Blog

  • Kemenag Tuba Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan di Kampung UGI

    Kemenag Tuba Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan di Kampung UGI

    Tulang Bawang-Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tulangbawang lakukan Sosialisasi dan Pembinaan Persiapan Launching Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kabupaten Tulangbawang Tahun 2023.

    Kegiatan tersebut dilakukan di Balai Kampung Ujung Gunung Ilir, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Rabu, (12/7).

    Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kemenag H.A Jalaluddin s. Ag., M. Kom. I beserta jajarannya, Ketua Pokja Hi Mujamil, Ketua Pokja Kecamatan Banjar Margo diwakili,Camat Menggala diwakili Kasi Pelayanan Umum Sopiyan,Kepala Kampung UGi Arjuna Putra,Tokoh Agama Islam,Hindu,Kristen Protestan,Kristen Katolik,dan Tokoh masyarakat Kampung Ujung Gunung Ilir dan Kampung Tri Tunggal Jaya Kecamatan Banjar Margo.

    Kampung Moderasi adalah merupakan tindak lanjut dari Program Nasional.Melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dimana mencanangkan adanya 1500 Titik Kampung Moderasi Beragama di seluruh Indonesia.

    Dalam sambutannya Kakankemenag Kabupaten Tulangbawang, H. A Jalaluddin, mengatakan Kampung moderasi beragama itu adalah upaya dan ikhtiar dari Kementerian Agama.

    Upaya ini dalam rangka menjaga dan merawat memelihara kerukunan hidup antar umat beragama.

    “Tentu kami dari Kementerian Agama Kabupaten Tulangbawang berharap kerukunan toleransi dan moderasi bukan hanya ditataran teori apalagi hanya di kajian kajian saja yang kami harapkan ini toleransi kerukunan moderasi ini betul betul dirasakan terimplementasikan dalam kehidupan masyarakat,”ujarnya.

    Selain itu juga tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keragaman.

    Yaitu untuk menyatukan berbagai perbedaan terutama dalam hal agama atau kepercayaan untuk saling menghargai dan menghormati.

    “Meningkatkan pemahaman kesadaran masyarakat mengenai nilai nilai moderasi beragama,”tambahnya.

    Ia juga mengatakan pada tanggal 27,juli,2023 akan diadakan Launching Kampung Moderasi Beragama serentak dan secara Nasional oleh Kementrian Agama Indonesia.

    “Pada tanggal 27 juli nanti akan diadakan Launching KMB serentak secara Nasional oleh Kementrian Agama Indonesia bpk Yaqut Cholil Qoumas. Dan pada hari itu Kabupaten Tulangbawang akan melaunching Dua Kampung yang ditetapkan sebagai Kampung moderasi beragama yaitu Kampung UGI Kecamatan Menggala, Dan Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Margo,”imbuhnya.

    Ditempat yang sama Kepala Kampung UGI Arjuna Putra sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Kampubg Moderasi Beragama tersebut.

    “Alhamdulillah dan terimakasih sekali Kampung ugi dan Kampung Tri Tunggal Jaya diberikan kesempatan sebagai contoh Kampung Moderasi Beragama di tingkat Nasional,dan saya sangat mendukung sekali untuk kegiatan tersebut,” ujar Kakam UGi.

    Lanjut ia juga berharap dengan Launchingnya KMB pada tanggal 27 juli 2023 bisa menjadi barometer untuk kampung lain yang ada di Kabupaten Tulangbawang.

    “Mudah-mudahan dengn launching resminya nanti tanggal 27 juli 2023 dengan dukungan Kementrian Agama,dukung dari semua steak holder, unsur masyarakat ini bisa menular untuk kampung kampung lain supaya kita bisa mensukseskan pembangunan Nasionalmenuju Indonesia maju ,” tutupnya.(rds)

  • Polres Pesawaran Melaksanakan Operasi Patuh Krakatau Tahun 2023

    Polres Pesawaran Melaksanakan Operasi Patuh Krakatau Tahun 2023

    Cakralampung.com – Polres Pesawaran melaksanakan Operasi Patuh Krakatau tahun 2023 dalam upaya mengurangi pelanggaran lalulintas di Kabupaten Pesawaran.

    Diketahui pelaksanakan Operasi Patuh Krakatau 2023 dimulai tanggal 10 Juli – 23 Juli 2023 yang di dukung instansi terkait di wilayah Kabupaten Pesawaran.

    Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan, pihaknya menggelar Operasi Patuh Krakatau 2023 dalam upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat Pesawaran dalam berlalu lintas, atas meningkatnya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

    “Untuk menanggulanginya, diperlukan langkah-langkah strategis guna mendorong tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat, sehingga dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas,” kata AKBP Pratomo Widodo, Rabu (12/7).

    Kapolres menyebut, dalam pelaksanaan Operasi Krakatau 2023, pihak kepolisian mengedepankan giat edukatif dan persuasif yang didukung penegakan hukum pelanggaran lalu lintas baik secara tilang maupun teguran humanis.

    “Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, fatalitas korban kecelakaan dan sangat penting meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” tegasnya.

    Sementara, Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Martoyo mengatakan, dalam Operasi Patuh Krakatau 2023 ini, pihaknya menerjunkan 29 personel yang betugas dalam lima satgas, yakni satgas Deteksi, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum dan Satgas Bantuan Operasi.

    “Operasi ini bersifat edukatif dan persuasif serta humanis, dalam operasi ini juga akan dilakukan tindakan penegakan hukum Lalu lintas secara selektif prioritas terhadap sejumlah pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan atau fatalitas korban kecelakaan,” kata Martoyo.

    AKP Martoyo mengimbau, agar masyarakat dan pengguna jalan untuk disiplin dan mematuhi aturan berlalu lintas. Ia juga meminta para pengemudi untuk menyiapkan dan membawa identitas diri dan surat-surat kendaraan saat berkendara.

    “Mari bersama-sama kita tingkatkan disiplin dalam berlalu lintas agar angka pelanggaran, kecelakaan dan fatalitas korban kecelakan dapat diminimalisir.” pungkasnya. (eggy/asf)

  • Disdukcapil Bandar Lampung Temukan Kecurangan PPDB Jalur Zonasi

    Disdukcapil Bandar Lampung Temukan Kecurangan PPDB Jalur Zonasi

    Cakralampung.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung menemukan kecurangan dalam data kependudukan pada pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA jalur zonasi di tahun ajaran 2023.

    Kepala Disdukcapil Pemkot Bandar Lampung, Febriana membenarkan adanya kecurangan dalam PPDB SMA tahun 2023. Akan tetapi Febriana tidak menyebutkan berapa jumlah pasti kecurangan tersebut.

    “PPDB SMA jalur zonasi telah usai, dan memang ada kecurangan. Jumlahnya saya tidak hapal, tapi kurang lebih puluhan,” kata Febriana, Selasa (11/7/2023).

    Menurutnya, kecurangan tersebut yakni meliputi beberapa kasus.

    “Ada yang mengaku berdomisili di Bandar Lampung, padahal aslinya tidak, kalau zonasi ini kan KK minimal sudah 1 tahun menetap, nah ini yang diubah sendiri oleh warga,” terang dia.

    Lebih lanjut, dilain kasus, terdapat juga warga yang mengubah hasil verifikasi dari Disdukcapil. “Ada juga yang mengubah hasil keputusan verifikasi dari Disdukcapil terkait berkas kependudukan siswa,” ucapnya.

    Pihaknya mengetahui hal tersebut dari pihak sekolah yang mengonfirmasi ulang ke Disdukcapil. Atas kecurangan itu, Febriana mengaku pihaknya telah melaporkannya ke MKKS.

    “Ada pendaftar yang mengubah surat dari kita seolah-olah ada perbaikan, padahal tidak. Dan ita sudah cek ke sistem dan kita sudah melaporkan ke MKKS,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Febriana juga mengimbau para wali murid untuk berlaku jujur dan tidak melakukan kecurangan. Hal itu menurutnya, lantaran saat ini semua sistem sudah berbasis online dan komputerisasi.

    “Sehingga, meskipun wali murid melakukan kecurangan, pihaknya maupun sekolah dapat mengetahui,” pungkasnya. (asr/asf)

  • Me-NATA Lampung Dari Hulu

    Me-NATA Lampung Dari Hulu

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Semakin dekat dengan ibukota, selayaknya menjadikan suatu daerah terimbas baik secara social budaya yang terlihat pada kesejahteraan maupun infrastrukturnya. Provinsi Lampung menjadi daerah yang sangat tepat untuk mencerminkan konteks kedekatan daerahnya dengan pulau Jawa maupun ibukota negara. Namun nyatanya provinsi Lampung harus lebih berbenah kembali karena keadaannya yang masih mengalami ketertinggalan daripada beberapa provinsi lainnya yang terdapat di pulau Sumatera. Hal ini dikatakan Dr. Nata Irawan, M.Si Analisis Kebijakan Ahli Utama, Kemendagri saat berbincang bersama Cakra Lampung beberapa waktu lalu disela- sela kegiatan Begawi turun duwai di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik Tubaba.

