Blog

  • Rakorda Gerindra Lampung: Menjemput Kemenangan 2024

    Rakorda Gerindra Lampung: Menjemput Kemenangan 2024

    Bandarlampung – DPD Partai Gerindra Lampung menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Gedung Grahawangsa Bandar Lampung, Rabu (14/6/2023).

    Rakorda digelar dengan mengusung tema “Menjemput Kemenangan 2024”.

    Rakorda tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra Ahmad Muzani, dan sejumlah pengurus DPP Gerindra lainnya.

    Rakorda itu diikuti oleh jajaran pengurus dan kader partai Gerindra Lampung sebanyak 979 orang, yang terdiri dari unsur DPD, DPC, PAC, Organisasi Sayap Partai serta Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Gerindra Lampung.

    Ketua DPD Gerindra Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Rakorda ini sebagai koordinasi pemenangan Prabowo Subianto sebagai presiden, dan pemenangan Partai Gerindra di 2024.
    “Nanti ada pembekalan untuk peserta, ini sebagai representatif visi dan misi Partai untuk pemenangan Bapak Prabowo Subianto,” jelasnya.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Graha Wangsa, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. dihadiri kurang lebih sekitar 1000 peserta. Ujar Ketua Panitia Rakorda, Fahrurrozi.

    Sementara itu, Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani meminta kadernya untuk tidak menjelek-jelekkan calon presiden (capres) dari partai lain. Dia berpandangan bahwa semua capres ingin memajukan Indonesia.

    Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Gerindra Lampung yang berlangsung di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Rabu (14/6/2023). Menurutnya, siapa pun calon yang maju, semuanya pasti punya tujuan untuk memajukan negara.

    “Saya minta untuk semua kader jangan menjelek-jelekkan capres dari partai lainnya, tidak usah benci. Pak Anies, Pak Ganjar, itu semua mempunyai keinginan untuk memajukan Indonesia, sama halnya dengan Pak Prabowo,” kata Muzani. (Hel)

  • 10 Persen Dana Desa Dapat Di Alokasikan Untuk Pembangunan Kesehatan

    10 Persen Dana Desa Dapat Di Alokasikan Untuk Pembangunan Kesehatan

    CAKRALAMPUNG, JAKARTA – Prioritas penggunaan Dana-Desa (DD) dalam pembangunan kesehatan pada penelitian Tumaji (2018) tentang pemanfaatan DD untuk pembangunan kesehatan masih cukup rendah.

    Dari dua Kabupaten yakni Kabupaten Sampang dan Kabupaten Pasuruan yang menjadi obyek kajian didapatkan bahwa pemanfaatan DD untuk pembangunan kesehatan rata- rata 4,17%.

    Bila dirinci lagi, maka pemanfaatan DD untuk pembangunan pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan Posyandu 0,50%, kegiatan Polindes/Poskesdes 0,63%, kegiatan Promosi Kesehatan dan Gerakan Hidup Bersih dan Sehat 2,46%, dan kegiatan lainnya 0,58%.

    Hal ini menunjukkan bahwa DD masih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur (non-kesehatan). Hal ini dikatakan Dr. Nata Irawan, S.H., M.Si Kebijakan Ahli Utama Bidang Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah kesempatan.

    ” Hasil penelitian Tumaji (2018) merekomendasikan dua hal yakni, pertama perlu dilakukannya sosialisasi kepada tenaga kesehatan terutama yang bertugas di desa tentang diperbolehkannya DD untuk pembangunan kesehatan,” kata Nata Irawan yang juga Putra daerah Tulang Bawang Barat Lampung.

    Lebih lanjut, dikatakannya bahwa, ketika ada Musrenbang Desa dapat memperjuangkan DD untuk pembangunan kesehatan.

    Penelitian tersebut juga merekomendasikan perlu, dilakukan advokasi kepada Pemerintahan Daerah (Bupati/Walikota, termasuk Pemerintahan Desa) agar 10% DD dapat dialokasikan untuk pembangunan kesehatan, mengingat ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk pembangunan kesehatan ditingkat desa, ditambah perlu ada aturan dan petunjuk pelaksanaan secara tertulis kepada Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi tentang pentingnya Dana Desa dialokasikan untuk kesehatan sebagai perwujudan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    ” Peran pemerintah desa dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya melalui peningkatan kinerja pelayanan publik, salah satunya adalah pelayanan kesehatan seperti kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, balita dan remaja di masyarakat. Hal ini didasari bahwa pelayanan kesehatan masyarakat sebagai salah satu indikator kualitas kesejahteraan,” terang pria ramah dan bersahaja ini.

