Kategori: PENDIDIKAN

  • SDN-01 Putra Rumbia Perketat Siswa/i Terapkan Prokes saat KBM

    SDN-01 Putra Rumbia Perketat Siswa/i Terapkan Prokes saat KBM

    HarianCakra.Co.Id – Meski KBM (kegiatan belajar mengajar) sudah berlangsung secara tatap muka (luring), namun sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

    Seperti juga di sekolah dasar negeri 01 (SDN-01) Merangi Jaya, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah yang menerapkan prokes ketat kepada siswa/i dan dewan guru.

    “wajib hukumnya menerapkan prokes saat KBM. Baik dewan guru maupun siswa/i harus ikuti aturan itu,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) Haris, S.Pd, tadi pagi kepada HarianCakra.Co.Id (Selasa, 21/2021).

    Kepsek Haris, S.Pd

    Menurutnya penerapan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker) diterapkan di sekolah. “diruangan juga tetap memakai masker,” tambahnya.

    Haris menjelaskan, untuk anak anak didik di sekolahnya di bagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok 1 dan kelompok 2.

    “kelompok 1 di mulai dari jam 7.30 WIB sampai dengan jam 9.30 WIB. Dan untuk yang kelompok dua tetap daring di rumah dan pada waktu jadwal 9.30 WIB mereka untuk belajar di sekolah. Kemudian pukul 11.30 WIB anak didik selesai mengerjakan materi pelajaran,” jelas Haris.

    ” kami para guru menginginkan anak anak didik kami tetap semangat dan giat belajar,” pungkasnya. (arm/hjd)

  • Guru dan Murid Harus Jadi Prioritas Vaksinasi

    HarianCakra.Co.id – Hingga saat ini capaian vaksinasi Covid-19 untuk siswa-siswi yang sedang bersekolah masih terbilang rendah atau dibawah target.

    Karena itu guru dan murid sudah seharusnya jadi prioritas dalam vaksinasi ini.

    Salah satu contoh sekolah yang rendah akan vaksinasi, namun sudah mengelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yakni SMA Negeri 9 Bandarlampung, yang dimana angka capaian vaksinasi Covid-19 untuk siswa-siswi masih di angka 10 persen.

    Data ini disampaikan Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum, SMAN 9 Bandarlampung, Vira Murti Adhi, belum lama ini.

    Minimnya target vaksinasi juga dipengaruhi oleh stok vaksin. Selain itu juga masih banyaknya orang tua siswa yang belum menyetujui anak-anaknya untuk divaksinasi, dengan berbagai macam alasan.

    Menanggapi hal ini, Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo mengatakan, bahwa para guru dan pelajar harus divaksin dan menjadi prioritas untuk divaksinasi karena mereka rentan tertular apalagi menularkan virus ketika PTM terbatas digelar.

    “Mereka mesti diprioritaskan untuk vaksinasi. Tetapi tetap PTM terbatas boleh digelar meskipun siswa siswi belum 100 persen divaksinasi,” kata Deni, Senin (20/9).

    Ia mengaku selama PTM yang telah dilaksanakan pada13 September 2021, pihaknya belum pernah mendengar bahwasanya ada pelajar atau tenaga guru yang terpapar Covid-19 akibat melaksanakan PTM terbatas di tingkat SMA dan SMK.

    “Dan alhamdulillah sepekan ini kita belum pernah dengar ada sekolahan yang terpapar Covid-19 akibat PTM, tapi tetap jangan sampai situasi ini membuat kita menjadi lengah dengan mengabaikan kesehatan,” ujarnya.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung sampai dengan 19 September 2021 pukul 23.58 WIB total sasaran vaksinasi remaja sebanyak 880.203 orang dengan pencapaian vaksinasi dosis pertama yakni 1.2 persen atau sekitar 10.588 orang.

    Sedangkan, pelaksanaan vaksinasi remaja dosis kedua hanya mencapai 0.69 persen jika diakumulasikan sekitar 6.082 orang yang telah divaksinasi. (asn/ash)

  • Tiga Sekolah di Bandar Mataram dapat Pembinaan Akademik dan Manajerial

    Tiga Sekolah di Bandar Mataram dapat Pembinaan Akademik dan Manajerial

    HarianCakra.Co.Id – Tiga sekolah dasar negeri (SDN) di Sriwijaya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah mendapatkan pembinaan akademik dan majerial.

