Blog

  • Pilgub Lampung, Ada Peluang PDI-P Dan PKS Berkoalisi

    Pilgub Lampung, Ada Peluang PDI-P Dan PKS Berkoalisi

    Cakralampung.com – Peluang besar PDI Perjuangan Dan PKS bergandengan tangan di lampung peluang ini muncul mengingat PDI Perjuangan dan PKS, memiliki banyak kader kader potensial yang bisa bertarung di Pilgub Lampung.

    Belakangan muncul nama Sutono yang digandang gandang menjadi sosok kuat menjadi salah satu tokoh yang layak maju pada Pilgub nanti.

    Sementara dikubu PKS juga memiliki tokoh potensial yang bisa dipasangkan di pilgub Lampung. Yakni, Hantoni Hasan yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PKS.

    Menurut Helman Saleh, Direktur Komunitas Ide Kreatif dan Inovatif Untuk Kemajuan Daerah (KIKI-Kedah), mengingat konstalasi politik yang saat ini dinamis, dan dukungan kuat KIM membentuk koalisi KIM Plus yang didalamnya ditambah PKB, NASDEM, dan PKS.

    Melihat PKS merupakan partai yang mampu menjadi oposisi.l, sangat terbuka lebar koalisi antara PKS Dan PDI Perjuangan di pilkada.

    “Jika koalisi PKS Dan PDI Perjuangan terjadi di Lampung ini menjadi angin segar di konstalasiPilkada 2024,” katanya.

    Partai Politik, kata Helman, harus menyadari Pilkada merupakan pesta demokrasi 5 tahunan agar masyarakat bisa memilih pemimpin yang dianggap mampu melaksanakan amanah Rakyat

    Namun, jika partai politik hanya mementingkan kepentingan kelompok semata mata terjadi kemunduran demokrasi di republik ini.

    Oleh sebab itu, saya memandang perlu partai politik harus melihat pilkada menghadirkan calon pemimpin sesuai harapan rakyat, jangan sampai PILKADA 2024 ada daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon (kotak kosong).

    “jika terjadi kontak kosong lebih baik pemilu didaerah tersebut dibatalkan dan tetapkan saja langsung menjadi kepala daerah agar tidak membuang buang anggaran negara, ” Pungkasnya. (rls/asf)

  • Suprapto untuk Mesuji Maju

    Suprapto untuk Mesuji Maju

    Cakralampung.com – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Suprapto akan ikut bersaing dalam pesta demokrasi di Kabupaten Berjuluk Bumi Ragab Begawe Caram.

    Suprapto atau terkenal dengan panggilan singkatnya “SPT” ini meneguhkan tekadnya membangun tanah kelahirannya dengan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mesuji 2024.

    Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai PAN Mesuji ini mengambil keputusan dirinya maju dalam Pilkada 2024 atas dukungan serta dorongan dari masyarakat yang ada di Mesuji.

    “Bagi saya, ini panggilan membangun kampung halaman saya Mesuji,” kata dia kemarin.
    SPT asli putra Way Serdang, Mesuji itu kembali terpanggil untuk melanjutkan Pembangunan Mesuji guna mewujudkan Mesuji Maju, Masyarakatnya Makin Sejahtera.

    “Atas dukungan itulah yang menjadi semangat saya untuk maju dan siap turut berkontestasi dalam Pilkada 2024,” ucapnya.

     

    Siap Kolaborasi dengan Cagub Mirza

    SPT yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung dua periode tersebut mengatakan jika periode ini merupakan momentumnya bagi Kabupaten Mesuji untuk maju.

    Apalagi, kata mantan wartawan ini, bersamaan dengan niatnya itu, di tingkat Provinsi, Rahmat Mirzani Djauzal juga akan maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung.

    SPT mengatakan jika dirinya dan Mirza sapaan akrab mempunyai visi dan misi yang sama dalam membangun Lampung.

    Karena itu, kedepan dipastikan ia akan berkolaborasi dengan baik jika Mirza yang juga Ketua DPD Gerindra itu menjadi Gubernur Lampung.

    SPT meski masih muda pengalaman kerjanya banyak, baik di pemerintahan maupun non pemerintah, sebelumnya juga sukses memimpin sebuah perusahaan besar di Lampung.

