Blog

  • Pj. Bupati Tubaba Menerima Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

    Pj. Bupati Tubaba Menerima Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menerima penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM). Penghargaa ini diberikan oleh Menteri hukum dan HAM Prof. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D yang diwakili Plt. Dirjen HAM Mualimin Abdi, S.H., M.H. kepada Penjabat (Pj) Bupati Tubaba Dr. Zaidirina, S.E yang didampingi oleh Kabag Hukum Setdakab Tubaba Budi Sugiyanto, S.H., M.H. pada Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-74 di Golden Balroom Hotel Sultan & Recidence  Jakarta Pusat, Senin (12/12/2022).

    Pj. Bupati Tubaba Zaidirina mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan ASN Kabupaten Tubaba, karena telah memberikan sumbangsihnya kepada Pemerintah Kabupaten Tubaba sehingga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkumham RI. Dengan adanya penghargaan ini, maka harus terus kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk tanggungjawab kita sebagai ASN tehadap HAM.

    Menkumham RI, Prof. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D dalam laporannya mengatakan bahwa, upaya menegakkan HAM merupakan suatu proses yang terus menerus perlu ditingkatkan sebagai amanat seluruh rakyat indonesia melalui ikatan kebangsaan dan kenegaraan didalam Pancasila sebagai dasar ideologi negara dan UUD 1945. Komintmen ini pula yang terus mendorong Kemenkumham mengambil peran utamanya supaya warga negara dapat melaksanakan secara langsung kebijakan dan program yang menjadi daya dorong pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota dan unit pelaksana daerah untuk bersama sama mewujudkan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan (P5) HAM yang meliputi aspek sipil, ekonomi, politik, sosial dan budaya dengan memastikan setiap warga negara menikmati kehidupan yang layak dengan topangan utamanya seperti pendidikan, kesehatan, perumahan dan sanitasi serta pekerjaan yang layak untuk membangun peradaban HAM.

    Peringatan HAM Indonesia yang ke 74 mengusung tema Pemajuan HAM untuk setiap orang, memastikan pembangunan yang tidak meninggalkan siapapun. Beban pemangku kewajiban tidaklah kecil, HAM menjadi amanat yang tidak terpisahkan, membangun pentingnya kehidupan yang manusiawi bagi setiap warga negara adalah dasar utama bagi ASN melaksanakan HAM, yaitu kesadaran mendalam bahwa tanpa upaya negara, pemerintah dan kita semua untuk mewujudkan HAM hanya akan menjadi goresan diatas kertas putih. Selanjunya Yosanna Laoly memohon kepada unsur pemerintah pusat maupun pemerintah daerah baik yang mendapatkan Peduli HAM maupun yang belum mendapatkan penghargaan, secara bersama-sama secara konsiten apa yang menjadi tanggungjawab kita sebagai ASN tehadap HAM.

    Sementara itu, Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa hari HAM sedunia ini, mengajak untuk dapat menempatkan setiap kebijakan dalam kontek P5 kita tegakkan kesetaraan untuk semua orang tanpa terkecuali. Kedua, dalam kontek ke Indonesiaan yang majemuk penting sekali untuk tetap menegakkan nilai dan praktek toleransi, moderasi dan kesetiakawanan sesama warga bangsa. Selanjutnya sikap yang berimbang antara HAM dan kewajiban asasi manusia harus ada, karena tidak ada hak yang bebas dan absolut. Wakil Presiden mengucapkan selamat kepada lembaga negara, provinsi dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota Peduli HAM. Pemerintah Daerah yang melaksanakan pelayanan publik berbasis HAM dan instansi yang responsif dalam penanganan dugaan pelanggaran HAM. Mari jadikan peringatan HAM sedunia sebagai momen untuk menegakkan kemajuan HAM bagi setiap orang menuju Indonesia Maju.(Snr)

  • Keren, SSB Kedaton United Juara II  pada Turnamen Nasional Piala Panglima Divif 1 Kostrad

    Keren, SSB Kedaton United Juara II pada Turnamen Nasional Piala Panglima Divif 1 Kostrad

    Cakralampung.com – Klub sepak bola U12 Kedaton United menjadi Runner-up (juara II) piala bergilir Panglima Divif 1 Kostrad, Minggu (11/12/2022).

    Pantauan cakralampung.com, klub sepakbola U12 Kedaton United menjadi juara 2 setelah pada partai final ditumbangkan Young Warrior FC dengan skor 2-0 pada laga final yang berlangsung di Gelanggang Olah Raga Divif 1 Kostrad, Cilodong, Depok.

    Dua gol tim lawan lahir lewat sepakan pemain Timnas Putri Indonesia Claudia Scheunemann.

    Striker cantik Young Warrior FC ini bisa mengikuti kompetisi yang sejatinya diperuntukan untuk pemain putra setelah mengikuti regulasi.

    Pesepakbola putri boleh mengikuti kompetisi apabila usianya satu tahun di atas kelompok usia yang dilombakan.

    Misalkan kompetisi yang diadakan untuk kategori U12, maka pemain putri harus minimal berusia 13 tahun.

    Meski menjadi runner-up, perjalanan tim Kedaton United tergolong fantastis dan membanggakan, untuk sebuah tim yang baru dibentuk pada 10 Oktober 2022, setelah menjadi juara grup pada babak penyisihan.

    Kemudian, pada babak 16 besar berhasil menumbangkan Bogor dengan skor telak 4-0, mengalahkan School Soccer 3-1 lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1, dan mengandaskan tuan rumah Depok 2-1, juga lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1.

    Tak ayal Zaki, penjaga gawang Kedaton United dinobatkan menjadi penjaga gawang terbaik di turnamen ini dan disusul Claudia Scheunemann sebagai pemain terbaik.

    Sebagai Runner-up turnamen Kedaton United berhak atas trofi, medali, uang pembinaan dan sertifikat.

