Kategori: WISATA & BUDAYA

  • Ribuan Masyarakat Meriahkan Pawai Karnaval HUT RI Ke-79 Tiyuh Kartaraharja

    Ribuan Masyarakat Meriahkan Pawai Karnaval HUT RI Ke-79 Tiyuh Kartaraharja

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti kegiatan pawai karnaval dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-79 Tingkat Tiyuh Kartaraharja Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Sabtu siang (24/8/2024).

    Kegiatan pawai karnaval yang dipimpin langsung oleh kepalo Tiyuh Kartaraharja Bandarudin memulai start dari lapangan Tiyuh Kartaraharja melintasi jarak pawai lebih kurang 1,5 kilometer dan kembali finish dilapangan Tiyuh Kartaraharja serta melibatkan seluruh elemen masyarakat, para pelajar, dewan guru, jajaran Tim penggrak PKK, BPT dan jajaran Aparatur Tiyuh Kartaraharja yang sempat membuat jalur lalu lintas dari dan menuju Tiyuh Kartaraharja terpaksa dilakukan rekayasa lalin untuk kenderaan yang melintas melalui ruas jalan utama dialihkan sementara melalui jalan lingkungan.

    Kepada wartawan Kepalo Tiyuh Kartaraharja Bandarudin mengatakan, kegiatan pawai Karnaval merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian acara peringatan HUT RI Ke-79 Tingkat Tiyuh Kartaraharja yang akan dilanjutkan dengan acara resepsi peringatan HUT RI Ke-79 Tiyuh Kartaraharja pada Sabtu malam (24/8/2024) di Lapangan Tiyuh Kartaraharja.

    ” Nanti malam (sabtu malam 24 Agustus 2024) kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang pada acara resepsi peringatan HUT RI Ke-79 Tiyuh Kartaraharja di Lapangan Kartaraharja acara pembagian hadiah lomba dan hiburan rakyat,” ajaknya.

    Lebih lanjut, kepalo Bandarudin juga mengatakan bahwa kegiatan pawai Karnaval juga dibanjiri door price dan hadiah antara lain jam dinding, kipas angin, despenser payung, handuk handpone, pakaian gelas setelan dan lain-lain.

    ” Kegiatan ini selain memeriahkan HUT RI Ke-79 Kartaraharja, juga merupakan ungkapan rasa syukur kita atas kemerdekaan NKRI dan bentuk kebersamaan dan kekompakan masyarakat dan Pemerintah Tiyuh Kartaraharja yang harus tetap dijaga dan dipelihara bersama,” pungkasnya.(SANUR)

  • Digagas Umar Ahmad Kota Budaya Uluan Nughik Tubaba Mulai Tampak

    Digagas Umar Ahmad Kota Budaya Uluan Nughik Tubaba Mulai Tampak

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tubaba tengah membangun kota masa depan yang diberi nama Uluan Nughik. Kota Kehidupan yang digagas mantan Bupati Tubaba Umar Ahmad itu berada di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT).

    Kepala Dinas PUPR Tubaba Iwan Mursalin, M.T. didampingi Sekretaris Sadarsyah, M.T. kepada sejumlah wartawan beberapa waktu yang lalu menuturkan bahwa, pembangunan Kota Budaya Uluan Nughik ini untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Dimana, kata dia, Tubaba membutuhkan rencana pengembangan daerah agar memiliki arah tujuan yang jelas untuk menjadi kota yang baik dan berkelanjutan.

    ” Salah satu misi pengembangan kawasan ini agar generasi muda Tubaba bersedia untuk tetap tinggal dan membangun daerahnya. Pun begitu selesai sekolah, mereka tidak pindah ke kota lain,” ujar Kadis Iwan Mursalin.

    Tidak hanya itu lanjutnya, Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan dapat menjadi tempat tinggal warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai daerah di Tanah Air.
    Beranjak dari situ, Pemkab Tubaba kemudian mendesain pengembangan Kota budaya Uluan Nughik dengan baik dan juga menarik di atas lahan seluas 1.800 hektar (ha).

    Lebih lanjut, dikatakannnya bahwa, kawasan Kota budaya Uluan Nughik direncanakan bisa menampung 2 juta penduduk dengan berbagai zona dan fasilitas. Seperti perumahan, pendidikan, dan lainnya.

    ” Semuanya didesain dengan kemudahan akses dari dan ke seluruh bagian kawasan,” ungkap Iwan Mursalin.

