Jembatan Dan Singkong

KETUA DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay menyoroti persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat di Lampung Tengah. Terutama masalah jembatan dan tanaman singkong.

“Jembatan dan tanaman singkong adalah urat nadi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” Katanya kepada Cakra Lampung kemarin.

Menurut Wakil Rakyat asal PDI Perjuangan ini, jembatan adalah salah satu urat nadi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab, jembatan merupakan penghubung antar daerah.

Terlebih dalam mempercepat rentang kendali transportasi pengiriman barang atau komuditas, terutama hasil pertanian.

Dengan kondisi jembatan yang rusak atau tak layak digunakan, akan mempersulit masyarakat, dalam akses mobilitas.

“Sama halnya dengan singkong. Tanaman ini sudah menjadi tulang punggung petani. Karena itu, petani ini (singkong, red) harus juga menjadi perhatian kita dan pemerintah daerah tentunya, ” Tegas dia. (asf)

Jangan Permainkan Petani

SEJUMLAH petani singkong di Desa Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah (Lamteng), mulai keluhkan harga jual singkong yang terus menurun sepekan terakhir.

“Harga singkong tidak stabil dan cenderung turun. Kami takut harganya anjlok. Kami bisa merugi, ” kata Rubis, salah satu warga di wilayah tersebut, kemarin.

Menurut warga Desa Banjar Ratu itu, sepekan terakhir harga singkong mulai turun. Dan membuat petani khawatir sebagaimana sebelumnya harga singkong sangat anjlok dan membuat petani rugi.

“Baru tahun ini kami merasakan harga yang cukup membantu kehidupan petani, sebelumnya jangankan untung modal saja tidak kembali “ jelas Rubis.

Rubis juga berharap pemerintah dapat berperan aktif melakukan monitoring kepada pengusaha tapioka guna memastikan kesetabilan harga terus terjaga bahkan ditingkatkan demi kesejahteraaan petani.

Menanggapi keluhan warga ini, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay SH., MH mengungkapkan akan melakukan peninjauan harga jual dan meminta pengusaha tapioka tdak terkesan menggunakan ego sektoral dalam menurunkan harga tanpa jawaban yang konkrit.

“ boleh dan sah saja jika ada jawaban yang konkrit dan bisa diterima oleh petani untuk menurunkan harga, tapi harus jelas dan baiknya menggunakan proses komunikasi yang tepat, jangan terkesan suka suka, karena lembaga legislatif ini punya fungsi pengawasan “ ujar Mingrum.

Mingrum juga mengingatkan kepada sejumlah pihak untuk tidak mencoba melakukan intervensi harga sehingga membuat harga jual petani anjlok yang berdampak kepada kesejahteraan petani.

“ kita kawal secara bersama, saya ingatkan apapun yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mencoba memainkan harga petani,saya minta pemerintah setempat dan pihak terkait untuk lakukan croschek dan periksa kondisi di lapangan, karena kepentingan dan kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab kita bersama “ pungkasnya. (rls/asf)

49 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan

ADANYA keluhan warga Tanjung Ratu, Kecamatan Way Pungubuan, Lampung Tengah (Lamteng), terkait adanya jembatan gantung yang sudah rusak parah dan membahayakan penyebrang, Ketua DPRD Provinsi Lampung melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lokasi jembatan tersebut.

“Jembatan ini informasinya sudah 49 tahun tidak tersentuh pembangunan atau perbaikan, ” Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay saat reses di daerah itu (Jumat, 27/05).

Selengkapnya halaman 7.

Mingrum Gumay yang saat itu melakukan Penyerapan Aspirasi (Reses) di desa Tanjung Ratu meninjau langsung kondisi jembatan bersama kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama beserta lembaga sosial kontrol yang ada di daerah tersebut.

Saat dilokasi, Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay SH., MH menyebutkan kondisi jembatan penghubung desa seperti ini harusnya tidak lagi digunakan. Bahkan ini sangat berbahaya jika terus dipaksakan.

“ kita liat bersama,ini sudah mulai rapuh dan informasi yang diterima jembatan ini pernah dilewati mobil ambulance saat melakukan pengantaran jenazah covid-19 dan terjadi insiden diatas jembatan ini yang mana evakuasi hampir 2 hari karena rodanya masuk kebawah ketika di dongkrak alasnya kayu jadi rapuh “ terang Mingrum.

Mingrum juga menyebutkan karena kondisi yang harus segera ditindaklanjuti, dirinya mengajak kolaborasi stakeholder agar memfasilitasi perbaikan jembatan tersebut.

“ Jembatan ini menjadi objek vital karena masyarakat, petani, pegawai dan karyawan. Bahkan anak sekolah menggunakan jalur tersebut,kan ini tanggung jawab bersama mari kita berkolaborasi “ terang dia

Sementara itu, menurur salah satu warga yang melintas di jembatan tersebut, Imron mengaku sangat berharap agar jembatan ini segera diperbaiki untuk memudahkan dirinya melakukan mobilisasi hasil panen keluar daerah.

“ kita selalui dibayangi rasa takut ketika melewati jalan ini, kalau sampai tidak tau selahnya ya resiko yang kita terima jatuh kebawah,apalagi sudah mulai rapuh, sebagai masyarakat saya sangat berharap ini segera diperbaiki “ Tutupnya. (rls/asf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *