Blog

  • Dinsos Lamsel Gulirkan Bansos Sembako Bagi Masyarakat Kurang Mampu

    Dinsos Lamsel Gulirkan Bansos Sembako Bagi Masyarakat Kurang Mampu

    Hariancakra.co.id (Lampung Selatan) — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Selatan mulai menggulirkan bantuan sosial (Bansos) program sembako bagi masyarakat tidak mampu. Dimana, bansos tersebut akan disalurkan sekaligus tiga bulan (Juli, Agustus dan September) sesuai dengan intruksi Menteri Sosial (Mensos) RI Risma.

    “Jadi, yang awalnya pencairan program sembako tiap bulan, kini ada perubahan langsung tiga bulan sekaligus dicairkan,” ujar Kepala Dinsos Lampung Selatan Dulkahar, yang mengaku tidak hafal jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) -nya, Selasa, 27 Juli 2021.

    Menurut Dulkahar, untuk bantuan sosial lainya dari program Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp.300 ribu/bulan pun masih terus bergulir melalui Kantor Pos.

    “Pencairan BST untuk Mei dan Juni, langsung dua bulan sudah mulai dilakukan beberapa hari ini. Insya Allah, dapat berjalan dengan lancar. Dimasa pandemi covid -19 ini awalnya waktu pencairan hanya diberikan waktu lima hari, kini diperpanjang sampai 12 hari. Ini dilakukan agar pencairan BST tidak terjadi kerumunan atau bisa terurai,” katanya.

    Lebih lanjut dia, menjelaskan untuk saat ini tengah dipersiapkan bantuan beras dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dimana, Kantor Pos dan Bulog sebagai transporternya. Pada program Bantuan Beras PPKM ini, Lampung Selatan mendapatkan 92 ribu KPM. Nantinya, Kantor Pos sebagai penyalur dan Bulog sebagai penyedia.

    “Setiap KPM nanti akan mendapatkan 10 Kg beras. Nah, untuk itu kami meminta kepada pihak Kantor Pos untuk menyalurkan sampai ke titik dusun. Ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Dulkahar, menyatakan dari program Dinsos Lampung Selatan sendiri kini tengah berproses untuk pencairan bantuan santunan kematian. Jika, selesai hari ini pencairanya diperuntukan 40 orang.

    “Kini , kami juga tengah diusulkan kembali 23 orang untuk bisa mendapatkan santunan kematian. Dimana, anggaran yang disiapkan Dinsos Lamsel diperuntukan 90 jiwa,” katanya.

    Selain itu, tambah Dulkahar, Dinsos Lampung Selatan juga akan mulai menggulirkan bantuan jaminan hidup bagi masyarakat yang isolasi mandiri  sebesar Rp. 10 ribu. Dimana, dalam satu KK maksimal untuk 4 orang. Untuk waktu isolasi mandiri 14 hari.

    “Memang ada kendala dalam pemberian bantuan jaminan hidup yakni ahli waris harus membuka rekening Bank Lampung bagi yang belum punya. Karena, Bank yang ditunjuk untuk menyalurkan adalah Bank Lampung. Tapi, harapan kami bantuan jaminan hidup ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya. (ANT)

  • Bupati Lamsel Evaluasi Indek Inovasi Daerah

    Bupati Lamsel Evaluasi Indek Inovasi Daerah

    Hariancakra.co.id (Lampung Selatan) — Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto melakukan evaluasi pengisian Indeks Inovasi Daerah (IID) disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan.

    Evaluasi itu dilakukan Nanang dalam rapat koordinasi (rakor) bulanan di Aula Sebuku, Rumah Dinas Bupati setempat, Rabu (28/07/2021). Dalam rakor itu, Nanang turut didampingi Wakil Bupati Pandu Kesuma Dewangsa dan Sekretaris Daerah Thamrin.

    Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pemkab Lampung Selatan, Mulyadin membacakan satu persatu tingkat keterisian 20 indikator inovasi daerah. Satu persatu OPD pun dilakukan evaluasi.

