Blog

  • Motor Honda Beat Dicuri di depan Kelurahan  Lampung Utara

    Motor Honda Beat Dicuri di depan Kelurahan Lampung Utara

    Cakra Lampung, Lampung Utara –Lagi aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Lampung Utara. Kali ini aksi pencurian tersebut terjadi di depan Kelurahan Pasar, Kotabumi Kota.

     

    Dari video yang beredar di grup whatsapp berdurasi 02: 58 detik itu. Terlihat dua anggota polisi mendatangi tempat kejadian tersebut. Pada Selasa (16/4/2024 ) Sekira pukul 13: 00 wib.

     

    Kapolsek Kotabumi Kota, Ipda Sulyadi membenarkan pencurian yang ada video tersebut.

     

    “Ya benar,” kata Sulyadi, Rabu (17/4).

     

    Kejadian itu. Pada hari Selasa 16 April 2024 sekira Pukul 13.00 wib. Pelaku berhasil mengambil satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban Dwi Rohmawati.

     

    “Yang terparkir di depan teras rumahnya dengan BE 4073 KG, warna biru putih,” ucapnya.

     

    Pelaku langsung kabur ke arah Pelabuhan Kotabumi. Anggota sudah cek TKP dan menyisir cctv yang berada di wilayah itu.

    “Sehingga kita bisa mengetahui pelaku ke arah mana. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp15 juta,” pungkasnya.(San)

  • Bupati Lamsel Nanang Ermanto Serahkan Sertifikat Gratis Kepada Masyarakat Penerima Geserbu

    Bupati Lamsel Nanang Ermanto Serahkan Sertifikat Gratis Kepada Masyarakat Penerima Geserbu

    KALIANDA – Sebanyak 14 warga Lampung Selatan penerima bantuan bedah rumah dari program gerakan seribu rupiah (Geserbu), menerima sertifikat tanah gratis dari pemerintah daerah bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung Selatan. Penyerahan sertifikat tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto pada saat upacara bulanan yang digelar di Lapangan Korpri Kalianda, Rabu (17/4/2024).

    Dalam penyerahan sertifikat itu juga didampingi oleh Kepala BPN Lamsel, Seto Apriyadi, Sekda Lamsel, Thamrin, S.Sos, MM dan Kepala Disperkim Lamsel, Aflah Efendi.

    Dari data yang dihimpun, sertifikat itu diserahkan kepada 14 warga dari 11 kecamatan. Diantaranya adalah Suyanto dan Agus Supriyadi warga Kecamatan Natar, Syafe’i warga Tanjungbintang, Siti warga Tanjungsari, Reki Piyanti, reno Ferdi dan Sharil Umal Ali warga Merbau Mataram.

    Selanjutnya, Hasanah warga Katibung, Surahman warga Candipuro, Ruhiat warga Sragi, M. Juherudin warga Rajabasa, Ahmad Alfiat warga Kalianda, Ujang warga Palas dan Suwarno warga Kecamatan Ketapang.

    Dalam penyampaiannya, Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto menegaskan, penyerahan sertifikat ini diperuntukan bagi warga yang sebelumnya menerima program bedah rumah dari Geserbu. “Kita patut bersyukur, sudah dapat program bedah rumah gratis sertifikatnya juga di gratiskan oleh BPN,” ungkap Nanang.

    Dia berpesan, kepada penerima sertifikat untuk tidak terburu-buru menjaminkan ke bank sertifikat yang baru diterima. Karena, harus diperhitungkan dengan matang dan harus untuk usaha.

    “Pesan saya jangan langsung ke Bank. Sudah ada sertifikat ke bank buru-buru. Tapi kalau untuk modal usaha dan sangat dibutuhkan ya nggak apa-apa,” pesannya seraya bercanda.

    Pihaknya, juga mengucapkan terimakasih kepada BPN Lamsel yang ikut serta dalam mensukseskan program bedah rumah tersebut. Termasuk menyeselasikan berbagai persoalan pertanahan yang ada di kabupaten ini.

