Blog

  • Masyarakat Nelayan Tanggamus Deklarasi Cak Imin Calon Presiden 2024

    Masyarakat Nelayan Tanggamus Deklarasi Cak Imin Calon Presiden 2024

    Cakralampung.com – Dukungan terhadap H. Abdul Muhaimin Iskandar sebagai calon Presiden Republik Indonesia pemilihan tahun 2024 mendatang semakin gencar disuarakan.

    Kali ini masyarakat nelayan Kabupaten Tanggamus mendaklarasikan Gus Muhaimin atau atau yang akrab di masyarakat Cak Imin sebagai calon Presiden Republik Indonesia pemilihan tahun 2024, di Kotaagung, Sabtu (24/6/2023).

    Koordinator masyarakat nelayan Tanggamus, Jhony, menegaskan bahwa dengan deklarasi ini seluruh relawan khususnya masyarakat nelayan siap mendukung penuh Muhaimin Iskandar sebagai calon Presiden 2024.

    “Kami sudah mendeklarasikannya dan siap mendukung Bapak Muhaimin Iskandar sebagai calon Presiden 2024,” ujarnya.

    Menurut Jhony, Cak Imin memiliki kemampuan yang komplit untuk memimpin jika melihat rekam jejaknya selama ini.

    “Kami menilai syarat dan kriteria Pemimpin yang dibutuhkan Negara ini ada pada diri Gus Muhaimin, itulah alasan kami siap mendukungnya pada Pilpres 2024,” pungkasnya. (RED)

  • 16 Anggota Baru dan Muda PWI Tuba Ikuti Diklat Kompetensi Wartawan Muda Se- Provinsi Lampung

    16 Anggota Baru dan Muda PWI Tuba Ikuti Diklat Kompetensi Wartawan Muda Se- Provinsi Lampung

    BANDAR LAMPUNG,(Cakralampung)– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulangbawang mengirimkan 16 anggota baru dan muda untuk mengikuti kegiatan Diklat Penguatan Kompetensi Wartawan Muda PWI se-Provinsi Lampung.

    Kegiatan ini berlangsung di sekretariat balai wartawan Solfian Akhmad, Bandar Lampung, Sabtu (24/06/2023).

    Diklat tersebut mengambil tema “Wartawan Kompeten Jalan Untuk Meningkatkan Mutu dan Martabat Pers”.

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh ketua PWI Lampung H. Wirahadikusumah., S.P, dan di hadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung serta para pengurus PWI Provinsi.

    Dalam sambutannya ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah mengatakan, pelaksanaan diklat wartawan muda merupakan persyaratan awal bagi wartawan yang ingin bergabung menjadi anggota biasa di PWI.

    “Dalam diklat ini, peserta akan diberi materi terkait sejarah PWI, kode etik jurnalistik hingga pembekalan dalam menjalankan tugas-tugas di lapangan,” kata Wirahadikusumah.

    Selain itu, Wira menyampaikan, peserta diklat juga akan diberikan dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita serta mengenal dan memahami foto jurnalisme.

    Dia berharap, seluruh peserta benar-benar mengikuti kegiatan diklat dan memperhatikan serta mencermati materi yang diberikan agar dijadikan pedoman dalam bertugas.

    “Sehingga pada saat melaksanakan tugas-tugas jurnalistik di lapangan tidak melenceng dari apa yang sudah ditentukan,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua PWI Tulangbawang Alamsyah, menyampaikan bahwa demi menyukseskan kegiatan yang digelar di PWI Provinsi Lampung pada hari ini ia mengirimkan anggota baru dan muda PWI Tulangbawang untuk mengikuti Diklat.

    “Guna menyukseskan kegiatan diklat ini saya mengirimkan 16 anggota baru dan muda PWI Tulangbawang untuk mengikuti diklat,”ungkapnya.

    Alamsyah menambahkan, Diklat ini sangat penting untuk calon anggota baru dan muda PWI agar menjadi wartawan propesional dan kompeten.(rds).