    Selain desain urban lanjutnya, Pemkab Tubaba juga akan merancang peraturan dari sisi ekonomi dan kepemilikan tanah. Sehingga, penduduk tidak kehilangan kepemilikan tanahnya dan dapat menikmati benefit ekonomi.

    Landasan pemikiran dan perencanaan kawasan ini juga telah dipikirkan secara komprehensif. Perencanaan urban berbasis ekologis telah ditetapkan untuk dipilih dengan terus berpegang nilai- nilai tradisi yang sudah diyakini sejak dahulu yaitu kerja keras, tekun, ikhlas, sederhana, setara dan lestari.

    Dikatakannya tempat ruang berkehidupan ini juga, akan terus mengangkat budaya luhur yang sudah berakar di Tubaba. Uluan Nughik adalah peradaban kuno yang hilang akibat letusan Gunung Krakatau purba diwaktu yang silam. Sebagai informasi, Uluan Nughik berasal dari kata “Uluan” yang berarti di atas, dan “Nughik” yaitu kehidupan. Uluan Nughik didefinisikan sebagai awal dari kehidupan.

    ”Jadi, Uluan Nughik ini akan menjadi awalan kawasan yang akan dikembangkan oleh Pemkab Tubaba untuk menjadi ruang hidup masyarakat di masa depan,” pungkas Kadis PUPR Tubaba Iwan Mursalin.(SANUR)

  • Kesenian Kuda Lumping Meriahkan HUT RI Ke-78 Tiyuh Karta Raharja.

    Kesenian Kuda Lumping Meriahkan HUT RI Ke-78 Tiyuh Karta Raharja.

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Perayaan peringatan HUT RI Ke-78 Tiyuh Karta Raharja, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dimeriahkan oleh kesenian kuda lumping yang berlangsung, Selasa (29/8) di lingkungan RK 2 Tiyuh Karta Raharja.

    Kegiatan ini ditampilkan oleh paguyuban seni tradisional Turonggo cipto manunggal sanggar seni kuda kepang gebyar wargo tresno budoyo Tiyuh Karta Raharja dibawah
    pimpinan Bapak Ari Rejo, S.Pd.

    Perayaan hiburan rakyat dalam rangka peringatan HUT RI ke-78 tingkat Tiyuh Karta Raharja ini dihadiri langsung oleh Camat TBU Iwan Setiawan, SH, Kepalo Tiyuh Karta Raharja Bandarudin dan ratusan penonton dan undangan yang hanyut dalam suka cita dan kegembiraan dalam bingkai silaturahmi yang bersahaja.

    ” Kegiatan hiburan rakyat ini, lanjutan dari resepsi HUT RI ke-78 Tiyuh Karta Raharja yang sudah kita gelar kemaren, agar warga kita bergembira bersama,” kata kepalo Bandarudin.

    Lebih lanjut, dikatakan kepalo Tiyuh Bandarudin bahwa kegiatan seni kuda kepang ini merupakan permintaan dari warga masyarakat sebagai wahana hiburan masyarakat dalam memeriahkan HUT RI ke-78 Tiyuh Karta Raharja.

    ” Pertunjukan seni kuda kepang ini digelar atas permintaan warga masyarakat kita dan akan berlangsung sampai malam dengan batasan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(SANUR)

  • Trio Klara Dzakia Zahra Bius Pengunjung Tubaba Food Fashion X Festival 2023

    Trio Klara Dzakia Zahra Bius Pengunjung Tubaba Food Fashion X Festival 2023

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Alunan lagu klasik Lampung berjudul perpisahan yang dilantunkan oleh Klara Salsabila siswi SMAN 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) sontak memukau dan membius ratusan pengunjung Tubaba food fashion x festival (TF3), Minggu sore (11/6) di pelataran parkir pasar modern Pulung Kencana Tulang Bawang Tengah.

    Tampilan solo Klara diiringi denting gitar klasik Lampung yang dimainkan begitu piawai oleh tim musik gitar Fahmi Nabil Aufa TF3. Sementara itu Az-Zahra Nabila juga perform solo menyanyikan lagu yang berjudul adat Lampung dengan kolaborasi musik klasik modern dan pada perform akhir Dzakia Maharani bersama Klara Salsabila tampil bersama membawakan lagu berjudul Tulang Bawang Barat mufakat.