     

    Jalin Komunikasi Lintas Partai

    SPT kader internal PAN, mengaku bisa mengusulkan siapa saja yang diberikan surat tugas, namun khusus untuk dirinya bukanlah surat tugas, melainkan surat perintah.

    “Selama ini kami komunikasi dengan semua partai politik, sehingga semuanya punya calon wakil, jadi nanti tinggal dipilih mana yang cocok dan mampu,” ujar SPT.

    “Pada tahun 2011, saya pernah maju mencalonkan diri jadi bupati, jadi ini kedua kali saya maju jadi calon Bupati Mesuji,” ungkapnya.(ndi)

  • Kecamatan Belalau Tidak Ada Kegiatan Pertandingan Bola Kaki Antar Pekon, Warga Tuliskan Cuitan Menohok di Sosmed

    Kecamatan Belalau Tidak Ada Kegiatan Pertandingan Bola Kaki Antar Pekon, Warga Tuliskan Cuitan Menohok di Sosmed

    CakraLampung.com, Lampung Barat – Tidak adanya kegiatan pertandingan bola kaki antar pekon ditingkat Kecamatan Belalau, banyak cuitan menohok diberbagai Sosial Media (Somed) seperti di Facebook maupun stori WhatsApp.

    Bagaimana tidak!, sejak turun-temurun Lapangan bola Kecamatan Belalalau yang ada di pertengah Pekon Kenali, jelang 17 Agustus selalu ramai dengan adanya pertandingan bola kaki antar pekon.

    Namun hingga H-7 perayaan hari kemardekan Republik Indonesia (RI) Ke-79 tidak ada tanda-tanda kehidupan dilapangan Tanjung Menang, nama dari lapangan bola pekon kenali.

    Jangankan pertandingan bola, kegiatan lainnya juga tampak lengang, hingga membuat masyarat kecewa, yang dilampiaskan dengan cuitan di Facebook.

    Pantawan wartawan media ini, cuitan diunggah salah satu akun Facebook Fajrin Uncu Belalau.

    Dia menuliskan, Entahlah Saya Tidak Mengerti Akan Ketidaktahuan Saya, Atau Memang Saya Bukan seorang Tokoh, Atau Mungkin Saya Bukan Pejabat Yang Bisa Memutuskan Segala Keputusan…

    Yang Jelas Saya Asli Masyarakat Kenali Yang Menyesalkan Kegiatan Yang seharusnya Dimeriahkan Setiap Memperingati Hari kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 dengan Adanya Pertandingan Bola Kaki Antar Kampung Setiap Sore Hari untuk Menghibur Masyarakat Belalau Pada Umumnya, Hanya Tinggal Kenangan…

    Mungkin Itu Dulu & Sekarang Saya Akan Tanyakan Kepada Rumput Hijau Yang menghiasai Lapangan Merdeka Kenali yang disebut “LapanganTanjung Menang Kenali”….

    Unggahan satu jam lalu itu, sudah mendapat 65 komentar, 34 like dan satu kali dibagikan.

    Berbagai komentar dilantorkan, yang intinya mereka kecewa dengan tidak adanya pertandingan bola kaki, yang merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya untuk memeriahkan hari 17’an.

    Salah satu tanggapan cuitan tersebut datang dari, “Pak Ciek Pc, Nuppuh hani almarhum SAKIR so..
    Kik nyak mak dok lagi
    MAK DOK LAGI ACARA MAIN BAL HANA..
    Jadi tanno temon cawa na.

    Dengan bahasa daerah Lampung yang artinya,”Benar kata almarhum Sakir, kalau saya tidak ada lagi, tidak ada lagi acara main bola. Jadi betul kata dia,” tulisnya.

    Sakir diketahui adalah salah satu Legend, sebagai wasit saat pertandingan bola kaki antar Pekon (Desa) husunya di Kecamatan Belalau.

    Sementara salah seorang warga Pekon Kenali Vera, di Story WA nya, menuliskan telat nonton, khadu bubar dija yang artinya (Telat Nonton Disini Sudah Bubur) dengan menggunggah poto lapangan bola Tanjung menang Pekon Kenali, yang tampak lengang hanya terlihat rerumputan hijau memenuhi lapangan. (Edi)

     

     

  • Optimalkan Pelayanan, Damkar Lampung Selatan Tambah Satu Armada

    Optimalkan Pelayanan, Damkar Lampung Selatan Tambah Satu Armada

     

    Kalianda – Sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan merespons cepat jika terjadi kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan menambah satu armada pemadam kebakaran dengan kapasitas 4.000 liter.