    “Sekali lagi saya ucapkam terimakasih kepada BPN yang telah bekerja keras. Khusus nya dalam membantu program Geserbu dengan membuatkan sertifikat gratis kepada warga,” pungkasnya. (idh/tim)

  • H. Nanang Ermanto Ambil Formulir Sebagai Calonkada Ke DPC PDIP Lamsel

    H. Nanang Ermanto Ambil Formulir Sebagai Calonkada Ke DPC PDIP Lamsel

    Lampung Selatan – H. Nanang Ermanto mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Kepala Daerah (Cakada) di kantor Sekretariat Pendaftaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Selasa sore (16/04/24).

    Pengambilan berkas formulir pendaftaran diwakili oleh Liaison Officer (LO) Pantra Agung Oki Riyanto, SH., MH.

    Pantra Oki mengatakan, pengambilan berkas pendaftaran Bakal Calon Bupati Kabupaten Lampung Selatan karena Bapak H. Nanang Ermanto masih bisa mencalonkan diri kembali menjadi Bupati Lampung Selatan karena bapak H. Nanang Ermanto menjadi Bupati Lampung Selatan terhitung baru 1 periode sesuai aturan yang berlaku sekaligus merupakan bentuk kesiapan dari Bapak H. Nanang Ermanto untuk bertarung pada Pemilihan Bupati Kabupaten Lampung Selatan November mendatang.

    “Kemungkinan besok kami akan menyerahkan kembali formulir pendaftaran dan biodata bapak H. Nanang Ermanto”, ungkap Pantra Oki.

    Lanjutnya, setelah ini kami akan membangun komunikasi dengan berbagai partai politik dan pihak lainnya. Kami optimis bisa memenangkan kembali Pilkada November mendatang karena bapak H. Nanang Ermanto adalah sosok pemimpin yang lahir dari Wong Cilik atau rakyat biasa dan banyaknya masyarakat yang masih menginginkan beliau untuk melanjutkan kepemimpinannya serta melanjutkan program-program kerja nyatanya, pungkas Pantra Oki.

    (udL/tim)

  • Pantau Pelayanan, Pj Bupati Lampung Utara Sidak Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

    Pantau Pelayanan, Pj Bupati Lampung Utara Sidak Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

     

     

    Cakra Lampung, Lampung Utara — Pj Bupati Lampung Utara, Aswarodi, didampingi beberapa pejabat OPD Lampung Utara inspeksi mendadak (Sidak) kehadiran ASN di hari pertama masuk kerja usai libur hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah.

     

    Terlihat dalam rekaman video yang tersebar di grup whatsapp berdurasi 3 mint satu detik Aswarodi, Sidak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.

     

    Selanjutnya video berdurasi 01:45 detik Sidak tersebut dilakukan di Kecamatan Kotabumi Selatan oleh, Asisten 1, Mankodri.

     

    Kemudian tim 3 diketuai oleh, Inspektorat Rido, Kabid Sat Pol PP, Kabid Diskominfo, Desti Erawati.

     

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Utara, Gunaido Uthama. mengatakan kegiatan itu dibagi menjadi 3 tim.

     

    “Ya benar, hari ini kita bersama kepala OPD Lampung Utara lakukan Sidak. Sidak itu dibagi menjadi 3 tim,” kata Gunaido Uthama, Selasa (16/4).

     

    Sidak itu, lanjut Gunaido Uthama merupakan ajang silaturahmi dan sekaligus memantau langsung pelayanan publik sehingga pelayanan berjalan dengan normal pascalibur hari raya Idul Fitri 1445 H.

     

    Dalam kegiatan Sidak PJ Aswarodi kata Gunaido menyampaikan berbagai inovasi dan kreatifitas guna mewujudkan ke arah yang lebih baik.

     

    “Maupun Wakil Bupati menyampaikan kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan pekerjaan seperti biasa usai libur lebaran, dan berharap agar pelayanan dapat berjalan optimal terutama pada pelayanan publik,” ucapnya.

     

    Saat disinggung mengenai apakah dalam sidak tersebut, ada sejumlah ASN yang belum masuk atau masih dalam melaksanakan mudik.

    “Ada beberapa ASN yang kena Sidak. Namun itu sudah di tangan langsung oleh inspektorat,” pungkas Gunaido (San).

  • Kapolres Lampung Utara Dampingi Kapolda Melayat ke Rumah Duka Tenaga Kesehatan

    Kapolres Lampung Utara Dampingi Kapolda Melayat ke Rumah Duka Tenaga Kesehatan

    Cakra Lampung, Lampung Utara – Kapolres Lampung Utara AKBP Teddy Rachesna mendampingi Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika, melayat ke rumah duka tenaga kesehatan Posyan pada Operasi Ketupat Krakatau 2024 di Desa Pagar Gading Kecamatan Blambangan Pagar, Selasa (16/4/24).

