Kategori: PENDIDIKAN

  • LUKW Moestopo Bersama Pemkab Tubaba Luluskan 24 Wartawan Kompeten

    LUKW Moestopo Bersama Pemkab Tubaba Luluskan 24 Wartawan Kompeten

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Tulang Bawang Barat (Tubaba) Dra. Bayana, M.Si., sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi rekan-rekan wartawan dalam meningkatkan kompetensi diri. Hal ini dikatakan Bayana saat menutup Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Homestay Jasa Prima, tiyuh Tirta Makmur. Rabu (20/11/2024).

    Diketahui, UKW yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tubaba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Tubaba yang bekerjasama dengan LUKW FIKOM Moestopo Jakarta kali ini diikuti oleh 35 Peserta dengan rincian jenjang muda 24 orang, jenjang madya 7 orang serta jenjang utama 4 orang yang diuji oleh 6 Penguji dari Dewan Pers.

    Bayana mengatakan, UKW ini sangatlah penting mengingat peran wartawan dimasyarakat sangatlah vital sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi yang akurat dan terpercaya.

    “Wartawan memiliki peran yang sangat vital dalam masyarakat, sebagai pendorong informasi yang akurat, transparan, dan terpercaya,” ucapnya

    Mengakhiri sambutannya, dirinya berpesan kepada seluruh peserta bahwa UKW ini merupakan langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan rekan-rekan wartawan di bidang jurnalistik.

    “Saya ingin mengingatkan bahwa uji kompetensi ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan untuk terus mengasah kemampuan dan pengetahuan di bidang jurnalistik,” pungkasnya.

    Dari hasil UKW yang telah diselenggarakan selama 2 hari (19-20 November), dari 35 peserta yang terdaftar berhasil meluluskan 24 orang jurnalis yang berkompeten, 7 dinyatakan belum berkompeten dan 4 peserta tidak hadir.(SANUR)

  • MTQ Ke-51 Provinsi Lampung Tubaba Raih 4 Katagori Terbaik

    MTQ Ke-51 Provinsi Lampung Tubaba Raih 4 Katagori Terbaik

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ)ke – 51 Tingkat Provinsi Lampung yang digelar sejak tanggal 13 hingga 16 November 2024, Minggu malam, (17/11/2024) resmi ditutup Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin.

    Kafilah Tubaba dengan 52 Qori/ Qoriah dan Hafidz/Hafidzah, mengikuti 6 cabang Musabaqoh, di antaranya Tilawatil Qur’an golongan Tartil Al-Qur’an untuk anak-anak, remaja, dewasa, dan golongan Qira’at Murotal putra.

    Namun demikian, kafilah Tubaba hanya menempati ranking ke 12 dibawah Mesuji yang menempati ranking 11 dan diatas Tulangbawang direngking 13 dari 14 kafilah, minus Kabupaten Pringsewu yang absen pada Musabaqoh Tilawatil Quran ke 51 Tingkat Provinsi Lampung tahun 2024.

    Berdasarkan pengumuman dari dewan juri, Kafilah Tubaba meraih terbaik 3 pada golongan Qira’at mujawwad putra, atas nama Mahmud Dawani.

    Kemudian untuk golongan 5 Juz dan Tilawah putra atas nama Abdul Muhksin meraih terbaik 2, serta 20 Juz dan Tilawah putra meraih terbaik 3 atas nama Arridho Khairuzaki.

    Sedangkan golongan Qira’at Murotal putra, meraih terbaik harapan 2Sebelumnya Plt Ketua LPTQ Provinsi Lampung sekaligus Plt. Asisten Bidang Pembangunan dan Kesra Drs. M. Firsada, M. Si dalam laporannya mengatakan, untuk membangkit dan merangsang lahirnya potensi-potensi asli daerah LPTQ Provinsi Lampung telah melakukan terobosan dengan melakukan 10 golongan pemula.