    Hal itu diungkapkan oleh K3S Bandar Mataram Taty Khasanah, S.Pd., SD., kepada HarianCakra.Co.Id (grup media cetak dan TV Streaming) tadi sore.

    “Ada tiga sekolah di Sriwijaya yang dapat pembinaan itu,” ungkapnya.

    Tiga SD itu, sambung Taty -sapaan Taty Khasanah, adalah SDN 1 Sriwijaya, SDN 2 Sriwijaya dan SDN 3 Sriwijaya.

    “Tiga sekolah ini dapat monitoring dari pengawas untuk kepala sekolah dan guru dalam pembinaan akademik dan manajerial,” terang wanita berhijab itu.

    Tujuannya, untuk meningkatkan pembinaan akademik dan manajerial bagi kepala sekolah dan dewan guru sehingga bisa meningkatkan mutu dan kwalitas para guru pendidik.

    “Acara ini dihadiri Bpk. Yusuf S.Pd ( korwil ) dan Bpk. I. Made Sudharta,S.Pd, M.Pd dan Bpk. Tukirna ,S.Pd selaku ( pengawas ),” tambahnya.

    ” alhamdulilah semua berjalan dengan baik sesuai apa yang diharapkan,” pungkasnya. (hjd/ash)

  • Cakra Lampung Berikan Paket Sembako kepada Honorer UPTD Pendidikan

    Cakra Lampung Berikan Paket Sembako kepada Honorer UPTD Pendidikan

    HarianCakra.Co.Id – Media Cakra Lampung Grup (media cetak, online dan TV Streaming) kembali memberikan sumbangsihnya di dunia pendidikan.

    Setelah sebelumnya memberikan paket pendidikan kepada siswa kurang mampu (finansial), kali ini Media Cakra Lampung memberikan paket sembako kepada Yudi, honorer di staf UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan Seputih Raman tadi pagi.

    Pemberian paket sembako ini merupakan program kepedulian dari media ini di dunia pendidikan. Yudi adalah honorer yang sudah mengabdi selama 17 tahun.

    “Saya sudah bekerja di UPTD ini selama 17 tahun selama itu saya bekerja mulai dari tukang bersih UPTD sampai di angkat jadi honorer di bagian Staf K3S tidak diangkat menjadi PNS karena kondisi umur yang sudah tidak muda lagi,” ujar Staf K3S, Yudi (57) tadi pagi saat dimintai keterangan HarianCakra.Co.Id (Group Media Cetak dan TV Cakra Lampung), Senin (20/09/2021)

    Selama masa pengabdiannya dalam waktu yang terhitung lama. Ia juga bercerita tentang bagaimana sejarah perjalanannya mulai dari pengurus UPTD sampai honorer.

    “Semenjak saya disini yang bantu-bantu bersih halaman semuanya itu saya, waktu sebelum saya disini ini UPTD tidak keurus. Rumput sudah tinggi-tinggi tidak ada yang motong, bahkan daun juga banyak yang berserakan, apalagi waktu dulu saya lagi kena musibah kecelakaan sampe tulang paha kaki saya sampe copot dengan kondisi berbaring selama 2 tahun, di waktu yang panjang itu UPTD ini kembali seperti dulu, tapi Alhamdulillah sekarang saya sembuh dan sudah kembali bekerja lagi,” katanya bercerita tentang kisahnya saat ia bekerja di UPTD.

    Diakuinya bahwa meski kakinya posisi sekarang panjang sebelah, dia tetap bersyukur sudah di angkat menjadi honorer bagian Staf K3S walaupun tidak bisa lagi diangkat jadi PNS.

    Disisi lain ia juga mendapatkan banyak pengetahuan yang tak terhitung.

    “Saya juga sebenarnya bisa di bilang beruntung bisa bekerja disini karena pekerjaan ini disini bisa mendapatkan banyak pengetahuan, mulai dari bagaimana cara guru mengurus berkas, sampai dimana caranya menjadi seorang pemimpin. Ini pengalaman yang tak terhingga dimasa hidup saya,” imbuhnya.