    Nakes yang meninggal tersebut diketahui bernama Antonius Ripto Basuki (52), berprofesi pegawai negeri sipil (PNS) Puskesmas Bogatama, warga Kampung Bogatama, Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang.

    Almarhum sebelum meninggal masih melaksanakan tugas sebagai Nakes di Pos Pelayanan (Yan) Rest Area 208 Tol Terpeka yang merupakan salah satu Pos pada Operasi Ketupat Krakatau 2024 milik Polres Tulang Bawang.

    Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika, mengatakan, jajaran Polda Lampung dan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Krakatau 2024 menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, kami juga kehilangan karena beliau juga berkontribusi untuk mengamankan jalannya mudik dan arus balik mudik lebaran 2024.

    “Saya mendapatkan kabar saya berusaha untuk bisa menyempatkan diri melayat disini dan memberikan penghormatan terakhir kepada beliau almarhum, dan apapun ceritanya beliau tetap memiliki kontribusi jasa kepada negara dalam mensukseskan pengamanan lebaran 2024,” kata Kapolda.

    Sementara itu Kapolres AKBP Teddy menjelaskan, kedatangan kami ini, sebagai bentuk turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, serta memberikan dukungan secara moril kepada pihak keluarga yang tengah berduka atas musibah ini.

    “Saya mewakili Polres Lampung Utara turut berduka cita, semoga Almarhumah meninggal dalam keadaan khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh tuhan YME,” pungkas Kapolres.(*)

  • Pemuda Asal Desa Taman Jaya Lampung Utara Ditemukan Gantung Diri Di Pohon Jengkol

    Pemuda Asal Desa Taman Jaya Lampung Utara Ditemukan Gantung Diri Di Pohon Jengkol

    Cakra Lampung, Lampung Utara– Warga Desa Taman Jaya, Kotabumi Selatan, Lampung Utara digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria di dalam kebun. Jasad tersebut ditemukan warga dalam kondisi gantung diri di pohon jengkol.

     

    “Korban ditemukan pertama kali olah sodara korban yang bernama Herman, dikarenakan korban pergi dari hari Sabtu pukul 17.00 wib hingga pagi hari Minggu belum juga kembali, sehingga keluarga korban inisiatif mencari dan dibantu dengan masyarakat sekitar mencari keberadaan korban di kebun dimana korban biasa mencari rumput untuk pakan ternak,” ungkap Kapolsek Kotabumi Kota, Ipda Sulyadi dalam laporan tertulis, Minggu (14/4).

     

    Namun Korban diketahui sekira pukul 10.00 wib ditemukan dengan kondisi tergantung di pohon jengkol di kebun lada milik Udin yang berjarak sekitar 3 kilo dari rumah korban.

     

    Usai korban dinyatakan meninggal dunia, warga mengevakuasi jasad korban ke kediaman keluarganya.

     

    Hasil pemeriksaan, korban ditemukan luka di bagian jari telunjuk korban, dalam kejadian itu tidak ditemukan luka atau bekas tanda kekerasan pada tubuh korban.

     

    “Saat ditemukan jenazah sudah dalam keadaan kaku mayat dan korban gantung diri menggunakan baju lengan panjang miliknya,” kata dia.

     

    Ia mengungkapkan, kemungkinan korban melakukan bunuh diri dikarenakan faktor ekonomi.

     

    “Akan tetapi keluarga korban menolak untuk diautopsi, karena sudah ikhlas menerima kepergian korban,” ujarnya. (San)

  • Kecelakaan Toyota Rush VS  Pick Up Suzuki Carry di Kotabumi, Satu Orang Meninggal

    Kecelakaan Toyota Rush VS Pick Up Suzuki Carry di Kotabumi, Satu Orang Meninggal

    Cakra Lampung, Lampung Utara — Kecelakaan yang melibatkan dua mobil Toyota Rush VS pick up Suzuki Carry terjadi di Jalan Lintas Tengah Sumatera Desa Suka Marga Kecamatan Abung Tinggi. Kabupaten Lampung Utara.

