Blog

  • Panwascam Menggala Laksanakan Patroli Pengawasan Hak Pilih

    Panwascam Menggala Laksanakan Patroli Pengawasan Hak Pilih

     

     

    TULANG BAWANG – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Menggala melaksanakan Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih di lima Kampung dan empat Kelurahan, Senin (01/07/2024).

     

    Ketua Panwaslu Kecamatan Menggala, Heri Yadi mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut instruksi Bawaslu RI No 6235.1 tahun 2024 tentang Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih.

     

    Saat ditemui disela-sela kegiatan, Heri Yadi menjamin komitmen Panwaslu Kecamatan Menggala dalam mengawal hak pilih hingga 27 November 2024 mendatang.

     

    “Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih ini digiatkan selama masa tahapan Pemuktahiran dan Penyusunan daftar pemilih Pilkada tahun 2024,” jelasnya.

     

    Selain itu, pihaknya juga fokus dalam Patroli Pengawasan Kawal Hak Pilih antara lain untuk memastikan KPU dan jajarannya khususnya pantarlih melaksanakan tahapan Pemuktahiran dan penyusunan daftar pemilih sesuai prosedur dan waktu yang ditetapkan.

     

    Menurut Heri Yadi, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesadaran akan status hak pilihnya mulai dari tahapan coklit hingga pelaksanaan pemungutan suara.

     

    “Sasaran masyarakat difokuskan kepada masyarakat yang rentan dalam kerawanan hak pilih, dan secara langsung mendatangi pemilih rentan yang berpotensi disalahgunakan hak pilihnya,” ungkapnya.

     

    Kegiatan ini juga diikuti oleh, Anggota Panwaslu Kecamatan Menggala, Heri Yanto, Indah Riadi dan seluruh PKD se-Kecamatan Menggala serta para staf Panwaslu. (fay/mad).

  • Gali Potensi Generasi Muda, MLC Helat Leadership Collaborative Academy

    Gali Potensi Generasi Muda, MLC Helat Leadership Collaborative Academy

     

     

     

     

    METR0 – Metro Learning Center (MLC) mengadakan kegiatan Leadership Collaborative Academy, bertujuan untuk menggali potensi generasi muda dan membahas peran mereka dalam menghadapi disrupsi teknologi.

     

    Ketua MLC, Doni Saputra, mengatakan kepada seluruh peserta, mari bersama-sama menjadikan acara ini sebagai momentum untuk menginspirasi dan menggerakkan perubahan positif.

     

    “Generasi muda memiliki potensi besar, dan kita harus bersama-sama memastikan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. Terima kasih atas partisipasi kawan kawan,” katanya.

     

    “Semoga acara ini sukses dan memberikan wawasan berharga bagi semua peserta, dan bisa lebih erat tali silaturahmi kita,” tambahnya.

     

    Doni menjelaskan ada beberapa poin yang dibahas dalam acara tersebut.

     

    “Pertama meliputi mengoptimalkan potensi generasi muda, diskusi tentang potensi piramida generasi dan dampak negatifnya jika tidak dioptimalkan. Kedua, Peran Anak Muda dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi Strategi dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan teknologi yang cepat. Ketiga, Sinergi dengan Teknologi peluang kolaborasi dan inovasi antara generasi muda dan teknologi. Terakhir, Indonesia Melewati Zona Kritis 2045 Strategi, kebijakan, dan peran generasi muda dalam mencapai tujuan,” pungkasnya. (Arm)

  • Nanang Bertemu Andi Arief Bahas Rekomendasi Partai Demokrat Untuk Pilkada Lamsel

    Nanang Bertemu Andi Arief Bahas Rekomendasi Partai Demokrat Untuk Pilkada Lamsel

    KALIANDA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung Selatan sepertinya tidak main-main ingin meminang Partai Demokrat pada Pilkada Lamsel 2024. Komunikasi politik secara intens terus dilakukan bersama partai berlambang bintang mercy tersebut.

    Hal ini dibuktikan dengan kunjunhan silaturahmi yang dilakukan oleh bakal calon Petahana Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dengan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief di Kantor DPP Partai Demokrat, di jalan Proklamasi Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin 1 Juli 2024.

