Kategori: PENDIDIKAN

  • Cakra Lampung Grup Berikan Bantuan Kepada Siswa Kurang Mampu

    Cakra Lampung Grup Berikan Bantuan Kepada Siswa Kurang Mampu

    HarianCakra.Co.Id – “Cakra Lampung Berbagi”. Adalah salah satu program yang diusung oleh media Cakra Lampung Grup (media cetak, online dan tv streaming) di dunia pendidikan.

    Program ini bukan menunjukan bahwa media kami sudah kaya raya ataupun media kuat. Ataupun pamer. Kami tegaskan tidak!.

    Program ini adalah semata-mata rasa kepedulian dan empati kami kepada siswa/i yang memang membutuhkan dukungan moril dan pendanaan (finansial).

    Seperti ungkapan bahasa Lampung “Mak tano kapan lagei, mak ghram sapow lagei (kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita sapa lagi -dalam bahasa Indonesia).

    Sebab, kemajuan dan kualitas pendidikan tidak hanya tanggung jawab dari guru ataupun pemerintah. Namun tanggung jawab dari seluruh lapisan masyarakat. Dan salah satunya kami (media Cakra Lampung Grup).

    Bantuan ini memanglah tidak seberapa. Hanya sepatu, tas serta alat tulis. Tetapi dengan uluran tangan yang kecil ini, diharapkan bisa menambah semangat dan mental anak didik untuk terus belajar dengan baik.

    Terpenting. Dia tidak merasa sendirian. Banyak orang yang akan terus mendukungnya dalam meraih cita -citanya.

    Ayo dek teruslah belajar. Gapai cita cita Mu setinggi langit. Doa kami selalu untuk kesuksesan-Mu. (*)

     

    Herdi Seorang Yatim Sejak Umur 4 Tahun

    NAMANYA Herdi Defriza. Umurnya saat ini 13 tahun. Dia duduk di kelas V SDN-01 Buminabung Ilir, Kecamatan Buminabung, Kabupaten Lampung Tengah.

    Sudir nama ayahnya. Sudah almarhum (alm). 9 tahun lalu. Saat Ferdi masih butuh kasih sayang sang ayah.

    Almarhum ayahnya hanyalah seorang nelayan. Tepat mengais rejekinya di sungai Way Seputih Buminabung Ilir. Sungai yang dihuni berbagai macam ikan. Rasanya pun enak. Tidak ada bau tanah seperti ikan di daerah lain.

    Sekarang pendapatan ikan para nelayan sedikit. Tergerus maraknya penangkapan ikan dengan sistem setrum. Dengan putas (racun). Dan juga terkadang terkena limbah industri. Yang merusak populasi ikan itu sendiri.

    Sementara ibu Ferdi bernama Alus. Pekerjaannya serabutan. Tak banyak yang bisa ia lakukan. Pendapatannya pun tak menentu. Tak seperti PNS (pegawai negeri sipil) yang gajinya teratur setiap bulan.

    Namun dia tetap semangat dan tak patah arang, agar anak ketiga anaknya tetap sekolah. Yakni, Neneng Adelia (15); Herdi Defriza (13) dan Tomi Dirga Majita (10).

    Perusahaan memilih Ferdi untuk mendapatkan program “Cakra Lampung Berbagi” setelah beberapa hari mengecek keadaan Herdi.

    Akhirnya pada 8 September 2021, media pers ini memberikan sumbangan yang tak seberapa itu. Tapi bermakna. Semoga bermanfaat. Bagi Herdi, terlebih bagi dunia pendidikan.

    “Terima kasih banyak,” kata Ferdi. Kalimat singkat yang keluar dari mulutnya saat bantuan itu sampai ke tangannya.

    Tak banyak kata -kata yang disampaikan siswa berseragam putih merah itu (baju putih dan celana merah).

    Saat menerima bantuan, Ia ditemani oleh kepala sekolah serta dua orang dewan guru. Di ruangan kepala sekolah (Kepsek) Dalroji, S.Pd.

