKAN

  • Ironis, SDM Pengajar Mumpuni, Jumlah Siswa SMANSA Sedikit

    Ironis, SDM Pengajar Mumpuni, Jumlah Siswa SMANSA Sedikit

    HarianCakra.Co.Id. – Upaya peningkatan mutu pendidikan di SMA Negeri 01 Bumi Nabung (SMANSA), Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terus ditingkatkan.

    Tak hanya dibidang fisik, namun yang terlebih penting di sumber daya manusia (SDM) pengajar.

    “Untuk SDM kita sudah sangat menunjang. Dan kapasitas dewan gurunya dalam memenuhi kegiatan belajar mengajar sudah bisa dibilang cukup dan baik,” terang Kepsek SMANSA Buminabung I Nyoman Susila, Spd.,MM kepada HarianCakra.Co.Id tadi pagi Senin (16/08/2021).

    Menurutnya, di sekolah tersebut ada 27 guru beserta staf. Yakni, 10 guru PNS dan 17 guru honorer termasuk staf lainnya.

    ”Guru di SMA kita ini yang PNS, Honorer beserta staf yang lain itu sebenernya ada 24 guru, kemaren kita nambah 3 guru honorer jadi total jumlah guru kita ada 27 guru”, terangnya lagi.

    Kata I Nyoman Susila, Spd.,MM, guru SMA tersebut sudah bisa di bilang cukup mengimbangi guru – guru di sekolahan lain. Karena tenaga kerja guru sudah memenuhi kapasitas.

    Sayangnya, kekuatan SDM pengajar di sekolah itu tidak diimbangi dengan jumlah pelajar. Yang mana saat ini hanya berjulah 60 siswa/i.

    “Seperti yang kita ketahui bahwa guru kita sudah memenuhi kapasitas tetapi sebenarnya ada yang kita sayangkan dengan jumlah anak murid kita ini yang tidak bisa memenuhi target, dengan jumlah murid 60 kebawah”, keluh Kepsek I Nyoman Susila.

    Ditempat yang sama Waka Kesiswaan Mardi Sutoko Spd., mengatakan bahwa masyarakat se-kecamatan Buminabung salah menilai tentang SMANSA tersebut.

    “Masyarakat kita ini sebenarnya salah menilai tentang SMA ini, karena kita tahu bahwa banyak berita yang miring atau tidak baik tentang SMA ini, apa karena banyak asli anak Lampung yang sekolah disini, padahal sebenarnya mereka ini banyak sisi positifnya di bandingkan sisi negatifnya”, imbuhnya.

    Disamping itu, waka kesiswaan Mardi Sutoko, Spd., juga menjelaskan bahwa ketertiban, keamanan dan kenyamanan di SMANSA tersebut terjamin sangatlah aman.

    “Saya sebenarnya bisa menjamin tentang keamanan dan kenyamanan di sekolahan ini, bahkan kami juga dulu sudah membuat perjanjian di atas materai bahwa kalau siswa tersebut melanggar aturan sekolah kami tidak segan-segan untuk mengeluarkan siswa tersebut dari sekolahan ini, bahkan jika perbuatan siswa tersebut sudah terlalu fatal akan kami bawa ke ranah hukum”, pungkasnya. (rmn/hjd/red).

  • Disdikbud Tubaba Mulai Terapkan Mapel Khusus Mulok

    Disdikbud Tubaba Mulai Terapkan Mapel Khusus Mulok

    Hariancakra.co.id (Tulangbawang Barat) – Mata pelajaran (Mapel) khusus Muatan Lokal (Mulok), yakni Pendidikan Karakter mulai diterapkan di di lingkup dunia Pendidikan Kabupaten Tulang bawang Barat (Tubaba).

    Mapel Pendidikan karakter Tubaba kini sudah mulai diaplikasikan guru dalam metode pembelajaran kepada siswa-siswi dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Dalam Mapel Pendidikan Karakter Tubaba terdapat empat poin pembelajaran, seperti pendidikan Nemen Nedes Nerimo (Nenemo), pendidikan Anti Korupsi, dan pendidikan Berlalu lintas, serta pendidikan Berkarakter.

