Blog

  • Sebanyak 1.639 Kasus Yang Terkena Penyakit Diabetes Melitus Di Tuba

    Sebanyak 1.639 Kasus Yang Terkena Penyakit Diabetes Melitus Di Tuba

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)-Jumlah Penderita Diabetes Melitus di Kabupaten Tulangbawang semakin meningkat, Sepanjang Tahun 2022 dari 20 Puskesmas yang tersebar di 15 Kecamatan ditemukan sebanyak 1.639 kasus yang terkena Penyakit Diabetes Melitus.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulangbawang mengungkapkan data tersebut kepada Media Cakralampung.com, Selasa (21/02).

    “Berdasarkan data kita di Dinkes Tulangbawang yang terkena penyakit Diabetes sebanyak 1.639 orang”, Kata Sekretaris Arisandi, S.Kep mewakili Kadis Kesehatan Hi. Fatoni S.kep, M.M.

    Arisandi, S Kep mengungkapkan di Kabupaten Tulangbawang telah melakukan Skrining Kesehatan pada kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).

    “Pengobatan orang yang terdiagnosa diabetes melitus dilakukan pengobatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dan dievaluasi pada kunjungan setiap bulannya, apabila ada penyakit penyerta di lakukan konsultasi pada faskes lanjutan,” ucap Arisandi.

    Arisandi juga menjelaskan bahwa Diabetes Melitus (DM) ini didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. seseorang dikatakan sebagai penyandang Diabetes Melitus bila pada pemeriksaan laboratorium kimia darah, konsentrasi glukosa darah dalam keadaan puasa (GDP) pagi hari > 126 mg/dL atau glukosa darah sewaktu (GDS) melebihi 200 mg/dL.

    “Penyebab terjadinya Diabetes Melitus (DM) adalah faktor usia,kondisi berat badan bayi saat lahir, faktor keturunan atau genetika lebih berisiko terkena diabetes,”jelas Arisandi.

    Dirinya menerangkan bahwa tanda gejala Diabetes Melitus (DM) yaitu sering buang air kecil, terutama pada malam hari, cepat merasa haus dan lapar, berat badan turun, tanpa sebab yang jelas, kemudian cepat merasa lelah dan mengantuk, luka yang sukar sembuh, gatal-gatal terutama daerah sekitar kelamin, kesemutan pada kaki atau tungkai,
    kemampuan seks menurun, penglihatan kabur, kemudian selanjutnya melahirkan bayi lebih dari 4 kg.

    Lebih lanjut, Arisandi mengutarakan pencegahan diabetes dapat dilakukan dengan diet dengan benar, minum obat teratur bagi yang sudah terdeteksi Diabetes Melitus (DM), kontrol gula darah teratur, olahraga (jalan kaki, senam, sepeda santai, dll).

    “Hidup dengan pola CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres),”tungkasnya.(rds)

  • UPTD SDN 2 Sukadana Pasar Raih Juara Lomba Pentas Seni PAI Tingkat SD Kecamatan Sukadana

    UPTD SDN 2 Sukadana Pasar Raih Juara Lomba Pentas Seni PAI Tingkat SD Kecamatan Sukadana

    Cakralampung.com, Lamtim – UPTD SDN 2 Sukadana Pasar, Desa Sukadana Pasar, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur kembali menorehkan prestasi gemilang dibidang agama di beberapa cabang lomba Pentas Seni PAI Tingkat SD Kecamatan Sukadana.

    Kepala sekolah (Kepsek), SDN 2 Sukadana Pasar Samsuri, S.Pd, M.Pd mengatakan bersyukur siswa siswi nya meraih juara dalam lomba pentas seni PAI tingkat SD kecamatan sukadana.

    “Meraka adalah Ahmad Naufal Tamaam Sujadi, juara l musabaqoh hifdzil qur’an (MHQ). Azzam aqil al-baihaqi, juara ll lomba cerdas cermat PAI (LCC-PAI). Tazqia Rizky Kamila, juara ll lomba pidato atau dai,” kata Samsuri saat di wawancara awak media cakra lampung, Senin (20/2/2023).