    “ Kedepan manajemen akan terus berusaha berikan yg terbaik untuk anak-anak SSB Kedaton United, maju bersama dengan menjunjung tinggi sportifitas dan kekeluargaan, seperti tagline Kedaton United Together We Can”. Tegas Abdy Winardi, SE., Ketua Umum Kedaton United.

    Kedaton United akan terus membina anak-anak usia dini dari 7 tahun hingga 17 tahun, untuk mendapatkan ilmu bermain sepakbola dengan baik dan benar.

    Dengan adanya siswa SSB yang makin banyak dan kompeten, maka langkah selanjutnya memfasilitasi sarana latihan dan pertandingan dengan mengikuti event sepakbola usia dini. Baik lokal Lampung maupun skala nasional seperti yang kita ikuti turnamen Kostrad kedua lalu di Depok, Jawa Barat.

    Harapannya, untuk tim sepakbola ini tentunya orang tua siswa SSB, pelatih dan official serta manajemen (ketua umum) agar SSB Kedaton United, tidak hanya sebagai sarana usia dini bermain bola saja melainkan memberikan edukasi ke setiap anak-anak, bahwa sepak bola tidak hanya sekedar menang dan kalah tetapi sportifitas harus dijunjung tinggi dalam setiap pertandingan.

    Dan tentunya mendapatkan hasil juara di setiap ajang yang akan di ikuti oleh SSB Kedaton United.(rls/asf)

  • UM Metro Menggelar Acara Bazaar UMKM, Hadirkan Produk Buatan Mahasiswa

    UM Metro Menggelar Acara Bazaar UMKM, Hadirkan Produk Buatan Mahasiswa

    Metro — Universitas Muhammadiyah Metro (UMM) menggelar acara bazaar UMKM yang menghadirkan produk-produk hasil buatan Mahasiswa UM Metro.

    Gelaran acara bazaar UMKM yang dilakukan di Lapangan Basket UM Metro tersebut diupayakan pihak kampus dalam menciptakan mahasiswa untuk berjiwa wirausaha.

    Produk-produk yang dihadirkan dalam bazaar UMKM Universitas Muhammadiyah Metro tersebut merupakan hasil produk yang dibuat oleh Mahasiswa UM Metro.

    Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro, Karnila Ali, Selasa (13/12/2022).

    “Kami dari unit inkunator bisnis menciptakan mahasiswa yang bisa berwirausaha dan pengusaha muda dengan adanya gelaran bazaar produk UMKM ini,” ujarnya.

    Menurutnya, dengan adanya kegiatan bazaar seperti ini merupakan upaya dari pihak kampus dalam memfasilitasi bakat yang dimiliki oleh mahasiswa UM Metro.

    “Karena jika tidak di fasilitasi, bakatnya akan terpendam,” kata dia.

    “Sehinga, dengan adanya gelaran acara ini, banyak mahasiswa yang antusias dan bekerjasama untuk menentukan produk yang akan dijual pada bazaar,” imbuhnya.

    Bahkan, menurutnya salah satu produk UMKM dari Mahasiswa UM Metro sudah ada yang dipasarkan di Swalayan.

    “Ada yang sudah punya produk yang dititipkan pasar swalayan dari mahasiswa kita, ada keripik dan basreng yang sudah dititip di swalayan PB Metro,” bebernya.

    Suasana Bazaar UMKM dilapangan basket UM Metro, Selasa (13/12/2022).

    Dari stan-stan produk UMKM yang dijual pada gelaran acara tersebut, kedepannya ia katakan kepada tribun akan dilakukan pendampingan kewirausahaan kepada Mahasiswa dalam menjual hasil produknya.

    “Akan ada pendampingan kedepannya, ada program untuk Mahasiswanya, seperti diberikan stimulus dana lalu diikutkan lomba secara nasional,” ujar Karnila.

    “Jadi produk mahasiswa tersebut nantinya didampingi oleh Dosen agar bisa ikut lomba tingkat nasional,” tambahnya.

    Selain bantuan stimulus dana, pihaknya akan memberikan pendampingan melalui cara lain.

    Seperti seminar kewirausahaan dan pelatihan kewirausahaan kepada mahasiswa.

    “Nanti akan diberikan seminar dan pelatihan kewirausahaan bersama dengan praktisi dan pengusaha terkenal,” tuturnya kepada tribun.

    Sehingga, dengan adanya pendampingan tersebut, mahasiswa dapat belajar bagaimana menjadi seorang wirausaha atau pengusaha.

    “Karena saat ini semuanya serba digital, jadi bagaimana kami berikan mereka pelatihan agar mereka belajar bisnis digital, karena sekarang semua penjualan online,” paparnya.

    Ia mengatakan, akan dilakukan juga pelatihan terksit bagaimana dalam melakukan penjualan produk secara online atau daring.

    “Kami akan adakan pelatihan bagaimana mereka punya akun penjualan online, akan ada Dosen yang mendampingi tenan yang terpilih sesuai dengan kriteria,” tukasnya.

    Berdasarkan pantauan, bazaar UMKM tersebut terdiri dari 64 stan yang menghadirkan berbagai macam jenis makanan dan minuman mulai dari Rp5 ribu hingga Rp15 ribu per menunya. (Rendi)

  • Pilgub Lampung Mulai “Memanas”

    Pilgub Lampung Mulai “Memanas”

    Sejumlah Tokoh Diprediksi Maju 

    PEMILIHAN Gubernur (Pilgub) Lampung mendatang dijadwalkan dilaksanakan pada 27 November 2024. Meski tergolong cukup lama, namun bagi orang politik saat inilah momentum yang tepat untuk mensosialisasikan diri, dan menunjukan kinerja bagi petahana untuk menarik simpati masyarakat.

