Blog

  • Kejari Metro Enggan Beri Informasi Lanjutan Soal Kasus Tipikor DLH

    Kejari Metro Enggan Beri Informasi Lanjutan Soal Kasus Tipikor DLH

    METRO — Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro enggan memberi informasi lanjutan perihal Kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Metro tahun 2020.

    Hal itu terbukti saat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Nanang Sigit Yulianto, datang dalam peresmian kampung Restorative Justice (RJ).

    Ketika salah seorang wartawan bertanya soal perkembangan kasus DLH serta atensinya, justru malah dijawab oleh ajudan Kejati Lampung.

    “Yuk yuk yuk yuk. Sudah-sudah. Sudah pak. Maaf ya,” ujar ajudan ketika door stop, Kamis (14/4/2022).

    Pada kesempatan yang sama, Kejari Metro, Virginia Hariztavianne, enggan menjawab pertanyaan mengenai atensi pengungkapan kasus DLH.

    “Ini tidak ada relevansinya. Hari ini kita meresmikan kampung RJ. Jadi sekarang tentang RJ dulu, itu nanti untuk berita selanjutnya,” singkat dia.

    Diketahui, kasus Tipikor DLH Metro tahun 2020 sedang dalam proses penyidikan.

    Dalam pemberitaan terakhir pada Senin, 28 Maret 2022, Kejari Metro telah memeriksa 20 orang saksi dari ASN DLH dan rekanan pihak ketiga.

    Sementara, hingga saat ini awak media belum bisa melanjutkan konfirmasi lagi terkait sejauh apa perkembangan kasus tersebut lantaran Kasi Intel Kejari sudah berganti. (Rendi)

  • Kerjasama Dengan Faskes, Pemkot Metro Rancang Layanan KB Gratis

    Kerjasama Dengan Faskes, Pemkot Metro Rancang Layanan KB Gratis

    Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas P3AP2KB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) perjelas perjanjian jaminan Keluarga Berencana (KB) dengan Fasilitas Kesehatan (Faskes) setempat.

    Kepala Dinas P3AP2KB, Prayetno, mengatakan bahwa hari ini pihaknya telah berkoordinasi dengan faskes yang ada di Kota Metro dan memperjelas mekanisme klaimnya.

    “Kita tadi membahas perjanjian kerjasama anatara fasilitas kesehatan yang ada di kota Metro. Dalam rangka klaim pelayanan keluarga berencana,” kata dia saat wawancarai dikantornya, Kamis (14/04/2022).

    Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memperjelas regulasi tentang cara klaim kerjasama diseluruh faskes di kota Metro.

    “Mekanisme nya ketika ada pasien ke faskes, mereka akan dilayani secara gratis, nanti faskes akan klaim ke kita,” ungkapnya.

    “Jadi, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan KB di kota kita semuanya gratis,” tambahnya.

    Kemudian, lanjutnya, diharap hal tersebut dapat membantu masyarakat, terlebih kepada yang kurang mampu.

    “Harapannya dapat terlaksana dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Metro, karena dana kita terbilang terbatas,” pungkasnya. (Rendi)

  • DPRD Kota Metro Siap Sampaikan Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

    DPRD Kota Metro Siap Sampaikan Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

    METRO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mendukung gerakan ratusan mahasiswa yang menuntut turunnya harga BBM. Dewan juga siap menyampaikan aspirasi mahasiswa tersebut hingga ke tingkat pusat.

    Pernyataan sikap tersebut ditandatanganinya kesepakatan bersama antara mahasiswa dan DPRD Kota Metro. Itu menyusul aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Cipayung Plus Kota Metro di Gedung DPRD setempat, Rabu (13/4/2022).

    Ketua DPRD Kota Metro Tondi MG Nasution didampingi Wakil Ketua I DPRD Basuki, serta Anggota DPRD Didik Isnanto dan Indra Jaya tampak menemui ratusan mahasiswa.