    Hingga tiba waktu evaluasi indikator inovasi bergilir pada Dinas Perikanan, Bupati Nanang meminta untuk diberhentikan. Suasana yang sedikit tegang berubah menjadi haru.

    Nanang meminta seluruh peserta mendoakan almarhum Kepala Dinas Perikanan Dr. Meizar Melanesia, M.Si yang berpulang di usia 53 tahun pada Selasa, 20 Juli lalu.

    “Nanti dulu, untuk Dinas Perikanan nanti dulu. Kita semua berdoa dulu untuk mendiang almarhum Kepala Dinas Perikanan, Pak Meizar yang telah mendahului kita,” tutur Nanang.

    Acara pun dihentikan sejenak. Kemudian, Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, A. Kholil memimpin doa yang dilakukan secara spontan tersebut. Nampak seluruh Kepala OPD dan ASN yang hadir khusuk mengikuti doa.

    Selain melakukan evaluasi terhadap progres keterisian IID pada masing-masing OPD, rakor bulanan itu juga kembali membahas perkembangan Covid-19 di Lampung Selatan.

    Sebagaimana diketahui, Kabupaten Lampung Selatan saat ini masuk kategori zona merah penyebaran Covid-19. Nanang pun meminta semua pihak, khususnya Satgas Covid-19 untuk lebih meningkatkan koordinasi dalam penanganan penyebaran Covid-19.

    “Semua kecamatan di Lampung Selatan masuk zona merah, kecuali Rajabasa. Camat beserta jajaran di wilayahnya bersama-sama Forkopimcam dan UPT untuk terus berkoordinasi mengambil langkah-langkah upaya pencegahan,” tegas Nanang.

    Sebagai upaya lanjutan penanganan Covid-19, Nanang juga meminta masing-masing dinas bertanggungjawab terhadap satu kecamatan. Dinas itu kata Nanang, nanti harus turun langsung untuk mengambil data dan berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan.

    “Satu Kepala Dinas bertanggungjawab di satu kecamatan untuk mengambil data. Jangan lewat WA (WhatsApp). Pak Camat jangan kasih data kalau Kepala Dinasnya tidak turun langsung. Kita bekerja ini harus berbasis data,” tukas Nanang.

    Selain menyoal masalah inovasi daerah dan perkembangan Covid-19, dalam rakor itu juga dibahas mengenai progres pendapatan daerah di Kabupaten Lampung Selatan. (ANT)

  • Umar Ahmad Pastikan Stok Oksigen dan Obat-obatan di RSUD Tubaba Aman

    Umar Ahmad Pastikan Stok Oksigen dan Obat-obatan di RSUD Tubaba Aman

    Hariancakra.co.id (Tulangbawang Barat) —Bupati H.Umar Ahmad, SP melakukan pengecekan langsung ketersediaan obat, tenaga kesehatan (Nakes), dan fasilitas pendukung pelayanan kesehatan (Faskes) di RSUD Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Rabu pagi (28/7).

    “Ketersediaan obat, oksigen aman di RSUD Tubaba,” terang Bupati Umar Ahmad didampingi Kadis Kesehatan Majril, M.Kes.

    Lebih lanjut dikatakan Kadis Kesehatan Majril, M.Kes bahwa, selain ketersediaan obat, pihaknya saat ini juga telah menjalin kerjasama dengan tiga depo oksigen antara lain, Kopkar Dwikarya, BW dan PT. Pusri sehingga menurutnya kondisi persediaan oksigen di Tubaba saat ini aman.

    “Pusri siap 110 tabung mensuplay RSUD Tubaba, dengan kapasitas per tabung 6 M3 atau 1200 liter,” jelasnya.

    Sementara itu, Direktur RSUD Tubaba, dr. Pramono Satrio Wibowo mengatakan, guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Tubaba, pihaknya telah menambah ruang isolasi pasien Covid-19 yang semula 26 ruang menjadi 35 ruang isolasi.

    “Saat ini RSUD Tubaba tidak lagi menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang kondisinya belum 100% sehingga suplay obat-obatan sesuai kebutuhan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan, dan kondisi ketersedian obat di RSUD sampai saat ini aman,” ungkapnya.