    Dinamika Pilgub Lampung 2024 mendatang dirasa cukup menarik. Diprediksi ada calon jalur independen, ada pecah koalisi parpol di pusat atau daerah yang turut mempengaruhi suhu politik. Kemudian ada kemungkinan koalisi petahana pecah, serta bakal ada pejabat sementara (Pjs) gubernur yang akan mengisi kekosongan gubernur karena habis masa jabatan, yang juga akan ikut mengubah peta politik, serta dinamika lainnya.

    Sejauh ini Harian Cakra Lampung melalui edisi khusus ini mencoba mengulik sejumlah tokoh yang diprediksi bakal maju di Pilgub Lampung 2024. Namun ini hanya sebuah prediksi yang dilihat kasat mata, alat peraga yang tersebar, kabar di media, obrolan di warung kopi dan tingkat popularitas serta elektabilitas para calon, yang dirasa memiliki potensi tiket di Pilgub Lampung 2024.

    Mereka adalah petahana sekaligus Ketua DPD 1 Golkar Lampung Arinal Djunaidi (Gubernur Lampung), dan petahana yang juga Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia Chalim (Wakil Gubernur Lampung). Kemudian, Ketua DPW NasDem Lampung Herman HN; Ketua DPD PDI Perjuangan Sudin; Ketua DPD Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal; Ketua DPD Demokrat Lampung Edy Irawan Arief; Mantan Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad; Politisi PKS Hantoni Hasan; serta Mantan Kapolda Lampung Edward Syah Pernong.

    Banyaknya tokoh-tokoh yang diprediksi maju pada pesta demokrasi lima tahunan ini, membuat suasana politik mulai “memanas”. Setidaknya ada sejumlah tokoh yang sudah mulai pasang kuda-kuda. Baik dalam meningkatkan popularitas maupun elektabilitasnya di masyarakat.
    Menurut Pengamat Politik sekaligus akademisi Universitas Lampung, Dermawan Purba, S.IP., M. IP., Darmawan Purba, menilai, untuk Pilgub Lampung 2024 sudah ada beberapa calon muncul Namanya. Tapi kata kata dia, dibedah dulu, syarat menjadi calon kepala daerah ada dua, harus kombinatif yang komplit.

    Pertama syarat electoral. Harus ada dukungan parpol, jika dilihat dari peta partai politik Lampung yang memungkinkan tanpa koalisi yaitu PDIP karena perolehan suaranya di atas 20 persen (pemilu 2019), tanpa koalisi PDIP bisa mengusung calon sendiri.

    “Artinya punya dukungan dari partai politik, calon-calon pimpinan parpol bisa kita seleksi,” kata dia baru-baru ini.
    Kemudian kata Dosen FISIP ini, syarat partai lain harus koalisi, seperti Ketua DPD 1 Golkar Arinal Djunaidi, Ketua DPW PKB yang juga Wagub Lampung Chusnunia Chalim dan lainnya, mereka memenuhi seperempat karena harus koalisi dengan partai lain, tidak cukup syarat elektoral dukungan parpol.

    Kemudian harus ada dukungan publik, karena tidak cukup dukungan parpol tanpa dukungan publik, karena itu bicara Pilgub ke depan, sosok ideal itu harus punya dukungan politik dari parpol dan popularitas dan elektabilitas di masyarakat.

    “Ini rumusnya. Kalo populer banget dikenal rakyat enggak ada dukungan partai enggak bisa, atau punya parpol enggak dapat dukungan rakyat repot, mau dipilih tapi enggak dicalonkan, sebaliknya, ini harus kandidat yang punya dua dimensi ini yang kemungkinan lolos seleksi pencalonan ke depan,” kata Darmawan.

    Ia menuturkan, skema Pemilu Pilpres akan ada poros-poros koalisi tingkat nasional, sejauh ini belum ada koalisi resmi yang mencalonkan masih dibilang gagasan koalisi, ada calonnya koalisinya belum ada, ada koalisi belum lengkap. Misalkan Pak Prabowo mencalonkan Pilpres namun koalisi utuh belum ada, atau Anies disukung NasDem tapi koalisinya belum lengkap. Koalisi di tingkat nasional bisa berpengaruh dengan koalisi di Pilgub.

    Lalu kata dia, bagaimana implikasinya? Akan berimplikasi pada distribusi pencalonan kepala daerah, tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, hanya saja Pilpres duluan, kepala daerah setelah Pilpres, tentu poros koalisi pemenang pemilu akan mendominasi, apakah proses-proses pembentukan koalisi di daerah, apakah koalisi Pilpres yang kalah akan tetap utuh?.

    “Kan belum tentu, proses pengujiannya pada Pilpres, di daerah akan ikut, belum tentu, bisa jadi dia masuk koalisi nasional yang menang, saya membayangkan, paket koalisi pusat akan mencerminkan koalisi daerah akan menentukan, bisa jadi distribusi di daerah, tinggal menyesuaikan sumber daya yang ada di daerah, secara umum akan paralel, koalisi pusat dan daerah khususnya koalisi capres yang menang, kalo yang kalah kayaknya koalisi bubar, atau menyesuaikan, karena prosesnya jarak jauh, Februari ke November,” ulasnya.

    Seharusnya lanjut dia, bangunan konstruksi koalisi dari bawah, calon kepala daerah muncul, sudah ada alternatif kabupaten kota, provinsi, praktiknya parpol ini wait and see, misalkan situasi berubah, cuaca arah berubah, arah politik berubah. “Tentu dinamika sangat cepat,” imbuhnya.

    Darmawan mengilustrasikan, panorama Pemilu Pilpres, dan pemilihan legislatif, seperti panorama balap mobil. Yang pertama, ada mobilnya dulu, calon ada perahu (Parpol) mesin partai bekerja, kader loyalitas punya daya juang, kemudian ada supir (calon) harus piawai, mengerti tikungan, mengurusi urusan masyarakat, punya pengamalaman, modal politik, modal sosial, sosok yang punya figur pemimpin, integritas, moralitas, kiprah di masyarakat.