    “Untuk golongan pemula, pesertanya wajib berdomisili secara kependudukan dan terverifikasi oleh dinas pendidikan dan Catatan Sipil provinsi Lampung, sebagai penduduk di kabupaten kota yang bersangkutan.” ujar M. Firsada, yang juga Pj. Bupati Tubaba.

    M. Firsada juga menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang meraih prestasi dan berpesan untuk terus meningkatkan kemampuan, untuk menghadapi MTQ tingkat Nasional dan Internasional.

    “Tingkatkan terus kemampuan yang dimiliki jangan berpuas diri karena telah berprestasi di tingkat provinsi. Namun tanamkanlah dalam diri masing-masing keinginan yang kuat agar menjadi Qori Dan qori nasional bahkan internasional” tutup dia. (SNR)

  • Diduga Langgar Aturan, Baliho Istri Bupati Nanda Gunakan Slogan Pemerintah Minta Dicopot

    Diduga Langgar Aturan, Baliho Istri Bupati Nanda Gunakan Slogan Pemerintah Minta Dicopot

    PESAWARAN – Tokoh masyarakat meminta baliho poto Istri Bupati Pesawaran Nanda Indira yang terpasang berslogan progam pemerintah yang berada di 11 kecamatan segera dicopot.

    “Semestinya sejak ditetapkan sebagai calon Bupati dan mendapatkan nomor urut Nanda Indira – Antonius, semua baliho yang terpasang dengan progam pemerintah Kabupaten Pesawaran segera diturunkan, apa lantaran Nanda Indira sebagai Istri Bupati Dendi Ramadhona, ” ujar Mualim Taher, Rabu (2/10/24).

    Menurut Mualem Taher, sudah jelas Nanda Indira sebagai (Cakada) Bupati yang berpasangan oleh Antonius, kenapa masih terpasang baliho-baliho wajah Nanda dengan berslogan progam pemerintah.

    “Apa karena dia istri Bupati tidak diturunkan baliho itu, ini jelas tahun politik dan sudah masuk di masa kampanye pasangan calon Bupati,” tegasnya.

    Mualim Taher yang merupakan salah satu pendiri Kabupeten Pesawaran, menilai bahwa apa saja fasilitas negara untuk kepentingan salah satu calon bupati itu diduga sudah menyalahi aturan.

    Alat Peraga Sosialisasi (APS) Pemerintah Daerah ini, tambahnya, tentunya hal ini pihak penyelengara bisa menerapkan atau bersikap tegas dalam peraturan yang sudah ditetapkan.

    “Saya meminta terhadap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Pol PP yang notabennya selaku penega perda harus segera menurunkan baliho- baliho yang terpasang di desa dan kecamatan,” tegasnya

    Terpisah, salah satu staf Bawaslu setempat Dedi yang menerima informasi terkait tentang laporan APS salah satu calon Bupati yang ada di 11 Kecamatan mengatakan, bahwa pihaknya akan menyampaikan informasi ini terhadap Komisioner Bawaslu.

    “Akan kita tindaklanjuti masalah ini ke komisaris bawaslu,” Ujarnya.

    Sementara itu, Kasat Pol PP Aseva Bakhtiar mengatakan, adanya laporan dari tokoh masyarakat terkait Baleho atau APS salah calon Bupati yang sampai saat ini belum juga diturunkan pihaknya akan berkoordinasi kepada Bawaslu setempat.

    “Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan pihak Bawaslu. Terkait, adanya APS salah satu calon Bupati yang masih terpasang di 11 Kecamatan, hal ini agar tidak terjadi pelangaran Pemilukada ini,” ucap dirinya sekaligus untuk mengharapkan agar pilkada ini berjalan kondusif. (lis/ndi)

  • Polinela Melaksanakan Penelitian Pada UMKM tentang Penggunaan E-Payment dalam Kegiatan Usaha

    Polinela Melaksanakan Penelitian Pada UMKM tentang Penggunaan E-Payment dalam Kegiatan Usaha

    Cakralampung.com – Polinela melaksanakan penelitian pada UMKM tentang penggunaan e-payment dalam kegiatan usaha pada Juli 2024.