    Letak provinsi Lampung yang berdekatan dengan pulau Jawa yang berpenduduk sangat padat lanjutnya, mengakibatkan angka migrasi cukup tinggi, sehingga laju pertambahan penduduk di daerah ini mempunyai angka paling tinggi di Indonesia.

    ” Selama 50 tahun terakhir penduduk Provinsi Lampung telah meningkat 12.8 kali lipat, dari 3,61 ribu jiwa pada tahun 1930 menjadi 4,62 juta jiwa pada tahun 1980. Di tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk Provinsi Lampung mencapai 9.176.546 juta jiwa pada 2022, naik 94.754 ribu jiwa dibandingkan 2021. Jumlah penduduk Lampung tersebut terdiri atas 4.697.217 jiwa penduduk laki-laki dan 4.479.329 jiwa penduduk perempuan,” terang Nata Irawan.

    Pertumbuhan ekonomi melalui PDRB Provinsi Lampung mengalami kenaikan mulai dari tahun 2016 hingga 2020, dengan total kenaikan sebesar Rp75,22 triliun atau 26,92%. Sementara itu, pada periode yang sama, pertumbuhan di sektor industri pengolahan juga mengalami kenaikan cukup signifikan hingga Rp16,59 triliun atau 31,75%. Apalagi ditambah dengan adanya kawasan industri, maka selayaknya penyerapan tenaga kerja menjadi lebih massif.

    ” Di Provinsi Lampung, terdapat dua kawasan industri (KI) operasional dan 10 KI yang akan dibangun, empat di antaranya merupakan target RPJMN 2020-2024 dan proyek strategis nasional (PSN). Peran Pemda tinggal mengintegrasikan hulu dan hilir terutama untuk komoditas unggulan daerah masing- masing yang perlu dipetakan dan dikelola wilayah industrinya,” jelasnya.

    Dalam kaitan dengan pengentasan kemiskinan menurutnya, Provinsi Lampung perlu memikirkan persoalan di hulu, yakni bonus demografi yang penting dipikirkan, karena usia produktif yang berlimpah masih berkelindan dengan persoalan kemiskinan dan pengangguran. Provinsi Lampung memiliki permasalahan kemiskinan di mana angka kemiskinan di Provinsi Lampung terbilang tinggi Jikalau diperbandingkan dengan provinsi lainnya yang berada di Pulau Sumatera. Tingginya jumlah penduduk miskin di Provinsi tahun 2016 berada di posisi ketiga dalam jumlah paling tinggi angka kemiskinan dari sepuluh Provinsi yang berada di Pulau Sumatera.

    ” Bahkan Provinsi Lampung pada 2021 menempati peringkat limabelas besar penduduk miskin terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi Lampung berhasil menekan angka kemiskinan linier dengan pertumbuhan ekonomi Lampung yang semakin membaik.
    Secara makro, berdasarkan data BPS Lampung, pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2022 mencapai 4,28 persen. Pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin baik di tengah situasi pandemi Covid-19 itu juga berkorelasi dengan penurunan kemiskinan di Lampung. Saat ini, persentase penduduk miskin di Lampung mencapai 11,44 persen sesuai dengan target pemerintah dalam menekan kemiskinan,” Kata Nata Irawan menambahkan.

    Lebih lanjut, dikatakannya bahwa, indikator keberhasilan pembangunan lainnya adalah Indeks Pembangunan Manusia Lampung yang terus naik dan saat ini mencapai 70,45. Secara persentase provinsi termiskin di Sumatera adalah Aceh, Bengkulu, Sumsel dan Provinsi Lampung. Provinsi Aceh memiliki tingkat kemiskinan sebanyak 14,75 persen, Bengkulu 14,34 persen, Sumsel 11,95 persen dan Provinsi Lampung 11,44 persen.