    “Realitas politik kita, bahan bakar harus cukup, mobil bagus, supir ngebut tapi enggak ada bahan bakar gimana? Juga enggak bisa balapan, bisa balapan tapi enggak menyelesaikan lap, kombinasinya modal politik, sosial dan modal ekonomi, kalo komplit memadai, punya kiprah, pengalaman, figur sosial baik dan dukungan finansial yang besar bisa terpilih, atau salah satunya. Tapi banyak yang modal besar yang terpilih,” kata Darmawan.

    Setidaknya ada sembilan tokoh diprediksi maju di Pilgub Lampung 2024. Yaitu, Arinal Djunaidi, Herman HN, Rahmat Mirzani Djausal, Edy Irawan Arief, Umar Ahmad, Hantoni Hasan, Chusnunia Chalim, Edward Syah Pernong dan Sudin. Dari delapan tokoh itu dari politisi, hanya Edward Syah Pernong yang purnawirawan Polri.

    Darmawan Purba menilai sah saja jika para politisi maju di Pilkada dan menang. “Tentu, apalagi ketua partai, tugas partai itu secara konseptual merebut kekuasaan, kalo kita kalkulasi mungkin ada sekitar 3-4 calon, dengan pengalaman melihat Pilgub sebelumnya, sekurangnya 3 dari parpol, apakah ada peluang jalur independen? Sejauh ini belum ada yang berani membangun opini ada tokoh maju dari jalur independent, kalo ada indepent bagus. Sehingga publik banyak alternatif, kita bisa memastikan penyelenggara objektif dalam menilai, dalam ranah politik semua mungkin, seperti waktu perbaikan dukungan calon independen, ada penyelenggara yang tidak profesional, berkas hilang atau bertambah, kandidat harus kerja keras dengan dukungan riil serta penyelenggara yang profesional dalam proses verifikasi,” ulasnya. (ndi/asf)

     

    Peluang Besar Calon Independen

    KEPALA daerah yang mampu merengkuh kekuasaan melalui jalur independen (perseorangan) dirasa kinerjanya lebih apik di banding kepala daerah yang dibawa parpol. Pilgub Lampung 2024 ini dirasa bisa melahirkan pemenang Pemilu melalui jalur independent.

    Pengamat Politik sekaligus akademisi Universitas Lampung, Dermawan Purba, S.IP., M. IP., menilai momentum ini justeru peluang buat independent. Sebab, kandidat untuk kabupaten/kota dan provinsi bisa bersinergi dalam proses pencalonan khususnya jalur independen.

    “jalur politik ini terjadi campuran di kabupaten dia koalisi partai A dan B, nanti kabupaten lain akan berkoalisi dengan apa? , di provinsi juga belum tentu berkoalisi, sehingga campuran koalisi tidak singkron, tetapi jika jalur independen opsinya tidak ada, sehingga kerjasama politiknya lebih mudah,” uangkapnya.

    “Bagaimana mempersiapkan dukungan calon independen di tingkat kabupaten bisa dimanfaatkan untuk tingkat provinsi jadi akumulasi dukungan calon independent kabupaten A, B, C sampai 15 kabupaten/kota di Lampung bisa dimanfaatkan untum dukungan undependen tingkat provinsi, bisa linear, sinergi,” tambah Darmawan Purba.

    Ia mengatakan, untuk syarat maju jalur calon independen butuh ketelitian, proses pendataan kadang banyak masalah administratif, artinya jika calon independen sungguh-sungguh ingin berkompetisi harus mempersiapkan dukungan yang nyata, jangan asal comot, kemudian tim seleksi dukungan harus kredibel (bisa dipercaya), sehingga tidak fiktif, sehingga saat verifikasi tidak mengancam jumlah dukungan.

    “Pengalaman kita di Pilkada Bandar Lampung, beberapa calon independen didiskualifikasi karena dukungan tidak lengkap. Saya lihat dukungan untuk calon independen lebih potensial, apalagi memang kalo sosok calon gubernurnya punya sosok jejaring yang kuat di kabupaten/kota. Yang pasti sosok independen tidak terjebak di internal partai, dinamika partai dan lainnya, artinya calon dari independent bisa diukur capaiannya,” kata dia.

    Banyak asumsi dan spekulasi calon jalur independen dipersulit untuk maju di Pilkada dengan dalih dijegal parpol dan calon lain. Namun asumsi ini menurut Darmawan tidak benar.

    “Syarat maju independen bukan dipersulit namun sulit. Formulanya (aturan) jelas, jumlah penduduk, jumlah dukungan, Lampung kalo enggak salah 6 persen, nanti kabupaten/kota ada yang 3, 5, 6 persen, tergantung jumlah penduduk. Kerumitannya tim kerjanya harus riil (nyata) sesuai nama dan alamat, enggak bisa asal ambil. Sepanjang itu dipenuhi dengan momen pilkada serentak lebih terintegrasikan, kemudian kalo calon atau tokoh sudah ada ketokohan bukan dari nol, akan lebih mudah sosialisasi ke publik, lagu-lagi masyarakat ketika beri dukungan, apresiasi politik, karena berkualitas, pragmatis juga tetap ada,” paparnya. (ndi/asf)

     

    Posisi Petahana

    PETAHANA Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi saat ini paling diuntungkan, berpotensi menang dari yang lain. Sebab, masih menjabat dan bisa menjual program serta memiliki akses jaringan yang luas. Peluang menang cukup besar tergantung penilaian kinerjanya saat menjabat. Meski begitu petahana juga ada peluang pecah kongsi pada pilkada mendatang.