    Seluruh pelayanan medik di RSUD lanjut dr. Pramono saat ini, dikhususkan untuk pelayanan pasien Covid-19, akan tetapi untuk layanan kesehatan umum seperti pemeriksaan kesehatan dan laboratorium tetap diberikan.

    “Saat ini di RSUD Tubaba tidak melayani ke gawat daruratan, kalaupun ada itu sifatnya sementara, untuk kemudian kita rujuk,” pungkasnya. (AKB)

  • Patut Dicontoh, Suradiman Jadi Pertama dan Satu-Satunya Kepsek Penggerak di Kecamatan Buminabung

    Suradiman, Spd., Sd
    Kepsek SDN 01 Buminabung Baru

    HarianCakra.Co.Id – Salah satu Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Bumi Nabung Baru, Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah, Suradiman, Spd. Sd. menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) Penggerak.

    Bahkan hebatnya lagi, Ia adalah kepsek pertama dan satu-satunya kepsek penggerak di kecamatan tersebut.

    Tujuan Suradiman, Spd. Sd. menjadi Kepala Sekolah Penggerak untuk melakukan penggerakan sistem proses belajar mengajar selama pandemi Covid-19.

    “Tujuan saya mengikuti sekolah penggerak ini hanya ingin menunjukan bahwa SD yang ada di kecamatan bumi nabung bisa bangkit dan menjadikan sistem proses belajar mengajar yang lebih baik lagi selama pendemi ini”, ujar Suradiman kepada HarianCakra.Co.Id, Rabu (28/07/2021).

    Lanjut Suradiman, Spd. Sd. Proses belajar mengajar murni daring tersebut mulai di lakukan sejak tanggal 12 juli 2021.

    “Kami juga diminta keterangan dalam proses belajar mengajar secara daring dan telah kami lakukan dengan baik”, lanjutnya.

    Selain itu, kepala sekolah Dasar (SD) Negri 01 Bumi Nabung Baru, Suradiman, Spd, Sd adalah satu satunya kepala sekolah penggerak se-kecamatan bumi nabung.

    “kepala sekolah yang mengikuti sekolah penggerak khususnya kecamatan bumi nabung untuk saat ini belum ada, hanya saya saja yang mengikuti kegiatan tersebut”, katanya.

    Harapan Suradiman, bantuan yang akan diberikan pemerintah pusat kepada kepala sekolah penggerak terealisasikan secepatnya, agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik.

    “kalau bantuan yang di beri pemerintah kepada kepala sekolah penggerak bisa terealisasi, insyaallah proses belajar mengajar akan lebih baik lagi dari sebelumnya”, pungkasnya. (rmn/hjd/red)

  • Rakor Penanggulangan Covid 19 Bupati Tanggamus “Hajatan Dibubarkan Langsung Tanpa Kecuali”

    Rakor Penanggulangan Covid 19 Bupati Tanggamus “Hajatan Dibubarkan Langsung Tanpa Kecuali”

    Hariancakra.co.id (Tanggamus) — Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE, MM melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama jajarannya, dengan agenda “Pembahasan Penanggulangan dan Pencegahan dalam Mengatasi Pandemi Covid – 19″ secara virtual meeting, Selasa (27/07/2021).

    Rakor dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM Syafi’i, Sekdakab Tanggamus Hamid H Lubis, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, serta Camat se Kabupaten Tanggamus.

    Rakor dilakukan Bupati sebagai tindak lanjut dari Rapat Konsolidasi Penanganan Covid 19 Tingkat Provinsi Lampung bersama Gubernur Lampung, serta dengan meningkatnya kasus positif Covid 19 di Kabupaten Tanggamus.

    Bupati Hj. Dewi Handajani, SE, MM dalam pengarahannya, menegaskan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus agar benar-benar bekerja dalam mengatasi pandemi Covid 19 sampai ditingkat bawah.