    Dalam kesempatan tersebut, Tondi mewakili DPRD menyampaikan dukungannya terhadap aksi mahasiswa. Ia juga mengakui akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pusat melalui masing-masing partai.

    “Kami tadi sudah menyepakati beberapa tuntutan dan akan kami sampaikan kepada pihak-pihak yang kami tembuskan. Karena begini, DPRD ini kan isinya berbagai macam-macam fraksi. Kami akan menyampaikan kepada fraksi-fraksi yang ada di DPRD yang bisa menyampaikan kepada partai-partainya di tingkat pusat. Karena kebijakan PPN, kebijakan BBM itu adalah kebijakan dari pemerintah pusat bukan kita yang ada daerah,” jelasnya.

    Meski demikian ia merespon positif gerakan aksi mahasiswa tersebut. Menurutnya, aksi ratusan mahasiswa tersebut dilakukan menyusul keprihatinan mahasiswa atas kondisi saat ini. Ini seperti naiknya harga BBM, minyak goreng dan naiknya tarif PPN.

    “Dan itu semua kenyataan di lapangan kan seperti itu. Yang pertama kenaikan BBM, yang kedua kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan kelangkaan minyak goreng. Jadi kami selaku anggota DPRD merasa apa yang disampaikan mahasiswa adalah kenyataan yang ada di lapangan hari ini. Dan kami mendukung, kami merespon secara positif apa yang mereka sampaikan mahasiswa,” ujarnya.

    Karenanya ia menyampaikan terimakasihnya kepada mahasiswa. Terutama dalam menyampaikan orasinya dengan santun, terbit dan lancar. “Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa telah melaksanakan aspirasi dengan cara yang santun, yang damai sama-sama menghormati bulan Ramadan. Dan tadi tidak juga erlalu lama serta berjalan tertib dan damai,” tukasnya.

    Diketahui, aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa digelar mulai dari Tugu Pena. Mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya dengan berjalan kaki menuju Gedung DPRD Kota Metro. (Rendi)

  • Lantik Kakam Mojokerto, Ini Pesan Bupati Musa….

    Lantik Kakam Mojokerto, Ini Pesan Bupati Musa….

    Cakralampung.com – Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad menghadiri pelantikan antar waktu Kepala Kampung (Kakam) Mojokerto, kecamatan Padang Ratu, Yayat Supriadin.

    Dalam acara tersebut turut si hadiri Asisten 1, beberapa Kepala Perangkat Daerah, Forkopimcam Padang Ratu dan Tokoh Agama, Pemuda dan Masyarakat di Balai Kampung Mojokerto pada 13 April 2022.

    Dalam Laporannya Camat Padang Ratu A. Rahman mengatakan pelantikan dan pengambilan sumpah ini sebelumnya telah diputuskan bersama masyarakat, juga Forkpimcam denhan cara Musyawarah dan Mufakat dan terpilih secara aklamasi Yayat Supriadin Sebagai Kepala Kampung Mojokerto yang sebelumnya Pj.Kepala Kampung di jabat oleh Camat Padang Ratu.

    Dengan terpilihnya kepala kampung yang baru di harapkan bersama segala unsur bisa memajukan Kampung Mojokerto.

    Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terpilihnya Kakam Mojokerto yang baru, yang tentunya bisa membangun Kampung Mojokerto Berjaya.

    “kepada kepala kampung yang baru bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sehingga masyarakat bisa terlayani dengan baik,” pungkasnya. (ans/asf)

  • Winarti Kucurkan Bantuan Dana Rp340 Juta dan 6 Motor di Kecamatan Penawar Aji

    Winarti Kucurkan Bantuan Dana Rp340 Juta dan 6 Motor di Kecamatan Penawar Aji

    Cakralampung.com – Bupati Tulangbawang Hj Winarti merealisasikan 4 tahun campaian 25 Program unggulan Bergerak Melayani Warga (BMW) di Kampung Sumber Sari, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulangbawang, Selasa (12/4).