    Kepala Seksi (Kasi) SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tubaba, Qhodi Putra Bujung kepada wartawan, Senin (9/8) mengatakan, Silabus atau susunan kerangka metode pembelajaran pendidikan yang berupa file sudah didistribusikan kepada guru melalui masing-masing satuan pengajar.

    “Silabus yang berbentuk file sudah kita bagikan kepada setiap guru, Silabus ini sebagai dasar bahan materi pemberian pelajaran kepada murid. Mereka sudah bisa membuat Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP). Tinggal mengembangkannya, tergantung dengan kreativitas masing-masing,” terangnya.

    Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa sementara Silabus yang berbentuk cetak belum didistribusikan, karena metode pembelajaran yang dilaksanakan saat ini masih daring. Dan juga belum sepenuhnya selesai dicetak.

    “Insyaallah sore ini Silabus yang berbentuk cetak hari ini jadi,” jelasnya.

    Setelah Mulok tersebut berjalan lanjutnya, selama enam bulan, Disdikbud Tubaba akan melakukan evaluasi, mengenai efektivitas pembelajaran dan apa saja yang menjadi kendala saat menjalankan program pembelajaran tersebut. Untuk tingkat PAUD sampai TK, penerapan Pendidikan Karakter Tubaba lebih cenderung ke pola penanaman nilai karakter, bukan materi pembelajaran.

    “Metode penerapannya lebih ke penanaman nilai Karakter Tubaba, supaya mereka memiliki karakter orang Tubaba, seperti yang sering diutarakan pak Bupati Umar Ahmad, ciri orang Tubaba memiliki sifat Nemen (Pekerja Keras) Nedes (Sabar) Nerimo (Ikhlas). Dan Sederhana Setara dan Lestari (SSL),” ujarnya.

    Pemkab Tubaba melalui Disdikbud akan melakukan launching Mulok Pendidikan Karakter Tubaba, dengan mengundang seluruh kepala dinas pendidikan se-provinsi Lampung, dan juga turut dihadiri kepala dinas pendidikan Provinsi.

    “Untuk waktu launchingnya belum ditentukan, akan tetapi semua kepala dinas se- Provinsi Lampung telah menyatakan siap mengikuti acara launching tersebut, akan tetapi dikarenakan situasi Pandemi, kita belum bisa bergerak untuk melakukan kegiatan itu,” pungkasnya. (AKB)

  • SMANSA Buminabung Miliki Prestasi Gemilang di Bidang Olahraga Hingga Tingkat Nasional

    SMANSA Buminabung Miliki Prestasi Gemilang di Bidang Olahraga Hingga Tingkat Nasional

    HarianCakra.co.id. – SMA Negeri 01 Bumi Nabung (SMANSA), Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), memiliki prestasi gemilang di bidang ekstrakulikuler. Yakni dibidang olahraga.

    Bahkan sekolah tersebut tak hanya di tingkat provinsi Lampung. Namun hingga ke tingkat nasional.

    Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) I Nyoman Susila, S.Pd.,MM saat di minta keterangan HarianCakra.Co.Id di ruangannya, Senin (02/08/2021) bahwa adapun prestasi ekstrakulikuler dalam 2 tahun belum bisa terlaksanakan dengan baik.

    Sebelum adanya pandemi covid-19, imbuh dia, SMANSA Bumi Nabung pernah menjuari lomba pecinta alam sebagai juara umum juga pencak silat sebagai juara nasional.

    “SMA kita ini pernah mendapatkan juara di saat lomba pecinta alam dan memegang juara umum di polinela. Selain itu juga smansa kita ini pernah mendapatkan juara nasional 3 tahun berturut-turut dalam pertandingan pencak silat”, imbuhnya.

    Saat ini kegiatan berprestasi itu belum dapat dilaksanakan karena adanya pandemi virus corona.

    Diakuinya bahwa meski dimasa pandemi Covid-19, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA Negeri 01 Bumi Nabung (SMANSA), Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah, tetap berjalan dengan baik. Meskipun dengan menggunakan daring.

