Blog

  • Mardiana Musa Ahmad Bakar Semangat Pengurus PKBI Bangun Lamteng

    Mardiana Musa Ahmad Bakar Semangat Pengurus PKBI Bangun Lamteng

    CAKRA LAMPUNG – Pembina PHC ( Pengurus Harian Cabang ) PKBI ( Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia ) Kabupaten Lampung Tengah ( Lamteng ) Mardiana Musa Ahmad menghadiri dan membuka secara resmi Pelatihan Relawan PHC PKBI Cabang Lamteng, bertempat di Aula Rumah Makan Prambanan, Yukum Jaya, Rabu ( 15/12/2021 ).

    Ketua PKBI Kabupaten Lamteng Ellya Lusiana Loekman dalam laporannya mengatakan PKBI merupakan organisasi nirlaba yang bergerak dibidang kependudukan dan kesehatan yang berdiri sejak tahun 1957.

    ” PKBI selama ini turut berkontribusi dalam mewujudkan Keluarga Berencana, memperjuangkan kesehatan Ibu dan Anak, kesetaraan gender dan turut mengedukasi masyarakat tentang hak kesehatan seksual dan reproduksi,” katanya.

    Kemudian, Ellya juga mengatakan tema kegiatan hari ini yakni peningkatan kapasitas serta pemahaman Hak-Hak Kesehatan Seksual Reproduksi ( HKSR ) dan nilai-nilai PKBI Lamteng.

    Sementara itu, Pembina PKBI Lamteng Mardiana Musa Ahmad dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam sejarah PKBI yang sangat panjang sampai hari ini.

    ” PKBI tetap ada dan nyata sebagai lembaga non pemerintah yang tak pernah lelah untuk mendukung pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ujar dia.

    Apalagi saat ini, ditengah tantangan global PKBI dituntut untuk semakin giat dan tangguh menyatakan perannya sebagai pelopor pembangunan keluarga dalam penyiapan generasi bangsa yang menjanjikan.

    Selain itu, Pembina PKBI Mardiana Musa Ahmad juga berharap semangat Kita sebagai pengurus dan relawan PKBI Cabang Lamteng akan terus menyala dalam rangka pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Lamteng, guna menjadikan Lamteng menjadi Kabupaten terbaik se- Provinsi Lampung dan mewujudkan Masyarakat Lamteng Berjaya.

    Hadir juga pada kegiatan tersebut antara lain, Ketua I TP PKK Lamteng Indria Ardito Wijaya, Ketua II TP PKK Lamteng Yulita Nirlan, Kepala Dinas PPPA Lamteng Nuliana, S.H., M.H dan Direktur Eksekutif PKBI Provinsi Lampung Burhibani sebagai narasumber. (ans/ash)

  • Hujan Deras, 8 Rumah Warga Nyaris Tertimbun Tanah Longsor

    Hujan Deras, 8 Rumah Warga Nyaris Tertimbun Tanah Longsor

    CAKRA LAMPUNG – Pasca hujan deras di wilayah Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, berakibat bencana tanah longsor yang mengenai beberapa rumah warga di Pekon Batu Patah, Rabu (15/12) pagi.

    Menurut Kapolsek Limau Polres Tangggamus AKP Oktafia Siagian, S.H berdasarkan pendataan sementara terdapat beberapa titik longsor yang mengenai sejumlah rumah warga Pekon Batu Patah.

    Rumah tersebut milik Roma yang terbuat dari papan dengan kerusakan rumah 50 persen, total kerugian Rp10 juta. Lalu rumah semi permanen milik Giman dengan kerugian Rp5 juta.

    Selanjutnya, rumah permanen milik Anan dengan kerusakan 10 persen dan kerugian Rp6 juta. Rumah semi permanen milik Saidi kerusakan 10 persen, kerugian Rp6 juta.

    Kemudian rumah papan milik Parno, kerusakan 20 persen dengan kerugian Rp5 juta. Rumah papan milik Kasikem kerusakan 10 persen kerugian Rp5 juta.

    Rumah keenam terbuat dari papan milik Kasiman dengan kerusakan 10 persen, kerugian Rp5 juta. Rumah papan milik Haryanto kerusakan 20 persen, rumah baru ditempati namun pondasi ambrol dan  meruntuhi rumah Roma kerugian Rp6 juta.

    Terakhir rumah Heriyanto, kerusakan 10 persen dengan pondasi ambrol meruntuhi rumah milik Giman, kerugian 5 juta. Serta longsor pada beberapa titik jalan pekon/desa.