     

    Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB itu menyebabkan salah satu penumpang mobil Ran pickup Suzuki carry No Pol BE 8144 AMH dengan korban 9 orang luka-luka dan 1 orang meninggal dunia di PKM Bukit Kemuning, RS Medika Insani, RS Handayani

     

    Kronologi kejadian berawal, pickup Suzuki carry nopol BE 8144 AMH berjalan dari arah Bukit Kemuning menuju Kotabumi sesampainya di TKP mobil tersebut oleng ke kanan.

     

    “Pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang Ran minibus Toyota Rush warna putih No Pol BG 1583 DP karena jarak sudah terlalu dekat.

    sehingga tidak dapat menghindar lagi,” ungkap Kasat Lantas, Polres Lampung Utara, Iptu Joni Charter, Sabtu (13/4).

     

    Akibat kejadian tersebut, kendaraan minibus Toyota Rush nopol BG 1583 DP mengalami ringsek ke dalam sebelah kanan

     

    Kemudian, Kendaraan Suzuki carry Nomor Polisi BE 8144 AMH mengalami kerusakan bagian kepala ringsek. (San)

  • Meski Digelar Operasi Pasar, Gas 3 Kg di Lampung Utara Tetap Langka

    Meski Digelar Operasi Pasar, Gas 3 Kg di Lampung Utara Tetap Langka

    Cakra Lampung, Lampung Utara –Warga Lampung Utara kesulitan mendapatkan tabung elpiji melon 3 kg selama sepekan terakhir.

    Selain langka, harga di tingkat pengecer mencapai Rp50 ribu.

    Padahal, berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan keamanan ketersedian elpiji di Lampung Utara, khususnya untuk memenuhi kebutuhan jelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1445 H.

     

    Guna pemenuhan pasokan itu Pertamina mengaku menambah penyaluran elpiji 3 Kg hingga 21.280 tabung ke Kabupaten tersebut, Selasa (9/4/2024).

     

    “Penambahan itu untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan di masa Ramadan” ujar Area Manager Communication, Relation and CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, sebagaimana dilangsir dari Lampost.co, baru-baru ini.

     

    Namun kenyataan di lapangan berbeda 360 drajat, meski dilakukan operasi pasar, Gas 3 Kg tetap langka. Salah satu warga Rejosari Nur (48) mengungkapkan bahwa saat kehabisan gas elpiji dia harus berkeliling untuk bisa mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg. “Keliling, sampai ke beda kecamatan carinya, tapi juga nggak dapat. seminggu ini agak sulit nyarinya,” ujar Nur.

     

    Bukan hanya sulit dicari, harga per unit gas elpiji 3 kg menurutnya saat ini naik sangat tinggi, Nur megaku biasanya mendapatkan gas elpiji melon seharga Rp 22-24 ribu per tabung, tapi kini dirinya harus merogoh kocek lebih dalam, pengencer menjual gas elpiji 3 kg hingga harga 40 ribu per tabung.

     

    Salah satu pengecer membenarkan kondisi itu. Dia menuturkan bahwa belakangan ini agen kerap telat memasok gas elpiji melon ke tempatnya. Bahkan ia menerima pasokan lebih sedikit dari biasanya.

     

    “Pesanan kita baru bisa dikirim 1 minggu kemudian, semenjak order. Setiap Sabtu dikirimnya, itupun sekarang dibatasi 10 tabung aja, jadi, stok sudah habis,” katanya

     

    “Dampak yang ditimbulkan akibat kelangkaan gas tersebut, yaitu aktivitas masyarakat terganggu, terjadi spekulasi harga gas” ujar pengecer gas Elpiji yang tak ingin identitasnya terungkap.

     

    Baik Nur maupun pedagang elpiji eceran berharap pemerintah dapat segera mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Dan juga semoga pemerintah dapat membongkar mafia gas elpiji yang beroperasi di wilayah Lampung Utara dan sekitarnya. Jangan sampai mafia Migas mengambil keuntungan dari penyalahgunaan elpiji subsidi yang disediakan untuk masyarakat miskin tersebut.

     

    Langka, Harga Gas Capai Rp50 Ribu

     

    Warga di Kotabumi, Lampung Utara mengaku resah melihat kondisi harga gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (Kg) alias gas melon yang kian melejit.