    “Terima kasih atas perhatiannya di sekolah kami (SDN-01, red), terutama untuk siswa kurang mampu ini,” ujar Kepsek itu seusai acara penyerahan bantuan tersebut.

    Semoga dunia pendidikan lebih maju dan berkualitas ke depannya. Amin yra. (*)

  • KBM Luring Disambut Gembira Siswa

    KBM Luring Disambut Gembira Siswa

    HarianCakra.Co.Id – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka (luring) sudah mulai dilaksanakan di sekolah.

    Tak terkecuali di SMP Negeri 01 (SMPN-01) Buminabung Ilir, Kecamatan Buminabung, Kabupaten Lampung Tengah. Meski sudah KBM luring, namun protokol kesehatan (prokes) diterapkan secara ketat.

    Seperti dikatakan salah seorang siswi di sekolah tersebut Maulani Habibah kepada cakralampung.com (grup media cetak dan tv streaming Cakra Lampung) tadi pagi.

    Siswi kelas IX itu mengatakan bahwa mereka diwajibkan memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak dalam KBM luring tersebut.

    Bahkan siswa/i tidak diperbolehkan keluar dan masuk kelas sembarangan. Harus ada izin terlebih dahulu dari guru.

    “kami masuk jam 07.30 WIB dan pulang sekolah 11.00 WIB. Kami cuci tangan sebelum belajar dan sesudah belajar. Masker selalu dipakai kecuali untuk makan/minum. Dan masker di lepas hanya di dalam kelas dan tidak bisa keluar, jika ada kepentingan guru mengizinkan untuk keluar, untuk kantin memang tidak ada sama sekali untuk makan minum masing-masing murid membawa dari rumahnya,” katanya.

    Untuk jam istirahat tetap berada di dalam kelas masing-masing. “Seperti biasanya murid-murid masuk semuanya dan tidak ada sip/pergantian belajar,” tambah Maulani -sapaan Maulani Habibah.

    Maulani menuturkan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya kebijakan KBM luring ini.

    “senang. Karena bisa bertemu kawan-kawan di sekolahan serta guru guru, bisa bercanda dan tawa kembali dengan kawan-kawan seperti biasanya sebelum adanya covid 19 ini,” ujarnya dengan suasana riang.

    Diakuinya bahwa mereka lebih semangat dalam belajar dengan KBM luring dibandingkan dengan sistem daring.

    “untuk nilai turun yang dialami murid-murid dari nilai 95 sampai turun nilai-nilai ke 55 bahkan ada yang sampai 10 -12 selama KBM daring. Saya dan kawan-kawan berharap bisa kembali mendapat nilai baik dengan KBM luring seperti sekarang ini,” tutupnya. (arn/red)

  • SDN-02 Srikencono KBM Luring dengan Prokes Ketat

    SDN-02 Srikencono KBM Luring dengan Prokes Ketat

    HarianCakra.Co.Id – Sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Musa Ahmad, S.Sos. yang di turunkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk disampaikan ke-seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) Se-kabupaten, tentang tahapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka (Luring), sudah terlaksana.

    Dalam sistem KBM luring, peraturan yang ditetapkan pemerintah agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan (prokes) yaitu dengan menggunakan Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak (3M).

    Selain itu, Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri 02 Srikencono (SDN-02 SK) Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Kadim, S.Pd., telah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut.

    Walau dengan demikian, puji syukurnya yang telah dia nanti-nantikan kini sudah tercapai.

    “Saya bersyukur sekali kepada yang hama kuasa, dan berterimakasih kepada bapak bupati lampung tengah beserta pemerintah yang terkait, karena sudah bisa menetapkan kembali anak didik yang sudah lama proses KBM-nya tidak tatap muka,” ujar kepsek Kadim, S.Pd., saat menyampaikan kepada HarianCakra.Co.Id (Grub Koran Cetak Cakra Lampung)., Sabtu (04/09/2021).

    Selain itu, tak jadi suatu masalah baginya untuk tetap mematuhi prokes tersebut.

    “Sebenernya tidak jadi masalah bagi saya jika kita harus tetap mematuhi prokes itu, yang terpenting adalah dimana anak didik kita sudah bisa belajar dengan tatap muka, itu sudah cukup bagi saya,” imbuhnya.