    Samsuri, Kepala UPTD SDN 2 sukadana pasar menyatakan bahwa prestasi ini merupakan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari para peserta, pembimbing, para orang tua, hingga dewan guru yang turut serta mendampingi.

    “Alhamdulillah, UPTD SDN 2 Sukadana Pasar menorehkan prestasi kembali dibidang agama di beberapa cabang lomba se-kecamatan sukadana, yang kemudian nantinya ikut serta diperlombaan tingkat kabupaten lampung timur. Hasil ini tidak lepas dari kolaborasi luar biasa dari berbagai pihak. Semoga siswa yang melanjutkan langkahnya bisa kembali mengharumkan nama sekolah maupun kecamatan sukadana,“ ujarnya.

    Beliau juga menambahkan rasa bangganya pada para perwakilan sekolah yang berhasil tampil dengan percaya diri. Dan meminta siswa untuk lebih semangat dalam meraih prestasi di kesempatan lomba lainnya.

    “Bagi kami, semua peserta lomba yang mewakili sekolah hari ini, sudah tampil dengan sangat baik. Jangan patah semangat bagi yang belum meraih juara atau belum bisa melangkah ke tingkat selanjutnya, kita coba kembali tahun depan,” katanya.

    Lanjut Samsuri, dua siswa UPTD SDN 2 sukadana pasar akan mewakili lomba PAI tingkat kabupaten lampung timur, yakni ahmad naufal tamaam sujadi di cabang lomba musabaqoh hifdzil qur’an (mhq). Dan azzam aqil al-baihaqi di cabang lomba cerdas cermat pai (lcc-pai).

    “Lomba tersebut akan berlangsung pada tanggal 27 februari 2023 mendatang yang berlokasi di sma negeri 2 sekampung. Semoga hasilnya kelak bisa memberikan kontribusi terbaik untuk kecamatan sukadana,” pungkasnya. (Arm)

  • SD Se-Kecamatan Sukadana Gelar Lomba Pentas Seni Pendidikan Agama Islam Tingkat Kecamatan

    SD Se-Kecamatan Sukadana Gelar Lomba Pentas Seni Pendidikan Agama Islam Tingkat Kecamatan

    Cakralampung.com, Lamtim – lnstansi Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekecamtan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, menggelar Lomba Pentas Seni Pendidikan Agama Islam Tingkat Kecamatan.

    Acara tersebut yang dilaksanakan bertempat di UPTD SDN 4 sukadana pasar, desa sukadana pasar, kecamatan sukadana, kabupaten Lampung Timur, Senin 20 Februari 2023.

    Heri Hermanto S.Pd.I, Selaku ketua kelompok kerja guru pendidikan agama islam (KKG PAI), kecamatan sukadana, ia bersyukur atas terselenggaranya acara lomba pentas seni agama islam di tingkat kecamatan sukadana.

    “Alhamdulillah kami menyelenggarakan lomba pentas seni pendidikan agama Islam tingkat kecamatan sukadana, yang dilaksanakan pada hari ini, bertempat di UPTD SD Negeri 4 Sukadana pasar,” Ucap Heri kepada Cakra Lampung.

    Lanjut Heri, adapun peserta yang mengikuti lomba pentas PAI kecamatan sukadana pada tahun ini berjumlah 36 sekolah dasar, yang masing-masing mengirim perwakilan dari sekolah. “Ada 36 sekolah dasar dengan rincian 35 ini sekolah dasar negeri dan satu sekolah dasar swasta yaitu SDI Al Furqon sukadana ilir,”katanya.

    Heri juga mengatakan, tangkai lomba yang diperlombakan pada kesempatan yang berbahagia pada kali ini ada empat tangkai. “Yang pertama, lomba musabaqoh tilawatil qur’an (MTQ). Kemudian lomba musabaqoh hifdzil qur’an (MHQ). Dan lomba cerdas cermat PAI (LCC-PAI). Yang keempat terakhir tangkai lomba pidato atau dai daiyah,” kata Heri.