    Saat dikonfirmasi, Ketua DPC PDIP Lampung Selatan ini membenarkan pertemuan tersebut. Melalui sambungan telepon selulernya, Nanang Ermanto mengungkapkan pertemuan itu dalam rangka silaturahmi dengan salah satu tokoh nasional asal Lampung yang merupakan Bappili DPP Partai Demokrat. Sekaligus, untuk meningkatkan intensitas komunikasi dengan partai koalisi.

    “Alhamdulillah, kita bisa langsung silaturahmi dengan Abang kita, Andi Arif, salah satu tokoh nasional asal Lampung dari Partai Demokrat,” ujar Nanang Ermanto via telepon.

    Selain itu, suami dari Bunda Winarni ini juga mengungkapkan pertemuan tersebut ingin menunjukkan komitmen dirinya terhadap koalisi bersama Partai Demokrat. Serta, menindaklanjuti surat tugas dari Partai Demokrat kepada dirinya yang diberikan bulan lalu oleh Ketua DPD Demokrat Lampung, Edy Irawan Arief di Sekretariat DPC Partai Demokrat Lamsel.

    “Menindaklanjuti ya, koalisi bersama Partai Demokrat untuk pilkada Lampung Selatan 2024 ini. Insyaallah dengan doa kawan-kawan, semuanya dapat berjalan dengan baik,” imbuh mantan anggota DPRD Lampung Selatan 2 periode ini.

    Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Selatan M.Junaidi SE membenarkan pertemuan tersebut. Menurut dia, pertemuan tersebut pertemuan silaturahmi biasa antar 2 tokoh.

    Terkait dengan rekomendasi Partai Demokrat, dikatakan Junaidi, hanya masalah waktu saja. Karena menurut Junaidi, partai berlambang Bintang Mercy itu masih menunggu hasil survey bakal calon oleh sejumlah lembaga survey yang telah ditentukan.

    “Ketentuan rekomendasi secara umum ditentukan oleh DPP. Tapi masih menunggu beberapa tahapan yang sifatnya wajib untuk dilaksanakan, seperti hasil survey untuk menilai elektabilitas bakal calon,” kata Junaidi seraya mengatakan sejumlah kontribusi dari bakal calon juga cukup menentukan arah rekomendasi partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.(rls)

  • Nanang dan Winarni Wakili Sumatera Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden

    Nanang dan Winarni Wakili Sumatera Terima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden

     

     

     

    Jawa Tengah – Jawa Tengah menjadi tuan rumah Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2024.

     

    Puncak peringatan Harganas ke-31 itu dipusatkan di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Sabtu, 29 Juni 2024.

     

    Pada Harganas kali ini, Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan Ketua Tim Penggerak PKK Winarni Nanang Ermanto menjadi satu-satunya wakil dari provinsi di Sumatera yang menerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI Joko Widodo.

     

    Penghargaan itu diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, kepada Nanang Ermanto dan Winarni Nanang Ermanto sesuai dengan Keputusan Presiden-RI Nomor 50/TK/TAHUN 2024.

     

    Selain Nanang dan Winarni, penghargaan tanda kehormatan Satyalanca Wira Karya juga diberikan kepada, HW Musyafirin, Bupati Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mohammad Ramdhan Pomanto Walikota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan, serta Mukodi, Ketua STKIP PGRI Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

     

    Satyalancana Wira Karya sendiri merupakan tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada para warganya yang telah memberikan darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain.

     

    Penghargaan itu diberikan kepada Nanang Ermanto karena dinilai berperan aktif dalam bidang pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

     

    Dimana dalam bidang Bangga Kencana tersebut terdapat program edukasi dan konseling kesehatan remaja yang melibatkan tenaga konselor dari kalangan pemuda serta didukung program bantuan perumahan swadaya masyarakat Lampung Selatan (BAPERSAMA LAMSEL) berupa bantuan rumah layak huni bagi keluarga pra sejahtera beresiko stunting sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Kabupaten Lampung Selatan.

     

    Sementara itu, Satyalancana Wira Karya diberikan kepada Winarni karena juga berperan aktif dalam bidang Bangga Kencana. Winarni dinilai berhasil menekan stunting melalui inovasi Swasembada Pangan dalam bentuk program Pemenuhan Gizi Keluarga Melalui Pekarangan (PEGI KE MERANG).

     

    Kemudian ada pula bantuan Kandang, Kebun dan Kolam (K3) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi keluarga yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga membantu ketahanan pangan warga dan berkontribusi terhadap penurunan stunting di Kabupaten Lampung Selatan.