    “Untuk total rumah terdampak longsor sebanyak 8 rumah warga dengan kerugian sementara sebanyak Rp49 juta,” kata AKP Oktafia Siagian mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K.

    AKP Oktafia Siagian menerangkan, atas kejadian tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Uspika dan Basarnas serta membantu gotong royong di rumah warga yang terdampak longsor.

    “Bhabinkamtibmas bersama warga bergabung membantu gotong royong di lokasi kejadian,” terangnya.

    AKP Oktafia Siagian menambahkan, longsor yang pada jalan desa, gorong-gorong jalan kabupaten
    jika dibiarkan maka akses ke Pekon Umbar dan Paku akan terputus sehingga diharapkan pihak terkait melakukan langkah pencegahan.

    “Diharapkan kepada pihak terkait untuk melakukan penanganan pada jalan dan gorong-gorong jalan kabupaten sehingga dapat mencegah kerusakan maupun jalan terputus,” imbuhnya. (dsn/din)

  • Dinas PUPR Tubaba Optimis 20 Titik Pekerjaan Selesai Desember 2021

    Sumardi, MT Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tubaba

    CAKRA LAMPUNG – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), optimis dua puluh titik pekerjaan ruas jalan yang dikerjakan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2021 dan APBD- Perubahan TA. 2021 akan selesai di akhir bulan Desember tahun 2021.

    ” Dua puluh titik ruas jalan tersebut tersebar dibeberapa kecamatan Tubaba yakni, Kecamatan Way Kenanga, Gunung Terang, Gunung Agung, Pagar Dewa dan, Kecamtan Lambung Kibang. Sementara anggaran yang kita gunakan berkisar tujuh puluh milyar baik dari APBD murni, APBD perubahan dan dari PEN,” terang Sumardi, MT Kabid Bina Marga Dinas PUPR Tubaba, kepada Harian Cakra.co.id, Rabu (15/12).

    Namun demikian menurut Kabid Sumardi, pihaknya sangat mengedepankan kualitas meskipun saat ini faktor cuaca memasuki musim penghujan seperti misalnya terkait pekerjaan hotmik, jika hujan secara otomatis kita akan melakukan penundaan.

    ” Saat ini pekerjaan pembangunan jalan yang kita tangani ada yang sudah berjalan 100%, ada yang sudah 80%, dan ada yang sudah tinggal finishing lagi. Kita optimis dengan sisa waktu yang ada selama 15 belas hari ke depan semua akan selesai sesuai dengan jadwal,” jelasnya.

    Lebih lanjut, dikatakan oleh Kabid Binamarga Sumardi bahwa, jika dalam batas waktu yang telah dituangkan dalam perjanjian kontrak masih ada yang pekerjaan yang belum selesai, pekerjaannya secara otomatis sesuai dengan aturan yang ada kita kenakan sangsi denda. (akd/din)

  • Kelompok Tani Rumbia Keluhkan Kelangkaan Pupuk

    Kelompok Tani Rumbia Keluhkan Kelangkaan Pupuk

    CAKRA LAMPUNG – Sektor pertanian selain berfungsi untuk mencukupi bahan pangan, juga berperan penting selama pandemi Covid-19, menjadi sumber pendapatan masyarakat daerah. Sayangnya, hampir setiap tahun masyarakat tani ini selalu dihadapkan pada kelangkaan pupuk.

    Seperti yang dikeluhkan Kelompok tani di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah.

    “Kelangkaan pupuk membuat kami geram,” ungkap Supri salah satu Ketua Kelompok Tani Rekso Binangun, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah.

    Supri menjelaskan, kalau pupuk di kampung Rumbia ini sebenernya setiap bulan tetap turun.
    Dan untuk kelompok tani yang ada di kampung Rekso Binangun ada 20 kelompok tani yang ada di kampung ini ,namun sangat disayangkan bagi masyarakat petani dan kelompok tani yang mengeluh dengan keadaan pupuk yang sangat minim. “Untuk kelompok saya aja ada 50 orang, kemudian untuk jatah pupuk kelompok saya cuma mendapatkan 15 sak,” keluhnya.

    Hal seperti ini, kata Supri, dengan jumlah angota yang tidak mencukupi ini, bagaimana solusinya dengan yang lainnya.

    “Sementara di kampung saya ada 20 kelompok tani dan saya juga secara pribadi sangat kekurangan,” ujarnya.

    Kemudian untuk harga, Supri mengatakan, memberi 120 untuk pupuk orea, dan ponska 135, kemudian SP – 36 dengan harga 130.