    “Untuk proses belajar mengajar tetap berjalan sesuai jadwal yang di share lewat wali kelas melalui grup kelas (whatsApp,” ujar Kepsek SMANSA Bumi Nabung,

    “Bapak dan ibu guru memberikan materi dan tugas kepada anak murid melalui grup kelas, berikut absensi siswa dan guru, selain itu alhamdulilah pembelajaran secara daring saat ini bisa di bilang cukup lancar”, tambah dia.

    I Nyoman Susila, S.Pd.,MM. mengatakan alasan mengapa proses belajar mengajar dilaksanakan menggunakan aplikasi WhatsApp tidak menggunakan zoom meeting dikarenakan terkendala dengan signal yang tidak mendukung untuk ikut masuk dalam zoom.

    Disamping itu, Kepsek SMANSA Bumi Nabung, I Nyoman Susila, S.Pd.,MM mengharapkan jumlah siswa bisa stabil seperti tahun-tahun lalu, juga berharap prestasi yang didapatkan bisa meningkat.

    “Harapan saya, semoga bisa terpenuhi jumlah siswa kita ini agar stabil seperti dulu lagi dan menjadikan SMANSA bumi nabung yang berprestasi baik akademik maupun non akademik”, pungkasnya (rmn/hdj/red)

  • Lapor Pak Bupati Musa, SMPN-01 Rusak Berat

    Lapor Pak Bupati Musa, SMPN-01 Rusak Berat

    HarianCakra.co.id – Kondisi fisik SMP Negeri 01 (SMPN 01) Bumi Nabung Ilir, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah, sangat memprihatinkan.

    Sebab, banyak plafon ruangan sekolah tersebut yang rusak parah. Bahkan, ada kaca jendela yang juga pecah.

    Sayangnya, kondisi sekolah ini luput dari perhatian pemerintah setempat. Pengajuan proposal pun tak digubris oleh dinas terkait.

    “Kami pernah mengajukan proposal kepada pemerintah daerah tetapi tidak pernah terealisasi, dan juga masalah bantuan rehap tidak pernah ada, maka kami mengajukan proposal ke pada pemerintah tersebut”, ujar Subandi, Spd. selaku Wakil Kelapa Sekolah SMP Negeri 01 Bumi Nabung Ilir, kepada HarianCakra.Co.Id, Senin (02/08/2021).

    Tujuan pengajuan proposal tersebut, kata Subandi, untuk merenopasi tata ruang sekolah, agar kenyamanan dalam proses belajar-mengajar yang akan di berikan kepada siswa/siswi bisa berjalan dengan baik dan nyaman.

    “Disini kami ingin merenopasi sekolahan ini, mulai dari tata ruang guru, tata ruang untuk proses belajar-mengajar yang sudah tidak terlihat rapih, bahkan plapon yang soak (rusak, red) dan kaca yang pecah perlu di ganti”, jelas subandi.

    Lanjut Subandi, merehap memakai dana sendiri dari pihak sekolahan tidaklah mampu, sedangkan sekolahan ini saja belum stabil seperti dulu. Ditambah lagi jumlah siswa yang tak memadai.

    “Kami hanya mengharapkan kebijakan dari pemerintah daerah untuk memperhatikan sekolah ini karena ini sekolah negeri, kami mengharapkan bantuannya agar bisa mengatasi keterpurukan SMP ini agar bangkit dan lebih baik lagi”, pungkasnya. (rmn/hdj/red)

  • Patut Dicontoh, Suradiman Jadi Pertama dan Satu-Satunya Kepsek Penggerak di Kecamatan Buminabung

    Suradiman, Spd., Sd
    Kepsek SDN 01 Buminabung Baru

    HarianCakra.Co.Id – Salah satu Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Bumi Nabung Baru, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah, Suradiman, Spd. Sd. menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) Penggerak.

    Bahkan hebatnya lagi, Ia adalah kepsek pertama dan satu-satunya kepsek penggerak di kecamatan tersebut.