    Selain itu, Yudi juga berterimakasih kepada rekan media HarianCakra.Co.Id (Group Media Cetak dan TV Cakra Lampung).

    “Saya berterimakasih kepada rekan dari media cakra ini karena sudah memberikan saya bingkisan sembako, dan saya tidak menyangka kalau masih ada orang seperti ini yang peduli kepada sesama,” pungkasnya. (arn/rmn/hjd/red).

  • 7 Sekolah di Kecamatan Buminabung Ikuti KKG

    7 Sekolah di Kecamatan Buminabung Ikuti KKG

    HarianCakra.Co.ld – Sekolah Dasar dan Madrasah ibtidaiyah (SD/MI), Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) melakukan kegiatan rapat Kelompok Kerja Guru (KKG).

     

    Kegiatan tersebut, terlaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 01 Sri Kencono (SDN-01 Sk), Sabtu (18/09/2021).

    Dari 22 sekolah, yang ikut dalam kegiatan KKG adalah 07 sekolah. Yakni, SDN 01 Sk, SDN 02 Sk, SDN 03 Sk, SDN 01 Buminabung Timur, SDN 02 Buminabung Timur, SDN 03 Buminabung Timur beserta Madrasah ibtidaiyah (MI) Buminabung.

    Didalam hal itu, panitia pelaksana kegiatan rapat tersebut salah satunya kepsek SDN 01 SK, Purwanto S.Pd. saat ia dimintai keterangan HarianCakta.Co.Id (Group Media Cetak, Tv Streaming Cakra Lampung) di siang hari mengatakan, acara tersebut dihadiri oleh koordinator wilayah (Korwil), pengawas, beserta 07 kepsek dan didampingi para dewan guru dari masing-masing sekolah.

    Rapat tersebut diselenggarakan dalam rangka membentuk kepengurusan baru untuk para guru milenial.

    “Kami membuat rapat itu tujuannya untuk membentuk kepengurusan baru dan yang akan pilih itu adalah para guru milenial, demi meningkatkan kualitas kerja para guru,” ujarnya.

    Kepsek Purwanto, S.Pd

    Untuk itu, setiap tamu yang hadir pada saat rapat tersebut diharuskan supaya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

    “Inikan jumlah tamu yang hadir dalam kegiatan rapat ini semuanya sekitar 70-an, dengan jumlah segitu banyak. saya juga sudah siapkan segala persiapan seperti masker, tempat pencuci tangan, dan head sanitizer. Karena kami juga tidak mau melanggar peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah,” imbuhnya.

    Disisi lain, besarnya harapan para kepsek 07 SD tersebut kepada pengurus baru agar lebih menguasai dibidang Information technology (IT).

    “Kami para kepsek, korwil, dan pengurus KKG yang lama hanya bisa mengharapankan setelah di bentuknya kepengurusan yang baru. agar dapat lebih menguasai IT, dan dapat mempermudah mengakses untuk ke luar,” pungkasnya. (arn/rmn/red)

  • Ini Sekolah Apa Kandang Kambing?

    Ini Sekolah Apa Kandang Kambing?

    HarianCakra.Co.Id – Ini sekolah apa kandang kambing?. Pertanyaan ini muncul tatkala melihat kondisi bangunan gedung sekolah yang sangat memprihatinkan.

    Bangunan sekolah banyak yang rusak. Mulai dari kata jendela, daun jendela, pintu, plapon hingga daun pintu yang jebol.

    Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah tak berjalan maksimal.

    Sekolah itu adalah SMP Negeri 01 Buminabung, Kecamatan Buminabung, Lampung Tengah (Lamteng).

    Kepala sekolah (Kepsek) Drs. Gusti Wayan Darmayase saat dikonfirmasi HarianCakra.Co.Id (Group media cetak, TV streaming Cakra Lampung), mengatakan bahwa sejak di tahun 2012 sampai di tahun 2021 tidak pernah mendapatkan bantuan rehab.

    Adapun bentuk proposal yang sudah diajukan tak pernah terealisasi sampai detik ini.

    “Saya sudah mengajukan proposal mulai dari tahun 2012 sampai di tahun 2021 ini tidak pernah terealisasi bahkan setiap tahun ajaran baru,” ujarnya tadi pagi.