    Penelitian tersebut, melibatkan para pelaku industri UMKM di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan e-payment pada usaha kecil dan menengah, dan bagaimana pengaruh penerapan e-payment terhadap layanan UMKM di Kota Bandar Lampung, serta bagaimana pengaruh penerapan e-payment terhadap proses bisnis internal UMKM di Kota Bandar Lampung.

    Dari penelitian tersebut kemudahan menjadi alasan utama kenapa orang-orang berpindah ke e-payment.

    Penelitian dilakukan oleh tim dosen akuntansi perpajakan Politeknik Negeri Lampung, antara lain: Destia Pentiana, S.E., M.Si., Nurmala, S.E., M.M., Akt., CA.,Depita Anggraini, S.E.,M.S.Ak., Fitri Mareta, S.Pd., M.Sc. dan Eksa Ridwansyah, S.E., M.Buss., Akt., CA.

    Selain itu juga melibatkan mahasiswa program studi akuntansi perpajakan yakni Diah Ayu Lestari dan Annisa Yogi Febyanti. Jumlah UMKM yang menjadi sample penelitian sebanyak 100 UMKM yang telah menggunakan e-payment dalam pembayaran transaksi bisnisnya. (*)

  • Dosen Polinela Dukung Inovasi Kreatif dalam Peluang Usaha Keripik Buah

    Dosen Polinela Dukung Inovasi Kreatif dalam Peluang Usaha Keripik Buah

    Cakralampung.com – Industri makanan ringan terus berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen.

    Di antara beragam produk makanan ringan yang tersedia, keripik buah telah muncul sebagai pilihan yang menarik bagi pecinta camilan sehat dan lezat.

    Dengan keunikan rasa manis asam dan tekstur yang khas, keripik buah menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pengusaha kreatif.

    Keripik buah yang ada di provinsi lampung diantaranya keripik nangka, keripik nanas, keripik salak dan keripik pisang muli.

    Tren menuju gaya hidup sehat telah mendorong permintaan akan camilan yang lebih sehat dan alami. Keripik buah yang merupakan produk alami tanpa tambahan bahan pengawet, gula, atau pewarna, sesuai dengan preferensi konsumen modern yang peduli akan kesehatan.

    Meskipun proses pembuatan keripik nangka relatif sederhana, terdapat ruang untuk inovasi dalam hal teknik pengeringan, pemilihan bahan baku, dan formulasi rasa.

    Untuk pengeringan keripik buah, dapat digunakan mesin vacuum frying berkualitas. Selain itu, potensi pasar keripik nangka tidak terbatas hanya pada konsumen lokal.

    Dengan popularitas makanan eksotis sangat dimungkinkan bahwa keripik buah dapat memenuhi peluang ekspor.

    Tim Dosen Polinela yang terdiri dari beberapa Dosen Pengelolaan Agribisnis mengadakan penelitian pada Bulan Juni – Agustus 2024 mengenai preferensi konsumen terhadap bauran pemasaran keripik buah di Bandar Lampung.

    Kegiatan tersebut termasuk dalam agenda kegiatan penelitian tim dosen sebagai salah satu tugas Tridharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini dilakukan dalam rangka melihat preferensi konsumen dan peluang pemasaran keripik buah di Lampung.

    Oleh karenanya, Polinela yang diwakilkan oleh tim dosen yang diketuai oleh Kusmaria, S.P., M.Si. dan beberapa dosen lain yang berasal dari program studi Program Studi Pengelolaan Agribisnis, yaitu Nuni Anggraini, S.P., M.Si., Luluk Irawati, S.P., M.T.A., dan Maria Ulfah, S.P., M.Si. memiliki peran dalam meneliti preferensi konsumen terhadap bauran pemasaran keripik buah di Bandar Lampung.

    Penelitian ini penting dalam mewujudkan kontribusi Polinela dalam mengatasi persoalan masyarakat Lampung, khususnya dalam upaya memperkuat pelaku ekonomi kerakyatan.