    Dengan memberikan bantuan kepada anak yatim,Karang Taruna, Muslimat, Bantuan tempat Ibadah, Batuan Ekonomi kreatif, serta kendaraan operasional kepada Kepala kampung.

    Dalam penyerahan bantuan tersebut Bupati Tulangbawang didampingi oleh Wakapolres Tuba,Dandim 0426, Pejabat Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulangbawang,camat, Kepala Kampung se Kecamatan Penawar Aji.

    Bupati Tulangbawang Winarti menyampaikan dengan diberikan Batuan 6 unit sepeda motor untuk Kepala Kampung/ Kepala Dusun di kecamatan Penawar aji. Serta sejumlah dana 340 juta rupiah untuk tempat ibadah dan pondok pesantren bisa membantu mengoptimalkan kinerja masyarakat dalam mendukung program pemerintahan di kabupaten Tulangbawang.

    “Masjid 50 juta rupiah Musholla 20 juta rupiah, Pondok pesantren 60 juta rupiah,gereja Katholik 40 juta rupiah,gereja Bethel dan gereja GPPS 40 juta rupiah serta Pura 20 juta rupiah, serta kendaraan yang diserahkan dapat dipergunakan untuk optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat,” kata Bupati.

    Selain itu Bupati juga menghimbau di Bulan Suci Ramadhan ini tetap menjaga Pola hidup sehat, menjaga jarak serta memakai masker dimanapun berada.

    “Terus bersyukur dan laksanakan tugas sebaik mungkin supaya barokah untuk kalian dan keluarga, amin yarobbal alamin,” seru Bupati saat menutup acara.

    Diketahui acara tersebut dilaksanakan dengan prokes Covid-19 yang ketat. (rds/asf)

  • Solar Langka, Nelayan Tuba tak Bekerja

    Solar Langka, Nelayan Tuba tak Bekerja

    CakraLampung.com – Kabupaten Tulangbawang memiliki bibir pantai sepanjang 50 kilometer lebih, setiap harinya ratusan kapal nelayan hilir mudik mencari tangkapan hasil laut, mulai dari ikan, udang, rajungan dan lain sebagainya sesuai musim yang ada, namun kini para nelayan tersebut mengalami kesulitan mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untuk kebutuhan mesin kapal mereka guna pergi melaut, Rabu (13/04).

    Hal ini sudah berlangsung sejak sebelum bulan suci ramadhan, tentunya ini berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat nelayan, karena akibatnya jika tidak mendapatkan solar, maka para nelayan tidak bisa pergi mencari rezeki untuk keluarganya.

    Demikian disampaikan Daeng Tapala, salah satu Pembina Nelayan di Kampung Pasiran Jaya Kuala Seputih, yang mengatakan bahwa sejak beberapa waktu belakangan ini para nelayan kesulitan mencari BBM jenis solar.

    “Meskipun ada harganya, namun barangnya tidak ada atau tidak mencukupi bagi seluruh nelayan, sehingga bagaimana para nelayan ingin melaut jika tidak ada BBM solar, alhasil para nelayan mencari dan mendapatkan BBM solar dari daerah lain, namun dengan harga yang lebih mahal, itu pun tidak bisa mencukupi dan masih kurang,” keluhnya mewakili para nelayan.

    Sementara itu, Sekretaris Kampung Sungai Burung, Mashuri membenarkan bahwa saat ini masyarakat di Kampung Sungai Burung juga mengalami kesulitan akan BBM jenis solar untuk masyarakat gunakan dalam beraktivitas mencari hasil tangkapan di laut.

    “Masyarakat selama ini sebenarnya sudah sangat mengeluh akan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar, namun tetapi masyarakat tidak berani menyampaikan hal tersebut meski hanya melalui Medsos, karena takut terjadi sesuatu kepada mereka, ya namanya juga terkadang mereka tidak mengerti, jadi lebih baik diam meratapi nasib,” ungkapnya.