    ” Jumlah 11,44 persen setara dengan 995.590 penduduk dibandingkan dengan jumlah penduduk Lampung yang tercatat 9 juta penduduk. Persentase penduduk miskin di Lampung pernah mencapai 1.091.140 jiwa atau setara dengan 12,76 persen pada September 2020. Dengan strategi dan koordinasi antardinas terkait, pengentasan 95.550 penduduk miskin tercapai dalam dua tahun terakhir,” ungkapnya.

    Begitupan dengan tingkat pengangguran, tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,03 meningkat menjadi 4,52 di tahun 2022 (Agustus) yang masih jauh dari target dalam RKP (>5% deviasi dari nilai target), meski kemudian di tahun 2023 (Februari) kembali turun menjadi 4,18. Capaian tersebut berada di bawah nasional dan menjadi TPT terendah ketiga di Sumatera.

    Meskipun pembangunan Lampung sering kali mendapat kritikan, apalagi setelah adanya Bima Effect yang menyasar langsung pada infrastruktur Lampung yang tidak banyak berubah, terutama kondisi jalan masih banyak yang rusak. Meski begitu, provinsi Lampung termasuk masuk dalam tiga besar dalam penurunan angka stunting. Angka pencapaian prevalensi stunting pada balita di Provinsi Lampung sejak tahun 2018-2022 menunjukkan tren yang positif yakni sebesar 15,2%, setelah Bali (8 %) dan DKI Jakarta (14,8%).

    Namun jika di-breakdown ke kabupaten/kota, perlu dicermati kondisi lebih riil, angka stunting di Kabupaten Lampung Utara masih terbilang tinggi diatas rata-rata nasional yakni sebesar 24,7 persen. Jelas,  seluruh stakeholder harus bahu-membahu menggerakkan program- program yang dapat mempercepat penurunan stunting ini karena dampaknya yang signifikan merampas bonus demografi yang berkelimpahan di Provinsi Lampung dan cenderung menjadi beban negara di masa mendatang.

    Fokus ke Hulu
    Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mencatat ada 4.063 orang sepanjang 2021 yang putus sekolah. Memang banyak APS (Angka Partisipasi Sekolah) ditemukan dari wilayah kabupaten dan masyarakat di wilayah pedesaan masih memiliki minat pendidikan yang rendah. Padahal Angka Partisipasi Sekolah menjadi salah satu faktor yang sangat penting guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain dari faktor kesehatan dan juga ekonomi.

    Kondisi kualitas manusia dapat dilihat dari jenjang pendidikan yang diselesaikan. Jika dibandingkan menurut kabupaten/kota, penduduk di Lampung sebagian besar sudah mengenyam pendidikan dasar pada tahun 2021. Pada kelompok umur 7-12, seluruh kabupaten/kota sudah melebihi 99 persen. Begitu pula untuk kelompok umur 13-15 sebagian besar sudah mencapai 90 persen, kecuali kabupaten Mesuji (89,87 persen) dan kabupaten Pesisir Barat (88,26 persen). Akan tetapi, untuk kelompok umur 16-18, sekitar 60-70 persen penduduk sudah mengenyam pendidikan menengah atas/SMA. Berbeda dengan level pendidikan diploma/universitas yang hanya sekitar 20 persen, bahkan ada kabupaten yang tingkat partisipasinya kurang dari 10 persen.

    Capaian Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung mengalami peningkatan 0,76 poin pada Tahun 2022 menjadi 70,45 (tinggi), meskipun mengalami peningkatan, capaian tersebut masih di bawah nasional dan menjadi capaian IPM terendah di Sumatera. Jika dibandingkan dengan daerah lainnya, posisi Provinsi Lampung bukan berada di juru kunci, bahkan sudah di posisi terakhir. Jika diamati demografi, maka perlu diperhatikan bahwa Lampung memiliki Lebih dari 68% Penduduk Lampung Berusia Produktif pada 2020. Hasil Sensus Penduduk (SP) 2020 mencatat, jumlah penduduk Lampung mencapai 9,01 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6,18 juta jiwa atau 68,56% dari total populasi Lampung merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun).

    Terakhir, Kota Bandar Lampung dan Metro masih unggul di bidang pendidikan dari 13 kabupaten lainnya. Hal itu menunjukan masih terjadi ketimpangan pendidikan di Provinsi Lampung karena  perbedaan fasilitas dan kesadaran masyarakat kota lebih tinggi. Tingkat ketimpangan yang rendah bisa jadi mencerminkan tingkat pembangunan yang rendah dan merata di seluruh wilayah. Sebaliknya ketimpangan yang terlalu tinggi bisa berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi, memperlambat pengentasan kemiskinan. Pembangunan di Provinsi Lampung harus dimulai dari hulu, yakni pembangunan manusianya.