    Sambung Heri, peserta yang juara satu nantinya pada kesempatan berbahagia hari ini ini akan dikirim ke lomba tingkat kabupaten lampung timur. “Yang dilaksanakan pada tanggal 27 februari mendatang,l. Tepatnya Senin minggu depan yang bertempat di SMA Negeri 2 sekampung lamtim,” jelasnya.

    Ia juga berterimakasih atas dukungan dari kawan kawan instansi pendidikan. “Alhamdulillah kegiatan ini juga terselenggara berkat dukungan dari kelompok kerja kepala sekolah kecamatan sukadana atau K3S kecamatan sukadana. Dan bekerjasama dengan kelompok kerja guru pendidikan agama islam PAI, kecamatan sukadana,”Pungkasnya. (Arm)

  • Polres Tuba Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional.

    Polres Tuba Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional.

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)– Pemerintah telah menetapkan, bahwa tanggal 17 pada setiap bulannya untuk melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional. Oleh karena itu, Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, secara rutin menggelar upacara tersebut.

    “Upacara merupakan salah satu upaya untuk membina kebersamaan dan meningkatkan disiplin, serta membangun komitmen yang baik bagi personel Polres Tulang Bawang,” kata Kabag Ops, Kompol Yudi Pristiwanto, SH, membacakan amanat Kapolres Tulangbawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK, saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional, Senin (20/02), pukul 08.00 WIB, di lapangan Mapolres setempat.

    Lanjutnya, kita selaku personel Polri harus menyadari bahwa kita adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Untuk itu hendaknya kita menanamkan sikap semangat patriotisme dalam melaksanakan tugas di tengah-tengah masyarakat yang saat ini sedang menyoroti dan menilai kinerja Polri.

    Jangan sampai ada perbuatan kita yang menyakiti masyarakat, lakukan pendekatan secara humanis agar masyarakat senantiasa mendukung dan menjadi mitra kita dalam melaksanakan tugas.

    Dalam amanatnya, AKBP Jibrael juga mengingatkan agar personel Polres Tulangbawang tidak melakukan pelanggaran sekecil apapun, karena itu akan menjadi sorotan oleh masyakarat baik di media sosial maupun media elektronik.

    Diakhir amanat, Kapolres Tulangbawang memberikan ucapan terima kasih kepada personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik.

    “Saya selaku pimpinan Polres Tulangbawang mengucapkan terima kasih kepada personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Tetap semangat dan tingkatkan terus kinerja untuk kemajuan Polres Tulangbawang,” ucap Kompol Yudi dalam amanat yang dibacakannya.

    Kegiatan Upacara Hari Kesadaran Nasional ini dihadiri oleh para pejabat utama (PJU) Polres Tulangbawang, Kapolsek jajaran, seluruh personel Polres dan perwakilan dari personel Polsek jajaran. (fay/mad).

  • Lurah Menggala Selatan Masih Belum Tanda Tangan.

    Lurah Menggala Selatan Masih Belum Tanda Tangan.

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)– Terkait empat Lurah di Kecamatan Menggala yang diduga menghambat tahapan Pemilu Tahun 2024, sudah di panggil oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tulangbawang.

    Kepala Badan Kesbangpol Tulangbawang Saut Sinurat, mengatakan, bahwa ia sudah memanggil empat Lurah di kecamatan Menggala dan memberikan pembinaan agar segera menerbitkan Surat Kerja (SK) pembetukan sekretariat PPS.

    “Saya sudah panggil empat Lurah bersama camat dan sekcam. Komunikasi antara dua pihak itu tidak berjalan, satu bilang begini satu bilang begitu,” ucapnya saat ditemui CakraLampung di ruang kerjanya, Senin (20/02).

    Saut Sinurat juga menjelaskan bahwa hasil dari pemanggilan empat Lurah tersebut dua yang sudah tanda tangan dan hari ini Lurah Menggala Kota akan menyusul, namun Lurah Menggala Selatan masih enggan menertibkan SK sekretariat PPS.

