Blog

  • Pelaku Percobaan Perampokan di Bank Arta Berhasil Diamankan

    Pelaku Percobaan Perampokan di Bank Arta Berhasil Diamankan

    Cakralampung.com — Satu orang pelaku peristiwa perampokan yang terjadi di Bank Arta Kedaton Makmur yang berlokasi di Jalan Laksamana Malahayati No.139, Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung.

    Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto pada Jumat, (17/3/2023).

    “Pelaku sudah kita amankan, pelaku berjumlah satu orang menggunakan satu senjata rakitan jenis revolver, dan yang satunya air softgun,” terangnya.

    Lebih lanjut, dalam kejadian tersebut, terdapat tiga korban dengan rincian, dua orang sekuriti, dan satu orang karyawan.

    “Yang satu sekuriti dari Bank Arta, dan satu nya dari Bank Mayora. Karena kebetulan sebelahan. Sementara yang satunya ialah karyawan,” jelasnya.

    Ino melanjutkan, saat ini pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    “Apa-apa yang nantinya kami temukan di TKP. Itulah yang akan kami kembangkan. Untuk sementara baru satu pelaku yang kita amankan,” tuturnya.

    Disinggung, satu pelaku tersebut membawa dua senjata, Kombes Pol Ino mengamini hal tersebut.

    “Iya membawa 2 senjata sekaligus,” ujarnya.

    Kemudian adapun kronologis kejadian ialah pelaku turun di depan Bank Mayora kemudian melihat ada nasabah lain yang ingin melakukan transaksi dengan dilakukan pengawalan dari pihak bank.

    “Pada saat terjadi pengawalan itu pelaku langsung datang, dan melakukan penodongan serta penembakan beberapa kali ke atas. Kemudian pelaku masuk ke dalam gedung Bank Arta, disana pelaku melakukan penembakan terhadap satu karyawan dan satu sekuriti Bank Arta Kedaton,” tutur dia.

    Selanjutnya, pelaku berusaha mengambil sejumlah uang tapi tidak terjadi.

    “Walaupun dia sudah membawa tas tapi segera dilakukan penangkapan oleh karyawan-karyawan di bank tersebut. Uang jadi belum sempat dibawa karena berhasil digagalkan oleh para karyawan,” jelasnya.

    Sementara itu, Kombes Pol Ino menambahkan, saat ini para korban sudah dirawat di rumah sakit.

    Berdasarkan pantauan di Rumah Sakit Budi Medika, membenarkan apabila para korban telah dilakukan perawatan oleh pihak RS.

    “Korban itu di bawa ke rumah sakit ini sekira pukul 09.00 Wib, Yang nganter nya dari karyawan bank. Saat ini sedang dirawat intensif,” tandas salah satu Petugas Keamanan di Rumah Sakit. (asr/asf)

  • Bank Arta Kedaton Bandar Lampung Dirampok, Satpam dan Pegawai Tertembak

    Bank Arta Kedaton Bandar Lampung Dirampok, Satpam dan Pegawai Tertembak

    Cakralampung.com — Aksi nekat seorang perampok menyerang pegawai Bank Arta Prima Kedaton Teluk Betung, di Jalan Laksamana Malahayati l, Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung yang hendak melakukan perampokan.

    Menurut warga sekitar yang berada di sekitar kejadian, mengatakan peristiwa terjadi, Jumat (17/3/2023) sekitar pukul 09.00 WIB.

    “Kejadiannya sekitar jam 09.00, kelihatannya pelaku membawa senjata api rakitan, dan untungnya pelakunya dapat ditangkap,” kata warga.

    Selain itu, diketahui pelakunya berjumlah satu orang menggunakan senjata api hendak merampok dengan tega melukai dua pegawai bank. Yang mana salah satunya adalah keamanan. Korban kedua mengalami luka tembak.

    Kemudian, kedua korban yang belum diketahui identitasnya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan. Sedangkan pelaku berhasil diamankan.

    Kejadian sempat menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar dan warga yang melintas.

    Hingga berita ini diturunkan, personel Korps Brimob Polda Lampung bersenjata lengkap masih bersiaga di lokasi. (asr/asf)

  • Ketua DPRD Tuba Sopi’i Hadiri Festival Megou Pak Tulangbawang.

    Ketua DPRD Tuba Sopi’i Hadiri Festival Megou Pak Tulangbawang.