    “Tingkat kepuasan publik akan menentukan, petahana lebih mudah bersosialisasi karena miliki akses jaringan program, relasi, dan sebagainya, yang jadi keistimewaan petahana, minimal bisa bisa menceritakan apa yang sudah diperbuat selama menjabat,” ujar Pengamat Politik sekaligus akademisi Universitas Lampung, Dermawan Purba, S.IP., M. IP.

    Dia mengatakan, posisi petahana dalam Pilgub, dari berbagai riset peluangnya lebih besar menang sekitar 62 persen, rata-rata secara nasional petahana maju kembali dan terpilih kembali. Walaupun di Lampung banyak petahana yang tidak terpilih, karena dikaitkan dengan kinerja, sangat berbeda penilaian publik dengan pendatang baru, petahana mudah dikoreksi publik.
    Jelang Pilgub Lampung 2024 akan ada kekosongan kekuasaan, nantinya Lampung akan dipimpin Pejabat sementara (Pjs) gubernur, apakah berpengaruh dengan petahana?

    “Ini berpengaruh pada petahana, relasi petahana, jejaring terhenti dalam hal tertentu, memungkinkan saja kondisinya relatif free competition (persaingan bebas), kompetisi terbuka dengan jeda (Pjs), sebenarnya tergantung kinerja sih, kalo kinerja petahana memuaskan masyarakat akan ingat itu. Yang namanya petahana pasti fokus ke penantang, yang pasti kelompok yang tidak berkuasa menginginkan sirkulasi pergantian, itu hal lumrah,” ungkapnya.

    Koalisi Petahana Pecah ?
    Petahana Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim (Nunik) bisa dimungkinkan pecah kongsi atau masih berpasangan di Pilgub Lampung 2024, bagaimana pendapatnya?

    “Berdasarkan data, pecah kongsi kepala daerah itu angkanya di 94 persen. Tinggi, kepala daerah dan wakil di tahap selanjutnya masing-masing nyalon sendiri atapun maju dengan calon lain. Secara koalisi pusatpun menentukan koalisi daerah khususnya kandidat yang memenangi pemilu, ada dua kemungkinan konstruksi koalisi mulai dibentuk di daerah untuk menyokong koalisi Capres atau dari atas ke bawah, atau dinamis, koalisi Capres yang akan memenangi pemilu tentu dia akan konsen di mitra koalisi. Kemungkian pasangan kepala daerah pecah kongsi bisa dilihat saat memimpin, harmonis enggak? Kalo harmonis-harmonis saja, bisa jadi enggak pecah koalisi, melihat Pilgub Lampung 2019 lalu, Pak Arinal dan Bu Nunik koalisi yang melengkapi. Jadi bukan koalisi faktor kemenangan hanya calon gubernur saja. Kan enggak, kalo kita liat kemarin, Bu Nunik kan NU, Bupati Lampung Timur yang memiliki mata pilih besar seperti Lampung Tengah dan Selatan, tinggal bagaimana komunikasi politik antara beliau-beliau itu,” pungkas dia. (ndi/asf)

     

    DPB Lampung 5.703.750 Pemilih

    KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Erwan Bustami menyebut, Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) periode September 2022 berjumlah 5.703.750 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki 2.914.118 dan pemilih perempuan 2.789.632.

    “Data itu dari 15 kabupaten/kota, 229 kecamatan, 2.640 desa/kelurahan, 19.727 TPS,” katanya kepada HArian Cakra Lampung, Sabtu (10/12/2022).

    Erwan merincikan, penambahan pemilih baru berjumlah 128.131, pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) berjumlah 398.160, pemilih terdiri dari pindah keluar 66.550 pemilih, meninggal dunia 43.392 pemilih, pemilih ganda 74.930 pemilih, tidak dikenal 212.660 pemilih.

    Kemudian, ditanya terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub), ia menyampaikan bahwa untuk data pemilih Pilgub 2024 Lampung belum ditetapkan, karena sekarang belum masuk tahapan pilkada.

    “Dan untuk data pemilih pemilu 2024 sekarang lagi menunggu DP4, yang akan disingkronisasi dengan DPB terahir menjadi daftar pemilih yang akan dimutahirkan menjadi DPS, DPHP, DPHP akhir dan ditetapkan menjadi DPT pemilu pada 19-21 Juni 2023,” terang dia.

    Menurutnya, pilkada serentak pilgub, pilbup dan pilwakot sesui UU No 10 tahun 2016 pasal 201, yang akan dilaksanakan bulan November tahun 2024 mendatang.

    “Untuk tanggalnya sesui kesepakatan RDP komisi 2 DPR-RI, Kemdagri, KPU, DKPP, dan Bawaslu, yang akan dilaksanakan tanggal 27 November,” pungkasnya. (asr/asf)

  • CIMB Niaga Auto Finance Diduga Zolimi Karyawan, Ini Sebabnya…

    CIMB Niaga Auto Finance Diduga Zolimi Karyawan, Ini Sebabnya…

    Cakralampung.com – Salah seorang karyawan CIMB Niaga Auto Finance (Bank Niaga Company) Cabang Lampung Muhammad Muharlisyah merasa diperlakukan semena-mena oleh perusahaan tersebut.

    Sebab, karyawan yang sudah mengabdi sekitar 10 tahun itu, diduga dipaksa untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini.

    “Sampai saat ini saya dibuat tidak jelas. Di-PHK (pemberhentian hubungan kerja) tidak ada suratnya. Apalagi saya mundur juga tidak pernah membuat itu (surat ataupun lisan, red),” Katanya kepada Harian Cakra Lampung tadi siang.

    Tetapi saat ini dirinya sudah tidak bisa lagi bekerja. Artinya, kata dia, dirinya dibuat tidak menentu oleh perusahaan ini.

