LAMTENG – Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad melakukan penyerahan bantuan rehabilitasi dan rekontruksi 7 jembatan pasca bencana di Kecamatan Bangun Rejo , Kalirejo dan Sendang Agung bertempat di Ruang BJW Nuwo Balak, Senin (23/5).
Dalam Kesempatan tersebut hadir Kepala BPBD, Camat Bangun Rejo, Kalirejo, Sendang Agung juga Kepala Kampung.
Dalam Laporannya Kepala BPBD Makmuri menjelaskan, kampung yang mendapatkan bantuan adalah Kampung Sidodadi, Kampung Sidoluhur, Kampung Watu Agung, Kampung Agung Timur dan Kampung Sendang Rejo.
“Adanya laporan kejadian akan bencana dari pihak aparatur kampung. Kerusakan karena adanya bencana banjir langsung ditindak lanjuti oleh BPBD dan Pihak terkait dan Langkah yg telah di lakukan BPBD, Dinas Terkait dan tim tekhnis telah melakukan survei terlebih dahulu dan layak atau tidak di rehabilitasi dan rekontruksi,” ungkapnya.
Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dalam arahannya mengingatkan, kepada Aparatur Kampung untuk melaksanakan dengan baik pembangunan fasilitas umum tersebut, hal tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam Pembangunan juga perbaikan Fasilitas Umum.
“Kami harap perbaikan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dana perbaikan dan rekontruksi tersebut telah di transfer ke rekening masing masing kampung untuk di pergunakan dengan baik,” pungkasnya. (str/din)
Blog
-

Bupati Musa Ahmad Serahkan Bantuan Rehabilitasi 7 Jembatan di 3 Kecamatan
-

Wagub Chusnunia Ajak para Kepala Kampung di Lampung Tengah Jadikan 2022 sebagai Tahun Kebangkitan Pembangunan Pasca Pandemi Covid-19
LAMPUNG TENGAH —– Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengajak para Kepala Desa/Kampung di Kabupaten Lampung Tengah menjadikan 2022 sebagai tahun kebangkitan pembangunan di desa pasca pandemi Covid-19.
Hal itu disampaikan Wagub saat menjadi Narasumber Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2022 pada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah di Gedung Sesat Agung, Nuwo Balak, Gunung Sugih, Senin (23/5/2022).
Kegiatan ini dihadiri para Camat dan Kepala Desa/Kampung se- Kabupaten Lampung Tengah secara langsung maupun virtual.
Nunik mengatakan anggaran dana desa yang sebelumnya untuk penanganan Covid-19, ke depan diharapkan dana tersebut kembali untuk pembangunan prioritas di desa.
“Diharapkan tahun 2022 menjadi tahun kebangkitan ekonomi kita. Semoga ke depan dana desa sudah mulai bisa kembali untuk pembangunan desa seperti infrastruktur dan untuk kesejahteraan masyarakat” ujar Wagub.
Adapun narasumber lainnya pada workshop tersebut yaitu Anggota DPR RI Marwan Cik Hasan, Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dan Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Lampung Sumitro.
Selanjutnya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Lampung M. Dody Fachrudin dan dari Kemendes PDTT Andrey Ikhsan Lubis.
Nunik menyebutkan Pemerintah Provinsi Lampung sendiri terus berkomitmen menghadirkan program-program untuk kemajuan desa salah satunya Smart Village.
“Akibat Covid-19 semua sektor terkena dampakanya termasuk didesa, namun Insha Allah ditahun mendatang kami terus berkomitmen untuk bisa memaksimalkan pembangunan di desa-desa,” katanya.
Untuk itu, Nunik mendorong Kepala Desa/Kampung sebagai ujung tombak pembangunan di desa untuk terus bersinergi dan berkolaborasi baik bersama Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten menghadirkan kebaikan dan kesejahteraan di desa.
Menurutnya, desa juga menjadi poin penting kaitannya dengan pembangunan nasional.
“Sehingga bisa terwujud apa yang dinamakan Indonesia Maju, Lampung Berjaya,” ujarnya.
Namun, Nunik menekankan para Kepala Desa untuk terus berhati-hati dalam pengelolaan dana desa seperti tertib administrasi agar tidak terlibat kedalam masalah hukum.
Menurutnya, OPD di Kabupaten terkait seperti Bappeda bisa untuk terus memberikan bimbingan kepada tim teknis yang ada di desa terhadap menyusun anggaran yang tepat.
“Agar kepala desa bisa nyaman dan aman dalam bekerja membangun desanya,” katanya.(Adpim)
-