    Tujuan Suradiman, Spd. Sd. menjadi Kepala Sekolah Penggerak untuk melakukan penggerakan sistem proses belajar mengajar selama pandemi Covid-19.

    “Tujuan saya mengikuti sekolah penggerak ini hanya ingin menunjukan bahwa SD yang ada di kecamatan bumi nabung bisa bangkit dan menjadikan sistem proses belajar mengajar yang lebih baik lagi selama pendemi ini”, ujar Suradiman kepada HarianCakra.Co.Id, Rabu (28/07/2021).

    Lanjut Suradiman, Spd. Sd. Proses belajar mengajar murni daring tersebut mulai di lakukan sejak tanggal 12 juli 2021.

    “Kami juga diminta keterangan dalam proses belajar mengajar secara daring dan telah kami lakukan dengan baik”, lanjutnya.

    Selain itu, kepala sekolah Dasar (SD) Negri 01 Bumi Nabung Baru, Suradiman, Spd, Sd adalah satu satunya kepala sekolah penggerak se-kecamatan bumi nabung.

    “kepala sekolah yang mengikuti sekolah penggerak khususnya kecamatan bumi nabung untuk saat ini belum ada, hanya saya saja yang mengikuti kegiatan tersebut”, katanya.

    Harapan Suradiman, bantuan yang akan diberikan pemerintah pusat kepada kepala sekolah penggerak terealisasikan secepatnya, agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik.

    “kalau bantuan yang di beri pemerintah kepada kepala sekolah penggerak bisa terealisasi, insyaallah proses belajar mengajar akan lebih baik lagi dari sebelumnya”, pungkasnya. (rmn/hjd/red)

  • Pelamar CPNS Di Lamsel Capai 3.875 orang

    Pelamar CPNS Di Lamsel Capai 3.875 orang

    Hariancakra.co.id (Lampung Selatan) – Hingga kini pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) di Lampung Selatan telah mencapai 3.875 orang.

    Hal ini dikatakan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Lampung Selatan Puji Sukanto, Jumat, 23 Juli 2021, ketika dihubungi via Whatsapp-nya.

    Menurut dirinya, dari 3.875 pelamar itu terdiri dari CPPPK guru 1.674 orang, CPPPK non guru 102 orang dan CPNS 2.099 orang.

    “Iya, jumlah pelamar CPNS dan CPPPK di Lampung Selatan terus bertambah,” ujarnya

    Disinggung apa penyebab pelamar CPNS untuk tenaga dokter gigi kurang diminati, Puji Sukanto, menjelaskan pihaknya belum pernah melakukan survey khusus. Namun, memang tahun lalu pun dari 11 formasi dokter gigi tidak terisi.

    “Kami menduga mereka (dokter gigi.red) lebih tertarik praktek swasta dan membuka klinik sendiri. Hal lain bisa juga karena di Provinsi Lampung belum ada universitas/perguruan tinggi yang membuka fakultas kedokteran gigi, mereka yang ingin kuliah kedokteran gigi harus ke luar daerah (di Pulau Jawa). Mahalnya biaya kuliah tersebut membuat mereka lebih memilih bekerja di rumah sakit swasta atau praktek mandiri,” jelasnya. (ANT)

  • Peringati Hari Anak Nasional 2021, Wagub Chusnunia Launching Program CDC

    Peringati Hari Anak Nasional 2021, Wagub Chusnunia Launching Program CDC

    Hariancakra.co.id (Bandarlampung) — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2021, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melaunching Program Childern’s Day Campaign (CDC) bersama PT. Great Giant Pineapple secara daring, Kamis (22/7).

    Pada kesempatan itu, Wagub meminta momentum HAN 2021 dapat meningkatkan upaya penanganan dan penurunan stunting di Provinsi Lampung.

    “Upaya penanganan dan penurunan stunting merupakan program prioritas di tingkat pusat maupun daerah dengan indikator yang telah tertuang dalam dokumen RPJMN maupun RPJMD Tahun 2019-2024,” ujar Wagub Chusnunia.