    Lanjut Kepsek Durme, dari pemerintah disana sudah tertera bahwa profil untuk SMP ini tidak bisa diajukan untuk melakukan rehab karena jumlah siswa yang terlalu sedikit.

    Sedangkan dalam hal tersebut, penyebab terjadinya jumlah siswa yang hanya sedikit dikarenakan fasilitas ruangan yang tidak memadai.

    “Akibat sedikitnya siswa itu sebenarnya dari kenyamanan lingkungan sekolah sedangkan yang mau sekolah di sini tidak banyak. kalau sudah ada rehab maka sekolahan ini sudah enak dipandang mungkin bisa banyak siswa yang masuk sekolah di sini,” terangnya.

    Dimasa pengabdian kepsek tersebut selama 9 tahun, tak pernah merasakan perhatian pemerintah setempat bahkan dinas terkait, tentang kondisi sekolah tersebut.

    “Saya sebagai kepala sekolah disini yang sudah menjabat dari tahun 2012 sampai sekarang belum bisa ngerasa perhatian untuk SMP dari pemerintah. Kami hanya bisa berharapan kepada pemerintah setempat ataupun dinas terkait bisa melihat bagaimana kondusi terpuruk SMP ini. semoga ke depan SMP ini bisa lebih diperhatikan lagi,” pungkasnya. (rmn/ash)

  • Tingkat Mutu dan Kualitas, 29 Kepsek dan 30 Guru Ikuti PPG

    Tingkat Mutu dan Kualitas, 29 Kepsek dan 30 Guru Ikuti PPG

    HarianCakra.Co.Id – Guna meningkatkan mutu dan kualitas dewan guru dalam mendidik siswa, puluhan kepsek (kepala sekolah) dan guru mengikuti PPG (pelatihan profesi guru).

    Hal itu diungkapkan Marsudi, S.Pd.,Kepsek SDN-02 RC (Ratna Chaton), Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

    Kepsek Marsudi, S.Pd.

    “kita mengikuti PPG dan penyusunan angka kredit kenaikan pangkat yang narasumbernya dari LIPNAS (lembaga pelatihan nasional) Jakarta,” katanya kepada HarianCakra.Co.Id (grup media cetak dan tv streaming Cakra Lampung) tadi siang.

    Menurutnya, di Kecamatan Seputih Raman setidaknya diikuti 30 guru dan 29 kepsek.

    “Alhamdulilah semuanya berjalan dengan lancar dan sukses. Mudah-mudahan ini semua bisa meningkat mutu dan kualitas dewan guru serta dunia pendidikan pada umumnya,” imbuh dia. (hjd/rmn/ash)

  • SDN-02 Setia Bumi Bagi Tiga Tahapan Pelaksanaan AKM

    SDN-02 Setia Bumi Bagi Tiga Tahapan Pelaksanaan AKM

    HarianCakra.Co.Id – SDN-02 Setia Bumi, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) sudah memulai pelaksanaan simulasi Assesmen Kopetensi Minimum (AKM).

    Menurut Kepala Sekolah (Kepsek) SDN-02 Setia Bumi Yusuf Purnomo, S.Pd., pelaksanaan simulasi AKM tersebut sudah dilakukan sejak Kamis (9/9/2021) lalu.

    Kepsek Yusuf Purnomo, S.Pd

    “kita susah mulai tapi kita bagi tiga tahap karena terkendala masa pandemi,” terang dia kepada HarianCakra.Co.Id (grup media cetak dan TV Streaming Cakra Lampung) tadi pagi.

    Tiga tahap itu, imbuh Yusuf -sapaan akrab Yusuf Purnomo, yakni hari Senin, Rabu dan Kamis.

    Pembagian tahap ini dilakukan karena masih ada masa pandemi yang mengharuskan penerapan protokol kesehatan (prokes) covid-19.

    “kita tetap menerapkan prokes secara ketat. Yakni mencuci tangan pakai sabun, makai masker dan menjaga jarak,” ujar Yusuf.