    “Apapun bentuknya yang menimbulkan keramaian seperti hajatan, agar ditindaklanjuti dan dibubarkan langsung, tanpa terkecuali. Agar menjadi efek jera bagi mereka, agar yang lain tidak melakukan dan terus menerus melakukan hajatan. Segera berkordinasi dengan Uspika dan aparat terkait lainnya tanpa terkecuali.Bukan hanya laporan dan data data saja yang saya harapkan, tapi tindakan nyata dan gerakan langsung yang harus dilakukan,” katanya.

    Bupati Hj. Dewi Handajani, SE, MM
    mengungkapkan, bahwa saat ini Tanggamus telah berada dalam zona merah, sehingga harus segera diatasi, agar statusnya tidak menjadi zona yang tak kendali (zona hitam).

    “Untuk itu, meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus, agar mengatur kembali langkah- langkah dan komitmen terhadap upaya pemutusan mata rantai dalam penyebaran Covid 19 di Kabupaten Tanggamus,” ujarnya.

    Menurut Hj. Dewi Handajani, SE., MM. masih ada masyarakat yang kesadarannya belum ada, dengan mengabaikan atau tidak mematuhi protokol kesehatan, baik dalam memakai masker atau protokol kesehatan lainnya. Dalam hal ini Bupati memerintahkan seluruh jajarannya untuk terjun langsung ke lapangan.

    “Apabila masih ada masyarakat yang tidak memakai masker atau tidak menerapkan protokol kesehatan, lakukan penindakan, dengan cara langsung di suruh pulang atau di berikan sanksi tegas, agar menjadi efek jera bagi mereka,” katanya.

    Bupati juga meminta agar Posko Covid 19 kembali didirikan, sehingga kesadaran masyarakat secara mandiri untuk tertib mematuhi protokol kesehatan dapat meningkat. Menegaskan kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah, yang harus dilakukan yaitu; mendekati masyarakat secara persuasif, beri arahan dan bimbingan agar mereka bisa memahami dampak dan akibat dari Covid 19.

    “Seperti yang dapat mengundang kerumunan massa, dengan mengadakan hajatan yang masih sering terjadi dimana-mana dan belum diindahkan dalam kalangan masyarakat yang dapat menyebabkan penyebaran Covid 19 berskala besar. Ini yang harus menjadi perhatian besar bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mengatasi dan mencegahnya,” tegas Bupati.

    Kemudian kepada para Camat, Bupati juga meminta agar melakukan gerakan dan tindakan langsung kepada mayarakat di wilayahnya masing-masing, dengan bekerja sama dengan Uspika, Puskesmas, Satgas Covid Kecamatan, serta Aparatur Pekon.

    “Tentunya harapan saya dan kita semua, semoga Covid 19 ini segera berakhir, sehingga kehidupan kita kembali normal dan ekonomi kita segera membaik seperti sedia kala,” pungkasnya. (DSN)

  • Ke Panti Pijat Tuna Netra Flamboyant, Arinal Berikan Sembako

    Ke Panti Pijat Tuna Netra Flamboyant, Arinal Berikan Sembako

    Hariancakra.co.id (Bandar Lampung) — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi turun langsung memberikan bantuan sembako kepada masyarakat di Kota Bandar Lampung, Selasa (27/7)

    Langkah ini membuktikan Pemerintah hadir di tengah masyarakat di masa sulit Pandemi Covid-19.

    Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan terutama warga yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

    Bantuan diberikan Arinal di beberapa lokasi yakni kepada warga disabilitas di Panti Pijat Tuna Netra Flamboyant binaan Dinas Sosial Provinsi Lampung.

    Kemudian masyarakat di sekitar Kelurahan Kupang Teba dan Kelurahan Pengajaran. “Ini ada sedikit bantuan semoga bisa meringankan beban bapak ibu,” ujar Arinal saat di Panti Pijat Tuna Netra Flamboyant.

    Gubernur Arinal mengatakan, di situasi pandemi Covid-19 saat ini, Pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin berada di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.

    Ia meminta kepada warga panti pijat untuk terus disiplin protokol kesehatan dan menjalankan 5 M sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    “Semoga sehat selalu dan bila ada yang ingin pijat harus dipastikan pengunjungnya aman dari Covid-19 dan taat protokol kesehatan,” katanya.