    “Kalaupun di-PHK harus jelas suratnya serta ada pesangon. Tapi ini tidak ada. Saya bingung salah saya apa di perusahaan ini. Saya sudah bekerja 10 tahun. Malah merek meminta berhenti bekerja dan memindahkan saya ke Surabaya. Saya tolak pengunduran diri ini. Padahal pada bulan Oktober lalu saya sudah mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan,” Keluh nya.

    Pascapenolakan itu, kata Muhar tiba-tiba ia dipanggil ke kantor mendapat surat melalui e-mail dan PDF Whatsapp (WA) dari pimpinannya, yang isinya ia dipindahkan ke Surabaya tanpa ada konfirmasi sebelumnya, Muhar pun menolak.

    Artinya, sambungnya, diduga ada trik perusahaan menindahtugaskan dirinya ke Surabaya itu adalah upaya ‘membuang’ dia sebagai karyawan.

    “Saya pun berkonsultasi dengan orang-orang yang faham Undang-undang Ketenagakerjaan, pun disarankan membalas surat dari perusahaan, melalui e-mail dan PDF Whatsapp (WA), kemudian dapat surat panggilan satu, kemudian saya balas, saya menolak, surat kedua dibalas lagi WA, e-mail, surat, surat ketiga datang dianggap didiskualifikasi (mengundurkan diri) karena dianggap mangkir,” paparnya.

    Muhar meminta pihak CIMB Niaga Finance (Bank Niaga Company) Cabang Lampung profesional dalam menangani karyawan dan taat pada Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

    “Saya ingin jika perusahaan sudah tidak membutuhkan saya. Maka PHK saya, kembalikan hak-hak saya (pesangon sesuai UU), dan uang lembur dari tahun 2019 yang tidak pernah dibayarkan. Kadang waktu lembur Zoom Metting jam jam 9-12 malam. Padahal jam perusahaan dari jam 08:00-17:00,” ucapnya.

    Diakui Muhammad Muharlisyah, dia telah bekerja selama 10 tahun di CIMB Niaga Auto Finance Cabang Lampung di bagian Remedial Officer ini meminta haknya pada perusahaan yang bernaung di Bank CIMB Niaga.

    Terpisah, saat di konfirmasi harian Cakra Lampung, pihak CIMB Niaga Finance (Bank Niaga Company) Cabang Lampung mengaku CIMB Niaga Auto Finance masih satu induk perusahaan Bank CIMB Niaga.

    “Masih satu grup Bank CIMB Niaga, satu ataplah. Pada intinya kita enggak tahu (masalah) yang bersangkutan (Muharlisyah), kemungkinan yang bersangkutan berhubungan langsung dengan HRD pusat, di Tanggerang,” kata dua orang yang mengaku staf CIMB Niaga Finance (Bank Niaga Company) Cabang Lampung.

    Merekapun enggan memberikan keterangan lebih jauh ihwal permasalahan Muharlisyah dengan pihak perusahaan.

    “Kita enggak tahu yang bersangkutan (Muharlisyah) dikeluarkan atau dipaksa, kita di cabang (Lampung) enggak ada di sini (pimpinan), misalkan ada kenaikan gaji atau pangkat, atau apa langsung ke alamat tertuju, langsung ke yang bersangkutan,” ucapnya.

    Kata mereka, Muharlisyah masih ada terlihat di kantor baru-baru ini, namun mereka sesama karyawan tahunya Muharlisyah masih berstatus karyawan di perusahaan.(rls/ndi/din)

  • Hari Bhakti Transmigrasi Ke-72 Pj.Zaidirina-Kadis DPMT Tubaba Menerima Anugerah Lencana Satya Bakti Inovasi Menteri Desa PDTT RI

    Hari Bhakti Transmigrasi Ke-72 Pj.Zaidirina-Kadis DPMT Tubaba Menerima Anugerah Lencana Satya Bakti Inovasi Menteri Desa PDTT RI

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI) Dr (HC) Drs. Abdul Halim Iskandar, M.Pd menganugerahkan Lencana Satya Bakti Inovasi kepada Dr. Zaidirina, S.E.,M.Si Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung yang juga sekaligus Penjabat Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada Jum’at, 2 Desember 2022 pukul 19.30 bertempat di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

    Pada kesempatan itu juga Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga menganugerahkan Lencana Satya Bakti Inovasi kepada Sofiyan Nur, S.Sos., M.IP  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh (DPMT) Kabupaten Tubaba sebagai Pembina dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna Inovasi Desa.

    Anugrah ini juga diberikan kepada Heri Irawan dan Yuli Sunaryo, Juara Nasional Teknologi Tepat Guna Unggulan Tahun 2022 dari Tiyuh Mekar Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tubaba.

    Malam Anugrah ini dirangkai dengan Kegiatan Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi Ke-72 dan Konser Amal Untuk Cianjur.

    ” Kami merasa bersyukur dan bangga atas Penganugerahan Satya Lencana ini, hal ini merupakan wujud penghargaan atas kerja-kerja yang kami lakukan dalam rangka pembinaan dan pengembangan teknologi tepat guna, dan berbagai inovasi- inovasi dalam menunjang proses pembangunan, pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi untuk mewujudkan Kemajuan dan kesejahteraan masyarakat tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” kata Kadis DPMT Tubaba Sofyan Nur, Sabtu (3/12) melalui sambungan telpon.

    Lebih lanjut, dikatakan Sofiyan Nur berharap, semoga hal ini akan memberikan motivasi bagi kami dalam peningkatan kinerja terutama di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Perangkat Daerah lainnya untuk mewujudkan Tubaba Pulang Kemasa Depan.(Snr/Asf)

  • Soal Suap Unila, Bupati Musa Keukeh Tak Terlibat, Ini Katanya…

    Soal Suap Unila, Bupati Musa Keukeh Tak Terlibat, Ini Katanya…

    Cakralampung.com – Dugaan suap penerimaan mahasiswa baru yang melibatkan rektor Universitas Lampung (Unila) non aktif, Karomani, yang menyeret nama Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad, mulai terkuak di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Tanjung Karang, Rabu (30/11/2022) lalu.