    Sebab itulah, sistem AKM ini dibagi tiga guna mengatur jarak para siswa yang sedang melaksanakan sistem AKM ini. (rmn/hjd/sht)

  • Seri Tari Kreasi Lapah Dak Huma SDN-01 Nunggalrejo Ikut Ramaikan FLS2N

    Seri Tari Kreasi Lapah Dak Huma SDN-01 Nunggalrejo Ikut Ramaikan FLS2N

    HarianCakra.Co.Id – Sekolah Dasar Negeri 01 (SDN-01) Nunggalrejo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung (Lamteng) memiliki seni tari kreasi.

    Seni menggambarkan tentang kegiatan di sawah. Tari ini dilakukan oleh tiga orang pelajar. Yakni dua siswi dan satunya siswa.

    Bahkan tari ini sudah dalam perlombaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2021.

    Menurut Kepala Sekolah SDN-01 Nunggalrejo Herawati Eka Wahyuni, S.Pd., MM, tari merupakan hasil kreasi dari pihak sekolah tersebut.

    Artinya, tari ini diciptakan oleh dewan guru yang ada di sekolah ini, yang diberi nama “Tari Lapah Dak Huma”.

    “Tari ini tentang kegiatan seharian di masa pandemi. Tari ini menggambarkan seseorang yang membantu orang tua memetik hasil panen padi,” tegas wanita berjilbab itu kepada HarianCakra.Co.Id (grup media cetak dan TV Streaming Cakra Lampung) tadi pagi.

    Tujuannya, agar para siswa-siswi dapat membantu kegiatan orang tuanya dalam kegiatan sehari-hari, khususnya di bidang persawahan.

    “begitulah kegiatan orang tua kita yang dengan keras dan susah payah mencari nafkah. Jadi kita sebagai anak harus terus tekun belajar dan terus hormat serta patuh kepada mereka (orang tua, red),” pungkasnya. (rmn/hjd/din)

  • Wabup Resmikan Kebun SMPN 5 Pringsewu

    Wabup Resmikan Kebun SMPN 5 Pringsewu

    Hariancakra.co.id (Pringsewu) – Keberadaan Kebun Sekolah Kelapa Genjah Entok di SMP Negeri 5 Pringsewu patut diapresiasi dan dapat dijadikan contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Pringsewu.

    Bahkan, keberadaannya juga mengundang decak kagum Wakil Bupati Pringsewu Dr.Fauzi saat mengunjungi sekaligus meresmikan kebun sekolah yang berada di Dusun Pagarsari, Pekon Fajaragung Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Selasa (14/9/21).

    Orang nomor dua di Bumi Jejama Secancanan ini menyambut baik dan merasa bangga dengan kegiatan yang sangat positif tersebut.

    Hal ini, kata wabup, juga menunjukkan hasil kinerja dari kepala sekolah, dewan guru dan seluruh jajaran SMPN 5 Pringsewu. “Sekaligus untuk menjadikan SMPN 5 Pringsewu sebagai Green School atau Sekolah Hijau. Apalagi Dinas Lingkungan Hidup sudah menyatakan bahwa sekolah kita sebagai Sekolah Adiwiyata. Sebagai Sekolah Adiwiyata untuk tingkat kabupaten sudah lewat, tingkat provinsi sudah masuk, tinggal di tingkat nasional. Tadi saya lihat ada juga tanaman serai yang ditanam, ini juga sangat bagus dalam membantu di bidang kesehatan, diantaranya untuk mengusir nyamuk penyebab DBD,” katanya.

    Selain itu, Wabup Pringsewu juga mengatakan ada satu hal yang juga dapat dijadikan contoh oleh sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Pringsewu dari SMPN 5 Pringsewu ini, yaitu adanya tempat kegiatan belajar mengajar di alam terbuka.

    Pada acara yang juga dihadiri Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Hipni, SE, MM, Kadis Lingkungan Hidup Nur Fajri, ST, MT, Kadis PUPR Imam S.Rahardjo, S.Si., Dirut RSUD Pringsewu dr.Nofli, KUPT SMPN 5 Pringsewu Dr.Muhtasor, dan Kakon Fajaragung Barat ini, selain melakukan penanaman pohon kelapa genjah entok, Wabup Pringsewu juga mengingatkan semuanya untuk senantiasa berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, agar tercegah dari penularan Covid-19. (HPS)