     

    Pengoperasian mobil pemadam kebakaran tersebut secara resmi ditandai dengan pemecahan kendi oleh Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto didampingi Sekretaris Daerah, Thamrin, di Halaman Kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan setempat, Jumat pagi (9/8/2024).

     

    Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, menyampaikan rasa syukurnya atas penambahan armada tersebut. Sefri menuturkan, dengan bertambahnya armada itu, akan memperkuat upaya pemerintah daerah dalam menangani kebakaran dan bencana lainnya.

     

    “Kita sangat bangga dan berterimakasih, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mendapatkan perhatian dari pak bupati, ditengah minimnya anggaran,” ujar Sefri.

     

    Sefri Masdian mengatakan, satu unit mobil pemadam kebakaran yang diresmikan tersebut merupakan hasil pengadaan dari APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2024.

     

     

    Menurutnya, penambahan armada sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya evakuasi kebakaran yang dilakukan oleh Dinas Damkar dan Penyelamatan sepanjang tahun 2023.

     

    “Terdapat 316 kasus kebakaran pada tahun 2023. Sebelumnya, tahun 2022 itu hanya 75 kasus, ini dikarenakan dampak elnino, Karenannya pengadaan armada ini sangat diperlukan,” kata Sefri.

     

    Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto, berpesan, agar mobil Damkar tersebut dapat dijaga dengan baik dengan melakukan perawatan secara berkala.

     

    “Kita harus benar-benar mempunyai rasa memiliki ketika kendaraan ini sudah bisa dioperasionalkan. Kuncinya perawatan, ini milik kita harus kita jaga,” imbuh Nanang.

     

    Pada kesempatan itu, Nanang juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Dinas Pemadam Kebakaran.

     

    Sebab kata Nanang, kehadiran mobil pemadam kebakaran baru tersebut juga harus diiringi dengan pelatihan intensif bagi para personel Damkar, agar mereka dapat memaksimalkan penggunaan peralatan dan teknologi yang ada.

     

    “Mobil Damkar ini jangan untuk belajar-belajaran, jangan bawanya main hantam aja. Jadi benar-benar dilatih dan dididik. Sehingga mobil ini bisa benar-benar terjaga,” pesan Nanang. (ptm)

  • CSR Bank Lampung, Bupati Lampung Selatan Salurkan Bantuan Bedah Rumah Warga Kalianda

    CSR Bank Lampung, Bupati Lampung Selatan Salurkan Bantuan Bedah Rumah Warga Kalianda

     

     

     

    Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto bersama Pimpinan Bank Lampung Kantor Cabang Kalianda, Malatisnoh memberikan bantuan bedah rumah kepada Ahyar, warga Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Minggu (11/8/2024).

     

    Nanang Ermanto mengatakan, bantuan bedah rumah tersebut berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Lampung bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam rangka mengentaskan kemiskinan ekstrem.

     

    “Nanti ini (rumah) segera dibongkar. Pakai bahan-bahan bangunan yang sesuai standar. Semua gotong royong, pak camat sebagai koordinator, ajak masyarakatnya,” ujar Nanang Ermanto.

     

     

    Lebih lanjut Nanang menyampaikan, pemerintah daerah terus berupaya dalam meningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari segi kesehatan, pendidikan serta lainnya.

     

    “Jadi saya minta ya pak, anak-anak jangan sampai putus sekolah. Karena pendidikan menjadi salah satu faktor yang menentukan masa depannya kelak, ” katanya lebih lanjut.

     

    Sementara itu, penerima bantuan bedah rumah, Ahyar, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan beserta jajaran atas bantuan yang telah diberikan.

