Blog

  • Musa-Dito Ucapkan Terima Kasih Kepada Kapolres Lama dan Selamat Bertugas Kapolres Baru

    Musa-Dito Ucapkan Terima Kasih Kepada Kapolres Lama dan Selamat Bertugas Kapolres Baru

    HarianCakra.Co.Id – Bupati Musa Ahmad juga berharap semua pihak berperan dalam memerangi pandemi covid 19 yang masih menjadi target utama Pemda Lamteng untuk membuat daerah ini menjadi zona hijau.

    Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad menghadiri acara pisah sambut Kapolres Lampung Tengah dari yang sebelum nya dijabat oleh AKBP Wawan Setiawan S.IK dan menyambut Kapolres Lamteng yang baru yaitu AKBP Oni Prasetya S.IK di Nuwo Balak Lamteng Sabtu 14 Agustus 2021. Selain Bupati Lamteng, acara ini dihadiri Wakil Bupati Lamteng, Forkopimda Lamteng,SekdaKab Lamteng dan unsur terkait lainnya.


    Dalam sambutannya Bupati Lamteng Musa Ahmad mengucapkan terimakasih kepada
    AKBP Wawan Setiawan S.IK yang telah berdedikasi tinggi saat menjabat di wilayah hukum Lamteng. Bupati juga mengucapkan selamat menempati jabatan yang baru di Mabes Polri dan mendoakan kesuksesan untuk AKBP Wawan Setiawab S.IK.

    Sementara kepada AKBP Oni Prasetya S.IK , Bupati Musa mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Kepada Kapolres Lamteng yang baru, Bupati Musa berharap sinergitas antara TNI/Polri, Pemda Lamteng selalu terjalin dengan kompak sehingga apa yang dicita citakan untuk Lampung Tengah yang lebih baik bisa tercapai dengan baik apabila semua unsur bekerjasama demi kemajuan Lampung Tengah.

    Bupati Musa Ahmad juga berharap semua pihak berperan dalam memerangi pandemi covid 19 yang masih menjadi target utama Pemda Lamteng untuk membuat daerah ini menjadi zona hijau. (rls/red)

  • Pikirkan Nasib Pelaku Seni, Bupati Musa Kumpulkan Pelaku Seni Cari Solusi Terbaik Agar Tetap Berkarya di Tengah PPKM

    Pikirkan Nasib Pelaku Seni, Bupati Musa Kumpulkan Pelaku Seni Cari Solusi Terbaik Agar Tetap Berkarya di Tengah PPKM

    HarianCakra.Co.Id – Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad bersama Ketua DPRD Lampung Tengah Soemarsono mengundang para pelaku seni yang ada di Kabupaten Lampung Tengah di Ruang BJW Nuwo Balak.

    Hadir sejumlah 28 orang perwakilan Pekerja seni yang ada di Lampung Tengah (Jumat 13 Agustus 2021 pukul 20.00Jumat 13 Agustus 2021 pukul 20.00)

    Acara tersebut guna mencari solusi terbaik agar para pekerja seni yang terdampak situsi covid 19 bisa tetap berkarya kembali, walaupun tetap ada batasan dan peraturan yang dibuat nantinya.

    Pekerja seni yang hadir mengucapkan terima kasih atas undangan acara tersebut dan mengapresiasi apa yang sudah di lakukan Pemerintah Daerah dalam percepetan penanganan covid yang dilakukan dan pekerja seni mendukung penuh apa yang menjadi keputusan Forkopimda Lampung Tengah.

    Bupati Lamteng Musa Ahmad cari solusi terbaik bagi pelaku seni agar tetap berkarya di masa pandemi covid-19

    Ketua DPRD Soemarsono mengatakan turut prihatin apa yang dirasakan oleh pekerja seni di masa pandemi ini, namun demi keselamatan umat manusia Forkopimda harus melakukan apa yang menjadi ketentuan bersama. Sehingga Lampung Tengah saat ini bisa menjadi percontohan di Lampung dalam percepatan penanganan covid 19 ini.

    Sementara itu Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan forkopimda meminta maaf atas keputusan yang dilakukan ini, keputusan ini merupakan upaya demi menyelematkan umat manusia yang menjadi hukum tertinggi dimasa pandemi ini.

    Keputusan yang sangat sulit pada saat itu diambil oleh Bupati Lampung Tengah dalam pembatasan kegiatan masyarakat, namun semua itu dilakukan demi menekan angka covid 19. Bupati berharap para pelaku seni bisa sedikit bersabar, mengingat kondisi covid 19 saat ini masih tinggi.