     

    Diketahui, perkembangan penurunan stunting di Kabupaten Lampung Selatan sangat signifikan. Dimana prevalensi kasus stunting dari 30 persen pada tahun 2020 turun menjadi 9,9 persen pada tahun 2022. Dan pada tahun 2024, angka stunting Kabupaten Lampung Selatan berada di bawah 5 persen.

     

    Nanang menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajarannya terhadap pembangunan keluarga dan penurunan stunting di Bumi Khagom Mufakat .

     

    “Alhamdulillah, ini hasil kerja seluruh jajaran. Semoga ini bisa menjadi pemacu semangat dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Lampung Selatan menjadi zero stunting,” kata Nanang.

     

    Kendati demikian lanjut Nanang, kerja keras dalam pembangunan keluarga, kependudukan, penurunan stunting serta bidang-bidang lainnya tidak hanya sampai pada penghargaan tersebut.

     

    Menurut Nanang, diraih atau tidaknya suatu penghargaan, hal tersebut sudah menjadi kewajiban dirinya untuk terus melakukan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat yang kedepannya harus terus semakin baik lagi.

     

    “Mari bergotong-royong mengambil peran dan tanggung jawab sesuai bidangnya masing-masing. Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi bagi kita untuk melanjutkan pembangunan menuju program pembangunan keluarga berkualitas menuju Indonesia emas,” imbuhnya.

     

    Hadir pula dalam acara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K) serta kepala daerah gubernur, bupati/walikota se-Indonesia. (Rls/sup)

  • Pemerintah Kampung Gunung Tapa ilir Bagikan Bantuan Beras Bulog

    Pemerintah Kampung Gunung Tapa ilir Bagikan Bantuan Beras Bulog

    Tulang Bawang -Pemerintah Kampung Gunung tapa ilir,Kecamatan Gedung Meneng,Kabupaten Tulangbawang telah melaksanakan kegiatan pembagian beras bantuan pangan dari Badan Urusan Logistik (Bulog).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Kampung Gunung Tapa ilir. Sabtu,( 29/6) .

    Kepala Kampung Gunung Tapa ilir, Yudi Saputra menyampaikan,bahwa ini bentuk Perhatian serta dukungan Pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan ekonomi.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kampung terhadap warganya yang mungkin membutuhkan bantuan ekstra dalam mengatasi keterbatasan ekonomi. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban hidup mereka,”ujar kakam Yudi.

    Pembagian beras ini juga menjadi langkah nyata Pemerintah Kampung dalam mendukung program pangan Nasional dan memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup bagi masyarakat.

    “Pemerintah Kampung Gunung Tapa ilir berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat setempat, ” tambahnya.

    Acara pembagian beras bantuan pangan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari Badan Urusan Logistik (Bulog), aparat Kampung, dan tokoh masyarakat setempat. Proses pembagian dilakukan secara tertib dan transparan untuk memastikan setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan alokasi yang sesuai.

    Ditempat yang berbeda Edo setiawan sebagai penerima bantuan beras merasa sangat bersyukur dan terimakasih terhadap Pemerintahan.

    ” alhamdulillah saya mendapatkan bantuan Beras satu sak yang berisi 10 kg yang diserahkan langsung oleh aparatur Kampung Gunung Tapa ilir mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi saya dan keluarga saya, “tutupnya.(rds)

  • Tak Terima Saat Tilang, Warga Waykanan Cekcok dan Dibawa ke Polres Lampung Utara

    Tak Terima Saat Tilang, Warga Waykanan Cekcok dan Dibawa ke Polres Lampung Utara

     

     

     

     

     

     

    Lampung Utara, Cakra Lampung– Seorang pria berinisial Ydi (28) asal Kabupaten Waykanan tak terima saat hendak ditilang polisi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung Utara.

     

    Ydi, pun melawan petugas sehingga sempat terjadi kontak fisik dengan polisi.

     

    “Benar, kejadiannya itu kemaren pada hari Kamis 28 Juni 2024, Sekira pukul 11:00 WIB,” kata Kanit Lantas Polres Lampung Utara Aipda Dani, mewakili Kasat Lantas IPTU Joni Charter, Jum’at 28 Juni 2024.