    Sementara itu, pemilik panti pijat Hartati Umar menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

    Menurutnya, bantuan ini sangat dibutuhkan disaat pandemi dan pemberlakukan PPKM saat ini.

    “Terima kasih Bapak Gubernur atas bingkisan sembako yang diberikan, karena ini sangat bermanfaat sekali apalagi disaat suasana PPKM ini, kami merasakan kesulitan,” ujar Bu Tati sapaan akrabnya.

    Hal senada disampaikan terapis tuna netra Muhila (49) yang menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sangat membantu. “Ini sangat membantu terima kasih,” ujar Muhila.

    Muhila berharap agar pandemi ini segera cepat berakhir karena berdampak langsung pada panti pijat yang mengakibatkan sepi pengunjung.

    “Semoga keadaan ini cepat berakhir dan pulih seperti biasanya, karena pijat sepi akibat pandemi,” katanya. (ADN)

  • Penyebaran Virus Tak Terkendali, Metro Kembali Zona Merah!

    Penyebaran Virus Tak Terkendali, Metro Kembali Zona Merah!

    Hariancakra.co.id (Metro) — Setelah dua kali menyandang status zona merah, hari ini Kota Metro kembali berstatus zona merah Covid-19 yang ketiga dengan kategori penyebaran virus tidak terkendali.

    Gugus Tugas kota setempat kini menunggu intruksi Walikota Metro Wahdi guna menindaklanjuti hal tersebut.

    Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Metro, drg. Erla Andrianti mengaku telah melaporkan status tersebut kepada pemangku kebijakan di Bumi Sai Wawai.

    “Itu penilaian satu minggu sebelumnya oleh Satgas pusat. Jadi begitu saya tahu, saya melaporkan ke bapak Walikota Metro, pak Wakil Walikota Metro dan pak Sekda,” kata Erla saat dikonfirmasi, Selasa (27/7).

    Pihaknya kini menunggu arahan Walikota Metro Wahdi, yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Metro.

    “Kita menunggu langkah dan arahan dari bapak. Seyogyanya akan melihat kembali intruksi Walikota dan akan disesuaikan dengan zona merah yang disandang Metro,” ujarnya.

    Erla juga menyampaikan, intruksi Walikota Metro nomor 14/ INS/ LL-01/ 2021 yang telah dikeluarkan dimungkinkan akan berubah seiring dengan status zona merah Covid-19.

    “Intruksi Walikota Metro terbaru itu kan nomor 14, seyogyanya berubah. Tapi kita masih menunggu arahan pak Walikota,” tandasnya.

    Sementara dari tabel data yang beredar, wilayah risiko di Lampung berdasarkan penilaian Gugus Tugas pusat, skor penilaian data tanggal 28 Juni-25 Juli 2021.

    Dalam tabel tersebut, Metro masuk dalam tujuh wilayah di Lampung yang berstatus zona merah Covid-19. Kota Metro berada di posisi ke 3 penyebaran virus tidak terkendali.

    Diketahui, situasi zona per kabupaten Kota dapat berubah setiap Minggu sesuai penilaian gugus tugas berdasarkan 3 kriteria Epidemiologi, Surveilans dan pelayanan kesehatan. (Rls/Uno)

  • Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Tanggamus Bertambah 29 Pasien

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Tanggamus Bertambah 29 Pasien

    Hariancakra.co.id (Tanggamus) — Kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 Kabupaten Tanggamus bertambah 29 orang.

    Update kasus baru Covid-19 tersebut disebutkan dalam Pers Rilis Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus, Selasa (27/07/2021) melalui Juru Bicara Satgas Dr. Eka Priyanto.

    Menurut Dr. Eka, kasus baru konfirmasi Covid tersebut yakni nomor 1458 sampai 1486 pada data nomor pasien kasus terkonfirmasi Covid.

    Adapun riwayat pasien 1458, 1459,1460,1461,1462, 1463,1464,1465 kasus ini merupakan kasus baru yang ada di Kabupaten tanggamus.