    Dicecar jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan tersebut, Karomani mengistilahkan kata ‘infak’ sebagai titipan uang untuk memuluskan mahasiswa yang dititipkan kepadanya supaua bisa masuk Unila.

    Di persidangan itu Karomani menyebut sejumlah nama pejabat yang diketahui memberikan ‘infak’ untuk memuluskan para mahasiswa titipan mereka bisa masuk Unila.

    Di saat yang sama juga Karomani secara tegas dan langsung menjawab pertanyaan JPU KPK siapa saja pejabat yang tak memberikan ‘infak’ dalam praktik dugaan rausah itu.

    Di persidangan yang digelar di Ruang Bagir Manan Pengadilan Tipikor Tanjung Karang itu, JPU KPK menanyakan prihal mahar kelulusan para mahasiswa titipan itu yang disebut dengan istilah infak.

    Pada pengakuannya di hadapan majelis hakim, Karomani membenarkan sejumlah pejabat yang menitipkan mahasiswa untuk diluluskan memberikan infak dan sebagian lagi tak memberikan infak.

    Di antara pejabat yang selama ini dikaitkan dalam persoalannya dan terbukti tak memberikan infak berdasarkan pengakuan Karomani, yakni Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad.

    “Bupati Lamteng (Musa Ahmad) tidak memberikan infak,” terang Karomani dalam pernyataannya di persidangan Rabu 30 November lalu.

    Terpisah, saat dikonfirmasi Bupati Musa Ahmad mengatakan bahwa dirinya menolak atau menegaskan tidak pernah memberikan imbalan apapun kepada Karomani, persis seperti yang disampaikan Karomani prihal dirinya di persidangan.

    “Sejak awal saya menolak dilibatkan dalam persoalan itu (suap), bahwa selama ini saya dikaitkan dengan memberikan apa yang disebut infak (oleh Karomani),” kata Musa Ahmad.

    “Sesuai fakta persidangan, bahwa yang bersangkutan sendiri (Karomani) menyebut saya tidak pernah memberikan itu (infak) prihal titip menitip mahasiswa untuk masuk Unila,” pungkasnya. (ans/ndi)

  • Bola Voli Putri Bandar Lampung Kalahkan Pringsewu 3-0 di Laga Perdana Porprov IX

    Bola Voli Putri Bandar Lampung Kalahkan Pringsewu 3-0 di Laga Perdana Porprov IX

    Cakralampung.com — Laga perdana pada Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) IX Lampung diawali pertandingan pada cabang olahraga Bola Voli Indoor putri, yang mempertemukan tim Bola Voli Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu, pada Kamis (1/12) di komplek PKOR Bandar Lampung.

    Laga perdana ini berhasil dimenangkan Tim Bandar Lampung dengan skor 3-0, set pertama 16-25, set kedua 21-25 dan set kegita 19-25.

    Pada pertandingannya, kedua tim saling menunjukkan kemampuannya, terbukti dalam setiap set terjadi kejar-kejaran skor. Namun, dengan kekompakan yang ditunjukkan tim Bandar Lampung berhasil memenangkan setiap set.

    Eva Yuliana pelatih tim Bandar Lampung mengatakan, pada set pertama tim volly Bandar Lampung sempat tertinggal, namun dengan semangat yang membara punggawa tim Kota Tapis Berseri ini dapat mengembalikan keadaan.

    Pada set kedua, tim asuhan Eva kembali mendapat perlawanan lebih dari Pringsewu, pasalnya pada set ke-2 ini, tim bola volly putri Bandar Lampung hanya memenangkan game dengan selisih 4 point, dengan skor 25-21.

    Selanjutnya di set 3, tim Bandar Lampung bersusah payah menghadapi perlawanan dari tim bola volly Pringsewu, namun tim bola volly Bandar Lampung dapat meredam Pringsewu dengan skor akhir 25-19.

    Eva mengaku dalam laga tersebut tim bola volly putri Bandar Lampung belum memperlihatkan permainannya dengan variasi variasi-variasi yang seperti biasa di mainkan oleh mereka.

    “Alhamdulillah untuk main pertama ini udah lumayan, namun variasinya belum keliatan, karena anak-anak masih menyesuaikan kondisi lapangan, ” Kata Eva Yuliana.

    Pada Porprov IX ini, Eva menargetkan timnya mendapatkan medali emas, “Kita targetkan emas, kan kita waktu Porprov sebelumnya hanya mendapatkan perak, ” Harapnya.

    Sementara Anggi Pratiwi sang kapten merasa kurang puas pada pertandingan pertama, sebab mereka hanya unggul sedikit, “Alhamdulillah menang tapi belum puas karena hanya unggul sedikit aja, mungkin selanjutnya kita akan menjadi lebih baik, ” Ucap dia.

    Anggi juga mengatakan, bahwa timnya masih harus ngevaluasi lagi terutama komunikasi, sebab dalam pertandingan olahraga seperti volly harus berkomunikasi baik dengan tim. “Kesatu kurang komunikasi, terus passing belum pas karena lagi penyesuaian lapangan juga,” pungkasnya. (asr/asf)

  • Perlindungan Hukum Guru PGRI Tubaba MoU Dengan Polres Tubaba Polda Lampung

    Perlindungan Hukum Guru PGRI Tubaba MoU Dengan Polres Tubaba Polda Lampung

    CAKRALAMPUNG,TUBABA– Dalam rangka memberikan perlindungan Hukum bagi dewan guru di Kab Tulang Bawang Barat Persatuan Guru Republik Indonesa (PGRI) Tulang Bawang Barat teken Nota kesepahaman MOU (Memorandum Of Understanding) dengan Polres Tulang Bawang Barat Acara tersebut berlangsung di Aula Mapolres Tubaba, Selasa (29/11/2022).