    Sebagaimana kita ketahui lanjutnya, bahwa pemerintah pusat tengah berupaya memberdayakan masyarakat di desa terkait kualitas pelayanan kesehatan melalui undang- undang kesehatan masyarakat sebagai langkah awal membangun desa yang sinergi dengan program-program pemerintah untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, dan makmur.

    ” Oleh karenanya, kesehatan akan berdampak pada tingkat fungsional manusia secara fisiologis, psikologis, dan sosiokultural. Ini menjadikan kesehatan merupakan investasi yang secara langsung mendukung peningkatan ekonomi yang berujung kepada penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.

    Ditegaskan Nata Irawan bahwa tenaga kesehatan (terutama yang bertugas di desa) bukan aktor yang memiliki peran paling penting dalam penentuan atau mengarahkan alokasi Dana Desa, termasuk untuk pembangunan kesehatan pada Musrembang Desa, melainkan tata kelola kolaboratif empat aktor yang ada di Kelembagaan Desa sebagai sebuah Penta helix, yaitu (1) Pemerintah Desa (Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan perangkatnya; (2) Badan Permusyawaratan Desa (BPD); (3) Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa; dan (4) Badan Kerja Sama Antar-Desa. Ke-empat aktor inilah yang akan menentukan arah pembangunan desa.

    Di sinilah diperlukan good will dan political will dari empat aktor yang ada di Kelembagaan Desa, terutama Kepala Desa, untuk membuat warga desanya menjadi lebih sehat, mandiri dan berdaya saing.

    Sejak tahun 2020, Dana Desa yang bernilai Rp 72 triliun akan dialokasikan dengan memperhatikan aspek kemiskinan dan kinerja desa, yang tercermin dalam perubahan formula alokasi Dana Desa berupa adanya Alokasi Kinerja dan perubahan bobot pengalokasian, sehingga menjadi Alokasi yang meliputi: (1) Dasar (69%), (2) Afirmasi (1,5%), (3) Kinerja (1,5%), dan (4) Formula (28%).

    ” Hal ini bertujuan guna memantapkan Dana Desa sebagai salah satu instrumen untuk memperbaiki kualitas dan pemerataan layanan publik antar desa, memajukan perekonomian desa, dan mengurangi kemiskinan, termasuk pembangunan kesehatan,” Kata Nata Irawan menambahkan.

    Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri memiliki tugas dan fungsi jelasnya, untuk melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang fasilitasi penataan desa, penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa, pengelolaan keuangan dan aset desa, produk hukum desa, pemilihan kepala desa, perangkat desa, pelaksanaan penugasan urusan pemerintahan, kelembagaan desa, kerja sama pemerintahan, serta evaluasi perkembangan desa, yang dapat memberikan penguatan sekaligus prioritas pada layanan kesehatan sehingga dapat saling terintegrasi dan tidak saling tumpang tindih antara satu layanan dengan layanan lainnya.

    ” Mengurangi kemiskinan tidak cukup hanya dengan memberi bantuan sosial (non-kesehatan), layanan kesehatan yang bersifat kontinue juga memberi dampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya.(SANUR)

  • Penyelenggara KPU Tuba Tingkat PPK dan PPS Lakukan Sosialisasi Untuk Pemilu Tahun 2024.

    Penyelenggara KPU Tuba Tingkat PPK dan PPS Lakukan Sosialisasi Untuk Pemilu Tahun 2024.

    Tulang Bawang,(Cakralampung)-Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beserta Panitia Pemungutan Suara (PPS) Ujung Gunung Ilir (UGI) melakukan Sosialisasi dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat untuk Pemilu Tahun 2024.yang telah di atur dalam PKPU NO.9 Tahun 2022 Tentang (Parmas) untuk mensukseskan Pemilu serentak 2024 dalam hal menjaga tahapan Pemilu 2024 berjalan dengan aman,lancar dan kondusif.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Rabu (14/23).