     

    Sepertinya sudah menjadi tradisi tahunan. Harga yang begitu mahal membuat masyarakat kurang mampu kian pusing di buat harga LPG 3 Kg. Dari sebelumnya harga LPG 3 kg kisaran Rp 22 ribu ribu naik menjadi Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per 3 Kg.

     

    “Saya kemarin beli LPG melon 3 Kg dapat harga Rp 40 ribu, tapi ada juga orang yang kemarin dapat harga sampai Rp 50 ribu,” ujar Parida (53) , Senin (08/04/2024).

     

    Parida mengatakan, tingginya harga LPG melon itu terjadi sejak adanya kelangkaan pada sebulan terakhir, tepatnya pada pelaksanaan Pemilu 2024. Ia belum mengetahui pasti penyebab kelangkaan LPG melon itu.

     

    “Saya enggak tahu apa penyebabnya, tapi yang pasti ini sangat meresahkan. Karena semuanya apa-apa naik, sembako terutama beras juga mahal,” katanya

     

    Hal senada juga disampaikan Angga (30), warga Kelurahan Tanjung Senang, Kotabumi, Lampung Utara. Dia menuturkan, harga LPG melon 3 Kg kini naik sekitar Rp 37 ribu hingga Rp 45 ribu. Harga LPG melon di wilayahnya sama saja seperti wilayah-wilayah lain

     

    “Harga normal biasanya Rp 22 ribu, sekarang Rp 45 ribu. Saya enggak tau kalau harga untuk warga di daerah yang jauh-jauh, mungkin lebih mahal lagi,” ujarnya.

     

    Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara, Hendri sebelumnya berkomitmen menjaga ketersediaan barang bersubsidi. Khususnya gas elpiji 3 kg, saat ini PT Pertamina telah menambah alokasi sebanyak 11.000 tabung untuk disalurkan di Lampung Utara.

     

    “Sesuai perintah Bapak PJ Bupati, Aswarodi kita terus melaksanakan koordinasi dengan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan agas elpiji 3kg. Alhamdulillah, kita mendapatkan tambahan 11.000 dari sebelumnya 22.000 direalisasikan di Lampung Utara,” tambahnya.

    Dan pihaknya siap menampung aspirasi masyarakat, bila kedapatan ada pangkalan atau agen nakal. Yang menjual tabung gas elpiji tidak sesuai HET, kepada bukan membutuhkan, semisal ASN, pengusaha dan lainnya. Maka akan ditindak, sesuai peraturan perundang – undangan yang ada.

    “Ya itu kita harapkan ada peran serta masyarakat, karena keterbatasan pengawasan kita. Dan kalau ada yang nakal, nanti direkomendasikan kepada aparat hukum menindaknya. Sebab, pemerintah daerah terbatas pengawasannya,” pungkasnya. (San)

     

     

     

  • Bank Eka Pulangkan Duit THR ASN Lampung Utara yang Dipotong untuk Cicil Angsuran

    Bank Eka Pulangkan Duit THR ASN Lampung Utara yang Dipotong untuk Cicil Angsuran

    Cakra Lampung, Lampung Utara — Duit tunjungan hari raya (THR) milik salah satu ASN Lampung Utara diduga dipotong sepihak oleh Bank Eka.

     

    Dugaan pemotongan duit THR itu untuk membayar angsuran ASN tersebut. Pun pascadikritik Bank Eka Lampung Utara pun langsung mengembalikan duit THR tersebut.

     

    “Pemulangan itu secara bertahap. Pertama Rp1,9 juta, kedua Rp2 juta,” kata ASN berinisial KO warga Kecamatan Abung Barat, Selasa (9/4).

     

    “Saya tidak minta lebih dari apa yang mereka potong,” sambung KO.

     

    Kepala Seksi Hukum Bank Eka, Hendy membenarkan adanya pemulangan duit THR yang telah dipotong sepihak oleh Bank Eka.

     

    “Ya benar, telah dipulangkan oleh pihak Bank Eka. Persoalan itu telah selesai,” kata dia.

     

    Sebelumnya diberitakan Bank Eka Cabang Kotabumi, Lampung Utara diduga potong tunjangan hari raya milik Seorang PNS Pemkab Lampung Utara.