    “Kemudian dari semuanya itu saya setorkan dengan gaputan (gabungan kelompok tani) Pak Muji, sesuai harga tebusan yang telah ia tentukan dengan jenis jenis pupuk yang ada,” imbuhnya.

    Karena, kata Supri menambahkan, ada 3 macem pupuk, kalau masarakat sebenernya sudah sangat krisis kepercayaan dengan keadaan yang seperti ini.

    “Apakah ini memang bener aturanya seperti ini atau bagaimana,” pungkasnya. (hjd/arm/din)

  • Berkat SI PANDU Izin Usaha Cukup di Kecamatan

    Berkat SI PANDU Izin Usaha Cukup di Kecamatan

    CAKRA LAMPUNG – Bupati Lampung Tengah menghadiri launching Program SI PANDU ( Sistem Izin Pelayanan Terpadu ) yang di prakarsai oleh DPMPTSP Lampung Tengah yang bertempat di Moonbee Bandar Jaya, Rabu 15 Desember 2021.

    Acara tersebut di hadiri Kepala PTSP Provinsi Lampung, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat se Lampung Tengah serta tamu undangan.

    Dalam laporannya Kepala DPMPTSP Lampung Tengah. A. Helmi , M.M., mengatakan aplikasi Si Pandu ini memudahkan masyarakat yang akan membuat izin usaha, sehingga tidak perlu ke kabupaten, cukup di kecamatan lalu kecamatan mengirimkan datanya ke DPMPTSP kabupaten untuk di verifikasi dan disetujui.

    ” Kemudian dikirim kembali ke kecamatan dan segera diberikan ke palaku usaha. Semua rangkaian tersebut terintegrasi di aplikasi Si PANDU tersebut,” terang dia.

    Sementara itu, Kepala PTSP provinsi Lampung Yudhi Alfadri, SH.,MM mengapresiasi apa yang di lakukan DPMPTSP Lampung Tengah dalam membuat aplikasi ini, sehingga masyarakat dapat mudah membuat izin usaha.

    ” Hal ini yang bisa di contoh oleh kabupaten kota lainnya di Provinsi Lampung sehingga kedepan Lampung bisa menjadi contoh Pelayanan cepat kepada masyarakat,” katanya.

    Senada dikatakan, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad menyambut baik dengan hadirnya aplikasi Si Pandu ini.

    Bupati berharap agar pelayanan kepada masyarakat terus di tingkatkan, dan diharapkan kepada seluruh Dinas yang ada untuk bisa membuat program seperti ini.

    ” yang tentunya memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dan Bupati Musa Ahmad menegaskan tidak ada Pungli dalam proses pembuatan hingga izin selesai.” pungkasnya. (ans/din)

  • Cegah Klaster Baru Covid-19, Puluhan Siswa SMP Negeri 22 Pesawaran Melakukan Tes Swab Antigen Covid-19

    Cegah Klaster Baru Covid-19, Puluhan Siswa SMP Negeri 22 Pesawaran Melakukan Tes Swab Antigen Covid-19

    CAKRA LAMPUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, melalui UPT Puskesmas Bernung melakukan tes swab antigen Covid-19 secara acak kepada siswa di SMP Negeri 22 Pesawaran, Rabu (15/12).

    Kepala Dinas Kabupaten Pesawaran Media Apriliana melalui, Petugas Kesehatan UPT Puskesmas Bernung Omon mengatakan, tes swab antigen Covid-19 yang dilakukan secara acak kepada siswa siswi SMP Negeri 22 Pesawaran untuk memastikan kesehatan pada siswa agar tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19 di lingkup sekolah.

    “Kami melakukan tes swab antigen Covid-19 ke sejumlah siswa secara acak sebagai evaluasi untuk memastikan kesehatan siswa selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berlangsung,” kata Omon.

    Dikatakannya, dari 10 persen jumlah keseluruhan sampel tes yang dilakukan, yakni sebanyak 62 orang siswa yang melakukan tes swab antigen Covid-19, belum ditemukan klaster baru Covid-19 di SMP N 22 Pesawaran.

    “Sejauh ini belum ditemukan klaster baru Covid-19 dari hasil tes swab antigen Covid-19 para siswa. Selesai melakukan evaluasi melalui tes swab antigen Covid-19, kami juga telah mensosialisasikan terkait protokol kesehatan Covid-19 dilingkup sekolah,” ujarnya.

