Kategori: PENDIDIKAN

  • Tidak Boleh Masuk Kelas Sebelum Cek Suhu Tubuh

    Tidak Boleh Masuk Kelas Sebelum Cek Suhu Tubuh

    HarianCakra.Co.Id – Dimasa pandemi Covid-19, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) lebih diperketat agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) demi menjaga kesehatan, keamanan dan kenyamanan.

    Adapun KBM di Sekolah Menengah Atas Negeri 01 Bumi Nabung (SMANSA Buna), Kecamatan Buminabung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), tak lagi diperbolehkan masuk jika tidak mengecek suhu badan terlebih dahulu.

    “Setiap siswa-siswa tiba di gerbang sekolah, 90 persen bapak dan ibu guru selalu melakukan pengecekan suhu badan dan penyemprotan hand sanitizer terhadap siswa-siswa yang ingin masuk kelas belajar,” ujar siswa SMASA tersebut Yuli Darmawati saat dimintai keterangan HarianCakra.Co.Id (Grup Cakra Lampung) Selasa (14/09/2021).

    Walaupun harus menerapkan prokes. Tidak membuat para siswa tersebut harus mengurangi rasa semangat dalam KBM.

    “Kami senang bisa masuk sekolah walaupun harus menerapkan prokes apalagi kalau di perketat. Soalnya kami merasa bosan, stres dan kurang semangat dengan adanya daring,” katanya.

    Tak hanya itu perasaan senang, gembira, bahagia telah terlihat kembali dibenak para siswa. dengan pemandangan lingkungan sekolah.

    “Alhamdulillah dengan di mulai nya pembelajaran di sekolah, kami merasa semangat belajar kembali, bahkan senang bisa melihat lagi pemandangan dilingkungan sekolah. khususnya guru dan kawan-kawan, sekarang bosan, stres kini berubah kembali menjadi kebahagiaan,” imbuh Alevia asnawati siswa lainnya.

    Kebahagiaan yang dirasakan mereka, kini terlihat ketika kerja bakti.

    “Bahkan dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah kami menikmatinya dan merasa tidak lelah, karena sudah terkalahkan dengan rasa senang yang luar biasa,” pungkasnya. (arn/rmn/red).

  • Karya Seni Anyaman Mega Bawa Nama Harum Bandar Mataram

    Karya Seni Anyaman Mega Bawa Nama Harum Bandar Mataram

    HarianCakra.Co.Id – Mega Safa Azahra, Siswa Sekolah Dasar Negeri 02 (SDN-02) Mataram Jaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) telah mengharumkan nama Sekolah dan Daerahnya. Melalui hasil Karya Seni Kriya Anyam.

    Bahkan karyanya sudah menorehkan prestasi, dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten.

    Kepala Sekolah (Kepsek) Ansori, S.Pd. menjelaskan kepada HarianCakra.Co.Id (Grup Media Cetak, TV Striming Cakra Lampung) bahwa saat siswanya ikut lomba Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FL2N), dia telah mendapatkan juara 1 di kabupaten dan juara 2 tingkat provinsi.

    Dengan adanya prestasi yang di dapatkan siswa itu, selain ia telah mengharumkan nama sekolah juga telah membuat kepsek beserta para dewan guru terharu dengan hal tersebut.

    “Saya dan dewan guru bangga dan terharu, gak nyangka kalau siswa kami bisa menjuarai sampai ke provinsi,” katanya. Sabtu (11/09/2021).

    Selain itu, kepsek juga memberi motivasi kepada siswa yang lain. agar bisa bersemangat dalam berkarya.

    “Itu yang saya bilang kepada siswa yang lain, jangan pernah patah semangat, jika gagal bangkitlah, harus terus berkarya terus untuk kedepan, bahkan jangan pernah berkecil hati, karna kesempatan di waktu lain masih panjang,” pungkasnya. (rmn/hjd/red).

  • Ada Sekolah “Cantik” di Bandar Mataram

    Ada Sekolah “Cantik” di Bandar Mataram

    SEKOLAH CANTIK. Begitu saya menyebutnya. Bukan tanpa alasan julukan ini saya beri. Sekolah tersebut cukup indah dan nyaman.

    Sekolah itu adalah Sekolah Dasar Negeri 01 (SDN-01) Sriwijaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung.

    Letaknya hampir diujung timur di Kabupaten Lampung Tengah. Sangat jauh dari hiruk pikuk kegelamoran ibu kota. Jaraknya sekitar 94,7 KM dari Ibu Kota Lamteng Gunung Sugih.

    Atau sekitar 2 jam dalam perjalanan menggunakan kendaraan mobil. Bisa lebih cepat mengendarai sepeda motor. Terbentur kondisi jalan yang lumayan rusak di jalan poros (jalan provinsi -red). Jalan ini banyak yang rusak. Lubangnya cukup dalam. Harus ekstra hati-hati dalam berkendara. Jika tidak, bisa celaka.

    Tiba di sekolah ini, mata kami langsung dimanjakan warna sekolah yang berwarna warni. Mulai dari pagar, dinding hingga ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) yang disulap “cantik” bak pelangi.

    Selain itu, sekolah ini sangat bersih dan rapi. Mulai penataan halaman hingga ruang KBM. Depan kelas, ada bunga yang terawat dengan baik. Sudah dibentuk. Ada bulat, dan ada juga yang lonjong. Bahkan ada ruang santai bagi siswa. Taman kecil.

    Kepala Sekolah Taty Khasanah

    “Biar pelajar dan gurunya nyaman mas. Kita memang mendidik jiwa disiplin dan menjaga kebersihan,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) Taty Khasanah, S.Spd.,Sd saat memberikan keterangan kepada HarianCakra.Co.Id (Grup media cetak Cakra Lampung), Rabu (08/09/2021).

    Menurutnya, mereka terus berbenah dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

    Salah satunya mengunakan dana BOS dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Agar dana itu tidak sia -sia dalam peruntukannya.

    Anggaran dana tersebut yakni di tahap 2 tahun 2021 digunakan untuk perawatan SD tersebut.

    “Kalau anggaran dana itu cukuplah untuk kami melakukan perawatan SD ini dan untuk menggaji guru honorer,” ujar Kepsek berhijab dan cantik ini.

    Selain itu, adapun bentuk-bentuk fisik tersebut salah satunya yang akan digunakan untuk menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). (asht)

  • Puskesmas Menggala Akan Buru Vaksinasi Sampai ke Sekolahan

    Puskesmas Menggala Akan Buru Vaksinasi Sampai ke Sekolahan

    Hariancakra.co.id (Tulang Bawang) – Puskesmas Menggala, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) mengsukseskan 25 Program Bergerak Melayani Warga (BMW) dalam rangka peningkatan imunitas tubuh di kalangan para siswa dan siswi sekaligus untuk mencegah dan mengurangi penularan Covid-19.

    Puskesmas Menggala Tuba, dijadwalkan awal Oktober 2021 mendatang akan melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Kecamatan Menggala, dalam rangka memberikan vaksinasi kepada siswa-siswi yang ada di Menggala.

    Seperti disampaikan Kepala Puskesmas (Kapuskes) Menggala Desma dalam kunjungan Bupati mengatakan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke sekolah yang ada di Menggala untuk melakukan vaksinasi kepada siswa dan siswi.

    “Kami akan segera melakukan kunjungan ke sekolah yang ada di Kecamatan Menggala, untuk melakukan kegiatan vaksinasi bagi para siswa dan siswi,” papar Kapuskes Desma saat ditemui awak media.

     

    Kemudian, untuk siswa dan siswi yang akan divaksinasi minimal berumur 12 Tahun keatas yang sudah bisa diberikan vaksinasi, persyaratan untuk vaksinasi para siswa-siswi harus membawa Kartu Keluarga (KK).

    “Para siswa-siswi harus menunjukan persyaratan dengan membawa KK agar bisa dilihat Nomor Induk Keluarga masing-masing,” jelasnya.

    Desma juga menyampaikan bahwa untuk masyarakat yang sudah divaksin tahap pertama di Puskesmas Menggala baru 85 persen dan vaksin ke dua 66,8 persen. (RDS)

  • Heboh, Kelewat Senang KBM Luring, Siswa Tak Mau Pulang dari Sekolah

    Heboh, Kelewat Senang KBM Luring, Siswa Tak Mau Pulang dari Sekolah

    HarianCakra.Co.Id – Disaat Pandemi Covid-19 yang tak kunjung membaik, telah membuat Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dibagikan menjadi dua bagian (Sip), dengan memakai sistem Luring (Tatap Muka), juga Daring (Online).

    Walaupun begitu, para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Bintang Nusantara (SMK-BINTARA), Kecamatan Rumbia 03 (Rb-03), Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), lebih gembira dengan adanya sistem KBM tatap muka.