    Tampilan dari Trio Klara Dzakia Zahra itu merupakan perwakilan SMAN 1 Tumijajar yang ambil bagian pada event tahunan TF3 dan sekaligus turut memeriahkan acara Tubaba food fashion x festival 2023.

    ” Kami yang tampil 3 orang mewakili SMAN 1 Tumijajar membawakan 3 lagu antara lain, adat Lampung, Tulang Bawang Barat mufakat dan perpisahan,” kata Zahra di dampingi Klara dan Dzakia Maharani ditemui Cakralampung seusai perform .

    Lebih lanjut dikatakan oleh mereka bahwa penampilan mereka merupakan ajang uji nyali tampil dipanggung dan dimuka umum.

    ” Iya melalui event ini kami berharap akan menjadi ruang belajar sekaligus uji mental nyanyi didepan orang banyak,” kata mereka.

    Kehadiran para siswa-siswi itu juga didampingi kedua orang dan keluarga yang ingin menyaksikan langsung perform para putrinya.

    ” Kami senang melihat anak- anak belajar tampil dimuka umum pada ajang ini semoga ini akan menjadi pengalaman dan edukasi bagi mereka,” ungkap para orang tua yakni Kasno Bustami dan Abu Rohman.

    Tampak hadir pada kegiatan TF3 2023 ini, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, H. Budiman Jaya, S.STP.,M.IP dan sejumlah masyarakat yang turut menyaksikan kegiatan event tahunan itu, berlangsung dalam suasana penuh suka cita dan silaturahmi yang sangat bersahaja.(SANUR)

     

  • Peneliti Naskah Kuno Dick Van Der Meij Asal Belanda Terpikat Budaya Tubaba

    Peneliti Naskah Kuno Dick Van Der Meij Asal Belanda Terpikat Budaya Tubaba

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Dr. Dick Van Der Meij, peneliti naskah kuno Asia Tenggara berkebangsaan Belanda, mengaku terpikat dengan keramahan dan sopan santun warga Tulang Bawang Barat (Tubaba) provinsi Lampung, dan berpesan agar budaya tersebut tetap lestari terjaga selamanya.

    ” Warganya sangat ramah sekali, alamnya bagus, luas sekali, dan saya sudah dua kali menanam pohon disini supaya nanti lebih hijau lagi saat saya kesini lagi, jadi saya pasti akan kembali lagi kesini,” kata Van Der Meij, seusai melakukan penanaman pohon di taman lapangan Batu Tegal Brak, tiyuh Karta Raharja, kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), kabupaten Tubaba, Minggu, 19 Maret 2023.

    Menurut Dr Van Der Meij, kabupaten Tubaba, merupakan daerah yang memiliki akar budaya yang majemuk dan ia berharap pelbagai kebudayaan yang ada dapat berkembang tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing.

    ” Itu terlihat dari cerita cerita, naskah naskah, huruf dan lain sebagainya tidak akan hilang tapi akan diteruskan untuk generasi selanjutnya sehingga bisa dinikmati oleh orang orang semua,” harap Dr. Van Der Meij, yang fasih berbahasa Indonesia dan Jawa ini.

    Sementara itu, Arman AZ budayawan Lampung, yang mendampingi Dr. Van Der Meij selama di Tubaba, menjelaskan, kehadiran penasehat akademik lembaga dream sie sebuah lembaga peneliti manuskrip Asia tenggara tersebut ke Tubaba, dalam rangka meneliti naskah kuno yang ada di kabupaten Tubaba.

    ” Hari ini selain meneliti naskah naskah kuno yang ada di Tubaba, beliau ikut berkesempatan ikut menanam pohon di beberapa desa di Tubaba, sebagai eksoterisme berbasis lingkungan,” kata penggiat sejarah dan budaya Lampung yang mengaku bertemu dengan Dr. Dick Van Der Meij saat dirinya melakukan kunjungan ke perpustakaan Leiden di Belanda, satu tahun silam.

    Ditempat yang sama, tokoh budaya Lampung, H.Umar Ahmad, menilai kehadiran peneliti naskah kuno Asia Tenggara tersebut di kabupaten Tubaba, merupakan jawaban bahwa Tubaba saat ini benar benar telah menjadi daerah yang terbuka dan layak untuk dikunjungi oleh siapa pun dan dari manapun juga.