    Adapun segala bentuk peralatan seperti 3M yang patut digunakan, sudahlah lengkap.

    “Kalau untuk jenis-jenis peralatan tempat mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker dan hand sanitizer sudah kami siapkan, bahkan jika ada anak murid yang sekolah tidak memakai masker kami berikan juga kepada mereka, cuma kalau untuk jajanan mereka itu kami batasi, dan kami suruh mereka buat bawa bekel dari rumah,” ujarnya. (rmn/hjd/red).

  • Demi Kenyamanan KBM, Kepsek SMPN-2 Buminabung Rehab Sekolah dengan BOS

    Demi Kenyamanan KBM, Kepsek SMPN-2 Buminabung Rehab Sekolah dengan BOS

    HarianCakra.Co.Id – Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negeri 02 Bumi Nabung (SMPN-02), Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah (Lam-Teng), Drs. Rigo, gunakan dana BOS sebaik mungkin.

    Adapun anggaran dana di tahap 02 yang terealisasi pada tahun ajaran 2021 telah dialokasikan untuk melakukan tahapan rehap ringan.

    “Gimana dana BOS itu gak saya gunakan sebaik-baik mungkin, untuk merehap sekolah ini, soalnya banyak tata ruang yang sudah tidak enak lagi untuk di pandang, sedangkan disini saya juga baru jadi kepseknya, belum sampai 2 tahun,” ujar Kepsek Drs. Rigo saat memberikan penjelasa kepada HarianCakra.Co.Id (Grub Koran Cetak Cakra Lampung), Sabtu (04/09/2021).

    Lanjut Drs Rigo, awal masuk melihat kondisi SMP ini sangat memprihatinkan. Selain ada kerusakan, warna catnya juga sudah banyak yang memudar.

    Selain itu, bentuk kondisi fisik rehap tersebut salah satunya digunakan untuk perbaikan tata ruang guru juga ruang mengajar.

    “Kalau untuk fisiknya bisa kita cek yang sudah diperbaiki itu ada jendela, pintu, peralatan tata ruang yang berupa lemari etalase untuk buku, meja dan kursi, dan pengecetan warna untuk seluruh ruangan,” imbuhnya.

    Disamping itu juga, setelah ditetapkan menjadi kepsek SMP tersebut, yang ada di benak Drs. Rigo ingin menjadikan tampilan sekolah menjadi lebih layak dan lebih cerah lagi.

    “Pertama saya masuk kesini melihat kondisi SMP ini langsung timbul di pikiran saya untuk membuat sekolah ini cerah atau bisa di bilang lebih enak di pandang, makanya saya sekarang berupaya bener untuk memperbaiki sekolahan ini, walaupun sebenernya dana bos tidak cukup kalau mau ngerehap semuanya,” pungkasnya (rmn/hjd/red).

  • Bupati Musa Cek Pembelajaran Tatap Muka

    Bupati Musa Cek Pembelajaran Tatap Muka

    HarianCakra.Co.Id – Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad melakukan Kunjungan Kerja di Kecamatan Seputih Agung pada hari Jumat 3 September 2021.

    Ada berbagai agenda yang di hadiri oleh Bupati Musa Ahmad, diawali dengan pengecekan pembelajaran tatap muka secara langsung di SDN 1 Endang Rejo, Bupati langsung melihat kondisi dilapangan mengenai tatap muka langsung tersebut, tatap muka sudah berlangsung sejak 30 September 2021 , Bupati berharap para tenaga pendidik agar mematuhi protokol kesehatan dan memantau langsung agar para siswa tidak berkerumun dan dapat memicu klaster baru.

    Dilanjutkan dengan meninjau calon lokasi Tempat Pemakaman Umum di Kampung Harapan Rejo, pelebaran lokasi makan tersebut dikarenakan makam yang lama sudah penuh terisi dan Bupati secara langsung memberikan bantuan sebesar 10 Juta Rupiah untuk pembangunan Makam tersebut. Selanjutnya Bupati memberikan bantuan berupa sembako kepada salah satu warga yang menjalani Isolasi Mandiri, Bupati tetap berpesan kepada warganya agar selalu menjaga kondisi sehingga dapar beraktivitas kembali.