    “karena sistem pembelajarannya juga sebagian luring dan daring. Dimana
    sip yang pertama dimulai dari jam 07.30 WIB sampai 09.30 WIB. Kemudian untuk bagian sip kedua di lanjutkan daring di rumah. Kalau sip yang kedua dari jam 10 sampai pukul 12, untuk sip pertama juga tetap ikut pembelajaran tetapi daring juga, jadi waktunya seharinya pul dalam pembelajaran tersebut,” ujar Kepala Sekolah (Kepsek) Sri Ningsih, S.Pd.,M.Pd., saat memberikan keterangan kepada HarianCakra.Co.Id. (Grup Media Cetak Cakra Lampung), Sabtu (11/09/2021).

    Reaksi para siswa yang antusias itu, membuat hatinya senang saat mendengarkan pemberitahuan tentang KBM tatap muka.

    “Disaat dewan guru memberikan informasi kepada siswa bahwa bisa tatap muka, itu siswa-siswa sangat senang sekali, terutama orang tuanya,” katanya

    Respon siswa saat hari pertama sangatlah gembira, bahkan hampir seluruhnya bersekolah.

    “begitu pertama kali tatap muka disambut dengan gembira sekali, dan Alhamdulillah 90 persen berangkat semua baik siswanya maupun gurunya,” lanjutnya.

    Karena sudah lama tak kunjung bertemu dengan para dewan guru yang mereka cintai membuat mereka merindukan sosok guru.

    “Siswa-siswa sangat merindukan sosok seorang guru, karena setiap daring walaupun ketemu tapikan hanya lewat zoom meeting dan lain sebagainya. Bahkan rasa senangnya siswa dengan KBM tatap muka ini, pada saat waktunya pulang itu susah. Padahal sudah di urak-urak (dipaksa) guru untuk pulang, jawaban siswa pada guru nantilah buk pak, akhirnya bapak security yang turun tangan menyuruh pulang siswa,” imbuhnya.

    Tak hanya para siswa saja yang gembira, bahkan guru pun ikut senang dengan adanya KBM luring.

    “Begitu juga dengan guru ini, mereka sangat senang mengajar dan sudah berjalan 2 minggu setengah dalam KBM tatap muka,” pungkasnya. (arn/rmn/red)

  • Terapkan Prokes, Bagi KBM Dua Sip

    Terapkan Prokes, Bagi KBM Dua Sip

    HarianCakra.Co.Id – Guna menerapkan protokol kesehatan (Prokes) covid-19, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sekolah Dasar Negeri 02 Tanjung Harapan (SDN-02), Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), membagi KBM menjadi dua sip.

    Menurut Nikmatus Saida, Spd., selaku dewan guru SD tersebut menjelaskan kepada HarianCakra.Co.Id (Grup media cetak Cakra Lampung), bahwa mereka mendapatkan pengalaman baru disaat pandemi ini, apalagi sistem KBMnya harus mematuhi prokes.

    Disisi lain, pengalaman baru dalam proses KBM yang hanya terbatas, justru membuat para dewan guru selalu memperhatikan kesehatan para siswa.

    “siswa telah aktif secara Luring (tatap muka). Kini yang terjadi adalah dimana perlokal telah dibagi menjadi 2 Sip (bagian),” terang dia

    Membuat Sip tersebut, kata Nikmatus Saida, bertujuan agar tidak melanggar (prokes). “Kami bertujuan baik makanya kami buat perkelas menjadi 2 sip, agar siswa kami dan juga kami para guru terjauh dari hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya, Jumat (10/09/2021).

    Adapun perbedaan sip 1 dan sip 2 yaitu dimana hanya ada pembagian waktu dalam setengah hari saja.

    “Itu kan 2 sip, yang sip pertama itu masuk jam 07:00 pulang jam 09:00 kalau untuk sip kedua itu masuknya jam 09:00 pulangnya jam 11:00, jadi sekolah siswa terbatas sekarang,” katanya.

    Berlangsungnya proses KBM di SD tersebut, tak ada kesulitan sedikitpun bagi para guru.

    “Kalau sampai detik ini belum ada kendala yang pernah di alami, jadi ya semoga kedepan juga tidak ada kendalanya,” lanjutnya.

    Selain itu Yunsi’u Nasy’ah, S.Si juga selaku guru SD tersebut menambahkan, bahwa sebenarnya lebih baik luring dengan mentaati prokes daripada harus daring.