    Ketua PGRI Kabupaten Tulang Bawang Barat Supriyadi mengatakan bahwa, tujuan nota kesepakatan antara PGRI dan Polres ini untuk kepentingan bersama memberikan perlindungan bagi guru, dalam rangka pelaksanaan tugas dari guru masing-masing sesuai dengan profesinya.

    “ Nah perlindungan bagi guru tentunya, juga melalui beberapa proses bukan berarti guru kebal dengan hukum, tetap harus mematuhi peraturan dan kode etik tenaga pendidikan Seperti selogan kami PGRI, bahwa PGRI itu mengayomi guru mendukung sekolah aman dan nyaman,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, kata Supriyadi khusus untuk perlindungan Hukum antara PGRI dan Polres Tulang Bawang Barat, tentunya dalam kapasitas guru saat melaksanakan tugas disekolah.

    “ Iya pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Selepas itu, pada jam-jam diluar sekolah  seperti libur  bila mana guru terkena kasus  yang masuk keranah hukum, nah itu diluar tanggung jawab PGRI,” tegasnya.

    Ia menambahakan bila mana tenaga pendidik dan Kepala Sekolah (Kepsek) tersandung masalah administrasi hingga keranah Hukum. Maka PGRI tidak memberikan pendampingan Hukum.

    Semerntara itu, Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sunhot P. Silalahi, S.I.K, M.M mengatakan Bahwa Setelah dilakukannya Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Ini akan ditindaklanjuti dengan Pembuatan Naskah Kerja Sama Teknis dan Sosialisasi oleh Para Pihak Dengan secara bersama-sama maupun Sendiri- Sendiri.

    Perjanjian Kerjasama Ini Berlaku Selama 5 (Lima) Tahun Sejak Ditandatangani Oleh Para Pihak Dan Dapat Diperpanjang Sesuai Dengan Kebutuhan Kesepakatan Para Pihak.

    Adapun Ruang Lingkup Dalam Perjanjian Kerja Sama Ini
    Meliputi :
    1. Pertukaran Dan Pemanfaatan Data dan/atau Informasi dengan Tetap Memperhatikan Peraturan PerundangUndangan.

    2. Perlindungan Hukum Profesi Guru, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dari Tindakan Kekerasan, Ancaman,
    Perlakuan Diskriminatif, Intimidasi Atau Perlakuan Tidak Adil dari Masyarakat dan Penegak Hukum Dengan Cara Saling Berkoordinasi dalam Penyelidikan dan Penyidikan
    Sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan.

    3. Bantuan Pengamanan Baik Secara Terbuka Maupun Tertutup.

    4. Peningkatan Kapasitas dan Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Dengan Menyelenggarakan Kegiatan Lokakarya, Sosialisasi, Bimbingan Teknis, Diskusi Kelompok Termumpun dan Seminar.

    5. Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Yang Dimiliki Oleh
    Para Pihak Dengan Mengajukan Permintaan Secara Tertulis dan ditandatangani oleh Pejabat Yang Berwenang.

    Dengan Dilaksanakannya Perjanjian Kerja Sama Ini Para Pihak Dapat Menjadikannya Sebagai Pedoman Untuk Meningkatkan Kerja Sama Yang Sinergis Dalam Rangka Perlindungan Hukum Profesi Guru Guna Meminimalisir Terjadinya Tindakan Kekerasan, Ancaman, Perlakuan Diskriminatif, Intimidasi Atau Perlakuan Tidak Adil Dari Masyarakat.

    “ Semoga melalui MOU antara PGRI Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Polres Tulang Bawang Barat diharapkan membantu mencarikan solusi atau pemecahan masalah guna melindungi profesi guru,” pungkasnya.(rls/Snr/Asf)

  • Pj. Bupati Zaidirina Minta Kepalo Tiyuh Tubaba Faham KPB

    Pj. Bupati Zaidirina Minta Kepalo Tiyuh Tubaba Faham KPB

    CAKRALAMPUNG,TUBABA–Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Dr. Zaidirina, M.Si minta Kepalo Tiyuh Tubaba faham mengenai Kartu Petani Berjaya (KPB).

    ” Tahun ini kita akan buat KPB Center. Saya akan wajibkan semua Kepalo Tiyuh faham tentang KPB sehingga semua petani Tubaba yang kurang faham mendapatkan KPB silahkan ke Balai Tiyuh, nanti akan ada petugas disana yang akan membantu,” kata Pj. Zaidirina kepada sejumlah awak media seusai rapat Paripurna DPRD Tubaba, Senin (28/11).

    Lebih lanjut dikatakannya semua yang sudah mendaftar langsung akan dimasukan menjadi anggota KPB. Karena menurutnya petani yang belum menjadi anggota KPB belum bisa mendapatkan manfaat dari KPB itu.

    ” Dalam waktu dekat ini, saya akan kumpulkan semua kepalo Tiyuh untuk fokus kepada Kartu Petani Berjaya, karena untuk mendapatkan KPB tidak harus bergabung dalam kelompok tani itu berdasarkan NIK,” ungkapnya.

    Petani yang akan diakomodir KPB lanjutnya adalah petani yang memiliki luas lahan pertanian maksimal 2 hektar. Sementera itu Pj. Zaidirina juga akan mencarikan solusi yang terbaik bagi petani Daerah Aliran Sungai (DAS) Tubaba yang saat ini tengah merugi dan gagal panen akibat naiknya debit air yang meluluh lantahkan harapan petani DAS Tubaba.

    ” Itu adalah PR kita ya pak, kita akan carikan solusi yang terbaik bagi petani DAS Tubaba. Dengan Balai besar kita juga sudah koordinasi apa yang mereka bisa bantu,” pungkasnya. (Snr/Asf)