    Selain itu juga, penelitian ini menghasilkan informasi mengenai karakteristik konsumen keripik buah, menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian dan tingkat kepuasan konsumen terhadap bauran pemasaran keripik buah Darsa di Bandar Lampung yang dapat menjadi landasan perolehan laba usaha dan meningkatkan penjualan produk.

    Selanjutnya melalui penelitian ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya sehingga memperkuat kondisi aspek keuangan pelaku agroindustri keripik buah yang menguntungkan di masa yang akan datang. (*)

  • Tim Dosen Program Studi Pengelolaan Agribisnis (Agribusiness Management) Polinela Melakukan Kegiatan PkM

    Tim Dosen Program Studi Pengelolaan Agribisnis (Agribusiness Management) Polinela Melakukan Kegiatan PkM

    Cakralampung.com – Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan “Pembukuan Agribisnis Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah di Kelurahan Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada Jum’at 19 Juli 2024 tersebut dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah yang diketuai oleh Sukri Legini.

    KWT Barokah merupakan KWT baru yang belum memiliki produk unggulan, menurut Sukri Legini dengan belum adanya produk unggulan pada KWT ini, menyebabkan KWT belum bisa berkontribusi memberikan tambahan pendapatan pada anggota KWT-nya.

    “sehingga besar harapan dari KWT Barokah ini untuk pendapatkan ide masukan atau saran yang dapat memajukan KWT melalui produk unggulan KWT,” harapnya.

    Pada tahun 2023 KWT Barokah mulai memproduksi aneka sayuran dan diharapkan sayuran tersebut dapat berkontribusi terhadap pendapatan anggota KWT, akan tetapi KWT belum memiliki kemampuan dalam pembukuan.

    Sehingga perlu adanya pelatihan tersebut guna membekali anggota KWT dalam melakukan pembukuan yang baik guna terciptanya bagi hasil yang baik antar sesame anggota KWT.

    Karena itu, Dosen Program Studi Pengelolaan Agribisnis, Politeknik Negeri Lampung melalui salah satu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM).

    Prodi Pengelolaan Agribisnis Polinela merasa memiliki peran dan tanggung jawab memberikan solusi atas masalah dan kendala yang dihadapi oleh KWT Barokah “terutama untuk membantu meningkatkan pendapatan anggota KWT melalui produk unggulan KWT,” Kata Ketua PKM Edy Humaidi, S.P., M.Si.

    Sehingga, sambung Edy, untuk meningkatakan pendapatan anggota KWT b melalui agribisnis tanaman sayuran, akan tetapi perlu dibekali anggota KWT dengan kemampuan dalam pembukuan, guna meningkatkan rasa saling percaya antar anggota, serta arus khas yang jelas dalam menjalankan usaha KWT, sehingga dapat meningkatkan pendapatan anggota KWT tersebut.

    Kegiatan PKM ini merupakan salah satu cara dosen Prodi Pengelolaan Agribisnis, untuk menerapkan hasil penelitian yang telah dikembangkan di kampus.

    Dalam hal ini tim dosen Prodi Pengelolaan Agribisnis menyampaikan cara pembukuan agribisnis, dimulai dari perhitungan harga pokok produksi, sampai menyusun laba-rugi dalam usaha. KWT Barokah harus mampu menyusun pembukuan yang baik mulai dari kemampuan menentuan harga pokok produksi, sampai dengan penyusunan laba rugi usaha, sehingga dapat mensejahterakan anggota KWT tersebut,” terang Edy Humaidi.

    Dalam kegiatan PKM ini tim dosen Polinela memberikan bantuan berupa peralatan yang terdiri dari timbangan digital 40 kg , timbangan digital 5 kg dan bahan praktik minyak kemasan.

    Kegiatan pembinaan KWT Barokah ini masih terus berlanjut terutama dalam mendampingi KWT dalam pembukuan agribisnis.