    ” Jika tidak, demografi di Lampung akan menjadi petaka, bukan lagi bonus. Menata pembangunan fondasinya dari menata manusianya, jika manusianya berkualitas, maka pembangunan akan terkelola dengan baik. Namun jika kualitas manusianya lemah, maka pembangunan yang sedang berlangsung tidak akan berkelanjutan dengan baik. Kualitas pembangunan manusia yang baik, tidak hanya berhenti berpikir untuk 10-20 tahun ke depan, namun 50 tahun ke depan akan seperti apa wajah Lampung. Ke mana Lampung akan berlabuh, maka tergantung dari generasi emas yang tengah dipersiapkan Lampung saat ini menjemput tahun 2045 dengan kepala tegak dan optimisme,” pungkasnya (SANUR)

  • Qudrotul Ikhwan Hadiri Karnaval Budaya K-Fest Tahun 2023.

    Qudrotul Ikhwan Hadiri Karnaval Budaya K-Fest Tahun 2023.

    Tulang Bawang,(Cakra Lampung)– Satu lagi Perhelatan spektakuler digelar di Provinsi Lampung, bertajuk Festival Krakatau ( K-Fest) Tahun 2023.

    Provinsi Lampung menorehkan sejarah baru dalam kebudayaan masyarakat Lampung dengan membuka Event Internasional ini berupa Karnaval Budaya Maskland atau Karnaval Budaya Topeng yang telah mengakar dibeberapa wilayah adat di Provinsi Lampung seperti adat sekura di Lampung barat, Tuping di Lampung selatan serta Nyubuk di masyarakat adat Pepadun.

    K-Fest tahun 2023 digelar di Lapangan PKOR Way Halim Bandar lampung, Sabtu (08/07/2023).

    Selain Karnaval Budaya Maskland, terdapat beberapa kegiatan dalam festival adat Provinsi lampung ini diantaranya Festival Ekraf Lampung (Cullinary & Craft) yang diikuti oleh UMKM dan berkolaburasi dengan Lampung Cullinary Community (LCC) rekor muri 1000 engkak ketan, lomba mewarnai dan pentas seni anak TK/PAUD dan SD se-Provinsi Lampung serta dimeriahkan oleh beberapa artis ibukota salah satunya adalah Kangen Band, Group Band Fenomenal yang dimiliki Provinsi Lampung.

    Dalam kesempatan ini Penjabat (PJ) Bupati Tulangbawang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Tulangbawang Herlinawati Qudrotul serta asisten bid, administrasi umum, Plt kadis pariwisata, kadispora, kadis kominfo, sekretaris dinas pendidikan dan kabag umum setdakab Tulangbawang serta kabid Dinas PP&PA.

    Penjabat Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan mengatakan bahwa Event K-Fest tahun 2023 merupakan momentum eksplorasi potensi kebudayaan masyarakat Lampung. Hal ini sangat baik dan harus terus dikembangkan karena dapat merangsang pertumbuhan ekonomi seluruh daerah di Provinsi Lampung.

    “K-Fest tahun 2023 merupakan momentum eksplorasi potensi kebudayaan masyarakat Lampung. Event seperti ini harus terus dikembangkan karena terbukti mampu menarik kepercayaan investor dan sponsorship yang ada untuk terus menanamkan investasinya di Provinsi Lampung dan kabupaten-kabupaten lainnya termasuk kabupaten Tulangbawang,” jelas Qudrotul Ikhwan.

    Ia menambahkan, “Masyarakat Tulangbawang juga harus terus aktif mengembangkan budaya dan inovasi sehingga atmosfer pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata ini segera merangsek ke daerah kita dan memicu pertumbuhan ekonomi yang massive sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tulangbawang,” tambahnya.(rds)

  • Dana Ratusan Juta, Proyek Rehabilitasi Anjungan Tulangbawang di PKOR Way Halim Diduga Asal Jadi

    Dana Ratusan Juta, Proyek Rehabilitasi Anjungan Tulangbawang di PKOR Way Halim Diduga Asal Jadi

    Tulang Bawang – Proyek Rehabilitasi Anjungan Tulangbawang yang terletak di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung disoal.
    Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Yusman Brother dengan pagu anggaran Rp199.471.361 juta (hampir Rp200 juta) ini diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran pelaksanaan (RAP).