    “Kalau untuk protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer itu sama tempat cuci tangan kami sudah sediakan, semua, bahkan bangku pun sudah kami susun untuk satu meja hanya satu anak saja, karena kami tidak mau melanggar prokes,” imbuhnya.

    Didalam proses KBM, para dewan guru pun lebih memilih memakai sistem pembelajaran secara luring dibandingkan daring.

    “Karena kalau luring atau tatap muka ini lebih nyaman, ya terutama untuk siswa, karena mereka bisa banyak faham tentang materi yang di berikan para guru, dari pada harus daring atau belajar online, karena kendalanya kalau daring juga bnyak kendalanya, terutamanya untuk signal yang tidak mendukung,” pungkasnya. (rmn/hjd/red)

  • Karya Seni Eleonora Torehkan Prestasi Gemilang di Dunia Pendidikan

    Karya Seni Eleonora Torehkan Prestasi Gemilang di Dunia Pendidikan

    HarianCakra.Co.Id – Eleonora Pinkan Lovia Volandy memiliki bakat karya seni yang luar biasa, khususnya di seni menggambar. 
     
    Bahkan karyanya sudah menorehkan prestasi, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. 
     
    Siswi dari sekolah, Sekolah Dasar Negeri 01 Setia Bakti (SDN-01), Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), baru-baru ini kembali mengharumkan nama sekolah dan daerahnya.
     
    Kepala Sekolah (Kepsek) SDN-01 Linar Widi Hartono, Spd., menjelaskan kepada HarianCakra.Co.Id (Grup media cetak Cakra Lampung), bahwa siswa SD ini mempunyai bermacam-macam prestasi.
     
    “Kalau yang berpretasi itu mendapatkan juara 7 mewakili Provinsi Lampung. Itu prestasi seni gambar,” ujarnya saat di kantor, Jumat (10/09/2021).
     
    Pemilihan perwakilan dari SD tersebut tidak semata-mata di tunjuk, namun bakat yang menonjol membuat kepsek untuk mensupport dan mendorong anak didiknya untuk berkarya.
     
    “Kalau setiap lomba itu kami tidak nunjuk siapa yang harus ikut, tetapi kami memang sudah lihat dari kelas 1 sampai ke kelas 6 saat ini dia sudah  mempunyai bakat, maka saya dan dewan guru sudah bersepakat untuk terus mensupport dan mendorong untuk terus berkarya, selain itu juga supaya karya mereka bisa dilihat dan dinilai bagus di mata orang lain,” imbuhnya.
     
    Disisi lain, adapun prestasi yang didapatkan siswa SD tersebut yakni mulai dari Olahraga, Seni, Pencak silat, Catur dan Pramuka.
     
    “kalau untuk prestasi lainnya itu seperti bola volly, tenis meja, pencak silat, catur, dan lain sebagainya. Cuma kalau pramuka kami belum menguasai juara. Tapi kalau prestasi yang lain itu masih bisa di bilang antar sekolah, kecamatan dan antar kabupaten saja, karena masih bisa dibilang seleksi, tapi semoga kedepan masih ada yang bisa ikut ke kejuaraan tingkat nasional lagi,” pungkasnya. (rmn/hjd/red)
  • Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Kepsek Taty Gunakan Dana BOS dengan Efektif

    Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Kepsek Taty Gunakan Dana BOS dengan Efektif

    HarianCakra.Co.Id – Sekolah Dasar Negeri 01 (SDN-01) Sriwijaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, terus berbenah dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

    Salah satunya mengunakan dana BOS dengan sebaik dan semaksimal mungkin. Agar dana itu tidak sia -sia dalam peruntukannya.

    Anggaran dana tersebut yakni di tahap 2 tahun 2021 digunakan untuk perawatan SD tersebut.

    “Kalau anggaran dana itu cukuplah untuk kami melakukan perawatan SD ini dan untuk menggaji guru honorer,” ujar Kepsek Taty Khasanah, S.Spd.,Sd saat memberikan keterangan kepada HarianCakra.Co.Id (Grup media cetak Cakra Lampung), Rabu (08/09/2021).

    Lanjut Taty -sapaan akrab Taty Khasanah -untuk perawatan yang dilakukannya yaitu seperti kebersihan halaman, tata ruang, dan pengecatan gedung.