    Petugas Kesehatan UPT Puskesmas Bernung saat melakukan tes swab antigen Covid-19 secara acak kepada siswa SMP Negeri 22 Pesawaran.

    Dilain pihak, Kepala SMP N 22 Pesawaran Tanto Wahyuni, melalui Waka Kesiswaan SMP N 22 Pesawaran Siska Merry mengatakan, selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), pihaknya telah mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan bagi siswa dan guru.

    “Begitu juga dengan penjadwalan pembelajaran tatap muka sudah kami atur agar penerapan protokol kesehatan bisa optimal guna mencegah penyebaran virus Covid-19,” kata Siska.

    Selain itu, Siska mengatakan, dengan adanya evaluasi dan sosialisasi penanganan Covid-19 diharapkan dapat berdampak kepada siswa dan guru untuk memaksimalkan proses belajar mengajar secara tatap muka.

    “Kegiatan ini dapat meminimalisir terjadi klaster baru Covid-19. Untuk itu saya harap seluruh siswa dan guru di SMP Negeri 22 Pesawaran terus diberikan kesehatan, supaya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya. (egy/ash)

  • Ir. Anthoni M.M. Hadiri Acara Serah Terima Kunci Bantuan Bedah Rumah oleh BAZNAS Tulangbawang

    Ir. Anthoni M.M. Hadiri Acara Serah Terima Kunci Bantuan Bedah Rumah oleh BAZNAS Tulangbawang

    Hariancakra.co.id (Tulang Bawang) – Bupati Tulangbawang Dr. Hj. Winarti, S.E.,M.H. yang diwakili oleh Sekertaris Daerah Tulangbawang Ir. Anthoni M.M. menghadiri acara Serah Terima Kunci Bantuan Bedah Rumah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulangbawang. Selasa, (14/12/2021).

    Hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS Tuba, Sekda Tuba, Camat Banjar Agung Kepala Kampung Tunggal Warga, BPK, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, sekaligus warga penerima Bantuan Bedah Rumah.

    Dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekda Tulangbawang Ir. Anthoni, M.M. mengucapkan terimakasih kepada BAZNAS atas Program Bedah Rumah yang dilaksanakan pada tahun 2021 dengan jumlah 10 unit bantuan Bedah Rumah.

    “Dengan berjalannya 25 program BMW Tulangbawang, total Bedah Rumah yang telah dijalankan sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 berjumlah 1427 unit bantuan Bedah Rumah yang digulirkan serta bekerja sama dengan kementrian PUPR,” ujar Anthoni.

    Lanjut ia juga menyampaikan, terimakasih kepada ASN yang bersedia berperan serta berkontribusi menyalurkan zakat melalui BAZNAS yang pada akhirnya disalurkan melalui program bedah rumah dan kegiatan sosial lainnya.

    Anthoni juga menghimbau dalam situasi yang sulit pasca pandemi ini, Pemerintah berkomitmen bekerja keras meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu dibutuhkan dukungan yang kuat dari masyarakat sehingga apa yang dicita-citakan oleh Pemerintah dapat terlaksana. (RDS)

  • Webinar UMKM, Sekda Tuba : Untuk Menarik Investor Perlu Pelayanan Yang Baik

    Webinar UMKM, Sekda Tuba : Untuk Menarik Investor Perlu Pelayanan Yang Baik

    Hariancakra.co.id (Tulang Bawang) – Bupati Tulangbawang Dr. Hj. Winarti, S.E.,M.H. yang diwakili oleh Sekertaris Daerah Tulangbawang Ir. Anthoni M.M. menghadiri Rapat Webinar Tahun 2021, Pukul 08.00 WIB s/d Lokasi, Ruang Rapat Utama Setdakab Tulangbawang, Selasa (14/12/2021).

    Tema yang diusung pada Webinar tahun 2021, adalah strategi membangun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kreatif dan pemasaran produk UMKM di era digitalisasi.

    Hadir dalam rapat tersebut, Sekertaris Daerah Tuba, Pimpinan Cabang BRI Tuba, Kapolres Tuba, Dandim 0426, Danlanud, Kadis Kominfo, Basarnas, Ketua Pengadilan Agama, Karutan Menggala, Kajari Tuba, Kepala BPN, Kepala BPS, dan seluruh tamu undangan Webinar.

    Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Tulangbawang Ir. Anthoni, M.M. mengharapkan dengan hadirnya kegiatan ini, salah satu Setrategi Marketing UMKM dalam dunia digital lebih Efisien, dan lebih bisa memenuhi selera pasar serta dapat terus meningkatkan keterampilan dalam memasarkan secara digital.