  • Caleg Gerindra Bandar Lampung Ini Gelar Khitan Gratis dan Gerebek Pasar

    Caleg Gerindra Bandar Lampung Ini Gelar Khitan Gratis dan Gerebek Pasar

    Bandarlampung – Sarah Purnama Dewi Caleg Kota Bandar Lampung Dapil 6 Kecamatan Panjang, Kedamaian, dan Bumi Waras, dari Partai Gerindra Lampung, menggelar khitan massal dan Gerbek pasar di masa libur sekolah, Jumat (23/6/2023) di Kampung Baru 3 Kelurahan Pajang Utara Kecamatan Panjang, Khitanan massal tersebut diikuti 60 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu di Kampung Baru Kelurahan Panjang.

    Sarah mengatakan, setiap anak mendapat paket berupa sarung, Snack dan makan siang serta bingkisan souvenir lainnya.

    “Dalam khitan massal ini ada 10 tim petugas khitan, di mana satu tim terdiri dari satu dokter dan satu paramedis yang berasal dari Rumah Khitan Lampung,” kata Sarah.

    Sarah juga menjelaskan, khitan adalah salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki. Dari pandangan agama, fungsi dari khitan adalah mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

    Sarah juga mengucapkan terimakasih kepada lurah dan RT setempat atas terselenggaranya acara kami, kami selaku kader dari partai Gerindra tak henti-hentinya berbuat untuk membantu rakyat terutama warga kurang mampu, ini merupakan arahan dari ketua umum Kami bapak Prabowo Subianto dan arahan pula dari ketua DPD Kami Bapak Rahmat Mirzani Djausal untuk selalu berbuat baik terhadap sesama.

    Sedangkan secara medis, khitan mempunyai faedah yang sangat penting, yakni untuk membuang bagian anggota tubuh yang menjadi persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

    “Saya mengapresiasi warga Kampung Baru Kec Panjang atas partisipasi warga mengikuti acara ini bisa berjalan tertib dan aman, semoga kegiatan ini dapat terus kami jadikan agenda rutin kedepan,” ujar Sarah.

    Didik orangtua anak yang mengikuti sunatan masal menyambut baik acara tersebut, dimana ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Ibuk Sarah, atas sunatan masal yang diikuti oleh anaknya tersebut.

    “Saya sebagai orangtua berterima kasih terutama kami ucapkan kepada Ibuk Sarah, atas acara ini, dengan ini anak saya bisa mengikuti sunatan massal,” ucap Didik penuh haru. (Hel)

  • Jangan Ngaku Pecinta Kuliner Kalo Belum Cobain Sambal Bakar Jago di Sukarame

    Jangan Ngaku Pecinta Kuliner Kalo Belum Cobain Sambal Bakar Jago di Sukarame

    Bandar Lampung- Kabar gembira bagi warga Bandar Lampung dan sekitarnya, buat pecinta kuliner, khususnya ikan-ikanan dan ayam, tak lengkap jika menjajal makanan di Rumah Makan Sambal Bakar Jago.
    Pemburu kuliner yang ingiy menikmati sensasi makan ikan air tawar, Ikan laut dan ayam dengan olahan dan suasana yang berbeda, bisa datang dan mencoba di salah satu rumah makan unik yang ada di Sukarame, Bandar Lampung.

    Rumah makan yang berdiri di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Endro Suratmin Nomor 86 Sukarame Bandar Lampung, arah kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, para pengunjung bisa menyantap aneka kuliner yang kami sajikan bersama keluarga anda bisa menghangatkan suasana kekeluargaan, pastinya akan membuat anda ketagihan. Pun dengan harga murah dan bersaing dengan tempat makan lain.