     

    “Terima kasih pak Nanang sudah membantu keluarga kami. Semoga pak Nanang selalu sehat,” ucap Ahyar. (lmhr)

  • Pengunduran Diri Qudrotul Ikhwan, Ferli Yuledi Diberi Tugas Berat di Tulangbawang

    Pengunduran Diri Qudrotul Ikhwan, Ferli Yuledi Diberi Tugas Berat di Tulangbawang

    TULANG BAWANG – Sabtu siang (10/8/2024), di Balai Keratun, lantai tiga Kantor Gubernur Lampung, suasana berubah drastis ketika sebuah pengumuman mengejutkan menggetarkan seisi ruangan. Apa yang seharusnya menjadi seremoni rutin berubah menjadi momen penuh ketegangan dan harapan baru.

     

    Acara dimulai dengan pengambilan sumpah jabatan Penjabat Bupati Tulang Bawang dan Penjabat Ketua TP PKK & Dekranasda Kabupaten Tulang Bawang. Namun, semua mata tertuju pada satu sosok, Qudrotul Ikhwan, yang telah memimpin Tulang Bawang selama hampir dua periode. Keputusannya untuk mundur dari jabatan sebelum masa baktinya berakhir menimbulkan tanda tanya besar. Siapa yang akan menggantikan posisinya, dan apa yang mendorong Qudrotul mengambil langkah drastis ini?

     

    Pj Gubernur Lampung, Samsudin mewakili Pemerintah Provinsi Lampung, tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

    “Kemarin, saya masih bersama Pak Qudrotul, menikmati malam terakhir kebersamaan kita sebagai rekan kerja. Saya tidak menyangka itu adalah perpisahan terakhir kami dalam kapasitas ini,” ungkapnya.

     

    Keputusan Qudrotul untuk mundur bukan hanya tentang pengunduran diri, tetapi juga tentang dedikasi dan pengorbanan. Selama hampir dua tahun, dia telah mengarahkan Tulang Bawang menuju kemajuan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi.

    “Semua yang kita lihat hari ini, dari kemajuan produk unggulan daerah hingga perbaikan kualitas hidup masyarakat, adalah buah kerja keras beliau,” lanjut Samsudin.

     

    Tetapi waktu terus berjalan, dan Tulang Bawang membutuhkan pemimpin baru yang siap menghadapi tantangan besar yang akan datang, terutama dengan Pemilihan Kepala Daerah 2024 yang semakin dekat. Di sinilah Ferli Yuledi masuk. Sosok baru ini, yang baru saja dilantik, memikul beban berat untuk melanjutkan pekerjaan yang telah dimulai oleh pendahulunya.

     

    “Kepada saudara Ferli Yuledi, saya ucapkan selamat bertugas. Anda tidak memiliki waktu banyak untuk beradaptasi. Segera lakukan konsolidasi, perkuat komunikasi, dan jangan lupakan pentingnya menjalin hubungan baik dengan DPRD, forkopimda, serta masyarakat setempat,” tegas Samsudin.

     

    Ferli, yang dikenal dengan dedikasi dan disiplin tingginya, menerima tantangan ini dengan penuh keyakinan. Namun, dia juga tahu bahwa tugasnya tidak akan mudah. Masa jabatannya yang hanya satu tahun, hingga dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati definitif hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak 2024, menuntut kerja cepat dan tepat.

    “Bapak harus bekerja lebih cepat lagi, karena waktu tidak berpihak pada kita,” tegas Samsudin.

     

    Sementara itu, di sela-sela acara, perhatian beralih ke serah terima jabatan Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulang Bawang. Ibu Herlinawati Qudrotul, menyerahkan tugasnya kepada Feby Levarina.

    “Terima kasih atas dedikasi Ibu Herlinawati, dan selamat bertugas kepada Ibu Feby. Semoga bisa melanjutkan program-program yang sudah ada dan membawa perubahan positif,” ujar Samsudin.(fay/mad).

  • Ardito Wijaya Tokoh Muda Potensial Untuk Lampung Tengah

    Ardito Wijaya Tokoh Muda Potensial Untuk Lampung Tengah

    Cakralampung.com – Ardito Wijaya adalah tokoh pemuda di Lampung Tengah yang penuh semangat dan berdedikasi untuk melayani masyarakat.

    Dengan latar belakang dan pengalaman di bidang Pemerintahan dan pelayanan publik, Ardito bertekad untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Lampung Tengah.

    Mas Dito sapaan akrab, lahir dan dibesarkan di Lampung Tengah, diusianya yang masih muda ia sudah menunjukkan minat yang besar untuk terjun kedunia dunia politik, bukan semata-mata untuk mengejar sebuah jabatan melainkan untuk melayani masyarakat.