    “Hasilnya dua yang sudah tanda tangan, hari ini lurah Menggala Kota yang sudah siap tanda tangan, ia baru saja kesini, tetapi lurah Menggala Selatan yang belum,” jelasnya.

    Ia menambahkan, apabila lurah Menggala Selatan masih tidak menandatangani SK sekretariat PPS tersebut maka ia akan lakukan pembinaan keras.

    “Kalau pun dia masih tidak mau tanda tangan pembentukan sekretariat PPS tersebut, maka kita akan lakukan pembinaan keras,” tegasnya.

    Adapun pemberitaan sebelumnya, Kisruh terkait penyelenggara pemilu tingkat desa/kelurahan. Banyak informasi bahwa Lurah dan PPS saling tarik ulur kepentingan dalam pembentukan sekretariat PPS di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang.

    Diduga ada empat Lurah di Kecamatan Menggala, enggan menerbitkan Surat Kerja (SK) pembentukan sekretariat PPS.

    Hal tersebut, secara tidak langsung empat Kepala Kelurahan telah menghambat tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 di Say Bumi Nengah Nyapur.

    Dikatakan, oleh salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS) Menggala Tengah, bahwa setiap ada pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, semua Kepala Kelurahan di Kota Menggala, selalu memaksakan diri untuk menjadi staf di sekretariat PPS.

    “Sedangkan kinerja sekretariat, mulai dari sekretaris PPS, staf sekretariat urusan teknis penyelengaraan pemilihan dan staf sekretariat urusan tata usaha, keuangan dan logistik pemilihan. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 08 Tahun 2022, pasal 71, pasal 72, Pasal 73, tugas dan kewajiban sekretariat dan staf yang diajukan kelurahan tidak pernah berjalan sebagaimana mesti seorang staf,” ungkapnya, setelah mengikuti rapat yang penuh emosional, Rabu (15/02).

    Ia menambahkan, yang lebih tidak masuk akal lagi, kepala Kelurahan Menggala Selatan Musoli dengan berapi api memaksakan diri untuk menjadi staf sekretariat PPS.

    “Apakah iya, kami harus memerintahkan seorang Lurah, sedangkan dia adalah staf PPS kami, sudah pasti dia tidak bekerja, karena di Pemilu tahun 2019 yang lalu, lurah-lurah di kecamatan Menggala yang menjadi staf PPS tidak pernah bekerja, hanya menikmati honor yang diberikan dari KPU, karena itu, kami harus berperan ganda dalam setiap tahapan yang di berikan oleh Komisi Pemilihan Umum,” terangnya.

    Karena itu, di Pemilihan Umum tahun 2024, berdasarkan PKPU nomor 08 tahun 2022, bahwa pengajuan sekretariat dan staf PPS, dari masyarakat sipil dan non sipil.

    “Untuk itu, kami mengajukan sekretariat dan staf PPS, kepada KPU dari masyarakat non sipil yang dapat bekerja sama dengan kami PPS dalam setiap tahapan yang diberikan oleh KPU,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Tulangbawang Reka Punnata mengatakan bahwa ia akan mengundang PPK dan PPS guna menggalai informasi secara mendalam sehingga dapat menyikapi persoalan tersebut.

    “Kami akan undang PPK dan PPS dulu ya menanyakan dan menggali informasi secara mendalam dan jernih. Semoga semua pihak bisa lebih arif dan bijak serta dewasa dlm menyikapi persoalan apalagi persoalan yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” bebernya melalui via WhatsApp. (fay/mad).

  • Gubernur Arinal Djunaidi Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Provinsi Lampung

    Gubernur Arinal Djunaidi Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Provinsi Lampung

    Cakralampung.com — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terpilih menjadi Ketua Umum KONI Provinsi Lampung masa bakti 2023-2027 sekaligus Ketua Tim Formatur untuk menyusun Keputusan KONI masa bakti 2023-2027 pada Musyawarah Olahraga Provinsi (MUSORPROV) ke -XII Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Tahun 2023, bertempat di Hotel Bukit Randu, Senin (20/2/2023).