     

    Aipda Dani menjelaskan, insiden tersebut bermula saat petugas mendapati Ydi mengendarai berboncengan kemudian terlihat gugup saat melihat anggota polisi.

     

    Lalu Ydi diberhentikan oleh Aipda Novriansyah Anggota Lantas, karena nalurinya sebagai polisinya muncul, ketika diberhentikan dan pemeriksaan surat-surat. Tersebut ternyata nomor rangka kendaraan itu berbeda dengan nomor rangka yang tertera di STNK.

     

    “Saat akan dibawa, tiba-tiba Ydi, langsung hendak merampas paksa kendaraan tersebut dan hendak kabur. Lalu Aipda Novriansyah menghalaunya, sehingga sempat terjadi kontak fisik dengan anggota lantas,” jelas Aipda Dani

     

    Lanjut Aipda Dani, Ydi, kabur bersama dengan teman yang diboncengnya.

     

    Setelah itu Aipda menelpon rekannya Aipda Ahmad danny dan Bripka Reza Putra Bangsawan, untuk melakukan pengejaran terhadap pengendara sepeda motor tersebut.

     

    “Selang beberapa waktu kemudian Bripka Reza menemukan keduanya yang saya itu sedang bersembunyi, lalu bersama dengan Aipda Novri dan Aipda Dani membawanya ke Polres Lampung Utara,” ujarnya.

     

    “Dengan adanya keributan antara pengendara sepeda motor dan anggota polisi ini tidak akan terjadi apa bila keduanya kooperatif dan tidak melawan petugas,” tambahnnya.

     

    Ia mengingatkan kepada masyarakat Lampung utara terutama pengendara, polisi lalu lintas patroli untuk memastikan masyarakat mematuhi aturan lalu lintas dan tertib berlalu lintas. Bagi yang melanggar, tentu ada aturannya untuk diproses, termasuk ditilang.

     

    “Polisi ingin masyarakat selamat sampai tujuan, tertib berlalu lintas. Tidak ada satu satupun anggota polisi ingin mempersulit, dan mengganggu lalu lintas. Kalau selama pengendara tersebut surat-suratnya lengkap, dia juga menggunakan helm, mungkin kami juga tidak banyak pertanyaan,” ucapnya

     

    kini permasalahan tersebut telah diserahkan ke Reskrim Polres Lampung Utara untuk ditindaklanjuti. (San)

  • Wakil Bupati Lampung Tengah Siap Dukung Program Presiden Terpilih Prabowo Subianto

    Wakil Bupati Lampung Tengah Siap Dukung Program Presiden Terpilih Prabowo Subianto

    Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, berkomitmen mendukung program ketahanan pangan dan makan siang gratis Presiden terpilih Prabowo Subianto.

     

    “Tentunya Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah akan menerima dan mendukung segala kebijakan Presiden terpilih Prabowo Subianto, salah satunya program ketahanan pangan dan makan siang gratis,” ujar Ardito Wijaya baru-baru ini.

     

    Mendindaklanjuti dukungan tersebut, Ardito Wijaya berkonsultasi dengan tim pakar pertanian dan pangan Rachmat Pambudy yang merupakan salah satu pendiri Partai Gerindra.

     

    “Konsultasi publik ke tim pakar pertanian dan pangan sangatlah penting, sehingga program ketahanan pangan Pemerintah pusat kedepan dapat selaras dengan Pemerintah Daerah,” pungkasnya.

     

    Diketahui, tengah beredar bahwa Pasangan Capres cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dipastikan bakal membentuk kementerian baru yang ditugaskan untuk mengeksekusi program makan siang dan susu gratis bagi masyarakat.

     

    Dilansir dari sawitku.id, Kementerian itu nantinya berupa Kemenko bidang Pangan, Gizi dan Pembangunan Manusia yang dipimpin oleh salah satu orang dekat Prabowo Subianto yakni Rachmat Pambudy.

     

    Rachmat Pambudy merupakan salah satu Think tank di Partai Gerindra. Ia bergabung sejak awal saat Prabowo mendirikan Partai Gerindra pada tahun 2008.

     

    Kabarnya, isu-isu mengenai program makan siang gratis serta berbagai isu mengenai pangan dan program biodiesel, B35 hingga energi merupakan ide dari tim yang dipimpin Rahmat Pambudi.