    Dikalangan masyarakat, Ardito dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul, selalu mendengarkan dan mengedepan kepentingan masyarakat, ia meyakini bahwa kepemimpinan yang baik adalah pemimpin yang mendengar dan memahami kebutuhan warganya.

    Maka dari itu, pada Pilkada Lampung Tengah 2024 Ardito Wijaya kembali bertekad untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Lampung Tengah, dengan mengusung visi pentingnya pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang lebih baik, serta pembangunan infrastruktur yang merata.

    “Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lamteng sesuai harapan dan aspirasi masyarakat, saya siap mengabdiakan diri untuk kabupaten Lamteng ini, ” Tegas Ardito saat dikonfirmasi harapan masyarakatnyang menginginkan dirinya untuk maju di pilkada.

    Namun sayang, meski memiliki potensi yang besar perjalanan Ardito Wijaya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Lampung Tengah tidaklah mulus dan harus melewati berbagai rintangan. Salah satunya dalam perebutan rekomendasi partai politik sebagai syarat untuk mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendatang.

    Hingga artikel ini dipublikasikan, Ardito Wijaya belum mendapatkan satupun rekomendasi dari partai politik untuk mengusug dirinya sebagai calon Bupati Lampung Tengah, padahal Ardito Wijaya merupakan tokoh etnis pendatang dan tokoh NU yang jarang ditemukan dan sangatlah dikenal dikalangan masyarakat Lampung Tengah bahkan di Kota Metro.

    Kalangan kerabat Ardito Wijaya menyebutkan, dirinya memiliki satu kelemahan yaitu terlalu nurut, andai saja Ardito Wijaya lebih berani dalam mengambil langkah tentu akan membuat suasana Pilkada Lamteng dan Pemilihan Gubernur Lampung menjadi lebih seru. (*)

  • Deklarasi #pilihankukotakkosong, Herwan: Ruginya Enggak Ada Pilihan Calon Lain

    Deklarasi #pilihankukotakkosong, Herwan: Ruginya Enggak Ada Pilihan Calon Lain

    Bandar Lampung – Pilkada serentak di Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung pada 27 November mendatang.

    Namun sejumlah pihak memprediksi akan menghadirkan fenomena unik, yaitu kandidat melawan “kotak kosong”.

    Fenomena ini ditengarai karena tingkat kepuasan publik pada calon kepala daerah cukup tinggi. Namun ada dampak kurang baik bagi partai politik (parpol).

    Di tengah bergulirnya spekulan itu, muncul #pilihankukotakkosong. Hastag tersebut muncul di tengah maraknya fenomena spekulasi pilkada di Provinsi Lampung, serta pilkada Kabupaten/kota calon kepala daerah lawan kotak kosong alias calon tunggal.

    Koordinator #pilhankukotakkosong Lampung, Herwan Acong menegaskan, fenomena pilkada calon lawan kotak kosong ini bukanlah menjadi sebuah kemunduran demokrasi namun ada hal yang lain kurang berjalan.

    “Namun kegagalan partai politik dalam melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana amanah Undang-Undang tentang partai politik yaitu kaderisasi dan pergantian kepemimpinan. Munculnya gerakan ini dikarenakan gagalnya partai-partai memunculkan calon pada pilkada,” ujar Herwan di sela deklarasi #pilhankukotakkosong, Jumat (10/8).

    Kata Herwan, sejatinya pilkada kotak kosong bisa merugikan masyarakat, karena tidak ada pilihan calon lain yang mungkin menjadi pilihan masyarakat. Namun kata dia masyarakat Lampung khususnya, tidak terlalu berpengaruh atau merugikan masyarakat karena tidak ada pilihan calon lain.

    “Masyarakat sekarang sedikit yang idealis, mereka pada pragmatis. Siapa yang kasih duit ya itu yang dicoblos. Jadi enggak ada ruginya bagi masyarakat. Ruginya enggak ada pilihan calon lain,” papar dia.

    Herwan meminta, untuk para petinggi parpol untuk bisa membuka ruang pada calon lain, agar tidak memprioritaskan dugaan aksi borong partai dan lebih memilih hanya ada satu calon dalam pilkada tidak mencerdaskan rakyat Indonesia.