    Teplilihnya Gubernur Arinal Djunaidi tertuang dalam Surat Keputusan Musyawarah Olahraga Provinsi (MUSORPROV) Ke XII Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung Tahun 2023 Nomor: 05/MUSORPROV-XII / II / 2023.

    Sementara itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi selaku Ketua Umum KONI Provinsi Lampung terpilih dalam kesempatan sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musorprov.

    “Saya sampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Ketua KONI Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung dan seluruh Ketua Pengprov Cabang Olahraga anggota KONI Lampung yang mendorong saya untuk menjadi Ketua Umum KONI Lampung Periode 2023-2027,” ucapnya.

    Arinal Djunaidi melanjutkan bahwa jabatan sebagai Ketua Umum KONI merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat besar.

    “Ini sebuah kepercayaan yang sangat berat pertanggungjawabannya. Namun demikian saya sudah menyatakan bahwa saya bersedia jika didukung oleh kita semua. Karena, pekerjaan KONI Lampung ke depan ini jauh lebih berat, ketimbang sebelumnya,” lanjutnya.

    Arinal Djunaidi mengatakan bahwa dalam mempertahankan posisi 10 besar di PON, dan mencapai peringkat diatasnya lagi bukan pekerjaan yang mudah. Tidak bisa dikerjakan oleh seorang Ketua Umum saja, melainkan seluruh komponen olahraga di Lampung harus bergerak bersama-sama, kompak dengan satu visi dan misi.

    Melalui pembangunan _Sport Center_ Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berupaya menyediakan sarana dan prasarana kepada calon atlet untuk dapat berlatih.

    “Saya terus berupaya agar Sport Center Lampung segera terlaksana, sehingga bisa menyediakan salah satu sarana kepada para calon atlet dan atlet agar berlatih maksimal dan meraih prestasi. Sport Center ini nantinya menjadi lokasi yang merupakan sarana kawah candradimuka para atlet kita saat ini, dan seterusnya,” tutur dia.

    Gubernur mengharapkan persiapan KONI Lampung dalam mengikuti PON 2024 yang akan diadakan di Sumut dan Aceh, harus sudah dimulai dari sekarang sejak semua cabor mengikuti Pra Kualifikasi dan Porwil di Riau tahun ini.

    Diakhir, Arinal Djunaidi mengucapkan terimakasih sekaligus mengharapkan kerjasama KONI.

    “Melalui kesempatan yang baik ini, saya ucapkan terima kasih kepada kita semua yang sudah mengambil keputusan secara bulat pada hari ini. Mari kita bekerja bersama untuk menjunjung tinggi prestasi olahraga Lampung untuk selamanya. KONI diharapkan mampu mempertahankan posisi sepuluh besar PON, namun kita upayakan untuk bisa masuk di jajaran yang lebih tinggi dari itu,” pungkasnya. (asr/asf)

  • Monev Dana Desa, Anggota DPD RI Dapil Lampung Kunker ke Pemkab Pesawaran

    Monev Dana Desa, Anggota DPD RI Dapil Lampung Kunker ke Pemkab Pesawaran

    Cakralampung.com – Anggota DPD RI Dapil Provinsi Lampung melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Pesawaran.

    Kedatangan rombongan Anggota DPD RI Dapil Lampung tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran, Wildan dan seluruh Camat dan Ketua APDESI se-Kabupaten Pesawaran.

    “Dalam hal ini, kedatangan anggota DPD RI Dapil Lampung merupakan agenda Monev Dana Desa yang bertemakan evaluasi penyaluran dana desa dan bangun sinergitas antar industri jasa keuangan,” ujar Pimpinan Komite IV DPD RI Dapil Lampung, K.H. Ir Abdul Hakim di Aula Teluk Ratai, Pemkab setempat, Senin (20/2).

    Abdul hakim mengatakan, untuk kedepannya diharapkan ada sinergitas yang dibangun antar elemen pemerintahan, baik legislatif juga eksekutif untuk upaya peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

    “Tentu, untuk ke depan harapan kami sinergitas pemerintahan eksekutif dan legislatif dapat meningkatkan taraf ekonomi di masyarakat khususnya di Provinsi Lampung,” ucapnya.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Wildan mengatakan, bahwa desa di Indonesia telah mendapatkan kucuran dana desa yang diharapkan bermanfaat untuk pembangunan desa yang bersumber dari APBN.