     

    Adanya Kementerian yang mengurusi soal program makan gratis dibenarkan Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Fanta, Arief Rosyid Hasan. Hanya saja, Arief masih merahasiakan nama kementerian baru tersebut.

     

    Namun memastikan bahwa nama kementerian baru tersebut akan diungkap setelah Prabowo-Gibran dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

     

    “Pak Prabowo dan Mas Gibran masih membicarakan ada kementerian atau lembaga yang khusus eksekusi makan siang gratis ini. Nah kalau makan siang gratisnya UMKM dan lain-lainnya sudah pasti akan jalan,” tuturnya di Jakarta, Jumat 23 Februari 2024. (Red)

  • Danrem Kunker Sekaligus Tinjau Peningkatan Produksi Padi Dengan Perpompaan di Lampung Utara

    Danrem Kunker Sekaligus Tinjau Peningkatan Produksi Padi Dengan Perpompaan di Lampung Utara

     

     

     

     

    Lampura, Cakra Lampung,-Komandan Korem (Danrem) 043/ Garuda Hitam, Brigjend TNI Rikas Hidayatullah mengunjungi Kabupaten Lampung Utara, Juni 2024. Dalam kunjungan kerjanya itu, Danrem melihat pemanfaatan sumber air bagi peningkatan hasil produksi pertanian. Melalui aplikasi irigasi perpompaan (irpom) swakelola, sesuai dengan cita – cita pemerintah menuju swasembada pangan.

     

    Selain itu, Brigjend Rikas juga menyapa masyarakat yang berprofesi sebagai petani padi di Dusun Tegal Sari dan Wonomerto, Desa Wonomerto, Kecamatan Kotabumi Utara.

     

    Dia berharap petani di Kabupaten Lampung Utara bisa terus produktif, dalam meningkatkan kesejahteraannya. Khususnya mereka bergelut di areal persawahan, seperti program irpom kerja sama pemerintah daerah dan Kodim 0412/ Lampura.

     

    “Kami berharap masyarakat petani, dapat sejahtera dengan hasil produksi padi meningkat. Serta dapat mendukung program pemerintah, menuju swasembada pangan beras,” kata Darem 043/ Gatam Lampung itu.

     

    Menurutnya, perlu kerja sama semua pihak mulai dari petani, kelompok tani, pemerintah desa, dinas terkait macam ketahanan pangan, tanaman pangan serta Babin dan Babinsa (TNI-Polri).

     

    “Terutama di jajaran TNI angkatan darat di lingkungan 043/ Gatam,” tambahnya,” terangnya.

     

    Pihak Korem 043/ Gatam mendorong dilakukannya rehabilitasi irigasi pada jalur primer dan pendukung lain dari pihak balai besar. Dalam mendukung program pemerintah, swasembada beras.

     

    Pun demikian seperti banyak dikeluhkan masyarakat, diwilayah aliran irigasi di Kabupaten Lampung Utara.”Kami masyarakat, harapannya tidak hanya saluran irigasi. Akan tetapi juga dukungan rehab bendung, sebab disini banyak terjadi penumpukkan gulma hingga saat musim penghujan tiba air akan luber. Dan sawah tidak dapat ditanami,” ujar salah seorang petani setempat, Marto.

     

    Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampura, Tommy Suciadi menambahkan pemerintah daerah mendorong terwujudnya target dicanangkan pemerintah. Dalam pemenuhan sandang, semisal beras di Kabupaten Lampung Utara.

     

    Seperti dilaksanakan pada hari ini, melalui program irpom diharapkan dapat memberi dampak terhadap peningkatan hasil produksi beras. Sebab, berdasarkan perkiraan BMKG akan terjadi musim kemarau meski dengan intensitas tidak seperti tahun sebelumnya.

     

    “Total ada 11 irpom dan traktor roda dua, serta 59 pompa air di Lampung Utara dipasang. Dalam mengantisipasi musim kering pada Juni – Oktober 2024. Seperti yang dilakukan disini, itu ada dua irigasi perpompaan dan 3 unit mesin air diareal persawahan, Desa Wonomerto,” imbuhnya.

     

    Dari pengamatan, irpom dilaksanakan dengan menggunakan mesin penyedot air dengan selang ditaruh dipermukaan sumber air sekitar. Lantas air tersebut, akan dialirkan ke daerah yang mengalami kekeringan.