    Kedepan Forkopimda akan mempersiapkan dan membuat aturan yang ingin berkarya kembali dan tentunya tidak memberatkan tuan rumah acara dan para pekerja seni. Bupati juga kedepan akan meminta dinas terkait untuk mendata seluruh jumlah pekerja seni di Lampung Tengah yang kedepan akan mendapatkan bantuan dari pemerintah Daerah Lampung Tengah. Pemerintah Lampung Tengah juga telah memiliki aplikasi “ SIGARUDA “ yang ingin mendaftakan paguyuban seni dan sanggar di Lampung Tengah. (rls/red)

  • Bupati Musa Minta SatPolPP Bersikap Humanis Jalankan Tugas di Masa Pandemi Covid-19

    Bupati Musa Minta SatPolPP Bersikap Humanis Jalankan Tugas di Masa Pandemi Covid-19

    HarianCakra.Co.Id –  Bupati Lampung Tengah, H. Musa Ahmad, S.Sos., berpesan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) untuk bersikap humanis dimasa pandemi Covid-19 khususnya saat menjalankan tugas dalam penertiban.

    “Saya minta Sat Pol-PP bisa bersikap humanis terhadap masyarakat di dalam penertiban,” pesan Bupati Musa saat memberikan arahan, Kamis (12/08).

    Selain itu, Sat Pol-PP juga diharpkan bisa menjadi contoh yang baik untuk seluruh ASN di Lampung Tengah. “Sehingga Pol-PP mendapatkan tempat di hati masyarakat,” ucap Bupati.

    Orang nomor satu di Lamteng ini menyampaikan, arahan yang diberikan tersebut, guna memberikan motivasi dan support kepada seluruh Anggota Pol-PP yang bertugas. Karena menurut Bupati Musa, Sat Pol-PP merupakan pagarnya Pemerintah Daerah Lampung Tengah.

    “Harus bisa menempatkan diri dan selalu Kompak dalam bekerja, bisa memperbaiki apa yang menjadi kekurangan,” jelasnya.

    Musa Ahmad menambahkan, yang terpenting Polisi Pamong Praja harus bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dalam bekerja, dan pengabdian terhadap masyarakat. (red)

  • Mirisnya Nasib Buruh Cabut Singkong Di Tengah Pandemi Covid-19

    Mirisnya Nasib Buruh Cabut Singkong Di Tengah Pandemi Covid-19

    Hariancakra.co.id (Tulang Bawang) – Basroni, (50) warga Dusun Gedung Dalam Blok D, Kampung Ujung Gunung ilir, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang mengaku merasakan susahnya perekonomian disituasi Pandemi Covid-19 ini, pekerjaannya sebagai buruh cabut singkong tidak cukup untuk memenuhi kehidupan keluarganya sehari- hari, Rabu, (12/08/2021).

    Sebelum pandemi Covid-19, penghasilan Basroni, (50) mencapai sekitaran Rp. 100.000,- dan ini masih bisa mencukupi kebutuhan keluarganya, dikarenakan sebelum Covid-19, melanda borongan buruh cabut singkong masih stabil.

    Namun, akibat Pandemi Covid-19 melanda, penghasilan Basroni (50) menurun, dalam sehari hanya sekitaran Rp. 85.000,- hal ini diperparah dengan naiknya kebutuhan pokok, dan Basroni (50) tidak mendapat bantuan dari Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, Provinsi, maupun Pusat, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), dirinya tidak dapat.

    “Saya saat ini hanya mendapatkan sembako berbentuk beras, yang dalam 1 karungnya sebanyak 10 Kg, dulu saya sempat mendapatkan BLT, tapi sudah tiga kalo pembagian BLT ini, saya tidak dapat lagi, nggak tau kenapa,” keluhnya.

    Krisis ekonomi yang sekarang dialami Basroni (50), ia mengaku ikhlas, dan cuma bisa pasrah serta berdoa kepada Allah SWT, melalui tangan-tangan sesama umat manusia dan Pemerintah, bisa sedikit perduli, memperhatikan nasibnya dan keluarga.

    Akibat Pandemi Covid-19 seperti ini, menurut Basroni, untuk mencari pekerjaan saja susah, apalagi ia sebagai buruh di lapangan ia cuma bisa pasrah dan tegar menghadapi krisisnya perekonomian keluarganya sekarang, ditambah dengan harga bahan pokok yang terkadang melonjak tinggi dan tidak stabil.