    “Di era digitalisasi kita harus lebih memenuhi selera pamasaran, seperti pemasaran kain maduaro, Kain Sulam Usus, Sirup Rosela, serta barbagai makanan berbahan dasar ikan asin, ikan asap, nagget ikan, abon ikan, dan produk lainya, jika dikelola dengan menggunakan pendekatan kreatif, tentunya akan memberikan hasil yang lebih optimal,” ucap Anthoni.

    Disisi lain, dalam kegiatan rapat tersebut dihadirkan seorang sebagai narasumber yang bernama Gilang, ia menjelaskan tentang bagaimana mekanisme penjualan serta pemasaran dan online shop yang ada saat ini demi kemudahan pembeli membeli produk yang dibutuhkan.

    “Untuk menarik investor maka perlu pelayanan yang baik, menarik dan memadai karena kunci kemajuan perekonomian adalah banyaknya jumlah investasi,” jelasnya

    Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan Protokol Kesehatan ketat, guna menekankan angka penularan Covid-19. (RDS)

  • Proses Perbaikan Jalan Raya Kedondong Tuai Kritik Masyarakat Setempat

    Proses Perbaikan Jalan Raya Kedondong Tuai Kritik Masyarakat Setempat

    CAKRA LAMPUNG – Pengerjaan perbaikan jalan Provinsi tepatnya di Jalan Raya Kedondong, Desa Pampangan, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran dinilai tidak efektif.

    Hal ini dikatakan Andri, salah satu masyarakat Desa Pampangan, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran kepada tim Cakra Lampung, Selasa (14/12).

    “Kami berharap jalan lintas provinsi yang menghubungkan antara tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Pesawaran, Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus seharusnya di cor beton, bukan berulang kali di timbun menggunakan tanah sabes ataupun jalan hotmix,” ujarnya.

    Dikatakannya, perbaikan jalan tersebut di nilai tidak efektif karena sudah beberapa kali dilakukan dan hasilnya tetap rusak dan menambah parah kondisi jalan tersebut.

    “Sebelumnya jalan ini sudah di timbun tanah sabes dan di hotmix, tetapi hasilnya jalan itu malah menjadi kubangan besar. Dan sekarang ini malah di hotmix lagi, ya percuma saja kalau belum ada drainase pasti akan rusak lagi,” tukasnya.

    Kondisi jalan raya kedondong, Desa Pampangan, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran sebelum dilakukan perbaikan.

    Sementara itu, Kepala Desa Pampangan Iwan Marzuli mengatakan, pihaknya belum melihat pekerjaan berbaikan jalan hotmix dan baru mendapatkan informasi terkait perbaikan jalan di titik lokasi tersebut.

    “Saya belum melihat perbaikan jalan itu, tetapi sudah ada informasi ada perbaikan jalan. Tetapi sepanjang jalan itu lebih baiknya lagi di cor beton. Kalau diperbaiki menggunakan timbunan sabes atau aspal hotmix kemungkinan besar akan kembali rusak,” ujar Iwan Marzuli.

    Kemudian, Iwan mengatakan, pihak pemerintah desa telah berupaya berkoordinasi dan mengajukan permohonan baik secara lisan dan tulisan terkait perbaikan jalan dan pembangunan drainase di sejumlah titik lokasi jalan yang rusak parah kepada dinas terkait dan instansi lainnya.

    “Secara lisan maupun tertulis sudah kami sampaikan melalui penanggung jawab jalan, dinas terkait dan juga sudah kami suarakan melalui media sosial maupun rekan-rekan media terkait kerusakan di sejumlah titik kerusakan jalan tersebut, namun kami belum mendapatkan respon. Kami hanya mengharapkan jalan tersebut diperbaiki dan dibangun drainase karena saluran pembuangan limbah air sudah menyempit karena adanya timbunan dari kabel optik dan sambungan saluran air dari PDAM,” kata Iwan.

    Masyarakat setempat membawa hasil bumi melalui akses jalan raya kedondong, Desa Pampangan, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran setelah proses perbaikan jalan.

    Selain itu, Iwan mengatakan, dirinya meminta agar anggota DPRD Provinsi Lampung bisa melakukan upaya usulan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, terkait permohonan perbaikan di sejumlah titik jalan provinsi yang rusak parah.