    Dalam kegiatan tersebut Yefri Sanda perwakilan dari Ketua PPK Menggala mengatakan,kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang Pemilu tahun 2024 kepada seluruh masyarakat.

    “Hari ini kami melakukan sosialisasi dan mengenalkan nomor urut Partai Politik kepada masyarakat dan supaya nantinya masyarakat dapat memahami pentingnya hak suara dalam pemilu 2024 mendatang, ” ujar Yefri Sanda.

    Selain itu,pemasangan secara Simbolis oleh PPK dan PPS Sticker Nomor urut Parpol di rumah masyarakat atau pun tempat tempat yang terjangkau dapat dilihat oleh semua orang.

    “Kami juga akan memasang Sticker nomor urut Parpol di beberapa Titik keramaian agar seluruh masyarakat dapat melihat secara lues,” tambahnya.

    Lanjutnya, ia menghimbau agar masyarakat dapat mengecek hak pilih mereka di Plang Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) diBalai Desa terdekat ataupun melalui Via Online yakni https://cekdptonline.kpu.go.id/.

    “Masyarakat juga dapat mengecek hak pilih mereka dengan melihat Plang yang sudah disediakan oleh Panitia Pemungutan Suara tingkat Kampung/Kelurahan masing-masing, dan juga bisa juga melalui via online,” lanjutnya.

    Yefri juga,mengingat kepada masyarakat untuk hari tanggal tahun pemilihan yakni Hari Rabu 14 Februari 2024.

    “Untuk Pemilu 2024 yaitu hari Rabu 14 Februari 2024 dimulai dari DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR-RI, DPD-RI, Presiden dan Wakil Presiden,” ungkapnya.

    Ia juga,berharap agar kegiatan sosialisasi ini masyarakat dapat ikut memeriahkan pesta demokrasi mendatang karena satu hak pilih mereka menetukan pemimpin kita nantinya.

    “Saya harap untuk masyarakat sama-sama kita memeriahkan pesta Demokrasi mendatang karena satu suara kita itu akan menentukan hasil suara pemimpin kita nantinya,”tutupnya.

    Kegiatan itu dihadiri PPK Menggala, PPS UGI, PKD dari Pangwaslu, Perwakilan Aparatur Kampung UGI.(rds)

  • Perpisahan Siswa SDN 3 Bumi Setia Seputih Mataram, Kepsek: Kunci Pintar, Hebat Adalah Belajar

    Perpisahan Siswa SDN 3 Bumi Setia Seputih Mataram, Kepsek: Kunci Pintar, Hebat Adalah Belajar

    Lamteng –SDN 3 Bumi Setia Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar acara perpisahan/pelepasan siswa-siswi kelas Vl.
    Kepsek Nur Handoyo menyatakan rasa syukur dan terimakasih kepada para panitia pelaksana pelepasan siswa-siswi kelas Vl.
    “Dari jumlah 33 murid ini yang mana pada hari ini, kita meriahkan acara pelepasan bersama-sama. Tentunya tidak lepas dari kekompakan dan dukungan bapak ibu guru sekalian sebagai panitia pelaksana,” kata dia, Senin (12/6/2023)

    Ia berharap kepada murid-murid yang telah lulus tersebut, agar tetap semangat dan jangan bermalas-malasan untuk belajar.
    “Kunci dari kepintaran serta sebagai orang yang hebat adalah belajar, dan teruslah belajar murid-murid ku sekalian, semoga apa yang dicita-citakan kalian bisa tercapai suatu saat nanti. Dan bapak berharap kepada seluruh siswa-siswi SDN 3 Bumi Setia semoga kalian semua bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk agama bangsa dan negara, salam sukses selalu untuk kalian semua,” pungkasnya. (Arm)

  • Trio Klara Dzakia Zahra Bius Pengunjung Tubaba Food Fashion X Festival 2023

    Trio Klara Dzakia Zahra Bius Pengunjung Tubaba Food Fashion X Festival 2023

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Alunan lagu klasik Lampung berjudul perpisahan yang dilantunkan oleh Klara Salsabila siswi SMAN 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) sontak memukau dan membius ratusan pengunjung Tubaba food fashion x festival (TF3), Minggu sore (11/6) di pelataran parkir pasar modern Pulung Kencana Tulang Bawang Tengah.