    ” Tubaba sudah tidak ada pintu, semua boleh masuk kesini menanam kebaikan, karena percampuran kebudayaan ini yang kita harapkan bisa mendorong sebuah kemajuan, karena tradisi tradisi baik yang dibawa oleh orang dari luar ini terutama soal etos kerja, cara berfikir kritis, dan cara cara mengambil keputusan, ini yang kita lihat sebagai budaya luhur yang harus berkembang di wilayah yang kita sebut sebagai Tulang Bawang Barat ini,” Penerima anugerah Cindar Bumi bidang kebudayaan dari PWI pusat ini.

    Mewakili masyarakat Tubaba, kepalo tiyuh Karta Raharja, Bandarudin, mengucapkan terima kasih dan rasa bangganya atas kehadiran Dr Van Der Meij, di tiyuh Karta Raharja, dengan harapan dapat menjadi motivasi bagi warga untuk selalu menjaga tradisi yang baik dan melestarikan lingkungan di sekitarnya.

    ” Saya ucapkan terima kasih, sangat senang dapat kunjungan dari orang Belanda dan berkesempatan ikut menanam pohon alpukat dan mangga, intinya tiyuh kita siap menerima tamu dari mana saja,” kata Bandarudin.

    Dari pantauan wartawan, Dr Van Der Meij, tiba di tiyuh Karta Raharja, didampingi oleh, mantan Bupati Tubaba, Ir. H.Umar Ahmad, SP, Arman AZ budayawan Lampung serta kepalo Tiyuh Gedung Ratu, Juwaini Bandarsyah, pada pukul, 11.15 siang.

    Setibanya di kediama kepala tiyuh, rombongan disambut langsung oleh Kepalo Tiyuh Kartaraharja Bandarudin, berserta jajaran aparatur Tiyuh, Camat TBU Iwan Setiawan, MH, Anggota DPRD Tubaba Ansori Alam, SE dan sejumlah tokoh masyarakat diantaranya H. Buhairi Hasan dan H. Damansyah Ibrahim.

    Setelah beramah-tamah sejenak, rombongan oleh keluarga Kepala Tiyuh, dipersilahkan untuk menikmati makan siang dengan menu khas Tulangbawang barat, yakni Nyeruit pindang baung, yang nampak juga di gemari oleh Mr Dr Dick Van Der Meij, meskipun baru pertama kalinya menikmati menu istimewa tersebut.(Snr/Sbr)

  • Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Begawi II Piala Danbrigif 4 Marinir/BS, Resmi Dibuka

    Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Begawi II Piala Danbrigif 4 Marinir/BS, Resmi Dibuka

    Cakralampung.com — Pameran dan Kontes Bonsai Nasional Begawi II Piala Brigif 4 Marinir/BS, dilaksanakan pada 2 hingga 9 Agustus 2022, yang dipusatkan di halaman Gedung Kwarda Pramuka Jalan Pramuka No. 4, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, secara resmi dibuka, Sabtu (6/8/2022).

    Diketahui, pembukaan ditandai pengguntingan pita dan penancapan bendera pada wadah pohon bonsai, yang disaksikan oleh pengurus perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia provinsi Lampung, Forkopimda Kota Bandar Lampung, serta undangan lainnya.

    Kolonel Marinir Harry Indarto selaku Komandan Brigif 4 Marinir/BS mengatakan event atau pameran bonsai yang dilaksanakan ini atas kerjasama dengan Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Bandar Lampung, dan PPBI Pusat.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini sebelumnya sudah disampaikan kepada pak Gubernur, dan direncanakan akan digelar secara rutin setiap tahunnya.

    “Pada saat audensi kemarin kita kepada pak gubernur menghasilkan bahwa kegiatan ini akan diakomodasi kan untuk menjadi kegiatan rutin dan agenda tahunan nanti ke depannya,” kata Kolonel Harry, saat dimintai keterangan.

    “Dan bahwa kedepannya akan ada anggaran tersendiri hingga kegiatan ini akan berjalan secara kontinyu,” tambahnya.

    Kemudian, Ia menyampaikan bahwa di Kota Bandar Lampung ini ada salah satu icon yang bisa jadi kebanggaan, dan salah satu pohon yang dibuat bonsai akan mempunyai daya jual yang sangat tinggi.

    Hal itu, sangat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya termasuk perekonomian.

    “Jadi ada satu pohon bernama Santigi yang bisa dijadikan icon. Lalu, kegiatan ini juga bisa berdampak pada semua sektor termasuk kesenian juga, dan memperdayakan tanaman hijau,” ungkapnya.