    Pasalnya terlihat di lokasi Ajungan Tulangbawang seperti paving blok, lampu sorot, cat ukiran kayu tangga serta pilar-pilar bangunan terlihat banyak yang tidak direhabilitasi. Bahkan dinding bangunan yang telah dicat ditempelkan jari tangan cat tersebut langsung memudar.

    Saat dikonfirmasi awak media di salah satu kegiatan, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Ferdi, mengatakan tim Dinas PUPR belum mengecek hasil pekerjaan tersebut.

    “Kami dari pihak PUPR belum turun langsung untuk mengecek hasil kerjaan rehabilitasi tersebut,” ujar Ferdi secara singkat, Senin, (3/7).

    Ia mengaku akan berkoordinasi kepada yang membidangi yakni Cipta Karya terkait proyek rehabilitasi ajungan Tulangbawang tersebut.

    “Kan mereka mempunyai pekerjaan di dalam RAP. Saya jaga tidak melihat secara teknis nantikan bisa kita cek ulang apa yang belum dikerjakan dan apa yang sudah kerjakan. Karena kerjaan tersebut harus sesuai dengan kontrak,” lanjutnya.

    Saat dikonfirmasi di Kantor Dinas PUPR Bidang Cipta Karya, Sri Nawang Rini belum bisa dimintai keterangan terkait Rehabilitasi Ajungan Tulangbawang karena tidak ada di tempat.(fre)

  • Hari Bhayangkara Ke-77, Koramil 412-05 TBU Beri Kejutan Kepada Polsek Tumijajar

    Hari Bhayangkara Ke-77, Koramil 412-05 TBU Beri Kejutan Kepada Polsek Tumijajar

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke-77 Tahun 2023, Koramil 412-05 Tulang Bawang Udik (TBU), memberikan tumpeng untuk Polsek Tumijajar Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) Polda Lampung.

    Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mempererat tali silaturahmi antara TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan POLRI (Kepolisian Republik Indonesia). Kegiatan ini juga sebagai wujud eksistensi, solidaritas, dan sinergitas antara kedua lembaga tersebut.

    Kunjungan Danramil 412-05 Tulang Bawang Udik beserta anggota ke Mapolsek Tumijajar dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-77 Tahun 2023 berlangsung pada hari Senin, tanggal 3 Juli 2023, pukul 13.30 WIB. Seluruh kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.

    Dalam acara tersebut, hadir Danramil Tulang Bawang Udik, Kapten Inf M. Latif,  beserta anggota TNI lainnya. Kapolsek Tumijajar Iptu Sainudin didampingi oleh Kanit Binmas Iptu Yesi Pebruara,S.H beserta personel Polsek Tumijajar.

    Susunan acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Danramil 412-05 Tulang Bawang Udik, doa, pemberian nasi tumpeng dari Koramil Tulang Bawang Udik kepada Polsek Tumijajar dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah.

    Dalam sambutannya, Danramil Tulang Bawang Udik mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-77 untuk Polri. Dia berharap agar ke depannya Polri semakin jaya dan presisi, serta terjalin sinergitas yang kuat antara TNI dan Polri.
    (rls/SANUR)

  • Nomor WhatsApp Danramil Natar Diretas OTK

    Nomor WhatsApp Danramil Natar Diretas OTK

    Cakralampung.com – Nomor WhatsApp milik Danramil 0421/6 Natar, Kapten Chb Agus Masgus Rianto diretas orang tidak dikenal (OTK).

    Hal tersebut diketahui melalui status WhatsApp milik Danramil 0421/01 Kedondong, Kapten Inf Rudi Teguh Prasetyo yang memberikan himbauan agar tidak merespon apabila nomor WhatsApp Kapten Chb Agus yang diretas orang tidak dikenal meminta pinjaman dan lain sebagainya.

    “Ya betul mas, nomor WhatsApp yang itu,” singkat Rudi saaat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (1/7/2023).

    Kapten Rudi menghimbau agar masyarakat dan pihak lainnya tidak ada yang menjadi korban penipuan orang tidak dikenal tersebut.

    “Ya agar tidak merespon apabila ada nomor tersebut yang menghubungi, dan meminta pinjaman atau lainnya,” pungkasnya. (Egy/asf)