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Sopi’i menghadiri perayaan Seni Budaya Lampung bertema “Nyubuk Majeu” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tuba ke 26.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat dilingkup Kantor Bupati Tulangbawang, Selasa, (14/3)

    Perayaan itu diikuti sebanyak 1.320 peserta yang berasal dari OPD Se&Kabupaten Tulangbawang.

    Hadir dalam kegiatan itu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di wakili oleh Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Syaiful Darmawan,Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), Perwakilan Bupati se-Provinsi Lampung, Forkopimda Kabupaten Tulangbawang, Pimpinan dan anggota DPRD Tulangbawang, Tokoh Adat Megou Pak Tulangbawang, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional di lingkup Pemkab Tulangbawang serta dihadiri oleh masyarakat Kabupaten Tulangbawang khususnya Kecamatan Menggala.

    Ketua DPRD Tuba Sopi’i mengatakan dalam rangka memperingati HUT Tuba ia beserta jajaran DPRD tuba ikut partisipasi memeriahkan acara Seni Lampung tersebut.

    Ketua DPRD Tuba Sopi’i

    “Menyambut HUT Tuba ini kami beserta jajaran DPRD Tuba ikut partisipasi memeriahkan acara Seni budaya Lampung dari turun temurun yakni nyubuk majeu,” ujar Ketua DPRD Sopi’i.

    Sopi’i juga berharap dengan adanya acara ini,tradisi Lampung tetap dilestarikan khususnya anak anak generasi penerus bangsa yang mana agar dapat mencintai normal normal adat Lampung agar tidak kalah di era modern.

    “Saya berharap khususnya generasi penerus di kabupaten Tulangbawang dapat melestarikan warisan budaya Lampung agar tidak kalah di era modern ini, ” tambahnya.

    Pejabat Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan.

    Ditempat berbeda Pj Bupati Tulangbawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah daerah terhadap seni budaya lokal, sekaligus sebagai rangkain agenda tahunan Festival Megou Pak Tulangbawang ke-26 tahun 2023.

    “Saya mengajak masyarakat untuk bangga atas terlaksananya acara “Nyubuk majew”di Kabupaten Tulangbawang, karena kita telah berhasil memecahkan Rekor MURI dan menjadi salah satu kado di HUT KE-26 Kabupaten Tulangbawang yang bertema “Udang Manis” semoga dengan meraih prestasi ini memotivasi kita untuk terus melestarikan budaya dan bidang -Bidang lainnya, “ujar Qudrotul.

    Ia juga berterimakasih kepada tokoh adat Megou Pak yang telah mempertahankan dan memajukan budaya lokal, semoga budaya khas Tulangbawang semakin dicintai oleh masyarakat.(rds)

  • Asyik Pesta Narkotika di Rumah Kontrakan, Dua Pelaku Bukan Pasutri Ditangkap Polres Tulang Bawang

    Asyik Pesta Narkotika di Rumah Kontrakan, Dua Pelaku Bukan Pasutri Ditangkap Polres Tulang Bawang

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)-Rumah kontrakan yang sering dijadikan tempat pesta narkotika jenis sabu digerebek petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung.

    Dari lokasi penggerbekan, petugas berhasil menangkap dua orang pelaku yang bukan merupakan pasangan suami istri (pasutri). Mereka yang ditangkap yakni pria berinisial AN (30) dan wanita berinisial EY (40), keduanya sama-sama berprofesi wiraswasta dan merupakan warga Kelurahan Ujung Gunung, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

    “Hari Selasa (07/03/2023), sekitar pukul 16.30 WIB, petugas kami menggerbek rumah kontrakan yang berada di Kelurahan Ujung Gunung. Dari lokasi penggerbekan berhasil ditangkap dua pelaku bukan pasutri yang sedang pesta narkotika jenis sabu,” kata Kasatres Narkoba, AKP Aris Satrio Sujatmiko, SIK, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK, Rabu (15/03/2023).

    Dari tangan para pelaku, lanjut AKP Aris, petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,14 gram, alat hisap sabu (bong), dan korek api gas.

    Menurutnya, keberhasilan petugas dalam menangkap dua pelaku bukan pasutri yang sedang asyik pesta narkotika jenis sabu merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Menggala. Informasi yang didapat bahwa sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Ujung Gunung sering dijadikan tempat pesta narkotika.