    Menurut Wagub, tema stunting juga sejalan dengan salah satu tujuan pembangunan jangka menengah Provinsi Lampung periode 2019-2024 yaitu meningkatkan indeks pembangunan manusia dan derajat kesehatan masyarakat.

    “Di tingkat Provinsi, Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap kabupaten/kota dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi serta percepatan penurunan stunting, mengingat target penurunan angka stunting di Provinsi Lampung dalam RPJMD sampai dengan Tahun 2024 adalah sebesar 14%,” jelas Chusnunia.

    Dia juga mengingatkan bahwa masalah stunting penting untuk ditangani, karena berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia yang berkaitan dengan tingkat kesehatan bahkan kematian anak.

    Stunting dapat diatasi atau dikoreksi sejak seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK), sehingga saat bayi lahir sampai dengan usia 2 tahun masih bisa dilakukan modifikasi atau intervensi agar tidak menjadi stunting.

    Chusnunia menyampaikan terimakasih pada PT. GGP yang telah bersinergi dengan pemerintah melalui penerapan CSR yang salah satu programnya ialah pencegahan stunting dengan tema “Great Indonesia” yang sudah berjalan sejak tahun 2019 di wilayah Lampung Tengah dan Lampung Timur.

    “Saya mengapresiasi PT. Great Giant Pineapple yang telah berpartisipasi aktif dan memberikan berbagai upaya intervensi stunting di berbagai lokus prioritas penanganan stunting yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Chusnunia. (Adn)

  • Miliki Aplikasi Daring, Proses Belajar di Seputih Raman Berjalan Sukses

    Miliki Aplikasi Daring, Proses Belajar di Seputih Raman Berjalan Sukses

    HarianCakra.Co.Id – Masa pandemi covid-19, mengharuskan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah dilakukan secara jarak jauh atau sekolah dalam jaringan (daring).

    Nah, itu juga yang dilakukan sekolah di Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

    “Kita sudah mulai (daring, red) sejak tanggal 12 Juli 2021,” tegas K3S Kecamatan Seputih Raman Marsudi, Sabtu, 17/7 kepada HarianCakra.Co.Id.

    Meski begitu, kata Marsudi, proses kegiatan belajar mengajar ini tetap berjalan secara sukses. Hal ini disebabkan sekolah tersebut telah menggunakan aplikasi daring tersebut.

    “Ya meski tidak tatap muka, tapi kita tetap bisa pantau siswa/i kami. Dan alhamdulilah semua berjalan sesuai harapan dan sukses,” imbuh dia.

    Diterangkannya bahwa bagi kampung yang zona merah mutlak pake daring dan bagi kampung yang zona kuning dan hijau kelas 4, 5 dan 6 pake daring.

    “dan kelas 1.2.dan 3 pake luring untuk seputih raman alhamdulilah sekolah semuanya sudah punya aplikasi belajar daring sehingga pemantauannya bisa secara langsung,” pungkasnya. (red)

  • Ini Alasan Pemerintah Ngutang ke Jepang Untuk Bangun MRT DKI

    Ini Alasan Pemerintah Ngutang ke Jepang Untuk Bangun MRT DKI

    Jakarta – Pembangunan transportasi mass rapid transit (MRT) DKI Jakarta senilai Rp 15 triliun didapat lewat utang dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Kenapa harus berutang?

    Deputi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Luky Eko Wuryanto menyatakan, utang yang didapat pemerintah dari Jepang sangat murah.

    “Kita punya kapasitas fiskal yang jauh lebih murah jatuhnya,” ungkap Luky usai acara Forum Transportation di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

    Luky mengatakan, skema pembiayaan proyek MRT menggunakan pinjaman lunak (soft loan), dengan bunga yang lebih kecil bila dibandingkan dengan pinjaman dari bank dalam negeri.

    “Kalau pake utangan dalam negeri jauh lebih mahal. Kalau luar negeri bunganya 0,2% itu kecil sekali, pengembaliannya 30 tahun. It’s almost nothing, it’s very very cheap (hampir tidak ada bunga, itu sangat murah).” tegas Luky.