     

    “Itu akan membantu petani, saat musim kering tiba. Nanti, sesuai dengan prediksi BMKG,” pungkasnya (San)

  • Surat Cinta Buat Pak Pj Gubernur, Curhat Dugaan Pungli di Dunia Pendidikan Lampung

    Surat Cinta Buat Pak Pj Gubernur, Curhat Dugaan Pungli di Dunia Pendidikan Lampung

    Cakralampung.com – Praktek pungli berkedok komite selalu saja menjadi keresahan masyarakat (wali murid). Salah satu dugaan praktek pungli ini adalah penahan ijazah murid.

    ” Banyaknya ijasah yang tertahan di sekolah merupakan perbuatan yang tidak terpuji yang dilakukan kepala sekolah dan guru dari tingkat SMP sampai SMA,” Kata Taufik Hidayatullah, politisi dan tokoh muda Lampung serta pemerhati pendidikan Lampung, Kamis (27 Juni 2024).

    Bang Taupik -sapaan akrab Taufik Hidayatullah, mengungkapkan rasa prihatin atas kelakuan para oknum pendidik yang dengan sengaja menghalalkan yang haram (pungli) untuk kepentingan pribadi.

    “kemarin tanggal 26 juni 2024 saya coba datangi salah satu SMAN di Bandar Lampung, guna mengambil ijasah milik keponakan,ketika saya meminta ijasah dikeluarkan pihak sekolah tetap ngotot agar membayar uang komite, yang notabanenya adalah sumbangan sukarela alias tidak wajib,” curhat Bang Taupik kepada media Cakra Lampung.

    “saya juga merasa miris, para oknum pendidik ini selalu membawa dalil mengatas namakan sedekah atau infak dan lainnya,” tambahnya.

    Mereka ini, sambung dia, merupakan para pencetak generasi bangsa kedepan agar memiliki moral dan berakhlak mulia, bagaimana bisa mencetak generasi bangsa yang bermoral, kalau kerjaannya membuat dalil untuk menghalalkan yang haram seperti uang komite.

    “sampai mereka bilang dana bos dari pemerintah kurang dalam menunjang kegiatan belajar, bahkan oknum pendidik yang saya temui kebetulan wakepsek, karena menemu kepsek sekarang ini lebih susah ditemui ketimbang gubernur, ” terang dia.

    Oknum itu menyampaikan juga bahwa dana bosda tidak ada dari provinsi yang turun sekolah tersebut. patut dipertanyakan ke disdik Lampung?.

    “Saya datang ke sekolah kemaren tidak membuka identitas asli saya siapa, agar saya mengetahui bahwa praktik pungli mengatas namakan komite ini benar adanya dan terjadi disekolah-sekolah. Bahkan mereka membuat syarat yang menurut saya sudah jelas-jelas menjebak para orang tua untuk bersumpah-sumpah membayarkan uang komite seakan-akan komite itu menjadi kewajiban dan hutang,” imbuhnya.

    Rusak sudah dunia pendidikan kita, tegas Taupik. Padahal di sekolah ada pelajaran anti korupsi, tapi sekolah menjadi pelaku utamanya.

    Untuk itu dirinya sangat miris dan prihatin, padahal permendikbudnya, setiap sekolah sepertinya sudah masif diseting oleh dinas pendidikan Lampung, untuk selalu menyangkal dengan alasan pergub.

    “Saya secara pribadi meminta kepada PJ Gubernur yang baru untuk mengevaluasi Dinas Pendidikan lampung, dalam membuat kebijakan terhadap pungutan liar ini. masalah pendidikan ini menjadi masalah krisis sosial dimasyarakat, yang wajib pemerintah hadir,” harap dia.

    Dirinya juga mengkritik rekan-rekan DPRD Provinsi Lampung terutama yang berkecimpung dikomisi pendidikan.

    “jangan buta atau tidur pulas, seakan-akan dunia pendidikan aman-aman saja, turun dan tegur penyelenggara pendidikan, bila perlu ambil upaya-upaya jangan mandul,” ujarnya.

    Nah, untuk para penegak hukum jangan jadi tameng harus dilakukan investigasi dan tindakan tegas. Karena uang komite ini sudah meresahkan, dan merupakan pungli yang jelas masuk kedalam pasal pidana, dan penahan ijasah juga permendikbudnya jelas.