    Aneka menu makan yang sajikan di Rumah Makan Sambal Bakar Jago antara lain:

    MENU UTAMA
    – Ikan Lele Isi 2 Rp 18.000
    – Ikan Nila Bakar/Goreng Rp 25.000
    – Ikan Kakap Bakar Rp 35.000
    – Ikam Gurame Bakar/Goreng Rp 30.000
    – Ikan Baronang Bakar Rp 30.000
    – Pari Bakar Rp 18.000
    – Kerang Dara Rebus Rp 25.000
    – Cumi Goreng Rp 28.000
    – Udang Goreng Rp 28.000
    – Ayam Goreng Rp 20.000
    – Ayam Kampung Goreng Rp 25.000

    MENU TAMBAHAN
    – Nasi Rp 6.000
    – Sambal Trasi Mentah Rp 5.000
    – Kol Goreng Rp 5.000
    – Sate Hati Amplak Rp 5.000
    – Terong Bakar Goreng Rp 8.000
    – Pete Rp 8.000
    – Tahu Tempe Goreng Rp 5.000
    – Cah Kangkung Rp 8.000
    – Jengkol Goreng Rp 8.000

    MENU
    – Es Teh 5k
    – Es Jeruk 8k
    – Degan ORI 8k
    – Es Degan Jeruk 12k
    – Jeruk Panas 8k
    – Es Tawar 2k
    – Teh Hangat Tawar 2k
    – Ed Timun Serut 8k
    – Kopi Hitam 6k
    – Kopi Susu 9k

    PAKET HEMAT
    – Ikan Lele Goreng isi 1 Rp 15.000
    – Ikan Kurisi Goreng Rp 15.000
    – Ikan Kembung Goreng Rp 15.000
    – Ayam Goreng Rp 15.000
    – Ikan Selar Goreng Rp 15.000

    Ayo datang dan kunjungi ya, kami tunggu ya bawa rekan, kerabat dan Keluarga tercinta anda, keramahan karyawan kami akan siap menerima dan melayani kunjungan anda di Rumah Makan Sambal Bakar Jago kami. (*)

  • Kakam Gaya Baru Lampung Tengah Bangun Rigid Beton Hasil Musrenkam

    Kakam Gaya Baru Lampung Tengah Bangun Rigid Beton Hasil Musrenkam

    Lampung Tengah – Setelah dilantik menjadi Kepala Kampung Gaya Baru ll, Seputihsurabaya, Lampung Tengah, Wanuri memanfaatkan anggaran dana desa (DD) untuk membangun akses jalan lingkungan yang telah menjadi kesepakatan bersama masyarakat.

    Pembangunan jalan rigid beton antar dusun dan antar kampung tersebut, salah satu pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat Gaya Beru ll, yang kini dibangun menggunakan anggaran DD tahap 1. 

    “Jalan Rigid Beton sepanjang 711 meter dengan lebar 3 meter dengan anggaran Rp340 juta yang telah menjadi kesepakatan bersama di saat Musrenkam beberapa waktu yang lalu,”  kata Wanuri, Kamis (22/6).

    Kata dia, pembangunan rigid beton ini, pihaknya melibatkan masyarakat setempat dengan anggaran yang ada dari DD tersebut.
    “Karna mereka sendiri yang akan menikmatinya dengan pembangunan rigid beton ini,” ungkapnya.

    “Anggaran dana desa tàhap 1 kami gunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan di kampung yang merupakan prioritas dengan membangun jalan cor rigid beton yang dikerjakan dengan cara swakelola oleh warga masyarakat setempat,” jelasnya. (Why)

  • Urgensi Sekolah Desa Untuk Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur

    Urgensi Sekolah Desa Untuk Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur

    CAKRALAMPUNG,JAKARTA–Filosofi pembangunan desa seharusnya digerakkan oleh pemerintah desa secara sadar baik taktis maupun strategis melakukan perencanaan, mengelola anggaran, sampai akhirnya mengeksekusi berbagai program yang telah disiapkan. Hal ini dikatakan oleh Dr. Nata Irawan, S.H., M.Si Analis Kebijakan Ahli Utama Bidang Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri saat berbincang bersama Cakralampung dalam sebuah kesempatan.