    “Selama ini juga para pembina nelayan takut kepada aparat dalam persolaan BBM solar, mereka kira itu salah, padahalkan tidak masalah, sebab dari mana lagi nelayan mendapatkan BBM jenis solar, jika bukan dari SPBU, masak nelayan mau pakai Dexlite, bisa-bisa malah merugi nelayan karena harganya yang mahal,” imbuhnya.

    Sedangkan di Kampung Kuala Teladas, Bambang salah satu pembina nelayan mengatakan bahwa diwilayahnya juga mengalami kesulitan akan BBM jenis Solar, meskipun sama seperti beberapa Kampung nelayan lainnya di Kabupaten Tulangbawang yang memiliki surat rekomendasi dari Pemda setempat untuk pembelian BBM jenis solar ke SPBU-SPBU yang ada di Tulangbawang.

    “Meski begitu pengiriman dari SPBU yang ada, masih jauh dari kata cukup, sangat kurang untuk masyarakat nelayan, alhasil jika ada pengiriman maka akan langsung dibagikan kepada masyarakat nelayan seperti pembagian sembako,” ujarnya.

    Sama halnya seperti di Dusun Minak Jebi Kampung Dipasena Abadi, dikatakan Herman, Kepala Dusun setempat, yang menjelaskan bahwa diwilayahnya masyarakat nelayan juga turut mengalami kesulitan dalam mendapatkan BBM jenis solar.

    “Masyarakat ditempat kami juga sulit mendapatkan BBM solar, nanti dulu bicara harganya, yang penting ada barangnya, padahal disini dari mana saja solarnya kami ambil, yang penting bisa dapat, tapi meski begitu masih saja kurang,” tuturnya.

    “Untuk itu kami berharap kepada Pemerintah dan Pertamina agar bisa juga memperhatikan nasib para nelayan, serta kepada aparat agar dibantu dalam pengawasan pendistribusiannya supaya bisa sampai ketangan masyarakat nelayan,” tandasnya.

    Adapun hasil tangkapan para nelayan Tulangbawang setiap harinya dikirim ke berbagai Daerah di Provinsi Lampung hingga ke Pulau Jawa dan bahkan diekspor ke Luar Negeri. (rds/asf)

  • Gubernur dan Ketua DPRD Lampung Temui Pendemo, Ini Kata Mereka…

    Gubernur dan Ketua DPRD Lampung Temui Pendemo, Ini Kata Mereka…

    Cakralampung.com – Gubernur Arinal Djunaidi bersama Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay dan Kapolda Lampung Irjen Pol. Hendro Sugiatno, menemui langsung massa demonstran yang tergabung dalam Aliansi Lampung Memanggil (ALM), di Gerbang Komplek Perkantoran Gubernur Lampung, Rabu (13/4).

    Dalam aksi demonstrasi tersebut, Koordinator Gerakan Aliansi Lampung Memanggil Tommy Pasha menyampaikan beberapa poin yang menjadi tuntutan dalam aksi demonstrasi ini.

    Diantaranya, menolak kenaikan harga bbm, menuntut perwujudan reforma agraria sejati, menjamin kestabilan harga kebutuhan pokok, mencabut UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

    Selanjutnya, menuntut kemudahan akses layanan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia, mengecam keras tindakan represivitas aparat keamanan terhadap aliansi dan menuntut menghentikan kriminalisasi bagi aktivis Gerakan Rakyat Indonesia.

    Sementara itu, setelah sebelumnya meminta barikade kawat berduri untuk dibuka, Gubernur Arinal mendengarkan aspirasi dan berdialog secara langsung dengan perwakilan ribuan massa demonstran yang terdiri dari berbagai mahasiswa dan elemen masyarakat.