Pengembangan Sumber Daya Perikanan Rajungan, Gubernur Arinal Berharap Program Photovoices Tingkatkan Kapasitas Perempuan Nelayan Lampung
BANDAR LAMPUNG —– Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka acara Pameran dan Diskusi Program Photovoices yang diadakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Lampung di Hotel Sheraton, Senin (23/5/2022).
Acara ini megusung tema “Perempuan Nelayan Lampung Dorong Perikanan Rajungan Lestari” dimana Kampung Kuala Teladas dan Kampung Sungai Burung, Kabupaten Tulang Bawang menjadi objek pameran foto tersebut.
Gubernur Arinal menganggap program photovoices yang dilakukan mitra Komite Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (KPPRB) yaitu Coral Triangle Center dan Photovoices International merupakan pendekatan yang unik dan inovatif sebagai bagian dari pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan.
Ia juga mengatakan beberapa program yang telah dilakukan seperti pengembangan dan peningkatan kapasitas perempuan nelayan di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Tulang Bawang merupakan contoh nyata kolaborasi banyak pihak yang bisa diadopsi oleh sektor-sektor lainnya.
“Program yang diprakarsai oleh Photovoices Internasional, Coral Triangle Center dan Mitra Bentala dengan dukungan KPPRB Lampung sangat menarik sebagai wadah untuk menginspirasi perempuan sebagai pembawa perubahan positif dalam pengelolaan sumber daya perikanan rajungan di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Gubernur Arinal menganggap program ini penting untuk dilakukan, pasalnya stok sumber daya rajungan di Provinsi Lampung saat ini semakin mengalami tekanan yang tinggi karena disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya.
“Diantaranya akibat penangkapan ikan secara berlebihan atau overfishing, limbaj domestik atau rumah tangga, pencemaran, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan sebab lainnya,” ujar Gubernur Arinal.
Gubernur Arinal mengatakan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar sehingga menjadi penggerak perkonomian masyarakat termasuk komoditas perikanan rajungan.
“Perikanan rajungan telah mendukung mata pencaharian bagi lebih dari 4.000 nelayan dan 1.000 orang lainnya, yang mayoritas perempuan berkerja sebagai pemilah dan pengolah rajungan,” lanjutnya.
Perlu diketahui, berdasarkan data Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Provinsi Lampung menunjukan ekspor rajungan pada tahun 2021 mencapai 1.578 ton dengan nilai 36,91 juta US dollar.
Nilai tersebut meningkat 50,8% dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar 23,83 juta US dollar dengan volume 1.383 ton.
Berdasarkan data tersebut, Gubernur Arinal berpendapat bahwa hal tersebut menunjukan perikanan rajungan merupakam komoditas yang dapat diandalkan untuk menopang mata pencaharian masyarakat, tidak hanya nelayan namun juga seluruh rantai nilai yang terkait.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur terkait yang telah terlibat mendukung program ini dan berharap program ini dapat mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan di Provinsi Lampung demi nelayan Lampung Berjaya dengan mengutamakan terobosan, pengembangan industri hilir dan ekonomi kreatif.(Adpim)
-

Winarti : Kita Pelayan Masyarakat
Cakralampung. Com – Bupati Tulangbawang, Dr. Hj. Winarti SE., MH menggelar silaturahmi dengan tenaga Honorer di kabupaten Tulangbawang.
Halal Bihalal dengan Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Tulangbawang. Kegiatan silaturahmi itu juga dibarengi dengan penyerahan SK kenaikan pangkat periode April 2022 digelar di Islamic Center Menggala, Senin (23/05/2022).
Adapun rincian kenaikan pangkat pada periode ini sejumlah 1570 honorer dan 268 PNS golongan IV berjumlah 62, golongan III sebanyak 165, selanjutnya golongan II adalah 39, dan golongan I sebanyak 3 orang.
Bupati Tulangbawang hadir didampingi para pejabat tinggi pratama di lingkup Pemkab Tulangbawang serta pejabat administrator di lingkup Pemkab setempat.
Bupati Winarti dalam sambutannya mengucapkan, selamat kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang naik pangkat pada periode ini dan menanamkan dan terus meningkatkan etos serta kualitas kerja.
“Terus mengabdi dan melayani dengan hati karena tugas serta fungsi ASN adalah melayani masyarakat. Terus berjuang dan melakukan pelayanan terhadap masyarakat dengan baik. Aparatur adalah pelayan masyarakat yang seyogyanya harus melayani dengan sepenuh hati serta profesionalitas,” kata Bupati yang bergelar Pangeran Suri ini.
Bupati yang akrab di sapa Bunda itu berharap, dengan diberikannya SK kenaikan pangkat itu menjadi barokah untuk aparatur yang ada di kabupaten Tulangbawang.
“Kepada anak-anak ku pegawai honorer, kalian sangat penting dan menjadi bagian terpenting dalam laju perkembangan pembangunan kabupaten Tulangbawang. Terus semangat bekerja dan berkarya, semoga menjadi ladang barokah untuk keluarga mu,” ucap Bupati. (rls/rds/din)
-

SDN 01 Rantau Jaya Baru, Putra Rumbia Persiapkan Ujian Praktek
Cakralampung.com – Saat ini, SDN 01 Rantau Jaya Baru, Kecamatan Putra Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng),mempersiapkan pelatihan untuk Ujian Pratek Kelas Vl.
Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah (Kepsek) Hujaenah, S.Pd SD, kepada Cakra Lampung di ruang kerjanya, Senin (23 Mei 2022).
Hujaenah mengatakan bahwa, untuk murid-murid kelas Vl SDN 01, di didik sebaik mungkin sesuai kemampuan guru yang ada di SDN 01 Rantau Jaya Baru, terkhususnya dalam menghadaoi ujian praktek.