    ” Secara kesinambungan, visi tidak berhenti pada satu tahun, bahkan dengan kepemimpinan yang baik, pemerintah desa seharusnya dapat membuat langkah-langkah strategis 5, 10, bahkan sampai 20 tahun, sehingga efektifitas kerja pemerintah desa terus berkesinambungan siapapun kepala desa selanjutnya,” jelasnya.

    Untuk mencapai transformasi yang dinamis dan terintegrasi optimal lanjutnya, maka keterbatasan SDM aparatur desa layaknya ditingkatkan kapasitasnya. Urgensi adanya Sekolah Desa sangat berkaitan menjadikan kepala desa beserta aparatur desa Sebagai human capital pemerintahan desa. Dengan berbagai kewajiban menjalankan pembangunan desa, peningkatan kapasitas kepala desa beserta aparatur desa, tidak dapat ditunggu-tunggu.

    ” Pentingnya Pendidikan bagi Pemerintah Desa
    Dalam menjalankan amanat UU No. 6/2014 tentang Desa, termasuk dalam pengelolaan dana desa, maka pemerintah desa membutuhkan standar kompetensi yang setara, baik di internal pemerintah desa maupun eksternal antar desa. Standar kompetensi yang dibutuhkan akan linier dengan pelayanan publik,” terangnya.

    Dikatakan lebih lanjut oleh Dr. Nata Irawan, S.H.,M.Si yang merupakan putra daerah terbaik Lampung ini bahwa, Pemerintah desa membutuhkan lembaga yang dapat mengakomodir peningkatan kapasitas, apalagi dengan 32 urusan pemerintahan, desa membutuhkan kepala desa dan aparatur desa yang memahami hulu hilir pelayanan publik tersebut.

    ” Sekolah bagi kepala desa dan pemerintah desa akan memberikan kondisi pengelolaan desa yang semakin efisien dan efektif,” harapnya.

    Selama pemerintah desa belum tercukupi wawasan dan pengetahuan yang memadai tentang bagaimana mengelola administrasi desa sampai hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, maka desa akan lebih sering menjadi sasaran dari organisasi, pihak- pihak atau kelompok yang ingin memperkaya diri sendiri.

    ” Untuk mendorong performa pengelolaan dana desa yang lebih baik dan komprehensif. Penilaian ini didasarkan pada empat indikator yang telah ditentukan yaitu, pengelolaan keuangan desa, pengelolaan Dana Desa, capaian keluaran atau output Dana Desa, dan capaian hasil atau outcome pembangunan desa,” ujarnya.

    Apakah efektifitas pengelolaan Dana Desa dapat dilakukan oleh 74.957 desa di Indonesia, dengan tingkat Pendidikan Aparatur Desa yang terbatas. Berdasakan catatan penelitian pemerintah desa yang masih banyak lulusan Sekolah Dasar/Sekolah Menengah Pertama/Tidak Sekolah (19%), lulusan Sekolah Menengah Atas/Sederajat (63%), dan lulusan D3/S1 (18%), maka urgensi terselenggaranya sekolah bagi pemerintah desa menjadi sebuah keniscayaan.

    Laporan : Sanur

  • Dana Desa 400,1 Triliun Belum Signifikan Atasi Disparitas Kemiskinan Desa

    Dana Desa 400,1 Triliun Belum Signifikan Atasi Disparitas Kemiskinan Desa

    CAKRALAMPUNG,JAKARTA–Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 mencatat persentase jumlah penduduk miskin pedesaan mencapai 12,29 persen. Sementara 7,5 persen dari seluruh penduduk Indonesia merupakan penduduk miskin di perkotaan.

    ” Kemiskinan yang belum turun mengindikasikan bahwa, kucuran dana desa sebanyak 400,1 triliun periode 2015- 2021 belum berdampak signifikan mengatasi disparitas kemiskinan desa dan kota,” terang Dr. Nata Irawan, S.H., M. Si Analis Kebijakan Ahli Utama Bidang Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri saat berbincang bersama Cakralampung beberapa waktu lalu.