    Dengan adanya kegiatan PKM ini tim dosen Prodi Pengelolaan Agribisnis Polinela berharap para anggota KWT Barokah dapat mengatasi masalah yang mereka hadapi, Diketahui, kegiatan PKM ini diketuai oleh Edy Humaidi, S.P., M.Si. dan tim dosen Program Studi Pengelolaan Agribisnis yaitu Ir. Bina Unteawati.,M.P, Kusmaria, S.P.,M.Si, Shinta Tantriadisti, S.P.,M.Si, Sudiyo, S.Si.,M.A. (*)

  • TIM Dosen Polinela Melakukan Penelitian Penyusunan Strategi Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Ikan Kering di Bandar Lampung

    TIM Dosen Polinela Melakukan Penelitian Penyusunan Strategi Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Ikan Kering di Bandar Lampung

    Cakralampung.com – Tim dosen peneliti dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Program Studi Pengelolaan Agribisnis Jurusan Ekonomi dan Bisnis, tengah melakukan penelitian mendalam terkait strategi yang tepat dalam peningkatan daya saing Industri pengolahan ikan kering.

    Penelitian ini bertujuan untuk menyusun alternative strategi yang tepat yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing industry pengolahan ikan kering di Bandar Lampung.

    Penelitian ini dilakukan denga survey ke industri pengolahan ikan kering di pulau pasaran, serta penggalian informasi dari pelaku usaha dan pendapat para pakar/ahli dibidang insdustri pengolahan ikan kering.

    Tim dosen yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari Luluk Irawati, S.P.,M.T.A, Muhammad Zaini, S.P.,M.P dan Ir. Bina Unteawati, M.P., mereka juga dibantu oleh dua mahasiswa yang terlibat dalam pengumpulan data dilapangan.

    Luluk Irawati menjelaskan bahwa penelitian ini diawali dengan survei lapangan yang menemukan factor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman dalam usaha industry pengolahan ikan kering.

    “setelah data tersebut diperoleh, maka dilakukan focus group discussion untuk mengkonfirmasi hasil identifikasi factor tersebut,” ujar dia.

    Selanjutnya dilakukan penilaian oleh pakar atau pihak yang terlibat dalam industry pengolahan ikan kering.

    “Proses penelitian ini tidak hanya melibatkan pelaku usaha akan tetapi para pakar dari akademisi dan pihak yang terlibat/stakeholder terkait juga terlibat dalam penyusunan strategi peniingkatan daya saing industry pengolahan ikan kering.

    Hasilnya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pengolahan ikan kering, khususnya dalam pendapatan pelaku usaha pengolahan ikan kering. (*)

  • Tim Dosen Pengelolaan Agribisnis Lakukan Penelitian Perilaku Konsumen dalam Memutuskan Pembelian Sayuran Hidroponik di Bandar Lampung

    Tim Dosen Pengelolaan Agribisnis Lakukan Penelitian Perilaku Konsumen dalam Memutuskan Pembelian Sayuran Hidroponik di Bandar Lampung

    Cakralampung.com – Tim dosen Program Studi (Prodi) Pengelolaan Agribisnis Politeknik Negeri Lampung (Polinela) melakukan penelitian terkait perilaku konsumen dalam pembelian sayuran hidroponik.

    Penelitian ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha sayuran hidroponik memahami karakteristik dan variable yang mempengaruhi perilaku konsumen khususnya dalam proses pengampilan keputusan pembelian sayur hidroponik.

    Tim dosen yang terlibat dalam penelitian ini adalah Edy Humaidi, S.P.,M.Si, Nuni Aggraini, S.P.,M.Si, Rini Desfaryani, S.P.,M.Si, serta dibantu oleh 2 orang mahasiswa Prodi Pengelolaan Agribisnis.

    Lebih lanjut, Edy mengatakan perilaku konsumen menjadi hal yang penting untuk dipahami oleh pelaku usaha, dengan mengetahui perilaku dari konsumen.