    Lebih lanjut, dia juga mengatakan, proyek MRT ini tidak dapat menggunakan APBN sekalipun, proyek senilai Rp 15 triliun ini masuk ke dalam program Metropolitan Priority Area (MPA) yang dicanangkan pemerintah. Juga dengan pertimbangan akan ada kecemburuan sosial dari masyarakat luar Jawa jika dana APBN banyak digunakan untuk pembangunan daerah Jawa khususnya Jakarta.

    “APBN kan terbatas, bayangkan akan protes masyarakat di Indonesia timur, dan Indonesia lain kalau APBN semua dialokasikan untulk Jakartan nggak mungkin kan,” papar Luky.

    “Jadi kalau ada kemampuan untuk meminjam, kenapa tidak dimanfaatkan” sambungnya.

    Dihimpun dari berbagai sumber, selama ini payung hukum proyek MRT antara lain Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pendirian PT MRT Jakarta dan Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyertaan Modal ke PT MRT Jakarta. Dalam aturan itu operator MRT adalah PT MRT Jakarta yang berfungsi sebagai pihak yang membangun, mengoperasikan, dan memelihara MRT.

    Selain itu ada Perda No.4 Tahun 2008 mengatur penggunaan permodalan yang dipinjamkan JICA, yaitu menerima setoran modal dari Pemprov DKI sebesar 58% dari total pinjaman dari JICA, dan pinjaman pemerintah pusat 42% dari total pinjaman yang diteruskan ke Pemprov DKI lalu oleh Pemprov DKI ke PT MRT Jakarta.

    Total dana yang dibutuhkan untuk proyek MRT tahap I sebesar Rp 15 triliun. Dana pinjaman itu harus dikembalikan dengan bunga 0,2% dan 0,4% dengan jangka waktu pengembalian 30 tahun plus 10 tahun.

    Jaringan MRT Jakarta ada dua, antara lain koridor satu Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Koridor dua dengan jalur Timur ke Barat, mulai dari Balaraja hingga Cikarang.

    Proyek MRT tahap I antara lain Lebak Bulus-Bundaran HI di antaranya sebanyak tujuh stasiun berada di permukaan tanah yakni Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

  • Pelaku Pembantaian di Dairi Diduga Memiliki Ilmu Kebal

    Pelaku Pembantaian di Dairi Diduga Memiliki Ilmu Kebal

    Dairi, – Selamat Naibaho (30) pelaku pembantaian di Dairi, Sumatera Utara (Sumut) diduga memiliki ilmu kebal. Pelaku sulit dilumpuhkan meski banyak timah panas yang melesat dari pistol petugas.

    Drama penangkapan pelaku berlangsung sekitar tiga jam, Selasa (4/12/2012). Sejak dilaporkan membacok enam orang, dua di antaranya tewas, petugas mulai melakukan pengejaran dan menemukan tersangka sekitar pukul 14.00 WIB di perladangan tak jauh dari lokasi pembantaian di Desa Markelang, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Dairi.

    Kapolres Dairi AKBP Enggar Pareanom mengatakan, upaya meringkus pelaku berhasil sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku akhirnya ditangkap setelah dua butir timah panas bersarang di kaki kiri. Tetapi sebelumnya ada beberapa peluru yang kesannya terpental setelah terkena tubuh tersangka.

    “Kayaknya punya ilmu kebal, jadi tidak mempan beberapa peluru. Kemudian setelah ada yang membaca-bacakan begitu, akhirnya ada peluru yang kena ke kaki kiri. Satu di paha dan satu lagi lutut, baru diringkus” kata Kapolres Enggar Pareanom kepada wartawan, Selasa malam.

    Tersangka kemudian dibawa ke rumah sakit. Berikutnya dia dibawa ke Polres Dairi di Sidikalang, sekitar 153 kilometer dari Medan ibukota Sumut, dan ditahan di sana.

    Pembantaian yang dilakukan tersangka Selamat Naibaho (30) terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Tanpa alasan yang jelas, tersangka tiba-tiba kalap, membacok istri dan para tetangganya. Dua tewas dan empat lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Jl. Rumah Sakit, Sidikalang.

    (rul/mpr)