    “Dengan adanya dana desa ini tentunya bisa dimanfaatkan oleh banyak desa di Indonesia pada umumnya, dan desa di Kabupaten Pesawaran sebanyak 148 desa untuk meningkatkan kualitas desa dan sumber daya manusia yang tinggal di dalamnya, baik desa yang bertipologi desa mandiri, desa maju, desa berkembang maupun desa tertinggal,” ujarnya.

    Wildan menyampaikan, dana desa dapat mendorong desa tertinggal menjadi desa berkembang dan akhirnya desa tersebut harus bisa mandiri.

    “Masih banyak aspek dalam pembangunan desa, yang dipandang perlu untuk ditingkatkan, salah satunya adalah aspek pendampingan dan pengawasan dana desa baik oleh masyarakatnya sendiri maupun stakeholder lain termasuk pemerintah kabupaten dan provinsi, dalam memastikan bahwa dana desa digunakan secara akuntabel dan tepat sasaran,” kata Wildan.

    Selain itu, Wildan berharap, dengan adanya kunjungan Anggota DPD RI Dapil Provinsi Lampung dapat memberikan arahan agar dana desa untuk Kabupaten Pesawaran dapat dikelola dengan baik.

    “Disamping itu, dinamika dan kompleksitas yang dihadapi oleh pemerintahan desa, dapat menghadirkan kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam pengelolaan dana desa. Maka, monitoring dan evaluasi dana desa oleh Anggota DPD RI tentunya harus kita sambut dengan baik, karena dapat menjadi instrumen yang baik pula bagi kita dalam mengingatkan, sehingga potensi kesalahan dalam pengelolaan dana desa dapat diminimalisir,” tandasnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BPKP Provinsi Lampung Baihaqi, Perwakilan PT PNM regional bandar lampung 2 Musrifatun, Kepala BNI Kantor Unit Gedongtataan, Perwakilan BRI Kanwil RO Lampung, Camat se-Kabupaten Pesawaran, Ketua Apdesi se-Kabupaten Pesawaran dan Pengelola KPB Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran. (Egy/asf)

  • Program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan Tubaba Solusi Ketahanan Pangan Masyarakat

    Program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan Tubaba Solusi Ketahanan Pangan Masyarakat

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengharapkan semua pihak mendukung Program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan yang teraktualisasi di kegiatan 3K 1W yaitu Kolam, Kandang, Kebun dan Wisata dan diharapkan kegiatan ini dapat menekan angka stunting dan inflasi secara nasional. Hal ini dikatakan Sekkab Ir. Novriwan Jaya, SP, Senin (20/2/2023) saat kegiatan monitoring program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan di Tiyuh Marga Kencana Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU).

    ” Program ini diharapkan akan menjadi solusi ketahanan pangan di Tiyuh-Tiyuh yang ada di Tubaba, pada tahap awal dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan semua hasil produk ini adalah tanaman organik,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan Tubaba Aprizal PH mengatakan bahwa program Keluarga Nenemo Mandari Pangan merupakan program yang memfokuskan mengajak masyarakat untuk menanam dengan memanfaatkan tanah pekarangan rumahnya masing-masing

    ” Program ini diharapkan menjadi solusi akan adanya kasus stunting, menekan inflasi serta dapat mendorong peningkatkatan ekonomi keluarga,” harapnya.

    Lebih lanjut, dikatakan Kadis Aprizal PH program ini juga
    berdasarkan instruksi bapak presiden terhadap intervensi seluruh pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota akan penanganan inflasi, kasus stunting dan krisis pangan global yang akan dihadapi dunia.

    Ditempat yang sama Camat Tulang Bawang Udik Iwan Setiawan, SH.,MH mengatakan bahwa program ini sudah dilaksanakan di semua Tiyuh yang ada di Kecamatan Tulang Bawang Udik dan mengharapkan dapat diterapkan di seluruh lingkungan masyarakat TBU.