     

    “Setahu saya, bank itu kalau mau memotong kredit atau angsuran. Itu diambil dari gaji, bukan dari tunjungan hari raya yang dipotong. Kok ini saya lihat dari struk telah nol atau kosong. Nagara telah memberikan tunjangan hari raya pada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk anak istri lebaran. Tapi ini kok malah dipotong mereka,” kata salah satu PNS, berinisial KO, Kamis (4/4).

     

    Kata dia, dugaan pemotongan duit THR bukan saja terjadi pada dirinya saja, melainkan beberapa PNS di Lampung Utara.

     

    “Negara ini telah memberikan gaji Rp 3.800.500.00 kemudian untuk THR Rp 4.5 juta untuk gaji memang hak mereka karena kita memiliki bon atau utang. Tapi kalau untuk THR, itu memang dari instruksi presiden tidak boleh memotong. Tapi ini dipotong. Bank Eka ini kok kaya gini,” ungkapnya.

     

    “Pimpinan, tidak ada. Mereka yang berkerja di sini pada pegawai semua, untuk pimpinan atau yang berwenang sedang dinas luar semua,” kata Satpam setempat. (San)

  • Lapor Pak Pj. Bupati Lampung Utara!!  Gas Lpg 3 Kg Tembus Rp50 Ribu

    Lapor Pak Pj. Bupati Lampung Utara!! Gas Lpg 3 Kg Tembus Rp50 Ribu

    Cakra Lampung, Lampung Utara — Warga di Kotabumi, Lampung Utara mengaku resah melihat kondisi harga gas Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (Kg) alias gas melon yang kian melejit.

     

    Sepertinya sudah menjadi tradisi tahunan. Harga yang begitu mahal membuat masyarakat kurang mampu kian pusing di buat harga LPG 3 Kg. Dari sebelumnya harga LPG 3 kg kisaran Rp 22 ribu ribu naik menjadi Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu per 3 Kg.

     

    “Saya kemarin beli LPG melon 3 Kg dapat harga Rp 40 ribu, tapi ada juga orang yang kemarin dapat harga sampai Rp 50 ribu,” ujar Parida (53) , Senin (08/04/2024).

     

    Parida mengatakan, tingginya harga LPG melon itu terjadi sejak adanya kelangkaan pada sebulan terakhir, tepatnya pada pelaksanaan Pemilu 2024. Ia belum mengetahui pasti penyebab kelangkaan LPG melon itu.

     

    “Saya enggak tahu apa penyebabnya, tapi yang pasti ini sangat meresahkan. Karena semuanya apa-apa naik, sembako terutama beras juga mahal,” katanya

     

    Hal senada juga disampaikan Angga (30), warga Kelurahan Tanjung Senang, Kotabumi, Lampung Utara. Dia menuturkan, harga LPG melon 3 Kg kini naik sekitar Rp 37 ribu hingga Rp 45 ribu. Harga LPG melon di wilayahnya sama saja seperti wilayah-wilayah lain

     

    “Harga normal biasanya Rp 22 ribu, sekarang Rp 45 ribu. Saya enggak tau kalau harga untuk warga di daerah yang jauh-jauh, mungkin lebih mahal lagi,” ujarnya.

     

    Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara, Hendri sebelumnya berkomitmen menjaga ketersediaan barang bersubsidi. Khususnya gas elpiji 3 kg, saat ini PT Pertamina telah menambah alokasi sebanyak 11.000 tabung untuk disalurkan di Lampung Utara.

     

    “Sesuai perintah Bapak PJ Bupati, Aswarodi kita terus melaksanakan koordinasi dengan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan agas elpiji 3kg. Alhamdulillah, kita mendapatkan tambahan 11.000 dari sebelumnya 22.000 direalisasikan di Lampung Utara,” tambahnya.

     

    Dan pihaknya siap menampung aspirasi masyarakat, bila kedapatan ada pangkalan atau agen nakal. Yang menjual tabung gas elpiji tidak sesuai HET, kepada bukan membutuhkan, semisal ASN, pengusaha dan lainnya. Maka akan ditindak, sesuai peraturan perundang – undangan yang ada.

     

    “Ya itu kita harapkan ada peran serta masyarakat, karena keterbatasan pengawasan kita. Dan kalau ada yang nakal, nanti direkomendasikan kepada aparat hukum menindaknya. Sebab, pemerintah daerah terbatas pengawasannya,” pungkasnya. (San)