    Kasus ini merupakan kasus bergejala, oleh keluarga dibawa berobat ke RS Panti Secanti Gisting untuk dilakukan pemeriksaan.

    Oleh tim RS. Panti Secanti dilakukan serangkaian pemeriksaan dengan hasil RDT-Antigen Reaktif kemudian dilanjutkan pemeriksaan RT-PCR.

    Sambil menunggu hasil RT-PCR karena gejala mengarah infeksi covid-19, pasien dilakukan perawatan di ruang isolasi RS. Panti Secanti.

    Hari ini hasil RT-PCR pasien menunjukkan pasien terkonfirmasi positif covid-19, pasien 1458,1464,1465 karena pasien masih bergejala sedang, maka pasien tetap dilakukan perawatan di RS tersebut untuk mendapatkan penanganan terstandar covid-19 yang berlaku di Indonesia.

    “Sedangkan pada pasien 1459,1460,1461,1462, 1463 (nakes RS.Panti Secanti) karena bergejala ringan pasien melakukan isolasi lanjutan di rumah. Dengan mengikuti ketentuan dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah di tentukan oleh satuan tugas Kabupaten Tanggamus,” kata Dr. Eka.

    Selanjutnya Dr. Eka menerangkan, untuk riwayat pasien nomor
    1466,1467,1468,1469,1470,1471,1472,1473,1474,1475,1476,1477,1478,1479. Pasien ini juga merupakan kasus baru yang ada di Kabupaten Tanggamus.

    Yakni kasus ini merupakan kasus bergejala, yang disertai penyakit penyerta, kasus ini oleh keluarga dibawa ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung, untuk dilakukan pemeriksaan.

    Oleh TIM RSUDBM dilakukan serangkaian pemeriksaan termasuk pemeriksaan RT-PCR, sambil menunggu hasil RT-PCR pasien dilakukan isolasi di RSUDBM untuk mendapatkan penangan secara medis.

    “Hari ini hasil RT-PCR pasien menunjukkan pasien terkonfirmasi positif covid-19, pasien 1267, 1268 karena pasien masih bergejala kepada pasien masih dilakukan isolasi lanjutan di RSUDBM untuk mendapatkan penangan lebih terkontrol,” ujarnya.

    Kemudian riwayat pasien 1480,1481,1482,1483,1484,1485,1486 merupakan kasus baru yang ada di Kabupaten Tanggamus, kasus ini merupakan hasil screening TIM UPTD Puskesmas yang ada di Kabupaten Tanggamus terhadap warganya yang bergejala.

    TIM UPTD Puskesmas Kota Agung menscreening warganya 1480,1481 dengan hasil RDT-Antigen Reaktif, TIM UPTD Puskesmas Sumberejo menscreening warganya 1482 dengan hasil RDT-Antigen Reaktif, dan TIM UPTD Puskesmas Talang Padang menscreening warganya 1483,1484,1485,1486 dengan hasil RDT-Antigen Reaktif.

    “Karena pada kasus ini pasien bergejala ringan pasien melakukan isolasi di rumah. Dengan mengikuti ketentuan dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah di tentukan oleh satuan tugas Kabupaten Tanggamus, ” terangnya.

    Atas kondisi tersebut, maka perkembangan Pemantauan Covid 19 Kabupaten Tanggamus sampai dengan hari ini, adalah SUSPEK 0, PROBABLE 0, KONFIRMASI 1486, SELESAI ISOLASI 1329, DIRAWAT 106 dan KEMATIAN KONFIRMASI 51.

    Adapun langkah langkah tindak lanjut yang akan dilakukan, yaitu dilakukan tracing kepada yang pernah kontak erat dengan pasien covid-19. Dilakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan pasien, melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.Yang sudah selesai isolasi tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menghindari penularan ulang dari lingkungannya.