    Sebagai buruh, Basroni tentunya ingin melihat kehidupan keluarganya yang layak, yang kini sangat memprihatinkan, sebab untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka tidak mencukupi.

    Selain itu, untuk membayar tunggakan listrik begitu memberatkan karena tagihannya terus melonjak sejak tujuh bulan terakhir ini, sehingga dirinya berharap, agar kondisi Pandemi Covid-19 ini cepat berakhir, dikarenakan untuk mencari kerjaan lain ia tidak mampu.

    “Mudah-mudahan, Pandemi Covid-19 ini cepat- cepat berlalu, susah mau cari kerjaan lain, soalnya keahlian saya cuma buruh aja, nggak bisa kayak orang- orong lain diluar sana. Maka dari itu, saya berharap bisa kembali mendapatkan bantuan dari Pemerintah, baik itu dari Pemkab Tulangbawang, maupun bantuan dari Dana Desa,” harap Basroni mengakhiri. (RD)

  • Pelamar CPNS dan CPPPK Lamsel Capai 108

    Pelamar CPNS dan CPPPK Lamsel Capai 108

    Hariancakra.co.id (Lampung Selatan) – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) yang mengajukan sanggahan mencapai 108 orang.

    Kepala BKD Kabupaten Lampung Selatan Puji Sukanto, mengatakan 108 pelamar yang mengajukan sanggahan rincianya CPNS 96 orang dan CPPPK 12 orang.

    Dia menjelaskan para pelamar yang mengajukan sanggahan yakni ada yang tidak mengunggah transkip nilai, ada yang transkip nilainya hilang, ada yang tidak dilegalisir dan ada juga berkas yg diunggah tidak lengkap (kurang).

    “Nah, nanti sanggahan para pelamar akan dijawab dan nanti akan diumumkan kembali,” katanya, Senin, 9 Agustus 2021.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, BKD Lampung Selatan menjadwalkan jawaban masa sanggah pelamar CPNS dan CPPPK 4 -13 Agustus 2021 mendatang. (ANT)

  • PPKM Level 4 Pilkati Serentak Tubaba Tahapannya Ditunda

    PPKM Level 4 Pilkati Serentak Tubaba Tahapannya Ditunda

    Hariancakra.co.id (Tulangbawang Barat) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) serentak, di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) ditunda hingga rentang waktu dua bulan, menyusul ditetapkannya Kabupaten Tubaba sebagai daerah PPKM level 4.

    Penundaan tersebut juga berdasarkan pada Surat Menteri Dalam Negeri, tanggal 9 Agustus 2021, Nomor 141/ 4251/SJ, prihal Penundaan Pelaksanaan Pilkades Serentak dan Pemilihan Antar Waktu (PAW) Pada Masa Pandemi Covid 19.

    “Melihat situasi kondisi Pandemi Covid 19 yang kian meningkat dan wilayah Tubaba memasuki Zona Merah serta penerapan PPKM Level 4, maka Pilkati serentak 69 Tiyuh (Desa) Kabupaten Tubaba, kita tunda,” Kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Tubaba, Sofiyan Nur, S.Sos.,M.IP kepada wartawan, Selasa (10/8).

    Penundaan yang dimaksud, lanjutnya, adalah pelaksanaan pada tahapan Pemilihan Kepala Desa baik serentak maupun Pemilihan Antar Waktu (PAW) yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti pengambilan nomor urut, kampanye calon, dan pemungutan suara. Dan penundaan yang dilakukan tidak membatalkan tahapan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

    “Saat ini, Tubaba belum sampai pada tahapan pengambilan Nomor Urut, karena pada tanggal 11-19 Agustus ini, kita masih akan memasuki tahapan pendaftaran bakal calon. Sehingga, penundaan yang akan dilakukan itu mulai dari pengambilan nomor urut hingga pemungutan suara,” jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa untuk pendaftaran bakal calon kepalo Tiyuh, akan tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

    “Yang pasti, kebijakan ini kan masih sementara, karena kedepan akan kembali melihat situasi status zona serta PPKM dari perkembangan kasus Covid 19,” pungkasnya. (AKB)

  • Sikapi Inmendagri No.30 tahun 2021 Tentang PPKM level 4 Pemkab Tubaba Gelar Rapat Terpadu

    Sikapi Inmendagri No.30 tahun 2021 Tentang PPKM level 4 Pemkab Tubaba Gelar Rapat Terpadu

    Hariancakra.co.id (Tulangbawang Barat) – Menyikapi Inmendagri No 30 tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), mengadakan rapat yang berlangsung, Selasa (10/8) digedung Sesat Agung Bumigayo Ragemsai Mengei Wawai, Komplek Islamic Canter Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT).