    “Seperti model borong rekomendasi parpol berdampak pada mundurnya calon independen karena sudah merasa kalah. Ini enggak kasih ruang calon lain untuk maju,” ucap dia.(ndi)

     

     

  • DPMKK Tulang Bawang Bantah Pernah Ikut Rapat Iuran Kampung kepada Abpedsi

    DPMKK Tulang Bawang Bantah Pernah Ikut Rapat Iuran Kampung kepada Abpedsi

    Tulang Bawang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan/Kampung (DPMKK) Tulang Bawang, Lampung membantah tidak pernah mengikuti rapat terkait iuran kampung kepada Abpedsi.

    Jabatan Fungsional Pergerak Swadaya Masyarakat, Bani yang diberikan kepercayaan Kepala Dinas PMKK Tulang Bawang, Ariyanto mengatakan, waktu itu benar ia diutus untuk hadir dalam Rakor Abdesi bukan Abpedsi.

    “Kalo rapat Abpedsi belum pernah kami hadir dan itu kapan?. Pada waktu itu memang benar kami ada rakor bersama abdesi dan itu memang kami melihat ada ketua Abpedsi yah kami rasa dia hadir karena diundang boleh ketua Abdesi,” ujar Bani mewakili Kadis PMKK. Selasa (06/08).

    Ia mengatakan kehadiran mereka di Rakor Abdesi hanya menyampaikan tugas dan fungsinya tidak ada pembahasan penarikan iuran seperti yang dikatakan Pardianto Ketua DPD Abpedsi tersebut.

    “Kehadiran kami hanya menyampaikan tufoksi kami saja selepas selesai kami langsung pulang tidak ada pembahasan tentang iuran seperti yang dikatakan Pardianto itu,” terangnya.

    Ia juga menjelaskan, iuran tersebut adalah pembahasan internal Pemerintah Kampung dan Ketua Abpedsi.

    “Intinya benar kami hadir, namun untuk menyetujui anggaran itu kami tidak terlibat, karena itu pembahasan internal mereka saja, kami para opd langsung pulang setelah rakor tersebut selesai,” pungkasnya.

    Diberita sebelumnya klarifikasinya Pardianto mengatakan bahwa iuran Rp1 juta tersebut telah sesuai dengan hasil rapat yang dihadiri oleh Dinas PMKK, Inspektorat Tulangbawang, dan BPKAD Tulangbawang.(rds)

  • Pilkada “Kotak Kosong”

    Pilkada “Kotak Kosong”

    Pilkada “Kotak Kosong” Kegagalan Parpol Perjuangkan Ideologi

    PILKADA serentak di Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung pada 27 November mendatang. Pada pilkada kali iini, diprediksi akan menghadirkan kandidat melawan “kotak kosong” atau kontestan pilkada hanya diisi oleh satu pasangan calon.

    Menurut pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila) M. Iwan Satriawan fenomena ini ditengarai karena tingkat kepuasan publik pada calon kepala daerah cukup tinggi. Namun ada dampak kurang baik bagi partai politik (parpol).

    Fenomena pilkada ini bukanlah menjadi sebuah kemunduran demokrasi namun ada hal yang lain kurang berjalan. Namun kegagalan partai politik dalam melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana amanah Undang-Undang tentang parpol.

    “yaitu kaderisasi dan pergantian kepemimpinan,” tegasnya.

    Senada dikatakan oleh Pengamat Politik dari UIN Raden Intan Lampung, DR. Fathul Mu’in. Ia berpendapat, fenomena pilkada kotak kosong ditengarai terjadi karena adanya dinasti politik lokal serta minimnya ideologi partai politik yang kuat.

    “ keberadaan kotak kosong dalam Pilkada merupakan tanda kemunduran demokrasi,” terangnya.

    Pilkada kotak kosong ini, tambahnya, bisa muncul karena popularitas petahana yang sangat dominan atau karena adanya aktor yang membeli tiket partai politik secara eksklusif, sehingga menghambat calon lain untuk bersaing.

    Tetapi juga disebabkan oleh egoisme partai politik yang lebih fokus pada kemenangan ketimbang memperjuangkan ideologi atau program yang pro-rakyat. (ndi/asf)

     

    “Kotak Kosong” Pilihan yang Dipaksakan

    PENGAMAT Politik dari UIN Raden Intan Lampung, DR. Fathul Mu’in, masyarakat cenderung melihat kotak kosong sebagai bukan pilihan sebenarnya, melainkan sebagai situasi yang dipaksakan.