    Acara Bupati ditutup dengan meninjau Peresmian Pembangunan Pondok Pesantren Salafiyah “ Al Ikhlas” di Kampung Harapan Rejo. Pembangunan Ponpes ini merupakan hal yang sangat baik ujar Bupati, karena dengan adanya Ponpes ini Anak – anak bisa menjauhi dari hal – hal yang buruk. Bupati juga berpesan agar masyarakat di Kecamatan Seputih Agung dalam selalu Kompak dan bersama sama dalam mensosialisasikan tentang Protokol Kesehatan. Mengingat Kondisi saat ini Lampung Tengah berada di zona orange dan semua elemen harus bekerja sama untuk mempercepat agar Lampung tengah segera bebas dari Virus Covid 19. (rls/ans/rmn)

  • Kadisdik Tuba Akan Gelar KBM Tatap Muka Pada 9 September

    Kadisdik Tuba Akan Gelar KBM Tatap Muka Pada 9 September

    Hariancakra.co.id (Tulangbawang) – Dinas Pendidikan Tulangbawang menggelarnya acara pelantikan dan serah terima jabatan Eselon III. Kegiatan tersebut dilakukan di aula kantor Dinas setempat pada beberapa waktu yang lalu. Selasa (31/08/2021).

    Acara tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Ristu Irham yang dalam sambutannya mengatakan, “Hari ini kita telah melantik Hudawati, selaku Kabid Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal, Das’ad Oktasusiyadin, Kabid pembinaan Sekolah Dasar, Firdaus selaku Kabid pembinaan SMP,” ucapnya.

    “Saya berharap kepada pejabat Eselon III yang baru dilantik dapat bekerja dengan maksimal dan juga inovatif agar dapat selaras dengan 25 program unggulan bergerak melayani warga,” harapnya.

    Dimasa Pandemi Covid-19 para siswa siswi Tulangbawang melakukan proses belajar mengajar lewat daring selama 1,5 tahun ini. Rencananya diawal September Dinas Pendidikan akan menggulirkan proses belajar mengajar tatap muka.

    “Rencananya tanggal 9 September ini akan kita gelar KBM tatap muka, sambil melihat perkembangan penyebaran virus covid-19 yang mana Kabupaten Tulangbawang saat ini berada dizona orange. Saya berharap dukungan dari semua elemen dalam menyambut proses belajar mengajar yang akan segera dimulai,” tandasnya. (RDS)

  • Pak Bupati Sekolah Kami Kurang Kelas, Kami Belajar Dimana?

    Pak Bupati Sekolah Kami Kurang Kelas, Kami Belajar Dimana?

    HarianCakra.Co.Id – Saat diberikan kepercayaan mengembankan tugas menjadi Kepala Sekolah (Kepsek), Zaeinudin, S.Pd., kini telah berhasil menggunakan jabatannya untuk membuat dunia pendidikan menjadi lebih maju.

    Belum mencapai satu tahun masa jabatannya, kepsek itupun telah meningkat jumlah siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Bina Karya Jaya (SDN-01) Kecamatan Putra Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah (Lam-Teng), Selasa (31/08/2021).

    Kepala Sekolah Zaeinudin, S.P.d

    Saat memberikan keterangan kepada HarianCakra.Co.Id (Grup Media Cetak Cakra Lampung), Kepsek Zaenudin, S.Pd mengatakan, bahwa dari jumlah siswa yang awalnya hanya sekitar 130 telah meningkat menjadi sekitar 250 siswa.

    Akan tetapi di sisi lain kepsek tersebut telah mengalami kesulitan tentang ruang belajar mengajarnya.

    “Segitu banyaknya jumlah siswa ini, mau kita tempatkan dimana, sedangkan bisa dilihat ruangan belajar mengajar disini hanya sedikit, dan tidak ada solusi lain, karena disini kita hanya juga perlu buat bangunan baru,” katanya.