    Sekitar satu jam Gubernur Lampung berdialog mendengarkan aspirasi perwakilan massa. Gubernur menyampaikan beberapa poin yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung. Terkait kenaikan harga BBM, Gubernur menyebutkan bahwa kebijakan tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Pusat.

    Terkait kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng, Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan berbagai upaya diantaranya rutin menyelenggarakan operasi pasar murah di seluruh kabupaten dan turun langsung ke bawah melakukan sidak pasar.

    “Saya telah melakukan operasi pasar murah seminggu dua kali di seluruh Kabupaten yang dilakukan di Dinas Perindag dalam posisi kemampuan masing-masing,” ujar Gubernur Arinal kepada massa demonstran.

    Gubernur juga menjamin kestabilan harga bahan pokok karena Lampung merupakan penghasil terbaik produk-produk pertanian dan perkebunan.

    Untuk tuntutan lainnya, Gubernur menjelaskan bahwa dalam tata kelola pemerintahan memiliki mekanismenya sendiri. Namun demikian, Gubernur mengatakan akan berupaya meneruskan dan menyuarakan berbagai tuntutan demonstran yang bukan kewenangan daerah kepada pemerintah pusat.

    “Tata kelola pemerintahan itu ada administrasi, ada undang-undang, peraturan, dan lain sebagainya. Sebagai eksekutif, Saya harus mematuhi itu. Yang kewenangan pusat, saya akan berusaha maksimal,” jelas Gubernur.

    Selanjutnya, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay mengatakan bahwa Gubernur sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah akan menyuarakan tuntutan massa demonstran.

    “Saya yakin bahwa suara adik-adik adalah bagian yang tak terpisahkan dari suara masyarakat. Yakinlah bahwa suara adik-adik mahasiswa akan disampaikan. Gubernur akan bersurat ke pusat,” ujar Ketua DPRD Provinsi Lampung.

    Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol. Hendro Sugiatno menyerukan kepada massa demonstran untuk tetap menjaga kondusivitas dan ketertiban aksi. Kapolda juga yakin, apa yang disuarakan oleh Aliansi Lampung Memanggil akan segera ditindaklanjuti oleh Gubernur Lampung.(rls/asf)

  • Bupati Musa Ajak Berzakat

    Bupati Musa Ajak Berzakat

    Cakra Lampung.com – Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad melaksanakan Pembayaran Zakat Mal Melalui Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Kabupaten Lampung Tengah bertempat di Room BJW pada hari Selasa 12 April 2022.

    Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Baznas Lampung Tengah, Asisten , Staf Ahli dan Kepala Perangkat Daerah serta perwakilan Perbankan.

    Dalam acara tersebut pula Bupati bersama tamu undangan melaksanakan Zoom Meting bersama Presiden Joko Widodo dalam rangka pelaksanaan Pembayaran Zakat di Baznas Masing – Masing Daerah. Joko Widodo menghimbau kepada Para Pejabat tak terkecuali petinggi para perusahaan Swasta untuk menunaikan kewajiban membayar zakat melalui Baznas.

    Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dalam kesempatan tersebut pula langsung membayarkan zakat kepada petugas Baznas Lampung Tengah yang langsung hadir dalam acara tersebut.

    Musa Ahmad juga mengingatkan bahwasanya zakat merupakan kewajiban bagi umat islam untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan antar sesama.

    ” dana tersebut diharapkan bisa berguna membantu masyarakat terutama masyarakat yang mengalami kesulitan akibat pandemi covid 19,” katanya. (rls/asf)

  • Gubernur Minta LPM Lampung Dukung Program Lampung Berjaya

    Gubernur Minta LPM Lampung Dukung Program Lampung Berjaya

    Cakralampung.com – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Lampung, mendukung dan mensukseskan program Lampung Berjaya.