    “pelaku usaha sebagai produsen dapat menyesuaikan produk yang dihasilkan dengan keinginan yang diharapkan oleh konsumen, serta jika pelaku memahami perilaku konsumen,” ujarnya.

    Maka ia akan dapat memenangkan persaiangan di pasar. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besaar bagi para pelaku usaha sayuran hidroponik guna keberlanjutan usaha sayur hidoponik. (*)

  • Pj.Bupati Tubaba Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar Kategori Pemda Transformatif 2024

    Pj.Bupati Tubaba Terima Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar Kategori Pemda Transformatif 2024

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Drs. M.Firsada, M.Si menerima penghargaan bergengsi, Anugerah Merdeka Belajar, kategori Transformatif bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tahun 2024. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas komitmen  dan inovasi yang luar biasa dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya melalui kebijakan Anggaran pendidikan yg memenuhi indikataor Standar Pelayan Minimal (SPM).

    Dalam penyerahan penghargaan yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2024) malam, Pj. Bupati M. Firsada menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diterimanya.

    Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan  aspek yg sangat penting dalam pembangunan suatu daerah, dan pihaknya akan terus berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat di Tubaba.

    ” Saya merasa senang dan terharu, ternyata pendidikan ini menjadi komitmen bersama pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, artinya semua pihak harus menunjukan komitmen dan semua pihak bisa menilai bagaimana proses pendidikan di Provinsi Lampung khususnya dan Indonesia umumnya,” ujar M. Firsada.

    Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar bagi Pemerintah Daerah Transformasi Tahun 2024 ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bentuk penghargaan atas upaya dan keberhasilan pemerintah  kabupaten dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang transformatif, inovatif, dan berkualitas.

    “Di Tubaba kita telah mengambil kebijakan anggaran pendidikan yang memenuhi standar minimal dan melakukan beberapa inovasi seperti Guru Penggerak, Tubaba Cerdas, dan lainnya, bahkan Pemerintah Pusat menawarkan inovasi yang semuanya kita dukung dan kita laksanakan, jadi apapun yang menjadi inovasi peningkatan mutu pendidikan semua harus kita lakukan supaya pendidikan kita ini lebih maju,” ungkap Pj Bupati.

    Dia menilai, agar kedepannya pendidikan di Tubaba dapat lebih maju maka aspek kurikulum, tenaga pendidikan harus diperhatikan, baik dari kualitas dan kuantitas, sarana dan prasana harus dilengkapi serta para siswa harus diperhatikan sesuai dengan jenjang masing-masing. Selain itu, Pemkab Tubaba juga akan berupaya dalam menggalakkan program literasi masyarakat, dengan memperluas akses terhadap buku dan sarana .

    Di kesempatan itu, M. Firsada juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tubaba untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk orang tua, guru, dan komunitas, dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan memberikan peluang yang sama bagi seluruh generasi muda.

    Penghargaan Anugerah Merdeka Belajar bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Transformatif Tahun 2024 ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kami seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan berprestasi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui Merdeka Belajar di Tubaba.

    ” Semoga prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berupaya menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, demi masa depan bangsa yang lebih cerah, menuju Indonesia Emas,” pungkasnya.(SANUR)

  • Surat Cinta Buat Pak Pj Gubernur, Curhat Dugaan Pungli di Dunia Pendidikan Lampung

    Surat Cinta Buat Pak Pj Gubernur, Curhat Dugaan Pungli di Dunia Pendidikan Lampung

    Cakralampung.com – Praktek pungli berkedok komite selalu saja menjadi keresahan masyarakat (wali murid). Salah satu dugaan praktek pungli ini adalah penahan ijazah murid.

    ” Banyaknya ijasah yang tertahan di sekolah merupakan perbuatan yang tidak terpuji yang dilakukan kepala sekolah dan guru dari tingkat SMP sampai SMA,” Kata Taufik Hidayatullah, politisi dan tokoh muda Lampung serta pemerhati pendidikan Lampung, Kamis (27 Juni 2024).