    Disamping itu juga, anggaran dana untuk dunia pendidikan di SD tersebut tidaklah cukup membangun ruang belajar yang baru.

    “Saya juga tidak tahu mau gimana lagi caranya membangun bangunan baru, kalau mau buat bangunan baru menggunakan dana bos itu mustahil karena dana itu hanya cukup di gunakan untuk masalah rehap ringan saja, sedangkan bangunan yang kita butuhkan sekitar 5 bangunan”, ujarnya.

    Perlunya perhatian dari pemerintah, agar siswa bisa merasakan kenyamanan dalam proses belajar mereka.

    “Saat ini yang di butuhkan hanya perhatian dari pemerintah dinas pendidikan atau yang bersangkutan, agar bisa membantu kami mendirikan bangunan baru, supaya para siswa bisa nyaman sekolah di sekolahan ini,” pungkasnya. (rmn/hjd/red)

  • KBM Luring di Pandemi, SDN-01 Gayabaru 5 Terapkan Dua Jadwal Jam Belajar

    KBM Luring di Pandemi, SDN-01 Gayabaru 5 Terapkan Dua Jadwal Jam Belajar

    HarianCakra.Co.Id – Masa Pandemi Covid-19 membuat cara sistem Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa Dasar Negeri 01 Gaya Baru 05, (SDN-01 Gaya Baru-V), Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) berubah drastis.

    Aturan kegiatan KBM yang saat ini ditetapkan secara luring, membuat inovasi jam belajar. Begitu juga di sekolah ini.

    Elis Yuniati, S.Pd. selaku guru SD tersebut juga mengatakan, bahwa jumlah siswa per-kelas ada yang berisi 22, 25, bahkan bisa mencapai 35 siswa/i.

    Dengan adanya jumlah murid perkelas yang sangat banyak, maka jadwal KBM dibagi menjadi 2 bagian jam belajar atau rolling.

    “Untuk jadwal pembelajaran kami bagikan 1 kelas menjadi 2 sip, soalnya dengan jumlah yang segitu banyak tidak cukup kalau mereka harus duduk satu per-satu di ruang belajar mereka, karena kalau tidak dibagi takutnya melanggar aturan protokol kesehatan,” katanya.

    Disaat adanya pandemi covid-19, dunia pendidikan telah merubah cara proses KMB untuk para siswa.

    “Semenjak adanya covid-19 cara belajar mereka sepertinya berubah, dan juga seperti rasanya kita mengulang dari awal,” terang kepsek ini.

    Kesulitan yang dialami guru saat menyampaikan materi untuk siswa adalah cara tingkat pemahaman siswa yang terlihat menurun.

    “Tingkat pemahaman materi KBM yang dulunya normal dari 100 persen cara mereka belajar, kini yang kami lihat hanya 50 persen yang bisa mereka terima,” ujarnya

    Penyebab turunnya cara pemahaman siswa tersebut, tidaklah membuat para guru lengah, namun tetap berusaha memberikan yang terbaik kepada para siswa.

    “Seperti yang kita tahu kalau pandemi ini sudah hampir 2 tahun berlalu, dan para siswa hanya belajar online saja, mungkin karena kebanyakan waktu belajar seperti itu yang membuat mereka kurang pemahaman disaat apa guru memberikan materi, ya kami selaku guru yang mendidik anak-anak cuma bisa berharap supaya pemahaman mereka kembali seperti dulu lagi”, pungkasnya. (rmn/hjd/red)

  • Bunda PAUD : Terus Semangat Ciptakan Anak Generasi Emas untuk Indonesia Yang Gemilang

    Bunda PAUD : Terus Semangat Ciptakan Anak Generasi Emas untuk Indonesia Yang Gemilang

    HarianCakra.Co.Id – Bunda Paud Lampung Tengah (Lamteng) Mardiana Musa Ahmad terus memompa semangat para pendidik di kabupaten itu, untuk terus semangat ciptakan anak generasi emas untuk Indonesia yang gemilang.