    Lebih lanjut dikatakannya, jika mengamati persoalan di hulu, semenjak UU Desa terbit, hingga detik ini belum ada evaluasi mendalam dan menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik yang dikelola aparatur desa, yang berimplikasi kuat pada naik turunnya tingkat kemiskinan.

    ” Pada tahun 2019 pemerintah berhasil mendapatkan pinjaman sebesar USD300 juta atau sekitar Rp4,2 triliun untuk mempercepat penurunan tingkat kemiskinan desa serta meningkatkan layanan di lebih dari 66.000 desa di 380 kabupaten di Indonesia,” ungkapnya.

    Perbaikan rencana dan anggaran pembangunan desa, peningkatan partisipasi melalui pelibatan masyarakat desa dalam perencanaan dan penguatan akuntabilitas menjadi domain pemerintahan desa yang banyak terkait dengan pelayanan publik. Menguatnya tata kelola desa akan berimplikasi pada semakin efektifnya layanan publik yang akan diberikan kepada masyarakat desa, termasuk pengelolaan dana desa yang semakin akuntabel.

    ” Dari hasi penelitian Irawan (2017) menunjukkan bahwa kapasitas pemerintahan desa menjadi kunci utama keberhasilan implementasi kebijakan Dana Desa,” kata Nata Irawan putra daerah Lampung ini menjelaskan.

    Efektifitas organisasi pemerintah desa lanjutnya, menjadi variabel penting dalam menjalankan UU Desa agar mencapai kepuasan masyarakat. Efektifitas ini pun dipengaruhi oleh tingkat kepasitas aparatur pemerintah desa, mencakup tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan peraturan perundangan desa, dan tingkat kesesuaian pengalaman dengan peraturan perundangan desa.

    ” Dalam lingkup layanan publik, terdapat 31 jenis pelayanan publik yang disediakan oleh aparat pemerintah desa, mulai dari layanan keagamaan, pendidikan, kesehatan, kepemudaan, tenaga kerja, UKM, sampai pada layanan bisnis dan ekonomi,” ujarnya.

    Dr. Nata Irawan, S.H.,M.Si juga menjelaskan, secara pragmatis, penelitian Mangindaan (2019) menunjukkan bahwa dari hasil analisis empat indikator kualitas SDM, yakni knowledge, skills, experience dan abilities, secara umum kualitas SDM Pemerintah Desa dalam mengelola dana desa belumlah memadai. Tingkat pendidikan Pemerintah Desa, didominasi oleh lulusan SMA dan SMP, bahkan masih banyak aparat desa, khususnya bendahara yang hanya lulusan SD. Ini sesuai dengan data Kemendagri (2019) yang menyatakan bahwa sebanyak 21% aparatur desa hanya lulusan SD dan SMP.

    Sementara, lebih daripada 60 persen aparatur desa itu hanya lulusan SMA, dan 19,9% aparatur desa itu sarjana. Temuan lainnya, pendamping yang seharusnya memberikan saran dan masukan bagi Pemerintah Desa dalam pengelolaan dana desa tidak memiliki pengalaman yang sesuai. Tentu saja perlu dipikirkan bagaimana meningkatkan kualitas pemerintah desa untuk mengelola dana desa dan alokasi dana desa yang dimulai dari kajian-kajian mendalam terhadap masalah-masalah sumber daya pemerintah desa.

    ” Dengan target penurunan angka kemiskinan maka RPJMN 2025-2029 perlu menitikberatkan secara khusus pembangunan desa secara integratif dengan berbagai prioritas pembangunan dan bagaimana mengakhiri tahun 2024 lebih dekat kepada target RPJMN 2025-2029, sebelum masuk RPJPN 2025-2045,” pungkasnya.

    Laporan : Sanur