    “dan juga pasal pidana juga jelas, tentang penggelapan barang berharga milik orang lain. jadi untuk para oknum pendidik hentikan perbuatan jahat yang merugikan masyarakat”. Pungkasnya. (asf)Surat Cinta Buat Pak Pj Gubernur, Curhat Dugaan Pungli di Dunia Pendidikan Lampung

     

    Cakralampung.com – Praktek pungli berkedok komite selalu saja menjadi keresahan masyarakat (wali murid). Salah satu dugaan praktek pungli ini adalah penahan ijazah murid.

     

    ” Banyaknya ijasah yang tertahan di sekolah merupakan perbuatan yang tidak terpuji yang dilakukan kepala sekolah dan guru dari tingkat SMP sampai SMA,” Kata Taufik Hidayatullah, politisi dan tokoh muda Lampung serta pemerhati pendidikan Lampung, Kamis (27 Juni 2024).

    Bang Taupik -sapaan akrab Taufik Hidayatullah, mengungkapkan rasa prihatin atas kelakuan para oknum pendidik yang dengan sengaja menghalalkan yang haram (pungli) untuk kepentingan pribadi.

    “kemarin tanggal 26 juni 2024 saya coba datangi salah satu SMAN di Bandar Lampung, guna mengambil ijasah milik keponakan,ketika saya meminta ijasah dikeluarkan pihak sekolah tetap ngotot agar membayar uang komite, yang notabanenya adalah sumbangan sukarela alias tidak wajib,” curhat Bang Taupik kepada media Cakra Lampung.

    “saya juga merasa miris, para oknum pendidik ini selalu membawa dalil mengatas namakan sedekah atau infak dan lainnya,” tambahnya.

    Mereka ini, sambung dia, merupakan para pencetak generasi bangsa kedepan agar memiliki moral dan berakhlak mulia, bagaimana bisa mencetak generasi bangsa yang bermoral, kalau kerjaannya membuat dalil untuk menghalalkan yang haram seperti uang komite.

    “sampai mereka bilang dana bos dari pemerintah kurang dalam menunjang kegiatan belajar, bahkan oknum pendidik yang saya temui kebetulan wakepsek, karena menemu kepsek sekarang ini lebih susah ditemui ketimbang gubernur, ” terang dia.

    Oknum itu menyampaikan juga bahwa dana bosda tidak ada dari provinsi yang turun sekolah tersebut. patut dipertanyakan ke disdik Lampung?.

    “Saya datang ke sekolah kemaren tidak membuka identitas asli saya siapa, agar saya mengetahui bahwa praktik pungli mengatas namakan komite ini benar adanya dan terjadi disekolah-sekolah. Bahkan mereka membuat syarat yang menurut saya sudah jelas-jelas menjebak para orang tua untuk bersumpah-sumpah membayarkan uang komite seakan-akan komite itu menjadi kewajiban dan hutang,” imbuhnya.

    Rusak sudah dunia pendidikan kita, tegas Taupik. Padahal di sekolah ada pelajaran anti korupsi, tapi sekolah menjadi pelaku utamanya.

    Untuk itu dirinya sangat miris dan prihatin, padahal permendikbudnya, setiap sekolah sepertinya sudah masif diseting oleh dinas pendidikan Lampung, untuk selalu menyangkal dengan alasan pergub.

    “Saya secara pribadi meminta kepada PJ Gubernur yang baru untuk mengevaluasi Dinas Pendidikan lampung, dalam membuat kebijakan terhadap pungutan liar ini. masalah pendidikan ini menjadi masalah krisis sosial dimasyarakat, yang wajib pemerintah hadir,” harap dia.

    Dirinya juga mengkritik rekan-rekan DPRD Provinsi Lampung terutama yang berkecimpung di komisi pendidikan.

    “jangan buta atau tidur pulas, seakan-akan dunia pendidikan aman-aman saja, turun dan tegur penyelenggara pendidikan, bila perlu ambil upaya-upaya jangan mandul,” ujarnya.

    Nah, untuk para penegak hukum jangan jadi tameng harus dilakukan investigasi dan tindakan tegas. Karena uang komite ini sudah meresahkan, dan merupakan pungli yang jelas masuk kedalam pasal pidana, dan penahan ijasah juga permendikbudnya jelas.