    Hal itu dia ungkapkan usai mengikuti Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun ke-16 tahun Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) secara virtual di ruang Comand Center Diskominfo Lamteng, Selasa (31/8/2021).

    Walaupun diadakan secara virtual karena mengingat masih ditengah pandemi virus covid 19, tidak menyurutkan semangat Bunda Paud Provinsi, Kabupaten/Kota se- Indonesia untuk mengikuti puncak perayaan hut ke- 16 himpaudi tersebut.

    Dalam pelaksanaan virtual tersebut juga diputarkan video kisah nyata perjuangan tenaga pendidik paud yang tetap berjuang mengajar anak didiknya secara virtual ditengah pandemi covid 19.

    Meskipun terhalang secara virtual tenaga pendidik tersebut tidak patah semangat untuk menciptakan anak generasi emas untuk indonesia yang gemilang.

    Semua peserta virtual merasa terharu dengan video kisah nyata tenaga pendidik tersebut, tanpa terkecuali Bunda Paud Lamteng Mardiana Musa Ahmad didampingi Ketua GOPTKI Lamteng Yulita Nirlan, Wakil Ketua Pokja Paud Lamteng Indria Ardito Wijaya dan Kabid Paud Ni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamteng Partila Umar, pun meneteskan air mata, karena divideo tersebut dikisahkan sang suami tenaga pendidik terkena PHK oleh perusahan karena pandemi covid 19.

    “Kita harus terus semangat. Jangan patah arang dalam mencetak generasi emas untuk Indonesia yang gemilang. Meski banyak tantangan dan halangan, terutama di masa pandemi ini,” pesan Bunda PAUD itu.

    Setelah mengikuti puncak peringatan hut himpaudi, Bunda Paud Mardiana Musa Ahmad bersama Ketua GOPTKI Yulita Nirlan, Wakil Ketua Pokja Paud Indria Ardito Wijaya dan Ketua HIMPAUDI Lamteng Novita, ST beserta jajaran HIMPAUDI Lamteng menyerahkan bantuan sembako kepada pedagang kaki lima di Taman Tugu Canang Gunung Suguh, Lamteng. (rls/ans/red)

  • Ellma Rohelya Segera Pensiun Jadi Guru, Dia Titip Ini…

    Ellma Rohelya Segera Pensiun Jadi Guru, Dia Titip Ini…

    HarianCakra.Co.Id – Kesabaran dan keikhlasan adalah kuncinya dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

    Selama 39 tahun, dia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Cukup lama. Ya tentu saja. Sejak tahun 1982 dia sudah mengajar di sekolah dasar sebagai guru.

    Namanya tentu saja akan dikenang oleh dewan guru dan siswa-siswa yang pernah dia didik.

    Wanita yang mendedikasikan diri sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” itu bernama Ellma Rohelya, AMaPd.

    Saat ini dia mengajar di SD Negeri 01 Banjar Rejo, Kecamatan Batang Hari, Lampung Timur (Lamtim).

    “Saya sebentar lagi pensiun di bulan November 2021. Saya jadi guru PNS (pegawai negeri sipil, red) pada tahun 1982. Langsung diangkat jadi guru PNS pada 1982 di SDN1 Tanjung Harapan. Kec. Marga Tiga, Lamtim. Dan pada November 2017 pindah ke SDN 1 Banjar Rejo, Kec. Batang Hari, Lamtim sampai sekarang,” ulasnya kepada HarianCakra.Co.Id (grup Media Cetak Cakra Lampung).

    Dalam mengajar, kata Ellma -sapaan akrabnya, tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan semata. Namun yang lebih penting adalah sabar dan ikhlas.

    “Banyak suka dukanya dalam mengajar. Tapi dengan sabar dan ikhlas kita bisa melewatinya dengan baik,” terang wanita berhijab itu.

    Kini, sambung Ellma, dirinya akan pensiun. Dia berharap kedepannya dunia pendidikan akan lebih maju dan berkualitas, sehingga dapat mencetak generasi penerus yang cerdas dan maju.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam menjalankan tugas sebagai guru, semoga bermanfaat,” tutupnya dengan rasa haru. (red)