    “Setelah dipastikan rumah kontrakan tersebut sedang ada penghuninya, petugas kami langsung melakukan penggerbekan. Dari dalam rumah kontrakan berhasil ditangkap dua pelaku bukan pasutri yang sedang asyik pesta narkotika dan turut disita BB berupa narkotika jenis sabu,” papar perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

    Alumni Akpol 2013 ini menambahkan, para pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (rds)

  • Jelang HUT Tuba ke 26, PEKAT IB Gelar Futsal Cup.

    Jelang HUT Tuba ke 26, PEKAT IB Gelar Futsal Cup.

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)– Turnamen Pekat-IB Cup Futsal bertema “Dengan Olahraga Generasi Muda Tulang Bawang Sehat, Bangkit, Elegan Humanis. Dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Tulangbawang yang Ke-26 tahun 2023.

    Resmi dibuka dengan ditandai tendangan bola oleh Sekda Kabupaten Tulangbawang, Anthoni, dilapangan Sport Center Menggala kompelek Pemda, Rabu (15/03).

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat-IB) Kabupaten Tulangbawang, Andri WK, menyampaikan turnamen Pekat-IB Cup Futsal dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten yang Ke-26 tahun.

    “Kegiatan ini sebagai bentuk kerja nyata kontribusi dari Ormas Pekat-IB Kabupaten Tulangbawang kepada Pemerintah Daerah,” ujar Andri.

    Lanjutnya, peserta turnamen Pekat-IB Cup Futsal perwakilan tingkat Sekolah Dasar (SD) terdiri 21 tim dari Kecamatan Menggala, Menggala Timur dan Banjar Baru. Turnamen yang diselenggarakan selama tiga hari.

    Ditempat yang sama, Pejabat (Pj) Bupati Tulangbawang, Qudrotul Ikhwan, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Anthoni, mengatakan atas nama Pemkab Tuba mengapresiasi terselenggaranya turnamen Pekat-IB Cup Futsal untuk memeriahkan HUT Kabupaten Tulangbawang Ke-26 tahun.

    “Dijaman digital seperti sekarang ini sudah jarang sekali permainan tradisional diselenggarakan. Terimakasih Ormas Pekat-IB Tulangbawang telah beriniasiasi untuk mengambil bagian dalam mengadakan turnamen Pekat-IB Cup Futsal,” ungkapnya.

    Sekda Anthoni, berpesan kepada para peserta Futsal dapat menyalurkan kemampuan dan keterampilan bakat mereka melalui prestasi, bukan hanya dibidang olahraga saja namun dibidang akademik juga.

    Diakhir sambutannya, Sekda Anthoni membacakan pantun yang berbunyi, “Sebagian petani kompak menanam cabe dan yang lainnya menanam kacang. Terimakasih atas kontribusi Pekat-IB, mari bersama membangun Kabupaten Tulangbawang. Kota Menggala mengembar memancing, dapat ikan untuk dimakan. Selamat bermain dan bertanding jaga terus sportipitas dan kejujuran”.

    Kegiatan Pekat-IB Cup Futsal turut dihadiri ketua DPW Pekat-IB Provinsi Lampung berserta rombongan, Dewan Pembina dan Penasehat Pekat-IB Tulangbawang berserta jajaran, OPD Pemkab Tulangbawang dan perwakilan dewan guru serta peserta turnamen Futsal. (fay/mad/rds)

  • Dinas Perikanan dan Kelautan Tuba memeriahkan HUT Tuba ke 26 Dengan Menggelar Lomba Memancing

    Dinas Perikanan dan Kelautan Tuba memeriahkan HUT Tuba ke 26 Dengan Menggelar Lomba Memancing

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)-Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tulangbawang menggelar lomba memancing, perlombaan tersebut rangakaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 26 Kabupaten Tulangbawang.Rabu (15/3)

    Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan MM yang diwakili Sekertaris Daerah (Sekda) Tulangbawang Ir. Anthoni mengatakan, perlombaan ini diharapkan dapat berdampak positif pada perekonomian masyarakat terkhusus dalam menjaga ekosistem perairan di Tulangbawang.

    Melalui momentum lomba mancing, diharapkan dapat menjadi media interaksi antara sesama pemancing dan masyarakat, sehingga dapat melahirkan sinergitas yang positif untuk bersama-sama mengenalkan lebih luas lagi potensi wisata mancing ikan yang ada di Kabupaten Tulangbawang.