    “Selanjutnya kembali kami mengingatkan masyarakat akan pentingnya protokol Kesehatan yaitu dengan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Ini semua dilakukan agar kita semua cepat keluar dan terbebas dari pandemi covid-19 ini,” pungkasnya. (DSN)

  • Atlet Asal Lampung Raih Medali di Olimpiade Tokyo 2020, KONI Akan Beri Penghargaan

    Atlet Asal Lampung Raih Medali di Olimpiade Tokyo 2020, KONI Akan Beri Penghargaan

    Hariancakra.co.id (Bandar Lampung) — Tim angkat besi atau Lifter kontingen Indonesia kelahiran Kota Metro Lampung, Eko Yuli berhasil menyumbang perak di Olimpiade Tokyo pada 24 Juli 2021 lalu.

    Eko saat pertandingan berlangsung mampu finis di posisi ke-2 kelas 61 kg putra dengan total angkatan 302 kg, dengan snatch 137 kg serta clean and jerk 165 kg.

    Melihat keberhasilan tersebut Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Yusuf Barusman mengatakan siapapun atlet yang telah mengharumkan bangsa Indonesia khususnya Lampung akan diberikan penghargaan sebagai bentuk tali asih.

    “Iya nanti pada saatnya akan ada penghargaan seperti atlet-atlet sebelumnya. Contohnya yang terakhir Citra Febrianti peraih perak olimpiade london. Kita kasih uang tali asih,” katanya, Selasa (27/7) malam.

    Tetapi untuk pemberian penghargaan tersebut pihaknya belum mengetahui kapan waktu dan besarannya bisa diberikan kepada yang bersangkutan.

    “Atlet yang sebelumnya kita kasih uang tali asih, tetapi untuk yang saat ini belum tahu kapan, waktu dan besarannya, belum kita bahas karena fokus kita masih di PON 2021,” tutupnya.

    Sementara, mewakili Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Sekertaris Dispora, mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung tentu bangga dari hasil yang didapat oleh atlet asal Lampung tersebut.

    “Tentu Bangga, syukur atas raihan Eko Yuli meraih medali perak di ajang paling bergengsi Olimpide Tokyo 2020,” kata dia.

    Ia berharap, apa yang telah didapat bisa menjadi suatu motivasi bagi atlet yang lain, dan juga bisa mempertahankan kesuksesan yang telah diraih.

    “Semoga dapat dipertahankan dan ditingkatkan serta menjadi motivasi bagi atlet yang lain,” harapnya.

    Selain itu, untuk ucapan serta pemberian penghargaan, ia mengaku masih menunggu keputusan dari pimpinan atau pemerintah daerah.

    “Terkait ucapan khusus atau penghargaan khusus, tunggu dari pimpinan,” tutupnya. (DKS)

  • Kepsek SDN 1 Buminabung Utara Terapkan Piket Guru Pantau Belajar Daring Siswa

    Kepsek SDN 1 Buminabung Utara Terapkan Piket Guru Pantau Belajar Daring Siswa

    HarianCakra.Co.Id – Upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 1 Buminabung Utara, Kecamatan Buminabung, Lampung Tengah (Lamteng) Sujinah.

    Meski sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring, bukan alasan kegiatan belajar terhenti.

    Nah, untuk itu, agar KBM sistem daring ini dapat terlaksana dengan baik, Kepsek tersebut nerapkan sistem guru piket guna mengecek KBM Daring dari siswa di sekolah ini.

    “kegiatan belajar tetap harus di laksanakan demi anak-anak didik kita. Materi pelajaran anak harus berjalan. Untuk itu, Senin sampai Sabtu tetap ada dewan guru sekalipun ketentuanya sistim roling/ piket, guna memantau KBM siswa. Karena daring dimulai dari tgl 12 sampai dengan batas waktu yang tak pasti,” terang Sujinah, Kepsek SDN 1 Buminabung Utara kepada HarianCakra.Co.Id tadi pagi di ruang kerjanya.

    Diterangkannya juga, kegiatan belajar mengajar di SD N 1 Buminabung Utara tetap berjalan lancar, sekalipun belajar dari rumah mengunakan HP di saat pandemi ini dan semuanya tertata dengan baik.

    ” di kantor tetap terbuka karena setiap hari senin dan kamis pengumpulan materi pelajaran siswa, yang dibawa salah salah satu perwakilan siswa/ murid,” pungkasnya. (hjd/red)