    ” Program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan ini sudah dilaksanakan di 13 Tiyuh yang ada di TBU. Kami juga melibatkan KWT yang ada di TBU sehingga program ini dapat tersosialisasi kepada seluruh warga masyarakat,” jelasnya.

    Kegiatan monitoring program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan tersebut berdasarkan pantauan juga dihadiri oleh Sekkab Ir. Novriwan Jaya, SP, Asisten I Pemkab Tubaba Dra. Bayana, M.Si, Kadis Perikanan Marwan, Kadis Ketahanan Pangan Aprizal PH, Sekretaris Dinkes, Sekretaris dinas PPPA, Kadis Peternakan drh. Nazaruddin, Camat TBU Iwan Setiawan, MH, Ketua TP-PKK Umi Kalsum dan sejumlah pejabat dan masyarakat lainnya yang berlangsung interaktip dalam suasana silaturahmi yang bersahaja.(SNR/ASF)

     

  • Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo Terima Gelar Adat Lampung Suntan Perwira Negara

    Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo Terima Gelar Adat Lampung Suntan Perwira Negara

    Cakralampung.com – Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo terima gelar Suntan Perwira Negara, dalam rangka pemberian adok atau gelar adat Lampung oleh Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran atas sahnya gelar adat saya beserta istri sebagai Suntan Perwira Negara dan Suntan Ibu Pertiwi. Dengan gelar adat yang saya miliki saat ini, menjadi tanggung jawab saya untuk mengemban dan melestarikan adat Lampung,” ujar Pratomo Widodo, saat menyampaikan sambutan pemberian gelar adat Lampung di Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (18/2).

    Pratomo Widodo mengatakan, pemberian gelar adat merupakan suatu penghargaan dan kebanggan bagi dirinya dan keluarga dalam menjunjung tinggi adat yang merupakan warisan budaya.

    “Saya berharap dengan adanya adok atau gelar ini, semakin dapat menjalin kebersamaan dan kekeluargaan yang ada di Kabupaten Pesawaran,” ucapnya.

    Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, sangat mengapresiasi acara adat dan budaya Lampung yang tetap dilestarikan khususnya di Kabupaten Pesawaran.

    “Pemberian gelar adat tidak hanya sebatas diberikan kepada warga yang bersuku Lampung atau bertempat tinggal di Lampung, namun dari suku apapun dapat menyandang adok atau gelar adat Lampung. Karena makna yang bisa diambil dari gelar adat atau adok adalah gelar adat, bukanlah gelar yang hanya bersifat simbolis yang hanya dijadikan sebagai hal yang bersifat kepentingan pribadi. Namun, gelar adat merupakan suatu tanggung jawab yang besar terhadap dirinya maupun orang lain, serta ada nilai-nilai yang perlu di lestarikan khususnya untuk kemaslahatan masyarakat Lampung,” kata Dendi.

    Senada, Ketua MPAL Kabupaten Pesawaran, Farifki Zulkarnaen mengatakan, pemberian gelar atau adok secara adat Lampung tersebut diberikan berdasarkan pertimbangan para pengurus MPAL setempat.

    “Berdasarkan pertimbangan, kami (MPAL Pesawaran, red) memberikan adok Suntan Perwira Negara kepada bapak Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, karena beliau merupakan salah satu Forkopimda yang intens melakukan dialog dengan masyarakat Pesawaran, dekat dan tanpa ada jarak untuk melayani masyarakat Pesawaran. Semoga dengan pemberian adok tersebut, nantinya bapak Kapolres dapat lebih memaksimalkan kinerjanya untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat Bumi Andan Jejama,” tandasnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, jajaran Forkopimda, kepala OPD Pemkab Pesawaran, para staf dan PJU Polres Pesawaran, Camat Gedong Tataan Syukur Saliyak, Pengurus MPAL Pesawaran, anggota DPRD Pesawaran fraksi PAN Muklis, Anggota DPRD fraksi Golkar Yusak dan Kepala Desa se-Kecamatan Gedongtataan. (Egy/asf)