    “Saya ingin LPM dapat diberdayakan untuk kemanfaatan masyarakat desa, selain itu juga mendukung program rakyat Lampung Berjaya, salah satunya kartu petani berjaya,” tegas Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada acara audiensi dengan LPM Provinsi Lampung di Mahan Agung, Selasa (12/04/2022).

    Gubernur Lampung Arinal Djunaidi

    Menurut Gubernur Arinal, LPM sebagai salah satu lembaga kemasyarakatan yang berada di desa, mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

    Pada kesempatan tersebut, Ahmad Bastian, Ketua DPD LPM Provinsi Lampung yang baru saja terpilih, menyampaikan bahwa LPM Lampung baru saja melakukan Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi IV, dan akan melakukan pelantikan pada tanggal 20 April 2022 mendatang.

    “Besar harapan kami agar Pak Gubernur dapat hadir dan melakukan pelantikan pengurus LPM Lampung,” ucapnya. (rls/asf)

  • Amrulloh Minta Pemkot Metro Berikan Kebijakan Tenaga Honorer Mendapat THR

    Amrulloh Minta Pemkot Metro Berikan Kebijakan Tenaga Honorer Mendapat THR

    METRO — Pembahasan terkait Tunjangan Hari Raya bagi tenaga honorer atau Tenaga Harian Lepas, selalu menjadi pembahasan yang menarik dalam beberapa tahun terakhir ini. Salah satunya dari Sekertaris komisi I DPRD Kota Metro Amrulloh SH, MH.

    Politikus partai Demokrat ini mengatakan, dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022, yang telah diterbitkan. Didalamnya hanya Aparatur Sipil Negara (ASN dan PPPK) saja yang mendapat Tunjangan Hari Raya (THR).

    “Sedangkan Tenaga Honorer atau THL tidak diatur dalam Undang-Undang tersebut terkait THR. Untuk itu Ia meminta kepada Pemerintah Kota Metro bisa memberikan kebijakan untuk tenaga honorer atau THL agar bisa mendapat THR,” katanya, senin (11/04/2022).

    Pria yang menjabat ketua KAHMI Kota Metro ini juga meminta kepada Pemkot Metro untuk memperhatikan setiap tenaga honorer atau THL yang ada dilingkungan pemerintahannya. Agar dihari raya tahun ini mereka bisa mendapatkan THR.

    “THR itu sangat dibutuhkan sekali oleh mereka untuk menyambut hari raya. Apalagi seperti keadaan saat ini, dimana harga sembako dan beberapa komoditi lainnya mengalami kenaikan,” terangnya.

    Dia juga mengingatkan kembali Pemkot Metro, agar jangan sampai terjadi lagi seperti tahun sebelumnya. Dimana tenaga honorer atau THL di bumi sai wawai tidak mendapatkan THR.

    “Padahal jika melihat situasi dan kondisi tahun kemarin, sangat memungkinkan sekali jika tenaga honorer atau THL bisa mendapatkan THR,” ungkapnya.

    Untuk itu menurut saya, Pemkot Metro seharusnya bisa belajar dari kesalahan yang lalu. Apalagi Kota Metro merupakan Kota Pendidikan, dimana masyarakatnya serta pejabatnya berbudaya belajar.

    “Saya berharap jangan sampai Kota Metro malah kalah bersaing dengan daerah lainnya, yang bisa memberikan kebijakan, agar tenaga honorer atau PHL bisa mendapatkan THR,” ujarnya.

    Dia menambahkan, setiap menjelang hari raya Pemerintah Kota Metro selalu sibuk mengawasi perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Metro. Agar membayarkan THR karyawannya tepat waktu, serta mendirikan Posko pengaduan buat karyawan yang tidak mendapatkan THR.

    “Sedangkan untuk pekerja tenaga honorer atau THL yang ada dilingkungan pemerintahannya sendiri, malah tidak diperhatikan masalah THR. Kalau melihat seperti ini, apakah tidak sungguh ironi,” terangnya.(Rendi)