    Kegiatan rapat yang dipimpin oleh Asisten I Bidang Penerintahan dan Kesra tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, M.Kes., Direktur RSUD, Ketua MUI, Pengurus Dewan Masjid Indonesia, Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Satgas Covid 19 Tubaba, Kabag Kesra Tubaba dan Kamenag Tubaba.

    Berdasarkan hasil rapat dalam menyikapi Inmendagri No 30 Tahun 202, antara lain yakni, pentingnya melakukan koordinasi antara instansi, lembaga, organisasi keagamaan untuk menyamakan persepsi dalam menekan perkembangan Covid 19, dengan berkonsultasi pada ahlinya.

    Selanjutnya, Pemkab meminta agar Forum Kerukunan Umat Beragama menyiapkan Tim kerohanian dan Tim pemulasaraan jenazah Covid 19 sesuai dengan agama yang dianut baik Islam, Hindu, Budha, dan ktisten yang di rekomendasikan secara tertulis oleh FKUB dengan berkoordinasi kepada Bagian Kesra dan selebihnya akan dipersiapkan untuk membantu penanganan pasien Covid 19 dirumah sakit daerah Tubaba.

    RSUD Tubaba diminta untuk memberikan surat keterangan penyebab kematian pada jenazah yang meninggal dirumah sakit dan akan dikebumikan atau sebelum jenazah dikembalikan ke pihak keluarga sebelum dikebumikan agar terhindar dari fitnah.

    Kemudian Pemerintah Daerah Tubaba juga menghimbau kepada masyarakat melalui instansi, lembaga, organisasi keagamaan, Dewan Masjid Indonesia, Kamenag dan semua pemangku kebijakan untuk bersama-sama bersinergi membantu masyarakat dan memberikan edukasi tentang pentingnya protokol Kesehatan kepada masyarakat sehingga kedepan lebih baik lagi. (AKB)

  • Riana Sari Arinal Berikan Bantuan untuk Komunitas Donor Darah Balam

    Riana Sari Arinal Berikan Bantuan untuk Komunitas Donor Darah Balam

    HarianCakra.Co.Id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK provinsi Lampung Riana Sari Arinal berikan bantuan untuk komunitas donor darah Bandar Lampung (Balam).

    Bantuan tersebut diterima langsung oleh
    Ketua Harian DDS Balam M. Arif Sanjaya mewakili pengurus DDS Bandar Lampung di gedung PKK provinsi Lampung.

    “Kita mendapatkan bantuan sebanyak 100 karung beras 5 kg,” kata M. Arif Sanjaya kepada HarianCakra.Co.Id tadi sore.

    Dengan adanya bantuan itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Lampung itu.

    “Saya mewakili komunitas donor darah Balam mengucapkan ribuan terima kasih atas kepedulian ibu Riana Sari Arinal kepada kami DDS bandar Lampung ,dan bantuan ini akan kita salurkan sesuai yang membutuhkannya,” katanya.

    Sementara itu, Riana Sari Arinal mengungkapkan bahwa bantuan otu merupakan bentuk kepedulian dari TP PKK Provinsi Lampung. Terlebih di kondisi yang saat ini masih pandemi covid-19. (rls/red)

  • Wabup Syafi’i Virtual Meeting Pembukaan Gelar Buah Nusantara

    Wabup Syafi’i Virtual Meeting Pembukaan Gelar Buah Nusantara

    Hariancakra.co.id (Tanggamus) – Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, mengikuti virtual meeting pembukaan Gelar Buah Nusantara ke-6, Senin (09/08/2021) dari ruang kerjanya.

    Turut mendampingi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Catur Agus Dewanto dan Kepala Dinas Kominfo Sabaruddin.

    Acara Gelar Buah Nusantara ke 6 ini dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan diikuti seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia serta stakeholder terkait.

    Presiden Jokowi dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi buah dimasa pandemi Covid 19 saat ini, terutama aneka buah nusantara.

    Apalagi menurut Presiden, saat ini tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Padahal salah satu kunci sehat dalam masa pandemi COVID-19 saat ini, adalah dengan mengkonsumsi buah dan sayur.

    “Kita punya banyak buah-buahan khas Indonesia yang mudah diperoleh, terjangkau harganya, mengandung banyak vitamin yang menyehatkan tubuh,” kata Presiden Jokowi.