    “dan juga pasal pidana juga jelas, tentang penggelapan barang berharga milik orang lain. jadi untuk para oknum pendidik hentikan perbuatan jahat yang merugikan masyarakat”. Pungkasnya. (asf)

  • Banyak Keluhan Masyarakat Soal PPDB, SMSI Metro Buka Posko Pengaduan

    Banyak Keluhan Masyarakat Soal PPDB, SMSI Metro Buka Posko Pengaduan

     

     

     

    METRO – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Metro membuka Posko Pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2024/2025 di wilayah setempat.

     

    “Posko Pengaduan SMSI dibuka bertujuan untuk menerima dan menindaklanjuti pengaduan dari orang tua wali/calon peserta didik baru, jika ditemukan adanya dugaan maladministrasi dalam penyelenggaraan PPDB pada jenjang Pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK,” ujar Ketua SMSI Metro, Ali Imron Muslim, Rabu, 26 Juni 2024.

     

    Ali menjelaskan, Pelaksanaan PPDB Provinsi Lampung tahun 2024 berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan

    Peserta Didik Baru, Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 47/M/2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan, dan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 9 Tahun 2024 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan serta Satuan Pendidikan Khusus di Provinsi Lampung.

     

    Secara umum PPDB dilaksanakan secara online dan beberapa satuan pendidikan

    secara offline. Serta, keputusan kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Propinsi Lampung, Nomor : 800/ 1645/ V.01/ DP.2 / 2024 tentang Petunjuk teknis tentang penerimaan peserta Didik baru SMA/SMK di Provinsi Lampung tahun ajaran 2024.

     

    “Sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, Teknologi Nomor 47/M/2023 bahwa terdapat 4 lingkup penentuan persentase Daya Tampung setiap jalur PPDB yakni Pertama, Jalur Zonasi Tingkat SD dengan kuota 70 persen dari daya tampung sekolah, Jalur Zonasi Tingkat SMP dengan Kuota 50 persen dari daya tampung setiap sekolah Tingkat SMP dan Jalur Zonasi Tingkat SMA dengan Kuota 50 persen dari daya tampung setiap sekolah Tingkat SMA; Kedua, jalur Afirmasi paling sedikit 15 persen; Ketiga, Jalur Perpindahan Orang tua/wali paling banyak 5 persen; dan Keempat, Jalur Prestasi menyesuaikan pada sisa kuota,” tuturnya.

     

    Ali menyampaikan, potensi maladministrasi penyelenggaraan PPDB dapat terjadi pada setiap jalur, namun yang terpenting bagaimana penyelenggara PPDB tahun ini di setiap sekolah dapat melakukan pencegahan yang tepat dengan adanya evaluasi. Contohnya seperti penyelenggaraan PPDB tahun lalu .. agar tidak terulang Kembali pada tahun ini. Hal ini rentan terjadi di SMAN 1 Metro, yang menjadi sebab kepala sekolahnya dicopot.

     

    “Bagi orang tua wali/siswa yang menemukan kecurangan selama proses PPDB, tak perlu takut untuk mengadu. Nantinya pihak SMSI Metro akan menjaga identitas pelapor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ali.

     

    Berikut laporan yang diterima SMSI Kota Metro, di antaranya;

     

    1. Ketiadaan sosialisasi PPDB

    2. Masalah zonasi (penggunaan kartu keluarga dan lainnya)

    3. Lambatnya proses verifikasi.(sehingga calon siswa tidak bisa mendaftar ke sekolah lainnya.

    4. Adanya siswa titipan

    5. Jual beli kursi

    6. Penerimaan jalur prestasi

    7. Penerimaan jalur pindah tugas orang tua/ wali

    8. Penerimaan jalur afirmasi (siswa berkebutuhan khusus, siswa tidak mampu, anak tidak sekolah (ATS) anak panti asuhan, dan sebagainya)

    9.Penambahan rombongan belajar dan sejenisnya

     

    Demi tercapainya tujuan untuk menjamin penyelenggara PPDB yang bebas dari maladministrasi, maka masyarakat bisa langsung membuat pengaduan ke SMSI dengan datang langsung ke Sekretariat SMSI Metro yang beralamat di Jalan Tongkol RT/RW 036/009, Kelurahan Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Lampung, atau bisa juga menghubungi nomor WhatsApp di bawah ini;

     

    1. 0812 7208 7272 (Ali Imron Muslim)

    2. 0852 6735 3795 (M. Misaf Khan)