Kepsek Hujaenah, S.Pd SD Hal ini dilakukan agar setelah lulus menjadi murid yang cerdas dan menjadi contoh yang baik bagi murid-murid yang lain. Baik di luar sekolah maupun di dalam sekolah.
“Kita berharap hasil ujiannya dapatkan nilai yang baik, ” Katanya.
Senada dikatakan Saptabudi Pramana, S. pd., yang sedang melatih pasing volleyball kepada murid-murid kelas Vl SDN 01 Rantau Jaya. Dikatakannya pelatihan ini guna meningkatkan kemampuan dasar dalam mengolah bola didalam permainan volleyball.
“sering di lakukan perlatihan di saat jam olahraga, ” Ujarnya.
“Semoga rutinnya praktek ini untuk kelas Vl bisa menghasilkan maksimal ujian yang sangat baik, dan menjadikan motivasi bagi adik adik kelas mereka, ” Tutup dia. (hjd/asf)
-

Stop Buang Air Besar Sembarangan
Cakralampung.com – Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.
Karena, dengan pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan sekitar.
Hal itu yang digaungkan juga oleh pemerintah kabupaten Tulangbawang melalui Dinas Kesehatan. Gaungan itu merajuk pada keputusan Menteri Kesehatan nomor 852 tahun 2008 tentang strategi nasional sanitasi total berbasis masyarakat.
Hingga kini sosialisasi terkait ODF juga sudah digaungkan pemerintah daerah ke pelosok-pelosok di Tulangbawang. Namun hingga kini jumlah persentase penyelesaian ODF belum terlihat jelas besar atau kecilnya.
Menindak lanjuti kegiatan ODF tersebut, Kampung Ujung Gunung Ilir (UGI) juga memprogramkan jamban sehat untuk fasilitas pembuangan tinja yang efektif serta memutus mata rantai penularan penyakit.
Namun sayangnya, dalam pelaksanaan teknis di lapangan, ternyata kelurahan UGI hanya menyediakan fasilitas bahan berupa WC 1 buah, pipa paralon 4inch, semen 2 sak, besi ukuran 8 yang diterima masyarakat melalui RT setempat.
Menurut Ketua LSM Cakra Institute, program itu sangat bagus bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Tetapi sangat disayangkan program yang dilakukan itu hanya dibuat setengah-setengah.
Akibatnya, program tersebut terlihat hanya menghambur-hamburkan uang saja tanpa melihat fungsi, hasil yang efektif dan efisien. Sementara anggaran yang digunakan bersumber dari dana pemerintah.
“Siapa yang akan bertanggung jawab dan bagaimana mempertanggungjawabkan sebuah program yang tidak diselesaikan. Dari bagaimana perencanaannya, sementara dana anggaran yang dikeluarkan harus dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, sanitasi yang sesuai dengan nomenklatur MDGs adalah pembuangan tinja. Sehingga dampak buruk dari bab disembarang tempat mengakibatkan penularan penyakit seperti, Hepatitis A, Polio, Kolera dan beberapa penyakit lain.
“Sangat disayangkan saat ini kita sedang viral tentang Hepatitis Akut Misterius yang salah satu tempat penularan merupakan bab sembarangan,” tegasnya.
Disisi lain, Sekretaris Kampung Ujung Gunung Ilir (UGI) Kadek Edi Irawan menjelaskan, berawal dari tingginya angka stunting dikampung UGI maka kami lakukan rapat desa untuk melakukan tindakan guna menekan angka stunting di kampung UGI.
Ia menuturkan, saat itu penyebab utama tingginya angka stanting disebabkan masih banyaknya masyarakat yang membuang air besar sembarangan tanpa menggunakan WC Kloset.
“Kampung UGI melakukan pengadaan barang berupa WC, pipa paralon, semen 2 sak dan besi yang diberikan kepada masyarakat di 154 titik melalui RT dengan nama program Pembangunan rehabilitasi peningkatan fasilitas jamban untuk masyarakat,” terang Kadek Edi.
Dirinya menjelaskan, waktu itu pihaknya hanya memberikan sebatas fasilitas saja dikarenakan keterbatasan anggaran.
“Akibat keterbatasan itu, Selebihnya kami serahkan kepada masyarakat dan berharap instansi terkait dapat membantu,” tandasnya. (rds/din)