    “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah sudah ada upaya perbaikan jalan. Namun, secara umum harus diperhatikan lagi terutama jalan provinsi yang banyak rusak seperti di jalan raya kedondong ini. Kami juga meminta anggota DPRD Provinsi Lampung khususnya Dapil III sebagai penyambung suara dan penyalur aspirasi masyarakat untuk bergerak mengusulkan pembangunan maupun perbaikan jalan sebagai infrastruktur yang digunakan masyarakat sebagai akses perputaran roda ekonomi masyarakat luas,” tandasnya.

    Sebelumnya, diberitakan terkait peningkatan dan perbaikan ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Pesawaran, Kepala Dinas PUPR Pesawaran Zainal Fikri mengaku bahwa pihaknya sudah duduk bersama membahas perbaikan dan peningkatan jalan provinsi dengan Dinas Bina Marga Provinsi Lampung.

    “Sesuai arahan pak Bupati, tidak hanya ruas jalan provinsi penghubung Gedongtataan- hingga Way Khilau. Tetap juga ruas jalan provinsi lainnya yang ada di Kabupaten Pesawaran sudah kita bahas bersama Dinas Bina Marga Provinsi,” ungkap Zainal Fikri, Senin (15/11)

    Dikatakan, pihaknya segera akan berkoordinasi kembali dengan Dinas Bina Marga guna menanyakan titik titik ruas jalan yang akan direalisasikan saat ini

    “Kalau usulan sudah, kita akan tanya ruas jalan mana, titiknya dimana saja yang sudah lelang dan yang akan dikerjakan saat ini,”ucapnya

    Terkait ruas jalan di Desa Pampangan, Mantan Kabid Bina Marga ini mengaku hari ini pihaknya segera akan mengirimkan laporan untuk segera disampaikan ke Dinas Bina Marga.

    “Hari ini kita sampaikan laporan, insyaallah nanti akan ditangan URC untuk segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

    Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Febrizal Levi Sukmana menambahkan, agar aparatur desa setempat segera membuat usulan agar segera ditindaklanjuti.

    “Kami mengerti keluhan masyarakat, tapi tidak usahlah ada kelompok yang cari sensasi padahal belum tentu mengerti teknis dan pola pengelolaan jalan, segera laporkan dan usulkan URC, akan segera di tindak lanjuti (TL),” singkatnya. (egy/ash)

  • Polsek Kedondong Polres Pesawaran Melaksanakan Giat Vaksinasi Covid-19 Secara Mobile Ke Desa-Desa

    Polsek Kedondong Polres Pesawaran Melaksanakan Giat Vaksinasi Covid-19 Secara Mobile Ke Desa-Desa

    CAKRA LAMPUNG – Dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19, Polsek Kedondong Polres Pesawaran melakukan giat vaksinasi Covid-19 dosis pertama secara mobile ke desa-desa.

    “Kegiatan ini merupakan upaya Polri dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19 khususnya di Kabupaten Pesawaran,” ujar Kapolsek Kedondong AKP Amin Rusbahadi, saat melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis pertama secara mobile ke desa Gedung Dalom, Kecamatan Way Lima, Pesawaran, Selasa (14/12).
    Amin mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan 100 dosis vaksin Covid-19 jenis Sinovac, untuk masyarakat desa Gedung Dalom, Kecamatan Way Lima.
    “Kami alokasikan 100 dosis vaksin jenis Sinovac dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di desa Gedung Dalom, dengan dibantu oleh personel Polsek Kedondong dan tim Vaksinator UPT Puskesmas Kota Dalam. Alhamdulillah, saat ini hasil peninjauan kami masyarakat antusias mengikuti vaksinasi Covid-19,” ucapnya.
    Masyarakat Desa Gedung Dalom, Kecamatan Way Lima saat melakukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Balai Desa setempat.
    Dikatakannya, terkait vaksinasi Covid-19 dosis pertama akan gencar dilakukan pihak Polri dan instansi terkait guna mencegah penularan virus Covid-19 khususnya di Kabupaten Pesawaran.
    “Tentunya target kita sampai akhir tahun ini minimal 70 persen masyarakat di Kabupaten Pesawaran sudah divaksin Covid-19,” kata Amin.
    Selain itu, Amin mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan ditengah pandemi Covid-19, dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
    “Kami himbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan tetap disiplin dalam penerapan prokes. Dan diharapkan masyarakat dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai herd immunity di Kabupaten Pesawaran melalui vaksinasi Covid-19 yang digelar di gerai-gerai vaksin di setiap titik lokasi ataupun fasilitas kesehatan seperti Puskesmas terdekat yang melaksanakan kegiatan vaksinasi setiap harinya,” tandasnya. (egy/ash)