    Tampilan solo Klara diiringi denting gitar klasik Lampung yang dimainkan begitu piawai oleh tim musik gitar Fahmi Nabil Aufa TF3. Sementara itu Az-Zahra Nabila juga perform solo menyanyikan lagu yang berjudul adat Lampung dengan kolaborasi musik klasik modern dan pada perform akhir Dzakia Maharani bersama Klara Salsabila tampil bersama membawakan lagu berjudul Tulang Bawang Barat mufakat.

    Tampilan dari Trio Klara Dzakia Zahra itu merupakan perwakilan SMAN 1 Tumijajar yang ambil bagian pada event tahunan TF3 dan sekaligus turut memeriahkan acara Tubaba food fashion x festival 2023.

    ” Kami yang tampil 3 orang mewakili SMAN 1 Tumijajar membawakan 3 lagu antara lain, adat Lampung, Tulang Bawang Barat mufakat dan perpisahan,” kata Zahra di dampingi Klara dan Dzakia Maharani ditemui Cakralampung seusai perform .

    Lebih lanjut dikatakan oleh mereka bahwa penampilan mereka merupakan ajang uji nyali tampil dipanggung dan dimuka umum.

    ” Iya melalui event ini kami berharap akan menjadi ruang belajar sekaligus uji mental nyanyi didepan orang banyak,” kata mereka.

    Kehadiran para siswa-siswi itu juga didampingi kedua orang dan keluarga yang ingin menyaksikan langsung perform para putrinya.

    ” Kami senang melihat anak- anak belajar tampil dimuka umum pada ajang ini semoga ini akan menjadi pengalaman dan edukasi bagi mereka,” ungkap para orang tua yakni Kasno Bustami dan Abu Rohman.

    Tampak hadir pada kegiatan TF3 2023 ini, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, H. Budiman Jaya, S.STP.,M.IP dan sejumlah masyarakat yang turut menyaksikan kegiatan event tahunan itu, berlangsung dalam suasana penuh suka cita dan silaturahmi yang sangat bersahaja.(SANUR)

     

  • Gudep SDN 2 Setia Bumi Seputih Banyak Gelar Persami

    Gudep SDN 2 Setia Bumi Seputih Banyak Gelar Persami

    Lamteng–Gugus Depan (Gudep) SDN 2 Setia Bumi, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar Perkemahan Sabtu Minggu (Persami), pelantikan Penggalang Ramu ke Rakit.

    Persami yang diadakan pada 10-11 Juni 2023 ini diikuti oleh 44 siswa kelas VI, V dan IV yang terbagi dalam 4 regu.

    Pelaksanaan pembukaan dimulai pada Sabtu pukul 08.30 di halaman SDN 2 Setia Bumi Kecamatan Seputih Banyak, yang dihadiri pelaksana harian kwaran Seputih Banyak, Gunawan.
    Ketua majelis pembimbing gugus depan (Kamabigus) Kepala SDN 2 Setia Bumi, Yusuf Pornomo menyatakan Pramuka harus sigap, tanggap, dan cermat terhadap segala situasi dan kondisi.

    “Persami melatih anak terampil, ketrampilan ini tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. Pramuka juga mengajarkan kekompakan, kedisiplinan, dan gotong-royong. Dengan pramuka siswa menjadi pribadi yang tangguh,” kata dia.

    Ia mengatakan, Persami mengibaratkan Pramuka seperti vas bunga yang terbuat dari tanah liat. Sebelum menjadi vas bunga yang indah dan siap dijual mengalami berbagai tahap pengolahan yang rumit. Tanah liat disiram air, diinjak-injak, kemudian dibentuk menjadi vas bunga.
    “Vas bunga yang masih basah dijemur kemudian setelah kering dibakar pada panas yang tinggi. Setelah dingin baru dicat menjadi vas bunga yang indah, baru dipajang di toko. Nah seperti itulah murid-murid ku sekalian, kalian akan rasakan dan menikmati hasil yang baik nantinya, jika kalian bersabar dan belajarlah yang baik,” pungkasnya. (Arm)