    Bang Taupik -sapaan akrab Taufik Hidayatullah, mengungkapkan rasa prihatin atas kelakuan para oknum pendidik yang dengan sengaja menghalalkan yang haram (pungli) untuk kepentingan pribadi.

    “kemarin tanggal 26 juni 2024 saya coba datangi salah satu SMAN di Bandar Lampung, guna mengambil ijasah milik keponakan,ketika saya meminta ijasah dikeluarkan pihak sekolah tetap ngotot agar membayar uang komite, yang notabanenya adalah sumbangan sukarela alias tidak wajib,” curhat Bang Taupik kepada media Cakra Lampung.

    “saya juga merasa miris, para oknum pendidik ini selalu membawa dalil mengatas namakan sedekah atau infak dan lainnya,” tambahnya.

    Mereka ini, sambung dia, merupakan para pencetak generasi bangsa kedepan agar memiliki moral dan berakhlak mulia, bagaimana bisa mencetak generasi bangsa yang bermoral, kalau kerjaannya membuat dalil untuk menghalalkan yang haram seperti uang komite.

    “sampai mereka bilang dana bos dari pemerintah kurang dalam menunjang kegiatan belajar, bahkan oknum pendidik yang saya temui kebetulan wakepsek, karena menemu kepsek sekarang ini lebih susah ditemui ketimbang gubernur, ” terang dia.

    Oknum itu menyampaikan juga bahwa dana bosda tidak ada dari provinsi yang turun sekolah tersebut. patut dipertanyakan ke disdik Lampung?.

    “Saya datang ke sekolah kemaren tidak membuka identitas asli saya siapa, agar saya mengetahui bahwa praktik pungli mengatas namakan komite ini benar adanya dan terjadi disekolah-sekolah. Bahkan mereka membuat syarat yang menurut saya sudah jelas-jelas menjebak para orang tua untuk bersumpah-sumpah membayarkan uang komite seakan-akan komite itu menjadi kewajiban dan hutang,” imbuhnya.

    Rusak sudah dunia pendidikan kita, tegas Taupik. Padahal di sekolah ada pelajaran anti korupsi, tapi sekolah menjadi pelaku utamanya.

    Untuk itu dirinya sangat miris dan prihatin, padahal permendikbudnya, setiap sekolah sepertinya sudah masif diseting oleh dinas pendidikan Lampung, untuk selalu menyangkal dengan alasan pergub.

    “Saya secara pribadi meminta kepada PJ Gubernur yang baru untuk mengevaluasi Dinas Pendidikan lampung, dalam membuat kebijakan terhadap pungutan liar ini. masalah pendidikan ini menjadi masalah krisis sosial dimasyarakat, yang wajib pemerintah hadir,” harap dia.

    Dirinya juga mengkritik rekan-rekan DPRD Provinsi Lampung terutama yang berkecimpung dikomisi pendidikan.

    “jangan buta atau tidur pulas, seakan-akan dunia pendidikan aman-aman saja, turun dan tegur penyelenggara pendidikan, bila perlu ambil upaya-upaya jangan mandul,” ujarnya.

    Nah, untuk para penegak hukum jangan jadi tameng harus dilakukan investigasi dan tindakan tegas. Karena uang komite ini sudah meresahkan, dan merupakan pungli yang jelas masuk kedalam pasal pidana, dan penahan ijasah juga permendikbudnya jelas.

    “dan juga pasal pidana juga jelas, tentang penggelapan barang berharga milik orang lain. jadi untuk para oknum pendidik hentikan perbuatan jahat yang merugikan masyarakat”. Pungkasnya. (asf)Surat Cinta Buat Pak Pj Gubernur, Curhat Dugaan Pungli di Dunia Pendidikan Lampung

     

    Cakralampung.com – Praktek pungli berkedok komite selalu saja menjadi keresahan masyarakat (wali murid). Salah satu dugaan praktek pungli ini adalah penahan ijazah murid.