    Akibatnya, banyak masyarakat yang mungkin enggan menggunakan hak pilih mereka. Padahal dengan lebih banyak calon yang muncul, akan lebih banyak pula pilihan bagi masyarakat untuk mencari pemimpin yang ideal.

    “ pilkada kotak kosong ini bisa muncul karena popularitas petahana yang sangat dominan atau karena adanya aktor yang membeli tiket partai politik secara eksklusif, sehingga menghambat calon lain untuk bersaing,” katanya.

    Terpisah, pengamat politik dari Universitas Lampung (Unila) M. Iwan Satriawan mengungkapkan, sejatinya pilkada kotak kosong bisa merugikan masyarakat, karena tidak ada pilihan calon lain yang mungkin menjadi pilihan masyarakat. Namun kata Iwan masyarakat Lampung khususnya, tidak terlalu berpengaruh atau merugikan masyarakat karena tidak ada pilihan calon lain.

    “Masyarakat sekarang sedikit yang idealis, mereka pada pragmatis. Siapa yang kasih duit ya itu yang dicoblos. Jadi enggak ada ruginya bagi masyarakat,” papar Iwan.

    Lantas bagaimana jika calon kepala daerah kalah dengan kotak kosong saat pemilihan?.
    “Ya seperti kasus Makasar, Tegal, sampai terpilih kepala daerah baru,” kata Iwan. (ndi/asf)

     

    Politik Tak Sehat Dan Kecewakan Publik

    PENGAMAT Politik dari UIN Raden Intan Lampung, DR. Fathul Mu’in ini menilai, masyarakat sebagai pemilih, dirugikan karena kurangnya pilihan alternatif untuk memilih pemimpin daerah.

    Situasi ini juga bisa mengecewakan harapan publik yang menginginkan adanya kompetisi politik yang sehat.

    “setidaknya dengan dua pasangan calon,” ungkapnya.

    Bahkan dipredisi, partisipasi masyarakat dalam pemilihan dapat menurun jika mereka merasa tidak ada pilihan yang layak.

    Terpisah, Pengamat politik Universitas Lampung (Unila) Bendi Juantara mengatakan calon tunggal lawan kotak kosong menunjukkan adanya kemunduran demokrasi di daerah. Pasalnya, minim pilihan untuk masyarakat memilih calon pemimpinnya.

    Jika pilihannya variatif pemilih jadi lebih dapat banyak gambaran untuk bisa memilih calon mana yang mungkin akan jadi representasi dia ke depan dalam implementasi demokrasi substantive. (ndi)

     

    Potensi Daerah Pilkada “Kotak Kosong”

    PENGAMAT politik Universitas Lampung (Unila) Bendi Juantara memprediksi tiga kabupaten di Lampung akan memiliki calon tunggal yang akan melawan kotak kosong di Pilkada 2024.

    “kemungkinan calon tunggal di tiga daerah sangat terbuka. Menurutnya, setiap daerah tentu memiliki dinamikanya masing-masing, ‘” Katanya.

    Dari informasi yang berhasil dihimpun, setidaknya ada beberapa daerah di Lampung yang berpotensi kandidat melawan kotak kosong.

    Seperti, Lampung Barat. Bakal calon mantan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus sudah memliki banyak partai sudah berkoalisi.

    Kemudian, di Bandarlampung, petahana Eva Dwiana yang sudah mengantongi surat rekomendasi dari Partai NasDem, Demokrat, PKS, dan terakhir Partai Golkar.

    Lalu Pesawaran. Ada istri Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yakni Nanda Indira yang sudah mengantongi Surat Rekomendasi dan Tugas dari PKB (5), PDIP (6), Gerindra (7) dan PKS (2) serta Nasdem (6),. Menyisakan Golkar (4), PAN (4), Demokrat (3), PPP (3) yang belum menyatakan sikap.

    Juga di Lampung Tengah. Incumbent Musa Ahmad yang sudah memegang sejumlah partai koalisi. Golkar, Gerindra, PAN, PKS, dan Nasdem. (ndi)