    “Dalam menyongsong hari jadi Kabupaten Tulangbawang tahun ini, Mari kita ajak segenap masyarakat untuk senatiasa bersukur atas potensi kekayaan alam di Tulangbawang. Salah satu yang paling berpotensi untuk terus dikembangkan yaitu bidang Perikanan,” ucap Anthoni.

    Masih kata Anthoni, dengan potensi perikanan yang sangat baik, ia berharap program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dapat kembali berjalan.

    Khususnya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertubuhan serta dapat membantu ketahanan pangan nasional serta dapat meningkatkan sektor perekonomian daerah.

    “Selain dalam rangka memeriahkan HUT ke-26 Kabupaten Tulangbawang, kegiatan wahana ini untuk mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan dan melestarikan alam di Tulangbawang yang terkenal akan kayanya hasil perairan,” tuturnya

    Maka dari itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keletarian habitat ikan di alam liar. Pengabilan ikan harus dengan cara wajar dan ramah lingkungan.

    “Jangan gunakan alat strum, racun, atau cara illegal fishing lainnya, yang dapat merusak ekosistem dan potensi ikan. Saya menghibau agar masyarakat taat aturan, jangan melanggar aturan menangkap ikan, karena bisa terkena sanksi hukuman denda bahkan penjara,” tegasnya

    Sementara, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tulangbawang, Eka Saputra mengatakan, bahwa lomba mancing di kolam reva hari ini, dalam rangka menyongsong hari jadi Kabupaten Tulangbawang Ke-26.

    Diusia yang sebentar lagi genap 26 tahun Pemerintah Kabupaten Tulangbawang akan terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat agar terciptanya Kabupaten “Udang Manis” sesuai dengan tema HUT tahun ini.

    “Peserta lomba mancing sebanyak 125 peserta dan hadiahnya juara 1, uang tunai Rp 2 juta + piala, juara II Rp1,5 juta + piala dan juara III Rp 1 juta + piala. Kita senantiasa memperhatikan dampak dalam proses pembagunan daerah, sehingga dapat meminilisasi dampak buruk yang dapat merusak alam dan likungan, khususnya habitat ikan-ikan liar,”tutupnya.(rds)

  • Kuasa Hukum KaTi Lambu Kibang Kritisi Rekonstruksi Ulang Di Polres Tubaba

    Kuasa Hukum KaTi Lambu Kibang Kritisi Rekonstruksi Ulang Di Polres Tubaba

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Rekonstruksi ulang dugaan kasus penganiayaan yang disangkakan kepada Tobroni Kepala Tiyuh (KaTi)/ Desa Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, yang digelar di Polres Tubaba pada, Senin (13/3/2023) menuai kritikan dari advokat Yulius Sunaruh, SH.

    Pantauan media dari video adegan rekonstruksi yang dilakukan diruang Mapolres Tubaba, tampak rombongan Putri Maya Rumanti pengacara pelapor beserta rombongannya, bersama sejumlah pegawai Kejaksaan Negeri Menggala dan Penyidik Polres Tubaba melakukan rekonstruksi ulang dugaan penganiayaan, dengan tidak menghadirikan pihak terlapor yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan saksi-saksi saat kejadian.

    Pengacara Tobroni dan Istrinya yang ditetapkan tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap warganya, Advokat Yulius menegaskan bahwa rekonstruksi yang telah dilakukan terkait dugaan penganiayaan yang disangkakan kepada kliennya, berawal atas permeminta pihaknya.

    ” Terjadinya rekonstruksi itu, dari awal memang konsentrasi kami, dan dari awal kami yang minta penyidik untuk diadakannya rekonstruksi ulang, supaya mengetahui persis kejadian yang sebenarnya, dan dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) yang sebenarnya. Saya tidak tahu kalau ada rekonstruksi yang justru di lakukan di Mapolres Tubaba, justru saya tahu setelah rekonstruksi dilakukan.” kata Yulius saat diwawancarai media di rumah Tabroni pada Selasa (14/3/2023)

    Pengacara Tobroni tersebut, merasa keberatan atas rekonstruksi yang dilakukan sepihak, dan menunggu perkembangan proses hukum yang dilakukan oleh penyidik Polres Tubaba.

    ” Karena kami pihak terlapor, jadi untuk saat ini menunggu perkembangan proses selanjutnya. Perlu digaris bawahi bahwa rekonstruksi yang paling benar dilakukan di TKP, dengan keterangan yang jelas dan sebenarnya” kata Yulius

    Ditegaskan Yulius, rekonstruksi merupakan salah satu tehnik pemeriksaan dalam rangka penyidikan, dengan jalan memperagakan kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi sesuai fakta yang dicocokkan dengan keterangan semua saksi.