    Selain itu, dalam rangka mendukung program pemerintah mulai dari pemberdayaan sektor ekonomi, pariwisata, jadi semua sektor hidup, dan UMKM.

    “Insyaallah kedepan kegiatan ini akan terselenggara secara terus-menerus,” jelasnya.

    Kolonel Harry menyampaikan bahwa pameran dan kontes bonsai tersebut diikuti kurang lebih 375 peserta dari seluruh Indonesia. Kemudian memiliki 4 katagori yaitu Prospek, Madya, Pratama, dan Utama, maka dari masing-masing katagori kita berikan besten untuk tiap-tiap kelas.

    Sementara, Andi Wijaya sebagai perwakilan dari PPBI Bandar Lampung menyampaikan bahwa dirinya pada hari ini mengikuti pameran dengan membawa bonsai berjenis Pushubatu.

    “Alhamdulillah masuk kategori best peringkat 3, karena kriteria pohon cukup baik, dan matang, gerak batang juga baik,” kata Andi, yang tergabung di PPBI Bandar Lampung pada tahun 1989.

    Ia menambahkan, terkait perawatan bonsai harus mendapatkan suplai sinar matahari yang cukup, selain itu air, dan nutrisi makanan pohon.

    “Bagi yang baru mulai, pelajari karakter pohon, media tanam, intinya belajar menghidupkan pohon,” jelasnya.

    Perlu diketahui, adapun macam-macam bonsai yang dilombakan seperti santigi, serut, beringin, sancang, anting putri. Pohon berbatang keras dan punya cabang dan ranting, serta berumur panjang.

    Andi pun berharap, semoga dengan adanya event ini bisa terus berlanjut, karena ini bisa menghadirkan rejeki bagi umkm.

    “Ya harapannya semoga terus berlanjut, karena hal ini menghadirkan rejeki bagi UMKM, seperti pembuat pot, penjual bibit, pupuk, dan sebagainya,” tandasnya. (asr/asf)

  • Ribuan Masyarakat Bandar Lampung Antusias Saksikan Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara

    Ribuan Masyarakat Bandar Lampung Antusias Saksikan Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara

    Cakralampung.com — Ribuan masyarakat Kota Bandar Lampung, antusias menyaksikan Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara yang dihadirkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, dalam rangkaian HUT ke-340 kota setempat, yang berlangsung di Bundaran Tugu Adipura, Minggu (31/7/2022).

    Diketahui, puluhan kendaraan roda empat dibentuk sedemikian rupa menampilkan sejumlah hasil pembangunan ataupun potensi khas di masing-masing kelurahan dan kecamatan ataupun organisasi perangkat daerah (OPD).

    Tak hanya kendaraan hias, terdapat juga pawai budaya dengan menggunakan baju adat dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Minangkabau, Jawa, Dayak serta pakaian adat dari beberapa daerah di Lampung.

    “Alhamdulillah, akhirnya bisa melihat kegiatan ini kembali, apalagi kan sudah tiga tahun acara-acara seperti tidak ada karena pandemi COVID-19, seperti ini tentunya bagus dan sudah dinanti masyarakat,” kata Arini warga Tanjung Seneng, di Bandar Lampung.

    Menurutnya, pawai pembangunan yang diadakan oleh Pemkot Bandarlampung bisa dijadikan ajang memperkenalkan kebudayaan-kebudayaan Nusantara kepada generasi muda.

    “Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara ini bisa menumbuhkan kreativitas masyarakat,” jelasnya.

    Selain itu, Hal senada juga di ungkapkan oleh warga Antasari, Anna (37) mengatakan kegiatan ini sangat mengedukasi untuk anak-anak karena menampilkan berbagai budaya di Indonesia.

    “Bagus acaranya sangat mengedukasi, terlebih bagi anak-anak yang menonton mereka bisa tahu budaya-budaya yang di Indonesia tidak hanya adat Lampung,” pungkasnya. (asr/asf)

  • Pemkot Bandar Lampung Akan Gelar Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara, Yuk Catat Jadwal dan Rutenya 

    Pemkot Bandar Lampung Akan Gelar Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara, Yuk Catat Jadwal dan Rutenya 

    Cakralampung.com — Setelah sukses menggelar serangkaian kegiatan Begawi dan Bandar Lampung Expo, Pemerintah kota (Pemkot) Bandarlampung akan menggelar Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara, dalam rangka memperingati HUT Kota Bandar Lampung ke-340, dengan tanjuk “Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Untuk Membangkitkan Ekonomi Daerah Dengan Kolaborasi Multi Pihak”, Jumat (29/7/2022).