    Usai pelaksanaan kegiatan, Wabup AM. Syafi’i menyatakan, kesiapannya untuk mengembangkan buah-buahan di Kabupaten Tanggamus, baik dari sisi produksi, kualitas maupun tingkat konsumsinya.

    “Tentu kita akan kembangkan lagi sektor hortikultura ini, dengan meningkatkan produktifitas dan kualitas buah-buahan yang ada di Kabupaten Tanggamus, termasuk tingkat konsumsinya di masyarakat. Kita tahu Tanggamus dikenal sebagai penghasil buah-buahan, seperti pisang, manggis, alpukat, pepaya dan durian. Bahkan manggis dan pisang mas sudah sampai ketingkat eksport,” katanya.

    Wabup Syafi’i berharap kedepan dengan produktifitas yang meningkat, kualitas yang baik, dan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi. Maka akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta semua sektor yang terlibat.

    “Ayo, kita tingkatkan konsumsi buah, agar badan kita semakin sehat. Karena buah banyak mengandung vitamin yang baik untuk tubuh. Terlebih dimasa pandemi ini, sehingga imun tubuh akan semakin meningkat,” ujarnya. (DSN)

  • Disdikbud Tubaba Mulai Terapkan Mapel Khusus Mulok

    Disdikbud Tubaba Mulai Terapkan Mapel Khusus Mulok

    Hariancakra.co.id (Tulangbawang Barat) – Mata pelajaran (Mapel) khusus Muatan Lokal (Mulok), yakni Pendidikan Karakter mulai diterapkan di di lingkup dunia Pendidikan Kabupaten Tulang bawang Barat (Tubaba).

    Mapel Pendidikan karakter Tubaba kini sudah mulai diaplikasikan guru dalam metode pembelajaran kepada siswa-siswi dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

    Dalam Mapel Pendidikan Karakter Tubaba terdapat empat poin pembelajaran, seperti pendidikan Nemen Nedes Nerimo (Nenemo), pendidikan Anti Korupsi, dan pendidikan Berlalu lintas, serta pendidikan Berkarakter.

    Kepala Seksi (Kasi) SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tubaba, Qhodi Putra Bujung kepada wartawan, Senin (9/8) mengatakan, Silabus atau susunan kerangka metode pembelajaran pendidikan yang berupa file sudah didistribusikan kepada guru melalui masing-masing satuan pengajar.

    “Silabus yang berbentuk file sudah kita bagikan kepada setiap guru, Silabus ini sebagai dasar bahan materi pemberian pelajaran kepada murid. Mereka sudah bisa membuat Rencana Perangkat Pembelajaran (RPP). Tinggal mengembangkannya, tergantung dengan kreativitas masing-masing,” terangnya.

    Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa sementara Silabus yang berbentuk cetak belum didistribusikan, karena metode pembelajaran yang dilaksanakan saat ini masih daring. Dan juga belum sepenuhnya selesai dicetak.

    “Insyaallah sore ini Silabus yang berbentuk cetak hari ini jadi,” jelasnya.

    Setelah Mulok tersebut berjalan lanjutnya, selama enam bulan, Disdikbud Tubaba akan melakukan evaluasi, mengenai efektivitas pembelajaran dan apa saja yang menjadi kendala saat menjalankan program pembelajaran tersebut. Untuk tingkat PAUD sampai TK, penerapan Pendidikan Karakter Tubaba lebih cenderung ke pola penanaman nilai karakter, bukan materi pembelajaran.

    “Metode penerapannya lebih ke penanaman nilai Karakter Tubaba, supaya mereka memiliki karakter orang Tubaba, seperti yang sering diutarakan pak Bupati Umar Ahmad, ciri orang Tubaba memiliki sifat Nemen (Pekerja Keras) Nedes (Sabar) Nerimo (Ikhlas). Dan Sederhana Setara dan Lestari (SSL),” ujarnya.

    Pemkab Tubaba melalui Disdikbud akan melakukan launching Mulok Pendidikan Karakter Tubaba, dengan mengundang seluruh kepala dinas pendidikan se-provinsi Lampung, dan juga turut dihadiri kepala dinas pendidikan Provinsi.

    “Untuk waktu launchingnya belum ditentukan, akan tetapi semua kepala dinas se- Provinsi Lampung telah menyatakan siap mengikuti acara launching tersebut, akan tetapi dikarenakan situasi Pandemi, kita belum bisa bergerak untuk melakukan kegiatan itu,” pungkasnya. (AKB)