    ” Rekonstruksi itu juga menentukan, agar masalah ini menjadi terang, jelas dan informasi tidak simpang siur serta menemukan titik permasalahan yang sebenarnya. Saya kaget dikasih tahu klien saya ada rekonstruksi yang dilakukan di Polres Tubaba. Tahu-tahu sudah dilakukan rekonstruksi,” kata Yulius.

    Menurutnya, rekonstruksi memang boleh saja dilakukan ditempat yang bukan TKP, tetapi harus disertai dengan alasan yang jelas.

    ” Dari awal kami sampaikan minta rekonstruksi dilakukan di TKP dengan menghadirkan semua saksi. Coba bayangkan masalah ini sudah satu tahun tiga bulan, dari awal masalah ini saya yang tangani. Dan saya pastikan klien saya tidak terbukti, dan kami akan melakukan langkah-langkah hukum, sebagai konsekuensi atas keterangan yang diberikan pihak pelapor dalam reka ulang,” kata Yulius

    Lebih lanjut dikatakannya, terkait beredarnya informasi kliennya harus segera ditahan, Yulius menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan kepolisian.

    ” Saya kira bahasa harus dipenjara harus ditahan, itu tidak pas. Tidak ada yang boleh intervensi. Kita ikuti saja regulasi. Itu otoritas penyidik untuk melakukan penahanan. Kalau alat bukti sudah lengkap, seharusnya sudah naik ke persidangan, tetapi faktanyakan berbeda, jangan ada kesan memaksa, kan janggal.” kata Yulius

    Pasal yang disangkakan terhadap kliennya pun tidak tepat lanjutnya. Sebab pasal tersebut menunjukkan bahwa korban menjadi objek penganiayaan berat.

    ” Diketahui, pasal yang disangkakan adalah 170 KUHP, dalam pasal tersebut, orang tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasanya. Akibat dari penganiayaan atau perlakuan kekerasan yang dituduhkan.
    Begitu juga pasal 351. Faktanya pada waktu kejadian, pelapor itu pergi ke Polsek Lambu Kibang dalam kondisi biasa saja dan sehat sehat saja, secara visual klien kami punya bukti yang telah dijadikan sebagai alat bukti,” kata Yulius

    Pengacara Tobroni dan istrinya tersebut menilai, perkara tersebut menjadi lamban, karena ada hal yang tidak dilakukan, tapi terkesan seolah telah melakukan pemukulan dan lain sebagainya.

    ” Kalau ini benar terjadi pemukulan, tidak mungkin sampai berlarut-larut seperti ini. Anda bayangkan, kasus besar saja bisa cepat sampai ke meja persidangan bahkan cepat selesai,” ungkapnya

    Yulias juga meminta agar Polres Tubaba menjalankan prosedur hukum sesuai dengan KUHP dan SOP.

    ” Kami berharap lakukan sesuai dengan fakta-fakta hukum. Sesuai dengan keterangan saksi dan alat bukti. Karena kita tidak ingin semua yang di rekonstruksikan, tidak sesuai dengan fakta kejadian dilapangan. Kalau memang tidak cukup bukti, jangan terkesan dipaksakan. Kan jadi sulit. Ada solusi lain, seperti restorative justice yang bisa dilakukan,” kata Yulius.

    Ia berkeyakinan kliennya tidak melakukan pemukulan seperti yang disangkakan pelapor dan disampaikan di media massa dan media sosial.

    ” Terhadap hal yang diasumsikan oleh pihak-pihak lain terhadap kliennya. Bisa dikatakan berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada, termasuk terlapor, tidak ada yang menyatakan bahwa kliennya melakukan pemukulan seperti yang disangkakan,” ungkapnya

    Terpisah, Kepalo Tiyuh Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang mengatakan, dirinya merasa dirugikan atas hal tersebut.

    ” Mengenai masalah ini saya pribadi, dalam arti sudah beredar informasi melakukan penganiayaan terhadap warga. Saya meminta penegak hukum melakukan proses hukum dengan seadil-adilnya. Itu harapan saya. Selaku pengayom masyarakat. Saya merasa nama baik saya dicemarkan atas permasalahan ini, akan kita lihat keterangan yang diberikan saat rekonstruksi, sesuai atau justru memberikan keterang palsu,” pungkasnya.

    Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengacara pelapor dan Polres Tubaba belum berhasil dikonfirmasi.(Snr/Asf)

  • Kheriansyah Kabid Bina Marga Tuba Tinjau Lokasi Genangan Air Yang Dikeluhkan Masyarakat Gunung Sakti

    Kheriansyah Kabid Bina Marga Tuba Tinjau Lokasi Genangan Air Yang Dikeluhkan Masyarakat Gunung Sakti

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)– Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Kabupaten Tulangbawang tinjau jalan berlubang serta keluhan masyarakat yang beredar terkait adanya genangan air di bahu jalan, Jalan Mangga Besar Gunung Sakit,Kecamatan Menggala,Kabupaten Tulangbawang,Rabu (15/03).

    Beredar pemberitaan yang telah banyak di media online dengan adanya keluhan masyarakat dengan genangan air yang berasal dari genangan air hujan salah satunya drenase jalan yang tersumbat dan telah rusak yang menimbulkan jalan air tidak lancar.

    Dengan munculnya pemberitaan tersebut pihak PUPR tanggapi masalah keluhan masyarakat yang beredar.

    Seperti yang disampaikan oleh Kabid Bina Marga Dinas PUPR Ir. Kheriansyah saat meninjau di Lapangan.

    “Jalan yang menjadi keluhan masyarakat ini akan segera kita perbaiki yang berada di titik mangga Besar Gunung Sakti ini,”terang Kheriansyah

    Selain itu, kita juga segera memperbaiki drenase serta tambal jalan berlubang, “jelasnya.

    Ditempat yang terpisah Zainal selaku ketua RT 02 RW 03 linkungan mangga besar gunung sakti, mengucapkan terimakasih atas respons Pemkab Tulangbawang yang segera akan memperbaiki dan membenahi jalan yang berlubang serta perbaikan drenase.

    “Saya selaku RT 02 RW 03 mewakili warga setempat mengucapkan banyak terimakasih yang mana telah meninjau jalan mangga besar gunung sakti ini, ” ujar Zainal.

    Lanjutnya, beberapa hari lalu disini sempat terjadi insiden kecelakaan kendaraan bermotor, akibat masuk kedalam lubang yang tidak terlihat oleh genangan air yang menutupi bahu jalan.

    “Yang mana jalan ini dari tahun 2018 telah menjadi keluhan warga juga,Semoga dengan ada tinjauan dari Pemkab Tulangbawang bisa secepatnya diperbaiki agar tidak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan hal yang fatal, “pungkasnya.(rds)

  • Jelang Bulan Suci Ramadhan,Pj Bupati Qudrotul Ikhwan, Tinjau Harga Bahan Pokok

    Jelang Bulan Suci Ramadhan,Pj Bupati Qudrotul Ikhwan, Tinjau Harga Bahan Pokok

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)– Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Penjabat Bupati Tulangbawang, Qudrotul Ikhwan, meninjau ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pokok, di Pasar Moderen Unit II, Kecamatan Banjar Agung,Kabupaten Tulangbawang. Selasa (14/3).

    Pj Bupati Tulangbawang, Qudrotul Ikhwan, mengatakan, bahwa hari ini ia bersama Forkopimda serta beberapa OPD melakukan peninjauan pasar untuk melihat langsung harga-harga bahan pokok seperti sembako serta memastikan ketersediaan bahan pokok.

    “Alhamdulillah ketersediaan bahan pokok relatif lancar dan cukup banyak tidak ada masalah terhadap arus distribusi serta harga cukup stabil,bahkan ada beberapa komuditas yang menggalami penurunan harga. ketersedian bahan pokok khususnya di Kabupaten Tulangbawang menjelang bulan suci ramadhan aman dan harga stabil,”kata Qudrotul.

    Lanjutnya,untuk masalah harga beras yang dikeluhkan oleh masyarakat yang mengalami kenaikan,ia akan melakukan bahasan terlebih dahulu serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya dengan gudang bulog Tulangbawang.

    “Sementara langkah yang paling efektif dilakukan saat ini mengatasi masalah kenaikan harga beras adalah penetrasi kesasaran langsung, maka bulog sekarang ini melakukan operasi pasar di beberapa Kecamatan maupun Kampung dan itu sangat berpengaruh kepada harga beras dan nanti kita lakukan evaluasi secara menyeluruh,”tutup Qudrotul.(rds)