    Diketahui, Festival Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara ini, akan dibuka langsung oleh Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pada pukul 14:00 Wib, yang dilaksanakan pada Minggu 31 Juli 2022, di Tugu Adipura Bandar Lampung.

    Tujuan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah memotivasi masyarakat untuk memupuk persatuan dan kesatuan dengan berpartisipasi aktif dalam membangun Kota Bandar Lampung. Dan menumbuhkan kecintaan generasi muda tentang pentingnya tentang persatuan bangsa melalui nilai-nilai estetika dan filosofi daerah.

    Kemudian, memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat agar senantiasa ikut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan semangat juang dalam merah prestasi serta memupuk jiwa sportifitas dalam lomba. Serta memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya Kota Bandar Lampung.

    Selanjutnya, Perlombaan Mobil Hias dan Parade Budaya Nusantara akan diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Kelurahan, Masyarakat, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Siswa/Siswi se- Kota Bandar Lampung.

    Selain itu, kriteria penilaian dalam Festival Mobil Hias adalah kesesuaian tema, Kreatifitas, keindahan, artistik yang mengangkat kearifan lokal dengan nilai-nilai nusantara. Kemudian pemenang akan mendapatkan Trophy, Piagam, serta Uang Pembinaan.

    Adapun beberapa rute yang nantinya akan dilalui dalam pelaksanaan Festival Mobil Hias, yakni sebagai berikut:

    1. Kumpul di Jalan Majapahit, Jalan Sriwijaya dan Lapangan KOREM.

    2. Selanjutnya menuju Jalan Jenderal Sudirman, Tugu Adipura, Jalan A.Yani, Jalan R.A Kartini, Jalan Kota Raja, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang.

    3. Dan Finish di Lapangan KOREM. (asr/asf)

  • Video “Gerakan Literasi Tanggamus” Mendapatkan Juara 1, Kompetisi Vlog Perpustakaan Nasional RI

    Video “Gerakan Literasi Tanggamus” Mendapatkan Juara 1, Kompetisi Vlog Perpustakaan Nasional RI

    Hariancakra.co id (Tanggamus) – Video “Gerakan Literasi Tanggamus” berhasil mendapatkan Juara 1 dalam Kompetisi Literasi Vlog Challenge yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI).

    Kompetisi yang merupakan program Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional RI ini diumumkan dan disampaikan pihak Perpustakaan Nasional RI pada akun instagram resminya @perpusnas.go.id pada pada Kamis 9 September 2021.

    Kompetisi video ini berlangsung sejak 14 Juli 2021 dengan 106 pendaftar dan 50 video yang masuk dari seluruh Indonesia.

    Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang professional dan independen antara lain, Maman Suherman selaku Penulis Nasional. Kemudian Nelwaty selaku Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI dan Jovial da Lopez selaku Konten Kreator Nasional.

    Karya Video “Gerakan Literasi Tanggamus” diproduksi melalui kolaborasi antara Namastee Studio, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanggamus, Perpustakaan Umum Merak Mas, Pekon Tanjung Agung dan Rumah Baca Berlian dari Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka.

    Tim produksi dari video ini adalah Bayu Angga Septian selaku penulis naskah dan sutradara, Iqbal Sunni selaku Ditector Of Photography (DOP) dan Al-Ikhsan Bayu Suseto selaku Penata Suara.

    Bayu Angga menjelaskan, bahwa video ini berangkat dari keresahan masyarakat Pekon Tanjung Agung mengenai bencana alam yang sering terjadi. Utamanya pencemaran sampah wilayah pesisir akibat ulah masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai. Kemudian berakhir kewilayah pesisir, serta banjir yang disebabkan oleh manusia yang menebang hutan di wilayah hulu.

    “Video ini memiliki premis, kebudayaan dan keindahan yang hampir tenggelam di wilayah pesisir, ditolong oleh sekoci penyelamat bernama literasi yang akhirnya memberikan dampak kesejahretaan kepada masyarakat. Alam, Kebudayaan, kesejahteraan dan literasi merupakan elemen yang saling bersinergi. Inilah pemahaman kami tentang transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang kami interpretasikan dalam video Gerakan Literasi Tanggamus,” kata Bayu, Selasa (14/9).