    Selain itu, adapun bentuk-bentuk fisik tersebut salah satunya yang akan digunakan untuk menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

    “Kalau masalah untuk bentuk fisiknya itu seperti bangku, meja, pagar, server dan peralatan-peralatan lain untuk menghadapi ANBK ini,” imbuhnya.

    Disisi lain, penataan ruang yang disiapkan tujuan untuk kenyamanan para dewan guru.

    “Kalau untuk penataan ruang itu kami sudah ada yaitu dapur itu khusus untuk di ruangan kantor supaya guru yang mengajar di sekolah ini bisa merasakan kenyamanan ada juga ruang gudang pengepakan barang, untuk peralatan olahraga,” pungkasnya. (rmn/hjd/red)

  • SDN-03 Reno Basuki Rumbia Terapkan Dua Sip untuk KBM

    SDN-03 Reno Basuki Rumbia Terapkan Dua Sip untuk KBM

    HarianCakra.Co.Id. – Guru Sekolah (Dasar SDN 03) Reno Basuki, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) gunakan Protokol Kesehatan (prokes) saat sistem Kegiatan Belajar Bengajar (KBM) berlangsung.

    Adapun peralatan yang digunakan saat mematuhi prokes tersebut yakni dengan menggunakan Masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan (3M).

    “Kalau KBM anak didik di sekolah kami memang harus mentaati prokes dengan mengunakan 3M. agar anak anak didik saya bisa melaksanakan aktipitas belajar tatap muka berjalan dengan baik dan lancar,” ujar guru SDN 03 Hidayati, S.Pd. saat memberikan keterangan kepada HarianCakra.Co.Id (Koran Cetak Cakra Lampung). Rabu (08/09/2021).

    Selain itu, siswa SD tersebut per-lokal dibagi menjadi dua sip yakni sip Daring (tatap muka) dan sip Luring (belajar online).

    “Sistem KBM anak-anak didik saya di bagi dua bagian tidak semua murit beraktipitas masuk sekolah,” imbuhnya

    Di sisi lain dewan guru tersebut mengharapkan supaya proses belajar mengajar bisa segera normal kembali.

    “Kami para guru sebenarnya hanya mengharapkan agar anak didik bisa kembali beraktivitas di sekolahan ini seperti biasanya karena sangat disayangkan jika harus dibagi menjadi dua sip,” pungkasnya. (rmn/hjd/red).

  • Banyak Pensiun, SDN-03 Bumi Setia Seputih Mataram Kekurangan Guru

    Banyak Pensiun, SDN-03 Bumi Setia Seputih Mataram Kekurangan Guru

    HarianCakra.Co.Id – Sekolah Dasar Negeri 03 (SDN 03) Bumi Setia, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), mengalami kurangnya tenaga kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan juga Honorer.

    Dari 18 guru PNS dan juga honorer kini hanya tersisa 6 guru saja.

    Dengan jumlah yang tidak memadai, para dewan guru SD tersebut saat ini mengalami kesulitan saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diberikan kepada ada anak didiknya.

    Saat memberikan keterangan kepada HarianCakra.Co.Id (Grub Koran Cetak Cakra Lampung). Sri Umati, S.Pd., selaku dewan guru SD tersebut menjelaskan, bahwa penyebab kesulitan itu dikarnakan 12 guru telah pensiun maka saat ini hanya 6 guru saja., Rabu (08/09/2021).

    Di sisi lain, para guru saat ini diharuskan menguasai mata pelajaran yang akan diberikan kepada anak didik mereka.

    “Dari 6 guru ini, harus menguasai mata pelajaran yang akan diberikan kepada anak murid kami. bahkan guru penjas dan guru agama juga terlibat dalam proses pembelajaran ini, karena satu lokal itu hanya ada satu guru saja. ya bisa dibilang wali kelasnya saja yang memberikan materi pembelajaran itu,” ujarnya.

    Lanjut Sri Umati, S.Pd., Kalau untuk tambahan guru sampai saat ini belum ada, akan tetapi kalau tidak ada penambahan guru kami nggak tahu harus bagaimana lagi.

    Selain itu, guru SD tersebut mengharapkan agar ada penambahan supaya proses belajar mengajar tak lagi mengalami kesulitan.

    “Sebenarnya harus ada penambahan guru walaupun tidak harus guru honor sekarang kan ada P3K atau guru PNS, supaya bisa memenuhi kebutuhan guru di sekolah ini,” pungkasnya (rmn/hjd/red).