     

    ” Banyaknya ijasah yang tertahan di sekolah merupakan perbuatan yang tidak terpuji yang dilakukan kepala sekolah dan guru dari tingkat SMP sampai SMA,” Kata Taufik Hidayatullah, politisi dan tokoh muda Lampung serta pemerhati pendidikan Lampung, Kamis (27 Juni 2024).

    Bang Taupik -sapaan akrab Taufik Hidayatullah, mengungkapkan rasa prihatin atas kelakuan para oknum pendidik yang dengan sengaja menghalalkan yang haram (pungli) untuk kepentingan pribadi.

    “kemarin tanggal 26 juni 2024 saya coba datangi salah satu SMAN di Bandar Lampung, guna mengambil ijasah milik keponakan,ketika saya meminta ijasah dikeluarkan pihak sekolah tetap ngotot agar membayar uang komite, yang notabanenya adalah sumbangan sukarela alias tidak wajib,” curhat Bang Taupik kepada media Cakra Lampung.

    “saya juga merasa miris, para oknum pendidik ini selalu membawa dalil mengatas namakan sedekah atau infak dan lainnya,” tambahnya.

    Mereka ini, sambung dia, merupakan para pencetak generasi bangsa kedepan agar memiliki moral dan berakhlak mulia, bagaimana bisa mencetak generasi bangsa yang bermoral, kalau kerjaannya membuat dalil untuk menghalalkan yang haram seperti uang komite.

    “sampai mereka bilang dana bos dari pemerintah kurang dalam menunjang kegiatan belajar, bahkan oknum pendidik yang saya temui kebetulan wakepsek, karena menemu kepsek sekarang ini lebih susah ditemui ketimbang gubernur, ” terang dia.

    Oknum itu menyampaikan juga bahwa dana bosda tidak ada dari provinsi yang turun sekolah tersebut. patut dipertanyakan ke disdik Lampung?.

    “Saya datang ke sekolah kemaren tidak membuka identitas asli saya siapa, agar saya mengetahui bahwa praktik pungli mengatas namakan komite ini benar adanya dan terjadi disekolah-sekolah. Bahkan mereka membuat syarat yang menurut saya sudah jelas-jelas menjebak para orang tua untuk bersumpah-sumpah membayarkan uang komite seakan-akan komite itu menjadi kewajiban dan hutang,” imbuhnya.

    Rusak sudah dunia pendidikan kita, tegas Taupik. Padahal di sekolah ada pelajaran anti korupsi, tapi sekolah menjadi pelaku utamanya.

    Untuk itu dirinya sangat miris dan prihatin, padahal permendikbudnya, setiap sekolah sepertinya sudah masif diseting oleh dinas pendidikan Lampung, untuk selalu menyangkal dengan alasan pergub.

    “Saya secara pribadi meminta kepada PJ Gubernur yang baru untuk mengevaluasi Dinas Pendidikan lampung, dalam membuat kebijakan terhadap pungutan liar ini. masalah pendidikan ini menjadi masalah krisis sosial dimasyarakat, yang wajib pemerintah hadir,” harap dia.

    Dirinya juga mengkritik rekan-rekan DPRD Provinsi Lampung terutama yang berkecimpung di komisi pendidikan.

    “jangan buta atau tidur pulas, seakan-akan dunia pendidikan aman-aman saja, turun dan tegur penyelenggara pendidikan, bila perlu ambil upaya-upaya jangan mandul,” ujarnya.

    Nah, untuk para penegak hukum jangan jadi tameng harus dilakukan investigasi dan tindakan tegas. Karena uang komite ini sudah meresahkan, dan merupakan pungli yang jelas masuk kedalam pasal pidana, dan penahan ijasah juga permendikbudnya jelas.

    “dan juga pasal pidana juga jelas, tentang penggelapan barang berharga milik orang lain. jadi untuk para oknum pendidik hentikan perbuatan jahat yang merugikan masyarakat”. Pungkasnya. (asf)