    Dalam Video yang berdurasi 5 menit tersebut, tampil juga seniman sekaligus pengajar tari, Gustiara Dwi Hardenis sebagai pembawa cerita.

    Sementara, Johan Wahyudi, M.S., S.I.Pem.,S.T., M.T. Selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan dan Arsip mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanggamus Gigih Rudiansyah, SE., menyatakan kegembiraannya. Menurut Johan Wahyudi, prestasi ini adalah karya terbaik dari putra putri Tanggamus, adapun pesan yang ingin disampaikan melalui karya audio visual ini adalah. Bagaimana sesungguhnya peran dan fungsi perpustakaan dalam membentuk masyarakat yang tangguh, kaya akan wawasan dan ilmu pengetahuan.

    Bagaimana Perpustakaan mampu memainkan peranan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat. Tempat masyarakat berkarya dan anak-anak bisa terpenuhi literasinya. Tanggamus adalah awalan terbaik dalam mensukseskan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, melalui gerakan Literasi Tanggamus, “GELIAT RATU”.

    Johan juga berharap, “Dengan adanya karya ini, kemudian diapresiasi ditingkat nasional, ada dua hal yang dapat kita peroleh yaitu, Tanggamus akan lebih dikenal dikancah nasional dalam implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Serta memotivasi para stakeholder agar bersinergi pada kegiatan literasi bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah,” harapnya.

    “Pada akhirnya apa yang benar-benar telah diamanahkan dalam Peraturan Bupati Tanggamus Nomor 04 Tahun 2020 Tentang Gerakan Literasi Daerah. Dapat tercapai dan menjadikan Kabupaten Tanggamus layak menyandang predikat sebagai kabupaten literasi,” ujar Johan.

    Diketahui, Video yang menceritakan tentang Perpustakaan Merak Mas di Pekon Tanjung Agung ini adalah video Gerakan Literasi Tanggamus bagian kedua. Setelah sebelumnya video pertama diproduksi di Rumah Baca Berlian, Pekon Kanoman, Kecamatan Semaka.

    “Tidak lupa kami sampaikan ucapan terimakasih kepada Ibu Bupati Tanggamus, Wakil Bupati Tanggamus dan Sekretaris Daerah. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kepala BAPPELITBANG, Ketua DPRD Tanggamus, Wakil Ketua III DPRD Tanggamus. Sertai Forkopimda, seluruh kepala OPD, Kepala Pekon Tanjung Agung, Kotaagung Barat dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan video ini,” katanya. (WIN)

  • Keberagaman Adat Istiadat di Kabupaten Tulangbawang Penuh Warna

    Keberagaman Adat Istiadat di Kabupaten Tulangbawang Penuh Warna

    Hariancakra.co.id (Tulang Bawang) – Kegiatan adat istiadat yang dilakukan masyarakat suku Bali di Kabupaten Tulangbawang, menjadi warna menarik tersendiri, kian menjadikan keberagaman di Tanah Sai Bumi Nengah Nyappur.

    Hal itupun selalu membuat penasaran Crew Management Global Group (MGG), sehingga mendokumentasikan kegiatan-kegiatan masyarakat suku Bali yang ada di wilayah Cakat Raya, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur.

    Dalam kegiatan seperti upacara itu, tentunya diharapkan mampu menjadi identitas warisan leluhur untuk generasi penerus, mengingat pesatnya kemajuan teknologi dikhawatirkan merubah tradisi yang ada, selain itu kegiatan tersebut bisa menjadi budaya yang mampu memberikan warna dalam dunia pariwisata di Kabupaten Tulangbawang.

    Beruntungnya, Management Global Group (MGG) dapat menyaksikan langsung kegiatan masyarakat suku Bali di Cakat Raya, Kamis, (05/08/2021).

    Diketahui, dalam kegiatan-kegiatan masyarakat suku Bali tersebut, diantaranya seperti melakukan upacara melasti, upacara saraswati, upacara omed-omedan, mekare-kare, upacara mepandes, upacara ngurek, dan banyak lainya.

    “Banyak adat istiadat yang ada disekitar kita, dan ini harus kita jaga, supaya dapat terus dilestarikan, agar dapat terus ada dan dapat diwariskan kepada anak dan cucu dimasa yang akan datang,” harap M. Sapril Ridho SH, selaku Pimpinan Management Global Group. (Rudi Sanjaya)